Museum Lambung Mangkurat Kenalkan Wayang Banjar Melalui Kegiatan Belajar Bersama

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan kembali menyelenggarakan Kegiatan Belajar Bersama untuk kedua kalinya di tahun 2025.

Acara yang digelar di Auditorium Museum pada Rabu (13/8) ini mengangkat tema “Wayang sebagai Warisan Budaya Indonesia” serta diikuti puluhan pelajar dari SMA dan SMK di kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, mengatakan wayang merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi.

Taufik Akbar menyebut, wayang bukan hanya hiburan, tetapi juga media pendidikan yang sarat pesan moral, sosial, dan spiritual.

“Wayang adalah salah satu bentuk seni tradisional yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia sejak tahun 2003. Wayang bukan sekadar hiburan, tetapi sarana pendidikan moral, sosial, bahkan spiritual yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat sejak dahulu,” ujarnya.

Suasana belajar bersama Wayang Kulit Banjar di Museum Lambung Mangkurat

Melalui kegiatan ini, Taufik Akbar menjelaskan, museum berupaya memperkenalkan kesenian wayang secara lebih mendalam kepada generasi muda. Di mana dalam penerapannya, peserta diajak untuk melihat langsung ragam koleksi wayang di museum sekaligus mempelajari nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan ruang belajar yang hidup. Di sinilah warisan budaya bangsa dipelajari, dipahami, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Taufik Akbar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut, serta mengajak para pelajar untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.

“Kalian yang hadir hari ini adalah pewaris kebudayaan masa depan,” pungkasnya.(SYA/RIW/RH)

DPRD dan Gubernur Kalsel, Tandatangani KUA-PPAS 2026, di Momentum Hari Jadi Ke-75

BANJARMASIN – DPRD Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Paripurna Istimewa, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalsel, bertempat di Ruang Rapat Paripurna H. Masyah Addrian Gedung DPRD Kalsel, Rabu (13/8).

Rapat Paripurna Istimewa ini, menjadi saksi penting penandatanganan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026, serta Nota Kesepakatan pelaksanaan kegiatan tahun jamak.

Gubernur Kalsel didampingi Wagub Kalsel

Penandatanganan dilakukan Gubernur Kalsel, Muhidin, bersama Pimpinan DPRD Kalsel, disaksikan para anggota dewan, kepala daerah, dan tamu undangan.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menyampaikan, bahwa kesepakatan ini merupakan wujud sinergi eksekutif dan legislatif, dalam merumuskan arah pembangunan yang berpihak pada rakyat.
Oleh karena itu, menjadi landasan perencanaan anggaran daerah tahun depan.

“Kesepakatan ini mampu mengakselerasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya

Ketua DPRD Kalsel, memimpin Rapat Paripurna Istimewa

Supian HK berharap, rapur tahun ini dengan tema Bagawi Tuntung Banua Bauntung Rakyat Himung, pihaknya dapat terus bersinergi dan berkomitmen untuk bersama-sama memajukan Kalimantan Selatan.

“Mari bersama-sama mewujudkan pembangunan yang berkah bagi seluruh lapisan masyarakat,” harapnya

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyampaikan, pihaknya akan terus bergandengan untuk menjadikan Kalimantan Selatan lebih maju, terdepan dengan bekerja bersama dan merangkul semua.

Tema yang diusung pada peringatan tahun 2025 ini sejalan dengan visi Kalsel Bekerja: Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera.

“Tema tersebut menggambarkan tekad bersama untuk membangun banua yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ungkapnya

Gubernur Kalsel turut menyampaikan apresiasi kepada DPRD Provinsi, atas sinergi dalam penyusunan dan pengawasan kebijakan daerah.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi bagi kemajuan banua, serta memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendahulu yang meletakkan pondasi kuat pembangunan daerah.

“Selamat Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalsel. Mari kita bersama-sama menjaga amanah ini untuk masa depan banua yang lebih baik,” tutupnya.

Rapat Paripurna Istimewa ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Kalsel yang dilaksanakan secara khidmat, sarat makna, dan dihadiri para pejabat serta tokoh masyarakat. (ADV-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version