Sampah Jadi Energi, Inovasi Pemprov Kalsel Untuk Banua Bersih Dan Berkelanjutan

BANJARBARU – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), selama ini kerap menjadi pemandangan yang tak sedap. Namun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tidak ingin kondisi itu terus berlarut.

Dengan berbagai inovasi, sampah kini dipandang bukan lagi sekadar masalah, melainkan dapat menjadi peluang dan sumber energi baru bagi masyarakat Banua.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Fatimatuzzahra, menyampaikan, bahwa pihaknya tengah mendorong pemanfaatan teknologi pengolahan sampah. Salah satu yang kini dikembangkan adalah penggunaan alat pemilah atau gibrik, di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R. Dengan teknologi ini, sampah dapat dipilah sejak awal, sehingga lebih mudah dimanfaatkan kembali.

Plt Kepala DlH Kalsel, Fatimatuzzahra

“Untuk sampah organik, hasilnya bisa diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan bagi kebutuhan pertanian. Sedangkan sampah anorganik yang bernilai ekonomi dapat disetor ke bank sampah,” ungkap Fatimatuzzahra.

Tidak berhenti sampai di situ, Pemprov Kalsel melalui DLH Kalsel juga menyiapkan langkah yang lebih besar. Sampah anorganik yang selama ini sulit terurai, kini dapat diolah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel), bahan bakar alternatif yang berpotensi menggantikan batubara. RDF dinilai lebih ramah lingkungan dan menjadi bagian dari transisi menuju energi bersih.

“Tentu ini menjadi kebanggaan, dimana permasalahan sampah dapat terpecahkan,” lanjut Fatimatuzzahra.

Sebagai tindak lanjut, DLH Kalsel telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan industri. Di antaranya adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa dan PT KOR di Kabupaten Tabalong. Kedua perusahaan tersebut akan menjadi mitra dalam pemanfaatan RDF, sehingga sampah benar-benar dapat dikonversi menjadi energi.

Menurut Fatimatuzzahra, kerja sama ini merupakan langkah penting untuk mengurangi timbunan sampah di TPA sekaligus memberikan manfaat bagi dunia industri.

“Dengan pengolahan sampah menjadi RDF, kita tidak hanya menekan masalah sampah, tapi juga mendukung program energi bersih dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” sahut Fatimatuzzahra.

Inovasi ini membuka harapan baru bagi Banua. Sampah yang biasanya hanya dianggap beban, kini bisa memberi nilai tambah. Masyarakat bisa ikut berperan melalui bank sampah, petani dapat memanfaatkan kompos, sementara industri mendapat energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Dengan langkah nyata ini, Pemprov Kalsel berharap Banua bisa menjadi contoh bagaimana sampah diubah menjadi peluang. Sebuah bukti bahwa masalah lingkungan, jika dikelola dengan baik, justru bisa menjadi sumber keberlanjutan bagi generasi mendatang. (MRF/RIW/RH)

Bapemperda DPRD Kalsel Gelar Rapat Harmonisasi Naskah Akademik

BANJARMASIN – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), bersama komisi inisiator Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemrakarsa Raperda, menggelar rapat harmonisasi konsepsi naskah akademik dan naskah rancangan Raperda, Jumat (22/8)

Dalam rapat tersebut, beberapa Raperda yang dibahas antara lain. Raperda tentang Penyelenggaraan Perdagangan (prakarsa Komisi II), Raperda tentang Penyelenggaraan Kesehatan (prakarsa Komisi IV), Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (prakarsa BPKAD), Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Kalsel, kepada Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (prakarsa BPKAD).

Ketua Bapemperda DPRD Kalsel saat memimpin rapat

Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah menyampaikan, bahwa rapat harmonisasi ini penting sebagai forum diskusi bersama terkait penyusunan naskah akademik agar lebih matang sebelum masuk pada proses pembahasan di tingkat selanjutnya.

“Alhamdulillah, hari ini rapat juga dihadiri oleh tim ahli dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) serta Biro Hukum. Hal ini tentu sangat membantu agar dalam pembahasan Raperda tidak ada hal-hal yang tertinggal, termasuk pasal-pasal mengenai sanksi hukum maupun aspek penting lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran tenaga ahli dalam rapat juga berfungsi untuk melakukan kajian lebih mendalam sekaligus menguji naskah akademik yang telah disusun. Dengan demikian, setiap Raperda yang dihasilkan diharapkan benar-benar berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan serta kepentingan masyarakat Kalsel.

“Harapan kita, setiap produk hukum daerah yang dilahirkan betul-betul berkualitas, implementatif, dan bermanfaat bagi masyarakat serta pembangunan Kalimantan Selatan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

SDN Pangambangan 5 Banjarmasin, Ajarkan Nilai Kebangsaan Melalui Peringatan HUT ke 80 RI

BANJARMASIN – Dalam rangka menanamkan rasa nasionalisme pada anak didik, maka Sekolah Dasar Negeri Pangambangan 5 Banjarmasin, menggelar jalan santai dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (22/8).

Kepala SDN Pangambangan 5 Banjarmasin, Wahyu Eka Pranatalia mengatakan, peringatan Hari Kemerdekaan ini merupakan kegiatan rutin, yang dilaksanakan setiap tahunnya.

“Dimana jalan santai ini, merupakan puncak dari Peringatan Hari Kemerdekaan RI di tempat mereka,” ucapnya.

Sedangkan, lanjut Wahyu, lomba permainan Kemerdekaan, telah dilaksanakan sebelumnya pada Rabu serta Kamis lalu.

“Pelaksanaan Peringatan Hari Kemerdekaan RI di SDN Pangambangan 5 Banjarmasin ini, merupakan kerjasama antara sekolah serta orangtua siswa, yang didukung penuh seluruh orangtua siswa,” ujarnya.

Sehingga momen HUT Kemerdekaan ini, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta cinta kebangsaan.

“SDN Pangambangan 5 mengenalkan berbagai lomba pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI,” jelasnya.

Pelaksanaan peringatan Kemerdekaan RI ini, digelar untuk menumbuhkan nilai nilai cinta kebangsaan, bagi anak anak SDN Pangambangan 5 Banjarmasin.

“Sehingga sedari kecil, anak anak sudah ditanamkan rasa nasionalisme melalui berbagai macam lomba, di Hari Kemerdekaan RI ini,” ucapnya.

Diharapkan, ketika anak anak ini tumbuh dewasa dimanapun mereka berada, cinta terhadap Negeri sendiri terus tertanam di hati mereka. (SRI/RIW/RH)

Dispora dan Dishub Kalsel, Gelar Family Gathering Kemerdekaan RI

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Family Gathering dalam rangka HUT ke-80 RI serta Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, di Lapangan SKB Mulawarman, Jumat (22/8).

Salah satu lomba yang dipertandingkan mancing makan kerupuk mendapatkan antusias dari peserta

Kepala Dishub sekaligus Plt Kadispora Kalsel, M. Fitri Hernandi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan, untuk menjalin silaturahmi, serta memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI, dengan melaksanakan lomba lomba Agustusan.

“Lomba yang dilaksanakan diantaranya tarik tambang, mancing makan kerupuk, sepakbola berjalan, domino, serta memasukan benang dalam botol,” ujar Fitri.

Lomba Memasukan paku dalam botol

Kegiatan ini diikuti seluruh pegawai Dispora serta Dishub Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami bersyukur seluruh karyawan mengikuti dengan antusias serta gembira,” ujarnya.

Dikatakan Fitri, dalam memaknai HUT ke 80 Kemerdekaan RI Tahun 2025, seluruh pegawai di Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, diminta meningkatkan kinerjanya.

“Lomba Kemerdekaan laksanakan secara tim, sehingga kerjasama dan kekompakan dapat terjaga,” ujarnya.

Diharapkan, kerjasama tim dan kekompakan ini dapat diimplementasikan dalam pekerjaan sehari hari.

“Kami berharap, seluruh karyawan baik di Dispora serta Dishub Kalsel, dapat memaknai Hari Kemerdekaan ini, dengan meningkatkan kualitas kinerja masing masing, untuk membangun Banua,” ucap Fitri.

Meski, lanjutnya, berada di daerah namun dapat memberikan karya, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)

Dukung Gerakan Pangan Murah Polda Kalsel, Dislutkan Kalsel Bagikan 1 Ton Ikan Segar Gratis

BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan, berpartisipasi dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, dengan menyalurkan 1 ton ikan segar gratis kepada masyarakat, di halaman Kantor Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (21/8) sore.

Kepala Dislutkan Kalsel Rusdi Hartono menyampaikan, turut sertanya Dislutkan Kalsel ini, tidak hanya sekadar aksi berbagi, tetapi juga bentuk kepedulian bersama dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Syukur Alhamdulillah, hari ini kami dapat turut serta dalam gerakan pangan murah dengan menyalurkan 1.000 kilogram ikan segar kepada masyarakat secara gratis,” ungkap Rusdi, kepada awak media.

Pembagian Ikan Segar Gratis Dislutkan Kalsel

Lebih lanjut, Ia menegaskan, bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat agar semakin gemar mengonsumsi ikan melalui program Gemar Makan Ikan (Gemarikan).

“Sesuai arahan Gubernur Kalsel Muhidin, kami terus menggelorakan Gemarikan demi terwujudnya generasi yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas,” ucap Rusdi.

Adapun ikan yang dibagikan berupa ikan Peda dan Patin, masing-masing paket berisi 1 kilogram. Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi, kaya gizi, dan sangat penting untuk tumbuh kembang anak, menjaga kesehatan orang dewasa, serta meningkatkan daya tahan tubuh keluarga.

“Dengan mengonsumsi ikan segar berkualitas, kita sedang berinvestasi untuk masa depan yang lebih sehat dan sejahtera,” tambahnya.

Rusdi mengajak seluruh masyarakat Kalsel untuk bersama-sama mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan bahagia melalui pangan bergizi dari laut daerah sendiri.

Diketahui pada kegiatan tersebut, juga turut dihadiri Kapolri, Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo. Diharapkan dengan kegiatan ini, terjalin hubungan yang kondusif antara masyarakat dan Polri khususnya Polda Kalsel. (DISLUTKANKALSEL-SRI/RIW/RH)

Exit mobile version