Tingkatkan Kesiapan Penilaian Indeks KAMI 5.0, Diskominfo HSS Belajar ke Diskominfo Kalsel

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menerima kunjungan kerja Diskominfo Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), di Kantor Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, pada Senin (28/7).

Rombongan dari Diskominfo HSS dipimpin langsung Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Nani Yuniarty, dan diterima Plt. Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Sucilianita Akbar. Turut mendampingi, Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Persandian dan Keamanan Informasi, Abdul Gafur, serta Pranata Komputer, Abdul Hafidz.

Kunjungan ini bertujuan, memperdalam pemahaman Diskominfo HSS terhadap pengisian Indeks Keamanan Informasi (KAMI) versi 5.0, sebagai langkah awal persiapan menghadapi penilaian serentak untuk 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Plt. Sekretaris Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan apresiasi atas semangat jemput bola Diskominfo HSS.

“Kami bangga dengan Diskominfo HSS karena mereka langsung datang belajar. Ini akan sangat membantu mereka untuk memahami lebih cepat elemen-elemen penilaian dalam indeks KAMI versi terbaru,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Diskominfo Kalsel membuka ruang bagi Diskominfo kabupaten/kota untuk menggunakan dokumen milik provinsi sebagai referensi penyusunan dokumen penilaian masing – masing.

“Masih ada waktu satu bulan. Silakan manfaatkan dokumen yang kami miliki sebagai contoh agar bisa langsung diadopsi sesuai kebutuhan daerah masing-masing,” tambah Sucilianita.

Diharapkan, melalui kunjungan ini, nilai Indeks Keamanan Informasi Diskominfo HSS dapat meningkat dan selaras dengan standar yang telah diterapkan di tingkat provinsi. (BDR/RIW/RH)

Tulis Ulang Buku Sejarah Indonesia, Kementrian Kebudayaan RI dan ULM Gelar Diskusi Publik

BANJARMASIN – Direktorat Sejarah dan Permuseuman, Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Rl, bekerjasama dengan Program Studi Pendldikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat, menggelar Diskusi Publik Draf Penulisan Buku Sejarah Indonesia tahun 2025, Senin (28/7), di ULM Banjarmasin. Diskusi publik ini dibuka langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon secara daring.

Dalam sambutannya, Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan mengatakan, Diskusi Publik Draf Penulisan Buku Sejarah Indonesia tahun 2025, bertujuan memperkaya khazanah sejarah nasional. Baik dari sisi data, fakta, interpretasi, perspektif dan metodologi, untuk memenuhi kebutuhan bangsa dalam lanskap global yang terus berubah.

Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, saat memberikan sambutan

“Diskusi publik ini kita gelar untuk menjaring kritik dan masukan substantif dari pemangku kepentingan,” ucapnya

Disampaikan Restu Gunawan, diskusi publik ini menghadirkan para Editor Umum dan Editor Jilid, draft penulisan Buku Sejarah Indonesia, dan terbuka untuk umum. Baik secara luring maupun daring melalui zoom dan kanal YouTube.

Suasana Diskusi Publik Draf Penulisan Buku Sejarah Indonesia 2025, di ULM Banjarmasin

Ia berharap, berbagai saran dan masukan baik dari perguruan tinggi, mahasiswa, komunitas, dan pemerhati sejarah, akan memberikan penyempurnaan nantinya.

“Penulisan sejarah sangat penting, agar bangsa Indonesia tidak kehilangan identitas,” tutupnya

Diskusi publik dihadiri Organisasi Perangkat Daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Galuh Tantri Narindra, diwakili Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyaidi, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel, serta beberapa SKPD Kota Banjarmasin. Diantaranya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Banjarmasin.

Hadir pula Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Tim Ahli Cagar Budaya Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII. (NHF/RIW/RH)

Dispersip Kalsel Dorong Kreativitas Anak Dengan Penguatan Literasi Digital

BANJARMASIN – Memeriahkan Hari Anak Nasional dan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan,
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan dongeng bersama anak anak serta talkshow parenting, di Taman Edukasi Lalu Lintas, Minggu (27/7).

Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni menyampaikan, kegiatan yang mengangkat Tema Parenting, Pengasuhan Sesuai Zaman dengan Mengoptimalkan Potensi Genetik Anak Berbasis Penguatan Literasi ini, menghadirkan pendongeng Kampung Dongeng Intan Kalsel Irgatenia, serta narasumber parenting Rimalia.

Kadispersip Kalsel Sri Mawarni

“Generasi saat ini merupakan generasi alpa dimana pemenuhan kebutuhan literasi digital bagi anak anak sudah sangat diperlukan,” ungkap Mawar, kepada sejumlah wartawan.

Selain itu, lanjutnya, diperlukan pula pola pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan anak saat ini.

“Dengan literasi digital orangtua dapat menemukan mana yang baik untuk anak anaknya di era kemajuan teknologi saat ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan mengajak orangtua, untuk terus membudayakan mendongeng, bagi anak anaknya.

“Alasan dipilihnya mendongeng sebagai bagian dari Peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Jadi ke -75 Provinsi Kalsel ini, karena melalui dongeng atau bercerita anak anak tidak dipaksakan untuk memahami sesuatu,” tuturnya lebih lanjut.

Karena dongeng disampaikan dengan gembira, sehingga anak anak dapat dengan mudah memahaminya. Seperti penyampaian pesan untuk tidak selalu bermain telepon selular.

“Dengan dongeng dapat mengajarkan pembentukan karakter anak, sehingga anak anak dapat tumbuh dengan kepribadian yang hebat kedepannya,” ucap Mawar.

Kegiatan ini juga dihadiri Perwakilan PKK Provinsi KalimanBanjarmasin, serta perwakilan TK di Kota Banjarmasin. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version