Catat Inflasi Rendah, Kalsel Soroti Penyaluran Beras

BANJARBARU – Provinsi Kalimantan Selatan pada pertengahan September 2025, tercatat mengalami deflasi bulanan (month to month) sebesar minus 0,16 persen. Sementara inflasi tahunan (year to year) berada pada angka 2,68 persen, lebih tinggi dibanding target nasional yang ditetapkan sebesar 2,31 persen.

Hal ini disampaikan Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Sutikno, usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi secara daring dari Command Center Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Selasa (16/9).

Sutikno menjelaskan, meski secara bulanan terjadi deflasi, namun angka inflasi tahunan yang masih di atas target nasional menjadi perhatian bersama. Oleh sebab itu, rapat kali ini secara khusus menekankan pada aspek penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Beberapa waktu lalu harga beras di pasaran sempat terus mengalami kenaikan. Padahal jika kita lihat, produksi gabah di Kalsel cukup banyak. Nah, ini yang menjadi pertanyaan sekaligus perhatian, kenapa harga beras tetap naik. Maka dari itu, penguatan distribusi dan penyaluran beras SPHP sangat ditekankan pada rapat inflasi hari ini,” jelas Sutikno.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama Bulog dan pihak terkait lainnya harus memastikan stok beras SPHP dapat segera disalurkan ke pasar dan masyarakat secara merata. Langkah ini diharapkan mampu menekan harga beras agar tidak kembali melonjak, sekaligus menjaga stabilitas inflasi di daerah.

Selain beras, koordinasi pengendalian inflasi juga tetap mencakup komoditas pangan strategis lainnya seperti cabai, bawang, dan minyak goreng. Namun, karena tren kenaikan harga beras yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir, fokus utama diarahkan pada komoditas tersebut.

“Pemprov Kalsel bersama kabupaten/kota akan terus memperkuat sinergi dalam pengendalian inflasi. Ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi pangan menjadi prioritas utama agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkas Sutikno

Dengan langkah pengendalian ini, diharapkan inflasi Kalsel dapat lebih terkendali pada bulan-bulan berikutnya, bahkan dapat kembali berada di bawah rata-rata nasional. (MRF/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version