BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan, hingga saat ini terus meningkatkan produk olahan ikan di Banua.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono menjelaskan, pihaknya memiliki binaan pelaku UMKM sektor perikanan.
Kadislut Kalsel Rusdi Hartono
“Produk olahan ikan dari UMKM Binaan Dislutkan Kalsel ini, terus ditingkatkan,” ungkap Rusdi, belum lama tadi.
Dikatakan Rusdi, pelaku UMKM sektor perikanan, yang menjadi binaan Dislutkan Kalsel saat ini, sudah cukup banyak.
“Dislutkan Kalsel juga turut memasarkan produk olahan ikan tersebut, ketika mengikuti pameran, serta expo,” ucap Rusdi.
Produk olahan ikan (foto:net)
Ia berharap, produk olahan ikan yang diproduksi UMKM Binaan Dislutkan Kalsel, seperti Abon Ikan Haruan, disukai masyarakat Banua.
Selain itu, lanjut Rusdi, Dislutkan Kalsel melalui Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan, Dislutkan Kalsel, terus mengembangkan, produk albumin ikan haruan.
“Produk albumin ikan haruan saat ini terus dikembangkan, mengingat manfaat yang cukup tinggi untuk kesehatan,” jelas Rusdi.
Untuk produk albumin ini, sudah dikonsumsi oleh Gubernur Kalsel Muhidin. (SRI/RIW/RH)
BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi, menggelar pelatihan yang lebih inovatif, sesuai perkembangan zaman.
Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Bambang Yanto Permono, belum lama tadi.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, saat rapat kerja dengan Disnakertrans Kalsel
Bambang menjelaskan, pihaknya mengusulkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi, menjalin kerja sama dengan perusahaan, melalui pemanfaatan dana CSR, minimal 2,5 persen dari anggaran perusahaan untuk daerah. Dana ini diharapkan dapat membiayai pelatihan berbasis keterampilan baru.
“Saat ini yang sangat tepat dilaksanakan, diantaranya pelatihan digital seperti content creator, YouTuber dan TikToker,” ucapnya
Disampaikan Bambang, Komisi IV DPRD Kalsel berharap, tahun 2026 mendatang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi, memiliki terobosan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di seluruh kabupaten dan kota.
“Disnakertrans Kalsel harus mampu membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat di Kalsel,” jelasnya.
Lebih lanjut Bambang menyarankan pentingnya perlindungan pekerja lepas mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan, dengan usulan alokasi anggaran sekitar Rp16.000 per pekerja, melalui pembahasan APBD Murni 2026.
“Kami ingin ada peningkatan kesejahteraan bagi para pekerja di Banua,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun.
Penghargaan tersebut disematkan langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dalam kegiatan yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Selasa (26/8).
Acara ini juga turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, jajaran Forkopimda, serta para Kepala SKPD Pemprov Kalsel.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menegaskan, bahwa Satyalancana Karya Satya bukan hanya sekadar simbol, melainkan wujud nyata pengakuan negara atas dedikasi dan komitmen luar biasa para PNS dalam melayani masyarakat.
Gubernur Muhidin saat menyampaikan sambutan
“PNS adalah garda terdepan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. Untuk itu, mereka yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun layak menerima penghargaan ini,” ucap Gubernur.
Muhidin juga berharap, penghargaan ini dapat menjadi penyemangat sekaligus teladan, baik bagi penerima maupun PNS lainnya, agar terus bekerja profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
“Laksanakan tugas dan kewajiban sebagai PNS dengan jujur dan bertanggung jawab. Tampil lah sebagai aparatur yang kaya gagasan, kreatif, dan inovatif. Mari satukan energi membangun Banua dengan semangat kerja bersama,” tegasnya.
Foto bersama usai penyerahan Satyalancana Karya Satya
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Noryadi, melalui Kepala Bidang Penilai Kinerja Aparatur dan Penghargaan, Lily Hidayat menyebutkan, sebanyak 446 PNS menerima penghargaan, yang terdiri dari berbagai tingkatan jabatan dan satuan kerja. Dengan rincian pengabdian 10 tahun sebanyak 272 orang, 20 tahun 65 orang, dan 30 tahun sebanyak 109 orang.
Menurutnya, penganugerahan Satyalancana Karya Satya diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh ASN di Kalsel untuk terus meningkatkan kinerja, loyalitas, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi para PNS untuk terus berkontribusi dalam membangun daerah serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Banua,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)
BANJARMASIN – Kasus perundungan atau bullying di dunia pendidikan di Provinsi Kalimantan Selatan, mengalami peningkatan.
Seperti yang disampaikan Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan Pandu Aksana, pada Topik Kita Hari Ini bersama Abdi Persada FM, Selasa (26/8).
Pandu menjelaskan, tingginya laporan kasus perundungan ini, membuktikan bahwa kesadaran masyarakat semakin meningkat
Kabid PPA DP3AKB Kalsel Pandu Aksana
“Kasus perundungan di sekolah, paling banyak terjadi di kota besar seperti Kota Banjarmasin serta Banjarbaru,” ungkapnya.
Pandu mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan sosialisasi menghentikan perundungan di sekolah, dengan menjalin kerjasama semua pihak, diantaranya Dinas Pendidikan, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin, mengandalkan program Besty PPA atau Bersama Mengedukasi Siswa Tentang Bullying Perlindungan Perempuan dan Anak, untuk mencegah kasus perundungan di sekolah.
Kepala DP3A Banjarmasin Ramadhan menjelaskan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, sengaja meluncurkan program BESTY PPA, untuk mengatasi tindakan perundungan ini.
Kepala DP3A Banjarmasin Ramadhan
“Program BESTY PPA ini dibentuk sebagai dukungan dan penguatan sistem perlindungan anak di satuan pendidikan, melalui pendekatan partisipasi berbasis teman sebaya,” jelasnya.
Ramadhan menambahkan, program BESTY PPA melibatkan langsung peran siswa sebagai teman sebaya, guru Bimbingan Konseling sebagai pelopor dan pelopor dalam pencegahan, serta penanganan bullying di sekolah sekolah. (SRI/RIW/RH)
BANJARMASIN — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Para peserta pelatihan disabilitas berfoto bersama perwakilan PT Pelindo
Pada tahun ini, Pelindo melanjutkan Program Sahabat Inspiratif dengan menggelar pelatihan keterampilan menjahit tas sasirangan, kerajinan manik-manik, serta pemberian bantuan alat bantu disabilitas, dengan total dukungan senilai Rp50.000.000.
Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Disabilitas Borneo pada Senin (25/8) ini, diikuti 20 peserta dengan penuh semangat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, serta instruktur pelatihan dari D’Lamiz.
Program ini merupakan rangkaian berkelanjutan yang telah berjalan sejak tahun 2023 dan 2024, serta terus diperkuat di tahun 2025 dengan harapan menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penyandang disabilitas.
Selain pelatihan, Pelindo juga memberikan bantuan berupa 5 kursi roda, 5 tongkat netra, dan 20 pasang sepatu untuk penyandang cerebral palsy. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas sekaligus kualitas hidup para penerima manfaat.
Kehadiran 5 peserta tambahan dari Kampung Wisata Religi Kubah Basirih, yang merupakan desa binaan Pelindo, semakin memperluas dampak positif program ini.
Dalam sambutannya, Diah Sri Hadiati, Supervisor TJSL PT Pelindo (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, menyampaikan apresiasinya atas semangat para peserta.
“Kami percaya keberlanjutan pelatihan ini sangat penting agar peserta dapat menguasai keterampilan secara optimal dan meningkatkan kemandirian mereka. Selain itu, melalui bantuan alat bantu disabilitas, kami berharap kualitas hidup sahabat-sahabat di Rumah Disabilitas Borneo semakin baik,” ujar Diah.
Ketua Rumah Disabilitas Borneo, Norhidayah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas konsistensi dukungan yang diberikan Pelindo.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program Sahabat Inspiratif ini. Para peserta bukan hanya mendapat keterampilan baru, tetapi juga motivasi untuk lebih percaya diri dan mandiri. Bantuan alat bantu yang diberikan pun sangat bermanfaat bagi anggota kami,” ungkapnya.
Program ini juga menghadirkan narasumber Hamdanah dari D’Lamiz yang memberikan pelatihan keterampilan dasar dan lanjutan menjahit tas berbahan kain sasirangan. Kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi para peserta, sekaligus melestarikan kain khas Kalimantan Selatan sebagai identitas budaya lokal.
Dengan keberlanjutan program yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir, Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inisiatif sosial yang berdampak nyata. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, lembaga pelatihan, serta komunitas diharapkan dapat menciptakan ekosistem pemberdayaan yang kuat, sehingga penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. (Pelindo-RIW/RH)