Sambut Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalsel, Lomba Kreativitas Pemuda Tingkat Provinsi Kembali Digelar

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel, kembali menggelar Lomba Kreativitas Pemuda Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Efendi mengatakan, pihaknya telah membuka pendaftaran lomba, sejak 9 sampai 20 Juli 2025.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel

“Tahun ini akan ada delapan kategori yang dilombakan, diantaranya, kategori kriya, kuliner, film, fashion, hardware, desain grafis, dan vocal solo,” ungkap Rokhyatin.

Hingga saat ini, lanjutnya, sudah banyak peserta yang mendaftar, untuk mengikuti Lomba Kreativitas Pemuda.

“Kami membatasi peserta sebanyak 25 pemuda, pada masing masing kategori lomba tersebut,” ucapnya.

Rokhyatin juga mengungkapkan, pada lomba kreativitas pemuda kategori film, akan mengangkat tema kehidupan sungai di Kalsel.

“Kehidupan sungai masyarakat di Kalimantan Selatan, menjadi tema Lomba Kreativitas Pemuda Tahun 2025,pada kategori film,” ucapnya.

Dikatakan Rokhyatin, kehidupan masyarakat sungai tetap menjadi data tarik tersendiri, untuk dijadikan film pada lomba kreativitas pemuda mendatang.

Karena, lanjut Rokhyatin, mengangkat budaya masyarakat Banjar yang tinggal di kawasan pesisir sungai, serta sungai tidak lepas dari kehidupan masyarakat Banjar.

Oleh karena itu, pelestarian dari budaya sungai ini, perlu dilakukan oleh generasi muda saat ini.

“Lomba pembuatan film dokumentasi kehidupan budaya sungai, sangat bermanfaat bagi pemuda di Banua,” ucap Rokhyatin. (SRI/RIW/RH)

Dukung Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM Daerah, Bank Kalsel Serahkan CSR Pembangunan Spot Pasar Terapung di TMII

JAKARTA – Bank Kalsel dengan bangga menyerahkan dukungan pembangunan spot Pasar Terapung di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Inisiatif ini merupakan bentuk nyata komitmen Bank Kalsel dalam mendukung pelestarian budaya nusantara, khususnya budaya pasar terapung yang menjadi ikon khas Kalimantan Selatan.

Dukungan CSR tersebut diserahkan langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, disaksikan Komisaris Non Independen Bank Kalsel, Karmila Muhidin; Plt. Direktur Operasional TMII, I Gusti Putu Ngurah Sedana; serta perwakilan dari Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan di Anjungan Kalimantan Selatan TMII.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya, atas kontribusi ini.

“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia melalui program CSR ini. Pembangunan spot pasar terapung ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap sektor pariwisata, tetapi juga wujud perhatian kami terhadap pelestarian budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.

Pasar terapung adalah pasar tradisional unik di mana aktivitas jual beli dilakukan di atas air menggunakan perahu tradisional yang disebut jukung. Selain menjadi tempat berdagang, pasar terapung mencerminkan nilai-nilai sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Kalimantan Selatan.

Pembangunan fasilitas ini di TMII dipandang sangat strategis, mengingat TMII merupakan etalase budaya Indonesia yang merepresentasikan keberagaman tradisi dari seluruh penjuru nusantara. Kehadiran spot pasar terapung ini diharapkan dapat menambah daya tarik wisata, menjadi media edukatif bagi pengunjung, serta memperluas akses pasar bagi UMKM lokal.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Dan TMII, sebagai pusat budaya nasional, adalah tempat yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat luas dan wisatawan mancanegara,” tambahnya.

Melalui pembangunan spot ini, Bank Kalsel juga menunjukkan dukungan terhadap implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs). Antara lain SDGs 1, Tanpa Kemiskinan – Memberdayakan pelaku UMKM lokal dengan memperluas akses pasar melalui promosi produk dan budaya khas Kalimantan Selatan. SDG 2, Tanpa Kelaparan – Memperkenalkan hasil pertanian, perikanan, dan kuliner tradisional sebagai bagian dari ketahanan pangan lokal yang bernilai budaya, dan SDGs10, Berkurangnya Kesenjangan – Mengurangi kesenjangan antar daerah dengan memperkuat eksistensi budaya dan produk lokal di pusat kegiatan nasional seperti TMII.

CSR bagi Bank Kalsel bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi komitmen moral untuk turut serta membangun negeri dan menjaga warisan budaya bangsa.Bank Kalsel juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak manajemen TMII atas kerja sama yang solid selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama – sama, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Semoga kolaborasi baik ini terus berlanjut di masa mendatang,” tutupnya. (ADV-RIW/RH)

Perkuat Komitmen Menuju Pemerintahan Digital, Diskominfo Kalsel Gelar Workshop SPBE 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), menggelar Workshop Literasi dan Sosialisasi Persiapan Pemantauan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, pada Kamis (17/7).

Suasana Workshop Literasi dan Sosialisasi Persiapan Pemantauan Indeks SPBE 2025 dan Pembinaan Penyelenggaraan Indeks Transformasi Pemerintahan Digital 2026

Workshop yang juga dirangkai dengan persiapan pembinaan Penyelenggaraan Indeks Transformasi Pemerintahan Digital Tahun 2026 ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin. Hadir pula Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim, serta jajaran SKPD lingkup Pemprov Kalsel, dan Diskominfo kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Muhammad Syarifuddin menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kuat Pemprov Kalsel untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat membuka kegiatan

“Kita hidup di era digital, dimana transformasi teknologi informasi bukan lagi pilihan, tapi sebuah keniscayaan. Pemerintahan dituntut adaptif, responsif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan terintegrasi,” ujarnya.

Syarifuddin menambahkan, implementasi SPBE bukan hanya tentang digitalisasi proses pemerintahan, tetapi juga menyangkut transformasi pola pikir aparatur menuju budaya kerja yang kolaboratif, inovatif, dan berbasis data.

Ia juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai fondasi dalam membentuk SDM yang mampu memahami, memanfaatkan, dan mengamankan teknologi informasi secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini akan menjadi tolak ukur capaian kita dalam penerapan SPBE serta dasar untuk perbaikan berkelanjutan menuju pemerintahan digital. Sistem yang dibangun juga harus inklusif dan mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fasilitasi Pemprov terhadap penetapan Kalimantan Selatan sebagai lokus pemantauan SPBE dan pembinaan Pemerintah Digital tahun 2025 oleh Kementerian PAN-RB RI.

“Melalui workshop ini, kita ingin menyamakan persepsi, meningkatkan kapasitas, dan menyosialisasikan langkah-langkah strategis yang perlu diambil seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Muslim menambahkan, saat ini Indeks SPBE Provinsi Kalimantan Selatan telah berada dalam kategori sangat baik. Capaian ini tidak terlepas dari berbagai inisiatif strategis yang telah dijalankan, termasuk penyediaan layanan internet gratis di sejumlah fasilitas pelayanan publik.

“Pengelolaan jaringan internet kini sudah terpusat di Diskominfo, sehingga kami dapat memantau ketersediaan bandwidth dan mengalokasikannya secara optimal, termasuk untuk layanan WiFi gratis di ruang publik. Ke depan, layanan ini juga akan diperluas ke sejumlah objek wisata di Kalsel agar masyarakat yang berwisata pun bisa menikmati akses internet gratis,” jelasnya.

Dalam workshop ini, peserta diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang konsep dan prinsip SPBE dan Indeks Pemerintah Digital, serta bagaimana cara mengukur dan meningkatkan indeks SPBE dan Indeks Pemerintah Digital dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian PAN-RB RI, yakni Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah, Mohammad Averrouce dan Analis Kebijakan Madya, Hamzah Fansuri. (BDR/RIW/RH)

Kontingen LKS SMK Kalsel, Ditargetkan Mampu Tingkatkan Prestasi Di Ajang Nasional

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi melepas kontingen Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Nasional. Pelepasan dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, di aula Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis (17/7).

Pelepasan kontingen ini menandai dimulainya perjalanan para siswa-siswi terbaik Provinsi Kalsel untuk mengikuti kompetisi nasional yang akan digelar pada 27 Juli sampai dengan 1 Agustus 2025 di Jakarta.

Dalam lomba kali ini Provinsi Kalsel mengirimkan 29 siswa-siswi terbaik dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan, untuk mengharumkan nama Banua pada ajang tingkat nasional tersebut.

Kepada Abdi Persada FM, Muhammad Syarifuddin menyampaikan, pemerintah provinsi merasa bangga dengan keikutsertaan puluhan siswa dan siswi SMK pada ajang LSK 2025. Dirinya juga berpesan agar para siswa memperhatikan kesehatannya, agar dapat memberikan upaya maksimal, di ajang LKS SMK tingkat nasional nanti.

“Jaga kesehatan dan tunjukan kemampuan terbaik, karena kalian membawa nama baik sekolah dan keluarga. Bawa terus semangat juang Pangeran Antasari ‘Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing’,” ungkap Syarifuddin.

Dengan keikutsertaan para siswa pada ajang perlombaan LKS di Jakarta, ungkap Syarifuddin, tidak hanya dapat mengharumkan nama sekolah, namun juga Kalimantan Selatan hingga tingkat nasional.

Sekdaprov Kalsel (kiri) bersama kepala dinas pendidikan dan kebudayaan prov kalsel (kanan)

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, menyampaikan, bahwa pada ajang LKS di Jakarta, pemerintah provinsi tidak memasang target yang spesifik, namun menginginkan peningkatan prestasi di dibanding tahun – tahun sebelumnya, atau minimal masuk jajaran 10 besar.

“Kami merasa bangga, dan turut berpesan agar para siswa-siswi yang mewakili Kalsel bisa memberikan kemampuan yang terbaik. Kami juga berharap kontingen Kalsel bisa meraih hasil yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Tantri.

Tantri menambahkan, pihaknya juga menginginkan, prestasi para siswa dan siswi tidak hanya sampai pada lomba ini saja, namun harus ditingkatkan demi masa depan lebih baik.

“Semoga kontingen dari Kalsel bisa sejajar dengan provinsi-provinsi lain yang lebih maju, atau bahkan bisa masuk dalam 10 besar,” tutup Tantri.

Untuk diketahui, dari 37 cabang yang diperlombakan, Provinsi Kalsel mengikuti 25 cabang lomba diantaranya 3D Game Art, Automobile Technology, brick laying, cabinet making, CAD Building, Cloud Computing, Cyber Security, Electrical Installation, dan Electronics, Fasion Technology

Kemudian Fishery, Health and Social Care, Graphic Design Technology, Heavy Equipment, IT Network System Administration, Information Network Cabling, IT Software Solution For Bussiness, Mechanical Engineering CAD, Landscape and Gardening, Motorcycle, Restaurant Service, Pharmacy, Wall and Floor Tiling, Welding, dan Web Technologies. (MRF/RIW/RH)

Tingkatkan Minat Pemuda Kalsel Berwirausaha, Dispora Gelar Sosialisasi Aksi Perubahan Program Pemirsa Muda 2025

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel, menggelar Sosialisasi Aksi Perubahan Program Penumbuhan Minat Kewirausahaan Bagi Pemuda (Pemirsa Muda) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025. Sosialisasi dibuka Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah, yang juga selaku peserta Diklat Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 2 Tahun 2025. Pelatihan Wiramuda Bagi Pemuda ini, digelar disalah satu hotel, di Banjarmasin, pada Kamis (17/7).

Anugrah menjelaskan, rancangan aksi perubahan dari Program Pemirsa Muda, meliputi seminar dan talkshow inspiratif, pelatihan kewirausahaan, kelas bisnis dan inkubasi wirausaha, kompetisi ide bisnis, kunjungan lapangan, bazar wirausaha pemuda, wirausaha masuk sekolah atau kampus, klinik bisnis dan konsultasi, serta gerakan pemuda beli produk lokal.

“Pada aksi perubahan sebagai peserta PKA Angkatan 2 Tahun 2025, kami mengerjakan banyak kegiatan. Diantaranya Optimalisasi Pengembangan Kewirausahaan Pemuda Melalui Program Penumbuhan Minat Kewirausahaan Bagi Pemuda di Banua,” ungkap Anugrah, yang sehari hari menjabat Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel.

Hal ini, lanjutnya, merupakan upaya peserta PKA meningkatkan minat para pemuda di Kalsel untuk berwirausaha.

“Pada kegiatan seminar dan talkshow inspiratif kami akan mendatangkan narasumber dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI,” jelas Anugrah.

Begitu juga dengan kegiatan lainnya pada program tersebut. Seperti pelatihan kewirausahaan merupakan kegiatan rutin yang mereka lakukan.

“Pada program ini nantinya berfokus kepada para pemuda yang belum memiliki usaha, agar minta berwirausaha akan tumbuh,” ucap Anugrah.

Dijelaskannya, terdapat juga program kelas bisnis dan inkubasi wirausaha, kompetisi ide bisnis, dimana pada program ini untuk bantuan permodalan bagi wirausaha muda tersebut.

“Program kunjungan lapangan, pada program ini wirausaha pemuda akan mendapatkan kiat kiat dari para pengusaha muda yang sukses,” ujar Anugrah.

Sedangkan, pada program bazar wirausaha pemuda, dimana akan diikuti oleh para pelaku wirausaha muda yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

Program selanjutnya, wirausaha masuk sekolah atau kampus, pada program ini akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan ataupun pihak lainnya.

“Memperkenalkan bagaimana menjadi wirausaha dikalangan pelajar di sekolah dan kampus,” ucapnya.

Berbisnis di media sosial, klinik bisnis dan konsultasi, serta gerakan pemuda beli produk lokal.

“Gerakan pemuda beli produk lokal ini, perlu digalakkan agar produk lokal dapat bersaing dengan produk lainnya,” ucap Anugrah.

Sehingga diharapkan, dengan adanya program 10 aksi perubahan tersebut, dapat meningkatkan kemandirian pemuda dalam menjalankan usahanya. Untuk kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya. (SRI/RIW/RH)

Gelar Musprov, Wushu Indonesia Kalsel Pilih Ketua Baru

BANJARMASIN – Wushu Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) Tahun 2025, di salah satu hotel, di Banjarmasin, Kamis (17/7). Musprov Wushu ini dihadiri Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kalsel Heru Sumianto.

Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kalsel Heru Sumianto

“Pemprov Kalsel memberikan apresiasi atas diselenggarakannya Musprov Wushu ini,” ungkap Heru.

Dimana diharapkan, lanjutnya, hasil Musprov dapat meningkatkan prestasi olahraga Wushu di Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya.

“Kami berharap prestasi tertinggi Wushu dapat memberikan medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional kedepannya,” ucap Heru.

Musprov kali ini mengagendakan Pemilihan Ketua Wushu Provinsi Kalimantan Selatan periode mendatang.

Dimana Rahmat Trianto terpilih sebagai Ketua Wushu Indonesia Kalimantan Selatan, pada Musyawarah Provinsi Tahun 2025 tersebut.

Terpilihnya Rahmat ini secara aklamasi, oleh pengurus Wushu di Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dengan terpilihnya Ketua Wushu Indonesia Kalimantan Selatan, yang baru ini, dapat meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Heru.

Diharapkan, lanjutnya, kerjasama yang telah terjalin selama ini, agar terus dilanjutkan pada kepengurusan baru kedepannya.

“Dengan adanya Ketua Wushu Kalsel yang baru ini, dapat meningkatkan dan mengembangkan cabang olahraga Wushu di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Heru.

Sementara itu, Ketua Wushu Indonesia Kalsel Terpilih, Rahmat Trianto menyampaikan ucapan terimakasih, atas dukungan terhadap dirinya, yang dipercaya memimpin Wushu Indonesia Kalsel ini.

Ketua Wushu Indonesia Kalsel Rahmat Trianto

“Saya siap meningkatkan prestasi Wushu Kalsel ditingkat nasional maupun internasional,” ungkap Rahmat melalui zoom meeting, usai dirinya terpilih pada Musprov tersebut. (SRI/RIW/RH)

Apresiasi DPD Pemuda Tani Kalsel, Komisi II DPRD Kalsel Dorong Minat Pemuda Terhadap Pertanian

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima audiensi dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Kalsel di “Rumah Banjar” pada Kamis, (17/7).

Suasana audiensi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Kalsel di “Rumah Banjar”

Audiensi tersebut diterima langsung Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, bersama seluruh anggota Komisi II.

Dalam pertemuan itu, Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Kalsel, Ridha Rahma Lutfiani, memperkenalkan para anggota yang hadir sekaligus memaparkan secara umum visi, misi, serta program kerja organisasi yang Ia pimpin.

Paman Yani, sapaan akrab Muhammad Yani Helmi, mengapresiasi semangat dan langkah strategis para pemuda yang tergabung dalam Pemuda Tani Indonesia untuk membumikan minat terhadap profesi pertanian kepada para pemuda.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel (ditengah) didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris (ki-ka)

“Kami sangat mendukung kehadiran organisasi kepemudaan seperti ini, apalagi fokus pada sektor pertanian. Ini adalah sektor vital yang harus terus kita dorong agar generasi muda tertarik menekuninya,” ucap Paman Yani.

Sementara itu, Ridha menyampaikan harapannya agar Pemuda Tani Indonesia Kalsel bisa dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan pertanian, baik dari sisi pelatihan, pemberdayaan, maupun akses permodalan.

“Kami ingin menjadi bagian dari perubahan pertanian di daerah ini, dan kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah serta DPRD,” ujarnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Gubernur Muhidin Bahas Perpanjangan Runway Bandara Syamsuddin Noor; Penerbangan ke Luar Negeri Masyarakat Diminta Tunggu Informasi Pemprov

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengikuti Rapat Perpanjangan Runway Syamsudin Noor dan Pengembangan Bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru, di Ruang Rapat Mulawarman Lantai IV Gedung Karsa Kemenhub, Jakarta pada Rabu (16/7) siang.

Tampak hadir juga Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Ditjen Hubdara, Bupati Kotabaru, Sekdakab Kotabaru, Kadishub Provinsi Kalsel, Kadishub Kotabaru dan para pejabat lainnya.

Rapat ini dipimpin Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, terkait pengembangan 2 bandara yang berada di Kalsel yaitu Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Kota Banjarbaru, dan Bandara Gusti Syamsir Alam di Kotabaru.

Sehubungan status bandara internasional yang saat ini sudah diperoleh Bandara Syamsudin Noor, Gubernur Muhidin pun membahas tentang beberapa penerbangan internasional, yang difasilitasi pesawat berbadan lebar dengan kapasitas penumpang banyak. Kondisi ini tentu membutuhkan prasarana landasan yang panjangnya mencukupi.

Panjang Runway Bandara Syamsuddin Noor saat ini adalah sepanjang 2.500 m x 45 m. Rencana penambahan runway sesuai dengan Master Plan Bandara (KP 2033 Tahun 2018) adalah 500 m dengan estimasi biaya ±356 milyar Rupiah.

“Kami hari ini berada di Kementerian Perhubungan RI bersama Dirjen Perhubungan Udara dan Direktur Angkasa Pura I, Yanindya Bayu Wirawan. Dalam pertemuan ini, kami membahas permasalahan tentang perpanjangan runway di Kalsel,” sampai Gubernur Muhidin seusai kunjungan kerjanya.

Selain mengenai perpanjangan, Gubernur Muhidin menjelaskan, bahwa mereka juga mendiskusikan tentang ketahanan daripada runway tersebut. Karena, menurutnya hal itu perlu disiapkan lebih matang lagi.

Dengan kondisi runway saat ini, Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, hanya mampu melayani pesawat jenis Airbus A330-300, yang membutuhkan standar landasan pacu minimal 2.500 meter. Dengan penambahan runway sepanjang 500 meter, maka Bandara Syamsuddin Noor akan memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter, yang akan memungkinkan Pesawat dengan berukuran besar seperti Boeing 777 dan Airbus A380 untuk mendarat dan lepas landas.

Selain itu, Gubernur Muhidin juga membicarakan perihal Bandara Internasional Syamsuddin Noor, terkait rute penerbangan baru pada November mendatang. Yakni dari Banjarmasin ke Malaysia, kemudian penerbangan langsung ke Mekkah, Arab Saudi.

“Jadi masyarakat Kalsel tunggu saja nanti dibuka dan diinformasikan oleh Pemerintah Provinsi dalam mensosialisasikannya. Jadi persiapkan saja bagi yang ingin melakukan penerbangan ke Malaysia dan ke Mekkah bagi yang umroh,” ungkap Gubernur.

Perpanjangan runway ini, diyakini akan menunjang penerbangan Internasional terutama untuk penerbangan langsung haji, umrah, dan Rute Internasional. Selain penerbangan yang ditargetkan ke Malaysia dan Arab Saudi, pemerintah juga merencanakan membuka penerbangan langsung ke China dan Singapura pada Oktober mendatang.

Adapun, upaya pendanaan perpanjangan runway yang terkendala, disepakati agar lebih dulu melihat prospek perkembangan peningkatan jumlah penumpang. Salah satunya dengan strategi melakukan pengerasan runway (PCN Runway) Pavement Classification Number pada landasan pacu (runway), yang meningkatkan kemampuan suatu landasan pacu untuk menahan beban pesawat.

“Saat penerbangan internasional nantinya sudah semakin ramai, tentu semakin banyak maskapai yang meramaikan bandara Syamsudin Noor serta semakin layak untuk dilakukan perpanjangan runway. Karena sudah memenuhi prospek dan persyaratan dari Kemenhub untuk menggelontorkan dana pembangunan perpanjangan runway,” ujar Kadishub Kalsel, M. Fitri Hernadi

Penerbangan perdana AirAsia ke Malaysia, yang semula pada 20 Oktober, dimajukan menjadi 22 September. Hal ini, menurut Fitri Hernadi bahwa pada pekan terakhir Oktober, maskapai Garuda Indonesia akan melakukan penerbangan 2 kali seminggu ke Jeddah (umroh), dengan melakukan Technical Landing di Hyderabad, India menggunakan pesawat dengan kapasitas 365 penumpang.

“Maskapai Lucky Air sedang melakukan persiapan untuk melayani penerbangan dari dan ke Syamsudin Noor menuju China (Guangzhou), perkiraan pada Oktober atau November 2025,” ungkap Fitri Hernadi.

Dengan telah dilakukannya penerbangan internasional melalui Bandara Syamsudin Noor, maka evaluasi 24 bulan sebagaimana Kepmenhub Nomor 30 Tahun 2025 terhadap status Internasional Bandara Syamsudin Noor, tidak perlu dilakukan. Sehingga status internasional akan tetap bertahan melekat di Bandara Syamsudin Noor.

Diketahui saat ini traffic penumpang di Bandara Syamsudin Noor sekitar 3,5 juta penumpang per tahun, dengan fasilitas terminal yang sudah semakin lengkap serta kapasitas yang mencukupi untuk melayani hingga 7-9 juta penumpang per tahunnya. Dalam prosedur penganggaran perpanjangan runway oleh Kemenhub dan PT Angkasa Pura Indonesia dipersyaratkan jumlah penumpang telah mecapai 5 juta penumpang per tahun, sehingga saat ini yang diperlukan adalah bagaimana rencana aksi, untuk peningkatan kunjungan dan lalu lintas orang melalui bandara Syamsudin Noor, baik untuk domestik maupun internasional.

Untuk penerbangan internasional, maskapai yang telah melakukan survei pasar dan melakukan audiensi dengan Pemprov Kalsel adalah AirAsia. Mereka mempersyaratkan minimum load factor penumpang per pesawat 80% agar maskapai mereka dapat secara berkelanjutan melayani penerbangan dari dan ke bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Supaya load factor tersebut terpenuhi, Gubernur, Muhidin telah menjamin dan menyusun beberapa strategi agar pada bulan pertama dan kedua penerbangan perdana dapat terisi lebih dari 80% dengan melibatkan promosi, kolaborasi serta pemberian insentif dan subsidi agar setiap maskapai yang melayani penerbangan internasional dari dan ke Kalsel, dapat fully booked. Sehingga ke depannya dapat membuka kesempatan maskapai lain untuk juga berkiprah melayani penerbangan internasional. (Biroadpim-RIW/RH)

Dukung Harmonisasi Penataan Ruang Laut, Gubernur Muhidin Ikuti Rakernas Kementerian Kelautan dan Perikanan

JAKARTA – Gubernur Kalsel Muhidin bersama petinggi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jakarta, baru baru tadi.

Gubernur Kalsel mengikuti rakernis Kementerian Kelautan Perikanan RI di Jakarta

Rakernis ini bertujuan, memperkuat sinergi dan harmonisasi penataan ruang laut antara pemerintah pusat dan daerah.

Gubernur Muhidin mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan Rakernis ini, dan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dalam mewujudkan tara ruang laut yang terpadu, tangguh, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

“Melalui sinergi ini, diharapkan pembangunan di sektor kelautan dan perikanan dapat berjalan berkelanjutan,” ungkap Muhidin.

Mengingat, tata ruang laut yang baik akan menjadi pondasi penting bagi terwujudnya ekonomi biru dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono menyampaikan, bahwa sesuai arahan Gubernur, pihaknya terus mendorong berbagai program strategis penataan ruang laut. Salah satunya melalui rehabilitasi kawasan pesisir.

“Dislutkan Kalsel telah melakukan penanaman mangrove di dua kabupaten, di Tanah Bumbu dan Kotabaru,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rusdi, terumbu karang juga telah ditanam, untuk program karbon trading, saat ini masih dalam tahap kajian sehingga tahun depan akan terlihat hasilnya.

Perencanaan ruang laut harus mengedepankan keseimbangan antara aspek ekologi dan ekonomi, sehingga potensi potensi ruang laut dapat dikelola secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu pentingnya kolaborasi lintas sektor dan sinergi semua pihak, kita tidak mampu bekerja sendiri, untuk Kalsel yang lebih baik dan maju dengan merangkul semua pihak,” tutup Rusdi. (DISLUTKANKALSEL/SRI/RIW/RH)

Lestarikan Seni Lokal, Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Menyanyi Lagu Anak Bahasa Banjar

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi, melalui UPTD Taman Budaya Kalsel menggelar Lomba Menyanyi Lagu Anak Bahasa Banjar, pada Rabu (16/7).

Kepada sejumlah wartawan disela lomba, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti mengatakan, lomba ini digelar untuk menciptakan generasi muda mencintai dan melestarikan bahasa daerah, karena maraknya lagu-lagu dewasa yang populer di kalangan anak-anak. Diharapkan dengan gelaran lomba ini, lagi Banjar dapat semakin dikenal, dan setiap lagunya akan dinikmati semua kalangan.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, saat diwancara

“Kami apresiasi lomba yang diikuti 30 peserta,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, Lomba Menyanyi Lagu Anak Bahasa Banjar, menghadirkan dewan juri kompeten. Yakni Sirajudin, dikenal sebagai Ketua PAPPRI Kalsel sekaligus musisi dan Komposer. Kemudian Maryanto, dosen seni Musik FKIP ULM Banjarmasin, dan Ridho Pangestu atau (Pandaz), musisi muda Banua yang memodernisasi musik Banjar melalui kanal YouTubenya.

“Dengan adanya lomba ini, menjadi wadah bagi anak-anak menyalurkan bakat melalui lagu yang sesuai usia,” jelas Yanti

Dewan Juri Lomba Menyanyi Lagu Bahasa Banjar

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, lomba ini merupakan bentuk tindak lanjut sebelumnya, dari pelaksanaan Lomba Cipta Lagu Anak Bahasa Banjar yang sudah dilaksanakan UPTD Taman Budaya Kalsel. Dimana, peserta wajib membawakan lagu berjudul Anak Pipit dan satu lagu pilihan.

“Untuk lagu pilihan ada tiga, di antaranya Ulun Babakti ciptaan Suryani, Anak Paasian ciptaan Adhisty Eka Handriani, dan Kuda Gipang ciptaan Sri Helma Naila,” tutupnya

Lomba Menyanyi Lagu Anak Bahasa Banjar, dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, didampingi Kepala Seksi Promosi dan Dokumentasi, Nitta Aulia, serta Kasubbag TU Muntik Wadaf’i Massa, bertempat di Gedung Balairung Sari Banjarmasin. (NHF/RIW/RH)

Exit mobile version