DPRD Kalsel Evaluasi Prolegda Menyeluruh, Upaya Percepat Regulasi

BANJARMASIN — Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP Perda) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat evaluasi terhadap delapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), yang sedang dalam proses pembahasan oleh panitia khusus (Pansus), Rabu (6/8) di Ruang BP Perda, Gedung B DPRD Kalsel.

Ketua BP Perda DPRD Kalsel, didampingi Wakil Ketua BP Perda DPRD Kalsel

Wakil Ketua BP Perda DPRD Kalsel, Firman Yusi mengatakan, bahwa dari 8 ranperda yang sedang berjalan, 5 diantaranya sudah masuk proses fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri. Sementara 3 lainnya masih dibahas di tingkat Pansus.

Pihaknya di BP Perda berharap, bahwa dalam semester ini, 8 raperda karena sudah capaian sudah lebih dari 50 persen.

“Semua raperda yang sudah masuk dalam semester pertama itu sudah bisa diselesaikan sebelum akhir tahun,” ujarnya.

Suasana rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Provinsi

Firman menjelaskan bahwa percepatan ini penting agar pada semester kedua tahun 2025, DPRD dapat fokus membahas ranperda – ranperda baru, baik yang berasal dari eksekutif maupun legislatif, yang akan diajukan, dan yang sudah ada di program legislasi daerah tahun 2025.

“Dalam rapat tersebut juga terungkap bahwa terdapat sejumlah usulan ranperda yang saat ini berada di luar Prolegda,” ucapnya

Firman menambahkan, pihaknya berupaya usul-usul ranperda yang cukup urgent tapi belum ada di Prolegda, dapat dimasukkan di perubahan Prolegda. Oleh karena itu, ini merupakan langkah awal menginventarisir mana ranperda yang akan dihapus karena tidak relevan dan mana yang baru untuk ditetapkan dalam perubahan Prolegda.

“Terkait kemungkinan waktu penyelesaian, sebenarnya tergantung dari substansi masing-masing ranperdanya, itu yang pertama. Yang kedua tergantung juga pada kebutuhan cepat tidaknya atas raperda itu. Saya kira di DPRD sendiri bersama-sama dengan eksekutif asal ada kesepakatan, kita bisa melakukan upaya percepatan-percepatan,” jelasnya

Dalam rapat evaluasi tersebut, masing-masing pimpinan Pansus turut menyampaikan progres pembahasan ranperda yang mereka tangani. BP Perda DPRD Kalsel menegaskan komitmennya untuk memastikan regulasi daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan di daerah. (ADV-NHF/RIW/RH)

Dorong Peningkatan Teknologi, Diskominfo Kalsel dan ICT Watch Indonesia Gelar HerTech Perempuan Berdaya AI

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, bekerjasama dengan ICT Watch Indonesia menggelar pelatihan teknologi kecerdasan buatan bertajuk HerTech Perempuan Berdaya Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan yang bertujuan untuk membekali perempuan dan calon pekerja dengan keterampilan praktis di bidang kecerdasan buatan ini, diikuti ratusan peserta dari ASN dan berbagai organisasi perempuan di Kalimantan Selatan, yang dilaksanakan di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, pada Rabu (6/8).

Pelatihan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Staf Ahli Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Donny Budhi Utoyo dan Program Director ICT Watch Indonesia, Prasati Dewi.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin diwakili Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Muhamad Muslim mengatakan, pelatihan ini selaras dengan visi pembangunan SDM unggul yang dicanangkan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin.

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhamad Muslim saat membuka kegiatan

“Oleh karena itu, kita ingin membekali para peserta di sini untuk keterampilan menggunakan dan mengelola AI, guna siap menyambut masa depan yang lebih dinamis bersama kecerdasan buatan,” ujar Muslim.

Ia juga menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia perempuan Banua dalam bidang teknologi informasi khususnya terhadap teknologi AI.

“Melalui peningkatan kapasitas SDM di bidang AI, kita harapkan ada peningkatan produktivitas kerja sekaligus mendukung pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien,” tambahnya.

Lebih lanjut, Muslim menegaskan bahwa teknologi AI akan membawa banyak manfaat apabila digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

“AI akan bekerja secara maksimal dan membawa kemaslahatan jika dimanfaatkan oleh pihak yang adaptif dan inovatif. Kita tidak perlu merasa terintimidasi dengan kehadiran AI, justru manfaatkan untuk mempercepat, mempermudah, dan mengoptimalkan kinerja,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Wakil Menteri Komdigi RI, Donny Budhi Utoyo menyampaikan apresiasi, atas terselenggaranya kegiatan pelatihan yang bersifat edukatif dan memberdayakan.

“Kami mengapresiasi komitmen Pemprov Kalimantan Selatan yang secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan teknologi AI,” kata Donny.

Menurut Donny, langkah yang dilakukan Kalimantan Selatan merupakan contoh nyata penerapan transformasi digital yang inklusif.

“Bukan hanya fokus pada aspek teknologinya, tetapi juga menekankan pentingnya literasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Donny menegaskan pihaknya siap mendukung berbagai inisiatif positif yang dilakukan Pemprov Kalsel dalam pemanfaatan AI.

“Kami mendukung dan terus mendorong pemahaman dan pemanfaatan AI secara positif dan produktif di tengah masyarakat,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Dinas PMD Kalsel terus matangkan persiapan BUMDesa Expo 2025

BANJARBARU – Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Pemerintah Provinsi akan menggelar Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Expo 2025, dengan tujuan untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.

Bumdesa Expo 2025, akan dilaksanakan selama lima hari, mulai 10 hingga 15 Agustus 2025 mendatang, di area Perkantoran Gubernur di Banjarbaru.

Area Perkantoran Gubernur di Banjarbaru

Kepala Dinas PMD Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, melalui Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari, menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program tahunan yang mengedepankan kolaborasi antara pelaku usaha desa dengan berbagai pihak.

“Ini kerjasama bersama, dimana ada kolaborasi antara bumdesa dengan pelaku usaha lokal. dengan konsep lebih interaktif, melalui pameran produk secara langsung,” ungkap Novi, Rabu (6/8).

Salah satu tantangan utama yang dihadapi produk desa adalah keterbatasan pengemasan (packaging), sertifikasi, serta pemasaran. Beberapa produk juga terkendala persoalan kualitas bahan baku, seperti jamur yang muncul pada produk olahan tertentu.

“Masih banyak yang belum siap bersaing di pasar. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menjembatani Bumdes dengan konsumen maupun pihak ketiga yang bergerak di bidang distribusi,” lanjut Novi.

Kegiatan ini, ungkap Novi, juga sekaligus memeriahkan HUT ke-75 Kalimantan Selatan sebagai Provinsi, sehingga nantinya pameran BUMDesa Expo akan bersamaan dengan Kalsel Expo. (MRF/RIW/RH)

Archery Open ke-4 2025 Resmi Dibuka, Gubernur Muhidin: Kita Akan Perlengkap Fasilitas Lapangan

BANJARBARU – Archery Open ke-4 Piala Gubernur Kalsel 2025 resmi dibuka di lapangan panahan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kalsel, Banjarbaru, Rabu (6/8).

Kejuaraan panahan tahunan ini diikuti hampir 500 atlet dari 6 provinsi, dengan peserta terbanyak berasal dari Kalimantan Selatan.

Gubernur bersama Forkopimda Kalsel turut memeriahkan Archery Open ke-4 Piala Gubernur Kalsel 2025

Gubernur Kalsel, Muhidin menyampaikan dukungan penuh terhadap peningkatan sarana olahraga panahan di Banua. Gubernur bahkan berkomitmen menjadikan lapangan panahan milik Pemprov Kalsel itu sebagai pusat latihan yang representatif tidak hanya untuk panahan, tetapi juga olahraga menembak.

“Saya sudah minta ke Pak Sekda agar lapangan ini bisa ditata lebih baik. Nanti akan dilengkapi pedok permanen, mushola, toilet, hingga fasilitas latihan yang bisa digunakan masyarakat umum,” ujanya.

Muhidin juga menegaskan pentingnya penyediaan busur dan anak panah yang dapat digunakan masyarakat, agar olahraga ini semakin dikenal luas dan diminati semua kalangan.

“Saya minta Perpani Kalsel siapkan itu. Siapa pun yang datang bisa mencoba latihan panahan di sini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Kalsel sekaligus Ketua Perpani Kalsel, Isharwanto, menyebutkan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan dan HUT ke-80 Republik Indonesia.

“Kegiatan ini bukan hanya lomba, tapi juga bagian dari pencarian bibit atlet panahan daerah, yang kami harapkan bisa bersaing di level nasional hingga internasional,” jelasnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Gayatrie Agustina, menjelaskan bahwa Archery Open tahun ini mempertandingkan 11 kelas berbeda. Mulai dari Standar Bow tingkat SD hingga Barebow dan Fita Compound untuk umum.

“Total peserta 476 orang. Selain Kalsel, ada peserta dari Kaltim, Kalteng, Kaltara, Sulawesi, dan Jawa Timur. Pertandingannya berlangsung dari tanggal 6 sampai 10 Agustus 2025,” ungkapnya. (SYA/RIW/RH)

3 Mitra Kerja DPRD Kalsel, Diminta Optimalkan Program Kerja Tahun 2026

BANJARMASIN – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mengundang 3 mitra kerjanya dalam rangka menggali program kerja untuk Tahun Anggaran 2026, pada Rabu, (6/8). Rapat kerja dipimpin Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Rais Ruhayat.

Suasana rapat dengan mitra kerja di ruang Komisi I DPRD Kalsel

Sesi pertama rapat kerja, menghadirkan Inspektorat Daerah Provinsi Kalsel. Sementara sesi kedua dan ketiga bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Rapat kemudian dilanjutkan, yang dipimpin Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Nor.

Suasana rapat dengan mitra kerja di ruang Komisi I DPRD Kalsel

Ditemui seusai rapat, Ilham Noor menyampaikan, pihaknya memperoleh banyak informasi dari ketiga mitra kerja tersebut. Untuk Inspektorat Kalsel, Komisi I mendorong, agar sistem pengendalian internal ditingkatkan, untuk
meminimalisir potensi penyalahgunaan anggaran.

Sementara untuk Dinas PMD, diharapkan dana desa yang digulirkan Gubernur dapat dimaksimalkan dan penyerapannya menyeluruh ke seluruh desa. Pihaknya, menurut Ilham, juga mendorong peningkatan capaian Desa Mandiri serta optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

“Hal ini dimaksudkan agar roda perekonomian desa dapat berjalan lebih baik,” ujarnya

Sementara itu, terhadap Disdukcapil, Komisi I menyoroti masih rendahnya angka kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Ilham mendorong agar sosialisasi IKD ditingkatkan, sekaligus disinergikan dengan layanan publik lainnya, seperti perbankan dan administrasi pemerintahan.

“Jadi kalau masyarakat lupa atau tidak membawa KTP, cukup tunjukkan IKD saja, itu bisa sangat membantu,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Resmi Berakhir, Dispor Umumkan Pemenang Lomba Kreativesia Tingkat Provinsi Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, resmi menutup gelaran Lomba Kreativitas Pemuda Indonesia (Kreativesia) Tingkat Provinsi Tahun 2025, Rabu (6/8).

Penutupan dilakukan Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel Fitri Hernadi, diwakili Kabid Pemberdayaan Pemuda Rokhyatin Efendi.

Rokhyatin menyampaikan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak, sehingga Lomba Kreativesia Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2025 ini, dapat berjalan lancar dan sukses.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Efendi menyerahan Hadiah Lomba kepada pemenang

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wadah kreativitas pemuda. Selain itu untuk menjaring para pemuda pada delapan kategori yang dilombakan. Yakni, Kriya, Kuliner, Film, Vocal, Fashion, Desain Grafis, Hardwar serta Software,” ungkap Rokhyatin.

Para juara satu diberbagai kategori tersebut, akan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan ke ajang Kreativesia Tingkat Nasional di Palembang mendatang.

“Pada penutupan ini diumumkan para pemenang lomba dari berbagai kategori, dan para pemenang berhak mendapatkan trofi serta uang pembinaan,” ucap Rokhyatin.

Pada kesempatan tersebut, Dispora Kalsel mengakui, adanya peningkatan kreativitas para peserta lomba Kreativesia Tingkat Provinsi Tahun 2025.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas peningkatan kreativitas para peserta, dalam menghasilkan karya pada Lomba Kreativesia Tahun ini,” ungkapnya lagi.

Rokhyatin menilai, kemampuan para peserta lomba pada tahun ini lebih meningkat, dibanding dengan tahun lalu. Seperti terlihat pada kategori hardware, software, serta desain grafis. Begitu juga pada kategori fashion, kuliner, serta kriya.

“Dispora Kalsel berharap, para pemuda terus melatih kemampuannya, agar terus mengalami peningkatan, dengan menghasilkan karya yang dapat bermanfaat,” ucap Rokhyatin. (SRI/RIW/RH)

Kembali Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat, BI dan TNI AL Hadirkan Rupiah Berkualitas di Pulau Terluar Kalsel

BANJARMASIN – Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut, kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) di wilayah Kalimantan Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen negara menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).

Forkopimda Kalsel berfoto bersama di atas KRI Hiu-634

Pelepasan tim ekspedisi dilakukan di Pelabuhan Penumpang Trisakti Banjarmasin, Rabu (6/8), yang dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama jajaran Forkopimda, pimpinan Bank Indonesia, serta perwakilan TNI AL.

Kepada wartwan, Gubernur Muhidin mengatakan, ekspedisi ini bukan hanya sekadar mendistribusikan uang, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin keadilan ekonomi dan memperkuat kedaulatan nasional hingga pelosok negeri.

“Kami mendukung penuh misi ini demi pemerataan layanan keuangan, khususnya di daerah kepulauan dan pesisir Kalimantan Selatan,”
ujar Gubernur Muhidin.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menjelaskan, bahwa ERB 2025 mengemban tiga misi strategis. Yakni pertama, Peredaran Uang Rupiah, dimana Bank Indonesia membawa uang tunai senilai Rp6 miliar untuk melayani penukaran uang lusuh dengan uang layak edar di lima pulau sasaran. Pulau Matasiri, Marabatuan, Kerayaan, Kerasian, dan Pulau Laut Timur.

“Kami ingin memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap Rupiah yang berkualitas, di mana pun mereka berada,” ujar Fadjar.

Selanjutnya menurut Fadjar, misi kedua adalah Edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Dimana
ERB menghadirkan kegiatan edukatif seperti BI Mengajar, Dongeng Rupiah, dan kunjungan pelajar ke kapal perang TNI AL (open ship).

“Kami ingin menanamkan nasionalisme dan pemahaman mendalam tentang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, khususnya kepada generasi muda,” tambahnya.

Misi ketiga, tambah Fadjar, adalah QRIS untuk Negeri. Yakni
Mendukung akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. Dimana ERB 2025 menghadirkan QRIS Experience dan fasilitasi pendaftaran merchant QRIS.

“Kami ingin seluruh masyarakat di wilayah terluar termasuk UMKM juga merasakan manfaat ekonomi digital secara merata,” tegas Fadjar.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, Laksda TNI Yayan Sofiyan menegaskan, bahwa TNI AL siap mendukung misi ini sebagai bagian dari bela negara.

“Rupiah adalah simbol kedaulatan yang harus dijaga bersama. Kolaborasi BI dan TNI AL menunjukkan sinergi kekuatan negara untuk memastikan Rupiah menjadi tuan rumah di seluruh wilayah NKRI,” ujar Laksda Yayan.

Untuk mendukung pelaksanaan ekspedisi, TNI AL mengerahkan KRI Hiu-634, kapal patroli laut andalan yang akan menempuh pelayaran sepanjang 503 Nautical Miles, menjangkau lima pulau tujuan, membawa tim dari Bank Indonesia dan TNI AL dari 6-12 Agustus 2025.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan komitmen penuh mendukung pelaksanaan ERB, baik dari sisi koordinasi lapangan maupun pelibatan masyarakat lokal.

“ERB 2025 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan investasi sosial dan ekonomi jangka panjang untuk membangun ketahanan daerah, memperluas literasi keuangan, dan mempererat ikatan antara negara dan rakyat,” tutup Gubernur Muhidin. (RIW/RH)

Perkuat Komitmen Sinergi Wakaf Uang, BSI Raih Penghargaan Mitra Strategis BWI Tahun 2025

JAKARTA — Upaya berkelanjutan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), dalam mendorong pengembangan ekosistem wakaf uang dan wakaf produktif guna memperluas literasi masyarakat, meraih apresiasi dari Badan Wakaf Indonesia. Perseroan meraih penghargaan sebagai Mitra Strategis Badan Wakaf Indonesia (BWI) Tahun 2025.

SVP Islamic Ecosystem Solution BSI Muhammad Syukron Habiby mengatakan, BSI mendapatkan apresiasi tersebut karena dinilai berhasil menghadirkan inovasi layanan dan produk berbasis wakaf. Selain itu, BSI dinilai menjadi pionir dalam implementasi wakaf uang di sektor perbankan syariah nasional.

“Penghargaan ini adalah amanah bagi BSI untuk terus menghadirkan solusi keuangan syariah yang inovatif dan berdampak bagi kesejahteraan umat. BSI berkomitmen memperkuat sinergi bersama BWI agar wakaf menjadi pilar penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Habiby.

Keberhasilan dari upaya inovatif dan strategis BSI terlihat dari penghimpunan wakaf perseroan. Pada periode Januari-Juli 2025 jumlahnya mencapai Rp24,88 miliar.

Di sisi lain, dari jumlah wakaf uang yang dihimpun pada Januari-Juli 2025 tersebut, yang melalui e-channel BSI mencapai Rp2,4 miliar.

Jumlah tersebut tumbuh 100% dari penghimpunan wakaf uang melalui e-channel BSI pada periode yang sama 2024 sebesar Rp1,2 miliar. Di luar kanal e-channel, perseroan juga mencatat penghimpunan wakaf uang temporer melalui BSI Deposito Wakaf sebesar Rp54 miliar sejak produk ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2023.

Saat ini perseroan memiliki 2 (dua) instrumen unggulan dalam penghimpunan dan pengelolaan wakaf uang temporer. Yaitu melalui BSI Deposito Wakaf dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Keduanya menjadi instrumen unggulan dalam pengelolaan wakaf uang temporer yang dihimpun BSI.

“BSI bersama BWI juga aktif dalam kolaborasi program Wakaf Catin (Calon Pengantin) yang bertujuan menanamkan kesadaran wakaf kepada pasangan muda. Program ini mendorong pasangan calon pengantin untuk memulai kehidupan rumah tangga dengan semangat berbagi dan berkontribusi bagi kemaslahatan umat melalui wakaf uang,” kata Habiby.

Selain itu, BSI dan BWI juga bersinergi dalam program Kementerian Agama RI, yaitu kolaborasi program Kota Wakaf. Hal tersebut adalah sebuah konsep inovatif yang mengintegrasikan pengelolaan aset wakaf di level kota untuk pembangunan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf produktif. Inisiatif ini diharapkan menjadi model pengembangan sosial-ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai wilayah di Indonesia.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI juga terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem wakaf yang berkelanjutan melalui edukasi, inovasi produk, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Karena BSI meyakini bahwa wakaf merupakan instrumen keuangan sosial yang mampu mendorong pemerataan kesejahteraan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.

Habiby menambahkan, dengan penghargaan ini BSI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis BWI dalam mengembangkan potensi wakaf produktif di Indonesia. Sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung Ketua BWI, Kamaruddinn Amin dalam Rakornas BWI tahun 2025 yang digelar di Jakarta. (RIW/RH)

Bank Kalsel Serahkan CSR 7.000 Sajadah ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, Bank Kalsel menyerahkan 7.000 sajadah sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), untuk mendukung kegiatan Batamat Al-Quran dan Salat Hajat yang digelar Pemerintah Provinsi Kalsel.

Bantuan diserahkan langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, kepada Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M
Syarifuddin.

Penyerahan bantuan dilakukan di sela kegiatan Batamat Al-Qur’an dan Salat Hajat awal pekan tadi, yang bertempat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin dan dihadiri tokoh agama, pemuka masyarakat, serta ribuan jamaah lainnya.

Kegiatan pendamping, mencakup pembacaan Al-Qur’an bersama dan pelaksanaan Salat Hajat, merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalsel, yang mengedepankan nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menjelaskan, bahwa penyaluran sajadah sebanyak 7.000 lembar, merupakan bentuk dukungan terhadap nilai-nilai spiritual dan keberagaman dalam masyarakat Kalimantan Selatan.

“Lewat penyerahan 7.000 sajadah ini, Bank Kalsel ingin turut mendukung pelaksanaan Batamat Al-Quran dan Salat Hajat sebagai momen kebersamaan dan refleksi diri. Kami berharap sumbangsih kecil ini dapat memperkuat semangat toleransi dan ukhuwah di tengah momentum peringatan hari jadi provinsi,” ujar Fachrudin.

CSR ini sejalan dengan komitmen Bank Kalsel untuk ikut andil dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat, melalui inisiatif yang membawa manfaat langsung bagi komunitas lokal. (ADV-RIW/RH)

Exit mobile version