Gubernur Muhidin, Ajak Generasi Muda Teladani Akhlak Rasulullah

BANJARBARU – SMA Negeri 2 Banjarbaru menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Rabu (3/9).

Suasana Tabligh Akbar di SMAN 2 Banjarbaru

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Dinansyah, dalam sambutannya mengatakan, peringatan Maulid Nabi bukan hanya acara seremonial, melainkan ajakan untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah.

“Beliau lahir sebagai seorang anak yatim, tumbuh dalam kesederhanaan, hidup penuh kejujuran, disiplin, dan kerja keras. Dari situlah kita belajar bahwa keberhasilan hidup tidak ditentukan oleh harta atau kedudukan orang tua, tetapi oleh tekad, semangat, dan kepribadian yang kita bangun,” katanya.

Ia juga mengingatkan siswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar di sekolah dengan bersungguh-sungguh menuntut ilmu.

“Justru di tengah kemudahan fasilitas, kalian harus semakin bersungguh-sungguh agar bisa menjadi generasi berprestasi yang membanggakan orang tua, sekolah, daerah, dan bangsa,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMAN 2 Banjarbaru, Saryono, juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan.

“Kita semua harus meneladani sifat dan akhlak baik Rasulullah SAW. Itulah yang akan membimbing kita menjadi manusia yang berkarakter dan bermanfaat bagi sesama,” pesannya.

Momentum peringatan Maulid Nabi ini sekaligus dimanfaatkan pihak sekolah untuk mendukung pembangunan Mushola Nurul Ilmi SMAN 2 Banjarbaru.

Melalui kegiatan lelang, safrah amal, dan warung amal, sekolah berupaya menggalang dana guna memenuhi kebutuhan pembangunan mushola yang ditaksir mencapai Rp2,7 miliar.

Hingga akhir acara, dana yang terkumpul melalui lelang dan safrah amal telah mencapai Rp10 juta. Sementara dari donasi orang tua murid, sekolah berhasil menghimpun Rp150 juta.

“Ke depan kami juga akan bergerak menggalang dana kepada alumni yang sudah sukses,” ungkapnya.

Saryono memaparkan, progres pembangunan Mushola Nurul Ilmi saat ini telah berjalan sekitar 20 persen, dengan fondasi yang sudah rampung dikerjakan.

“Kami menargetkan pembangunan mushola dapat selesai dalam enam bulan ke depan, sehingga segera bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah dan pembinaan karakter siswa,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Basarnas dan Pemprov Kalsel, Maksimalkan Pencarian Helikopter Hilang Kontak di Mantewe

BANJARBARU – Badan SAR Nasional (Basarnas) Banjarmasin bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus memaksimalkan upaya pencarian helikopter yang dilaporkan hilang kontak di kawasan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu. Upaya pencarian terhadap helikopter yang hilang kontak tersebut, masih terus berlangsung hingga Rabu pagi (3/9).

Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana menegaskan, pihaknya bersama tim SAR gabungan terus bekerja di lapangan untuk menemukan helikopter beserta awaknya.

“Sejak kemarin sore kami telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Tim sudah bergeser ke titik hilang kontak kedua untuk memperluas area pencarian,” ujarnya, saat menggelar konferensi pers di Lanud Syamsudin Noor, Selasa (3/9) sore.

Tim SAR gabungan terdiri dari personel Basarnas, TNI AU, TNI AD, Polri, BPBD, dan relawan setempat. Selain mengandalkan peralatan pencarian darat seperti kendaraan taktis dan anjing pelacak, tim juga menggunakan dukungan udara berupa helikopter dan drone, untuk memantau kondisi dari ketinggian. Tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi cuaca yang cukup ekstrem dengan hujan ringan hingga sedang, serta medan Pegunungan Meratus yang terjal.

“Situasi ini membuat kami harus bekerja ekstra hati-hati agar keselamatan tim tetap terjaga. Namun kami pastikan upaya pencarian dilakukan secara maksimal,” lanjut I Putu.

Dirinya juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar area pencarian agar segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan helikopter tersebut.

Dukungan penuh juga datang dari Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang memantau langsung proses pencarian di Lanud Syamsudin Noor. Menurutnya, sejak laporan hilangnya helikopter diterima pada Senin (1/9) sore. Pemprov Kalsel langsung menyiapkan dukungan logistik dan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait.

“Kami semua berharap pencarian ini segera membuahkan hasil dan seluruh penumpang serta kru dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Pemerintah Provinsi Kalsel akan terus memberikan dukungan hingga proses pencarian benar-benar tuntas,” ujar Muhidin.

Muhidin juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari kepanikan.

“Koordinasi di lapangan terus berjalan, semua pihak bergerak bersama demi keselamatan para korban,” tutup Muhidin.

Dengan diperluasnya area pencarian, diharapkan titik keberadaan helikopter segera terdeteksi sehingga proses evakuasi dapat dilakukan secepat mungkin. (MRF/RIW/RH)

Pemprov Bersama Polda Kalsel Sepakat Atasi Konflik Nelayan, Tekan Destructive Fishing

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, bersama atasi konflik nelayan, dengan penekanan Destruktif Fishing.

Hal tersebut terungkap, pada Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Penanganan Destructive Fishing dalam Rangka Menjaga Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Wilayah Perairan Kalsel” di Auditorium Bhara Dhaksa Polda Kalsel, Banjarbaru, Selasa (2/9). Kegiatan dibuka Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Hadir pada FGD, Gubernur Kalsel Muhidin, Forkopimda, instansi terkait, akademisi, pelaku usaha, organisasi nelayan, dan tokoh masyarakat.

Kapolda Rosyanto menyampaikan, FGD ini menjadi langkah strategis dalam meredam konflik antar nelayan dan memberantas praktik destructive fishing di perairan Kalsel.

“Direktorat Polairud Polda Kalsel mencatat, pada triwulan I 2025 telah dilakukan 6.117 kegiatan patroli, pembinaan, dan sosialisasi. Dalam dua tahun terakhir, 15 tersangka destructive fishing berhasil ditangkap dengan kerugian negara mencapai Rp150 juta,” ungkapnya.

Kapolda Kalsel menegaskan, bahwa FGD ini dilatarbelakangi konflik nelayan Kalsel dengan nelayan Jawa Timur dan Jawa Tengah terkait metode penangkapan, wilayah operasi, dan persepsi batas laut.

“Forum ini diharapkan dapat menghadirkan titik temu agar pemanfaatan sumber daya laut dilakukan secara adil, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Muhidin mengapresiasi inisiatif Polda Kalsel, dalam menjaga ketertiban dan kelestarian wilayah perairan.

“Saya berharap forum ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dijadikan acuan bersama, terutama dalam menangani destructive fishing dan mencegah konflik sosial,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalsel Rusdi Hartono, yang menjadi salah satu narasumber, memaparkan kondisi, hambatan, serta strategi pembinaan dan pengawasan nelayan Kalsel.

“Penguatan pengawasan, pembinaan nelayan, dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk mencegah praktik destructive fishing,” jelasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan paparan akademisi, diskusi kelompok, dan penandatanganan perjanjian bersama antar nelayan.

“Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi lintas sektor demi menjaga ekosistem laut Banua agar lebih lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,” pungkasnya. (DISLUTKANKALSEL-SRI/RIW/RH)

Kembali Normal, BYOND by BSI Dapat Diakses Nasabah

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyampaikan, bahwa layanan e-channel BYOND by BSI sudah normal kembali dan nasabah dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan lancar untuk semua transaksi mulai dari tarik tunai, pembayaran, pembukaan rekening, maupun transaksi lainnya.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengungkapkan, selain BYOND, nasabah dapat bertransaksi menggunakan e-banking lainnya seperti BSI Mobile, layanan ATM BSI, BSI Netbanking secara lancar ataupun mengunjungi jaringan BSI terdekat.

‘’Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah yang bertransaksi melalui aplikasi BYOND.,” ucapnya.

Wisnu mengungkap aplikasi BYOND sudah dapat digunakan sejak Selasa (2/9) malam secara bertahap dan stabil pada Rabu (3/9) pagi.

Aplikasi BYOND BSI diluncurkan pada November tahun lalu dan memiliki user register 8,9 juta. Wisnu juga mengucapkan terima kasih atas loyalitas nasabah kepada BSI.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan nasabah dan sejalan komitmen kami untuk selalu meningkatkan kualitas layanan dari sisi teknologi dengan fokus pada IT Security, IT Capacity dan IT Compliance and Governance,” ujar Wisnu

Tak lupa, Ia juga mengingatkan nasabah untuk tetap menjaga PIN dan kerahasiaan data pribadi serta berhati-hati terhadap informasi palsu yang mengatasnamakan Bank, seperti perubahan tarif yang disampaikan melalui nomor Whatsapp pribadi.

Informasi dari Bank Syariah Indonesia hanya disampaikan melalui saluran resmi, yakni www.bankbsi.co.id, BSI Call: 14040, Whatsapp Official Bank Syariah Indonesia dengan centang biru di nomor 081584114040. Sementara untuk social media, Instagram @Bank Syariah Indonesia, @Lifewithbsi, Twitter (X) Bank Syariah Indonesia @bankbsi_id, Tiktok, @Lifewithbsi; Facebook, @Banksyariahindonesia, LinkedIn, PTBank Syariah Indonesia Tbk. (RIW/RH)

Perkuat UMKM dan Promosikan Wisata Banjarmasin, Wagub Kalsel Apresiasi Bakul Fest

BANJARMASIN – Semarak Hari Jadi ke-499 tahun Kota Banjarmasin resmi dimulai, pada Selasa (2/9) malam di Siring Balai Kota. Perayaan yang dihadiri ribuan warga itu bukanlah sekadar pesta hiburan, melainkan momentum untuk menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat UMKM, serta mempromosikan Banjarmasin sebagai kota wisata. Perayaan itu berwujud Bamara Kuliner Festival.

Hadir pada kick off Bamara Kuliner Festival, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, didampingi istri, drg. Ellyana Trisya. Pada kesempatan ini, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan apresiasinya, terhadap gelaran Bamara Kuliner Festival Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin tersebut.

Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman

“Momentum ini penting sebagai pendorong UMKM dan wisata kuliner lokal,” ungkap Hasnur.

Hasnur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin, yang memfasilitasi UMKM pada peringatan Harjad ke 499 ini, untuk meningkatkan pariwisata.

“Kota Banjarmasin adalah kota perdagangan, dimana diharapkan usaha rakyat semakin meningkat dan pariwisata semakin baik,” ucap Hasnuryadi.

Wagub Kalsel ini juga berharap, dengan kehadiran UMKM dan wisata kuliner lokal, menyita perhatian para pengunjung yang datang sehingga geliat ekonomi kota Banjarmasin akan tetap hidup.

“Kami atas nama pemerintah provinsi sangat menyambut gembira inisiatif ini. Cara Pak Wali Kota dan jajarannya sudah tepat untuk meningkatkan pariwisata dan UMKM. Kita tahu Banjarmasin adalah kota perdagangan, jadi harapannya usaha rakyat semakin meningkat dan pariwisata semakin baik,” ujarnya.

Hasnur menilai, stand UMKM di Bamara Kuliner Festival, sudah sangat baik dan mudah diakses.

“Tinggal kebersihannya ditingkatkan, harga dibuat terjangkau, dan tempatnya nyaman. Kalau warga mau cari makan, cukup di sini saja, tidak perlu ke tempat lain. Ini bisa jadi ikon kuliner Banjarmasin,” ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Hasnur mengingatkan, bahwa momentum ini menjadi batu loncatan menuju lima abad kota Banjarmasin pada 2026 mendatang.

“Harjad ke-499 ini artinya kurang satu tahun lagi kita memasuki usia lima abad. InsyaAllah kota ini akan semakin baik, semakin maju, dan rakyatnya semakin sejahtera,” ucap Hasnur.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhamnad Yamin mengatakan, tema hari jadi tahun ini adalah Gawi Sabumi Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera.

“Sesuai tema, maka sudah seharusnya rangkaian kegiatan hari jadi, melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Karena, lanjut Yamin, hari jadi bukan hanya milik pemerintah, tapi milik seluruh warga Kota Banjarmasin.

Rangkaian kegiatan hari jadi Kota Banjarmasin akan berlangsung sepanjang September, dengan acara yang menyentuh berbagai sektor. Seperti Bakul Festival sebagai ruang promosi UMKM yang berlangsung sebulan penuh, kegiatan religius seperti Banjarmasin Bersholawat bersama Habib Syech, Festival Anggrek, Parade Tanglong atau jukung hias, turnamen olahraga, seni, serta pendidikan. (SRI/RIW/RH)

Kunjungi Kementrian PUPR, Komisi III DPRD Kalsel Bahas Pengelolaan Air Bersih

JAKARTA – Persoalan pengembangan dan pengelolaan Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengelola Air Minum Regional (BPAM) Banjarbakula, menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Komisi III DPRD Kalsel bersama mitra kerja, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalsel serta BPAM Banjarbakula, melakukan pertemuan dengan Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR di Jakarta, baru-baru tadi.

Suasana pertemuan di Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR Jakarta

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, menyampaikan, pihaknya menyampaikan permohonan dukungan pemerintah pusat, untuk membantu penanganan permasalahan air bersih di daerah. Pihaknya menyampaikan maksud dan tujuan, yaitu terkait solusi dan bantuan untuk beberapa kabupaten kota yang masih kesulitan karena memiliki debit air yang sedikit.

“Ada beberapa wilayah kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kami sudah melihat dan mendengar sampai ke tahap review sebesar 2 miliar untuk perbaikan di empat kabupaten, agar debit air dapat teralokasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Pertemuan tersebut diterima Dina, Kepala Satker Wilayah 3 Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR, beserta jajaran teknis. Dalam pertemuan itu, pihak kementerian memaparkan progres perbaikan jaringan pipa yang mengalami kebocoran di beberapa titik.

“Pipa lama jenis GRP yang sudah tidak lagi diproduksi di Indonesia akan diganti dengan pipa HDPE, dan pada 2026 akan diajukan tambahan anggaran setelah review desain selesai,” jelasnya.

Selain itu, Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA juga menegaskan perhatian serius terhadap program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula, yang manfaatnya dirasakan lintas kabupaten dan provinsi.

“Program ini juga diperkuat dengan pembangunan satu unit sumur bor di Kabupaten Banjar pada 2024, pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT), rehabilitasi intake Batu Hapu dan di Kabupaten Tapin, serta pembangunan embung Jaro dan infrastruktur air lainnya,” tutupnya

Selanjutnya, Komisi III DPRD Provinsi Kalsel terus berkoordinasi
terkait penyediaan lahan, penyusunan amdal, hingga surat pernyataan Gubernur, Bupati terkait pembebasan lahan, agar pembangunan embung dan jaringan irigasi dapat berjalan lancar. (ADV-NHF/RIW/RH)

Audiensi ke Bali, Komisi II DPRD Kalsel Dorong Sektor Pariwisata Jadi Sumber PAD

BALI – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), berupaya mendorong sektor pariwisata yang ada di Banua, untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara optimal. Langkah ini dinilai penting mengingat potensi pariwisata Kalsel yang cukup beragam.

Suasana pertemuan

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan, mulai dari wisata alam, budaya, hingga religi dimiliki Kalsel, hanya saja belum begitu signifikan sebagai sumber PAD.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi

Hal itu Ia ungkapkan, seusai Komisi II DPRD Provinsi Kalsel melakukan audiensi bersama pihak Dinas Pariwisata Provinsi Bali di Denpasar, baru-baru tadi, yang turut didampingi salah satu mitranya, yakni Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel.

Menurut Yani Helmi, Bali dipilih sebagai tujuan audiensi karena terbukti mampu mengelola sektor pariwisata menjadi salah satu pilar utama ekonomi daerah. Ia menilai banyak hal yang dapat dipelajari, baik dari sisi manajemen destinasi, strategi promosi, maupun pola kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana Bali bisa menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian. Pengalaman ini bisa menjadi rujukan dalam mengembangkan potensi yang ada di Kalsel,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor pariwisata Kalsel masih membutuhkan sentuhan serius dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat. Dengan sinergi yang baik, Yani optimis, pariwisata Banua mampu berkembang dan menjadi salah satu sumber utama PAD di masa depan.

“Harapan kami, setelah kunjungan ini ada langkah nyata yang bisa dilakukan, baik berupa inovasi program, peningkatan fasilitas, maupun promosi yang lebih luas agar pariwisata Kalsel semakin dikenal dan diminati wisatawan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Permudah Akses Masyarakat, BSI Agen Siap Layani Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat layanan untuk menjangkau nasabah hingga pelosok negeri. Salah satunya melalui layanan BSI Agen. Dengan jumlah jaringan mencapai 125 ribu, BSI Agen menjadi salah satu channel resmi perseroan dalam penetrasi inklusi keuangan syariah.

BSI bersama BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama menyediakan fasilitas pendaftaran dan pembayaran kepesertaan serta iuran BPJS melalui channel BSI Agen. Melalui kolaborasi ini, BSI dan BPJS Ketenagakerjaan memperluas Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi masyarakat Indonesia Bukan Penerima Upah (BPU).

Program tersebut mencakup dua program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Diharapkan para pekerja Indonesia lebih nyaman karena terlindungi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“BSI menyambut baik kerjasama ini sebagai bentuk literasi dan inklusi kepada masyarakat, khususnya yang belum mengikuti kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan jaringan lebih dari 125 ribu BSI Agen, kami berharap bisa mempermudah masyarakat untuk melakukan pendaftaran dan setoran iuran BPJS ketenagakerjaan”,ujar Anton Sukarna, Direktur Sales and Distribution BSI.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto, menyatakan, kerjasama dengan BSI untuk layanan pendaftaran peserta dan pembayaran iuran melalui BSI Agen bertujuan memudahkan akses, dan mendekatkan layanan jaminan sosial kepada masyarakat, khususnya pekerja.

Kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dengan BSI terkait layanan pendaftaran peserta BPU dan pembayaran iuran melalui BSI Agen akan mulai efektif pada 19 September 2025.

Untuk meningkatkan inklusi keuangan BSI meningkatkan jumlah BSI Agen. Per posisi Agustus 2025 jumlah BSI Agen mencapai 125 ribu, naik 16,82% dibanding posisi tahun sebelumnya 107.321. Volume Transaksi di BSI Agen per Agustus mencapai Rp51 Triliun transaksi atau 42 % Year on Year (YOY).

Meningkatnya jumlah BSI Agen juga dipengaruhi karena selain sebagai agen literasi, BSI Agen mampu menjadi alternatif layanan yang menjangkau daerah-daerah yang jauh dari kantor cabang. Layanan yang tersedia di BSI Agen cukup lengkap yakni setor dan tarik tunai, pembayaran tagihan, top-up e-wallet, referral gadai emas, hingga pelunasan pembayaran haji. (ADV-RIW/RH)

Exit mobile version