BANJARBARU – Rapat Kordinasi (Rakor) Inflasi yang secara daring, kembali dilaksanakan pada Senin (23/6).
Rakoor Inflasi di Command Center Kalsel
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) turut menghadiri rakor tersebut secara daring, di Command Center Kantor Gubernur di Banjarbaru.
Pada rakor kali ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata menyosialisasikan Surat Edaran (SE) Menteri Pariwisata, terkait Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan pada Saat Libur Sekolah 2025.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan, melalui Kabid Pengembangan Perdagangan, Sutikno menyampaikan, selain adanya sosialisasi terkait momen libur sekolah 2025, diketahui pula kondisi inflasi untuk wilayah Kalsel yang aman dan terkendali.
Meskipun harga cabai rawit serta emas yang memicu terjadinya kenaikan inflasi disetiap provinsi. Namun Kalsel sudah mensiasatinya dengan program menanam cabai.
“Gubernur Kalsel Muhidin sudah mengintruksikan penanaman cabai, dimana nantinya cabai akan dibagikan ke setiap ASN lingkup Kalsel untuk dipelihara agar menekan angka kenaikan harga cabai di pasaran,” ungkap Sutikno.
Selain cabai rawit, adapun komoditas lain yang mengalami kenaikan harga, yakni daging ayam ras, beras, serta bawang merah.
“Kenaikan ini tidak hanya ada di Kalsel, namun disejumlah wilayah diseluruh Indonesia. Meskipun kenaikan masih tergolong normal dan tidak memberatkan masyarakat, namun kami (Dinas Perdagangan Kalsel) akan terus melakukan pemantauan harga di pasar – pasar,” tutup Sutikno. (MRF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Tim Sekolah Sepak Bola (SBB) Tuntung Pandang dari Kabupaten Tanah Laut, berhasil menjuarai Festival Sepakbola Piala Gubernur Kalsel Muhidin Usia 14, Tahun 2025, di lapangan Kayutangi, Kota Banjarmasin, Minggu Sore (22/6).
Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono saat mengalungkan medali kepada juara 1
Keberhasilan ini diraih, setelah tim tersebut berhasil mengalahkan Tim SBB Junior 2000 dari Kota Banjarmasin.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi semangat dan sportivitas para peserta selama pertandingan berlangsung.
“Pada saat pertandingan final kami melihat langsung permainan talenta muda dari kedua tim, sudah sangat bagus,” ungkap Budiono.
Dilihat dari permainan tersebut, lanjutnya, membuktikan Kalimantan Selatan memiliki banyak potensi atlet sepakbola usia muda atau pelajar.
Sehingga, tambah Budiono, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, terus mendorong pertandingan sepakbola usia pelajar di Banua.
“Ajang pertandingan sepakbola usia muda atau pelajar sudah seharusnya terus didorong, untuk menjadi agenda rutin dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah kabupaten dan kota di Banua,” ujarnya.
Dispora Kalsel berharap, kedepannya akan semakin banyak kompetisi serupa yang melibatkan semua pihak, sehingga potensi para pemain muda dapat semakin berkembang dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus memberikan dukungan terhadap, peningkatan prestasi atlet di Banua,” ucap Budiono. (SRI/RIW/RH)
BANJAR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK hadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 36 Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2025, di RTH Ratu Zaleha Martapura, pada Sabtu (21/6) malam.
Suasana pembukaan MTQ Ke 36 tingkat Provinsi Kalsel 2025
Diikuti kurang lebih 1.355 peserta yang terdiri dari musabaqah, official dan pimpinan kafilah, MTQ ke 36 ini mengangkat tema “MTQ sebagai Wahana Syiar Islam dalam Merajut Nilai-Nilai Qurani untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Visioner”.
Menurut Supian HK, Kegiatan MTQ yang sarat dengan nuansa religi ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam membaca Al-Qur’an secara tartil dan fasih, namun juga menjadi wahana strategis untuk memperkuat jalinan ukhuwah Islamiyah antar umat, sekaligus memperkokoh pondasi spiritual masyarakat di tengah arus modernisasi.
“MTQ ini bukan sekadar lomba membaca kitab suci, tapi lebih dari itu. Ini merupakan ruang pembinaan, dakwah, serta penyemaian nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual,” ujar Supian HK.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi momentum kebangkitan spiritualitas di tengah tantangan zaman. (ADV-NHF/RIW/RH)
BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK mengaku optimis, dengan kepemimpinan yang baru akan membawa energi baru dalam mendorong kemajuan Banjarbaru, terutama sebagai kota administratif yang kini terus berkembang pesat.
Hal tersebut disampaikan Supian HK, saat menghadiri secara langsung prosesi pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru terpilih periode 2025-2030, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru pada Sabtu (21/6) siang.
Erna Lisa Halaby – Wartono, saat diambil sumpah jabatan dan dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru
Erna Lisa Halaby – Wartono resmi diambil sumpah jabatan dan dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru oleh Gubernur Kalsel, Muhidin berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, tentang pengangkatan kepala daerah hasil Pilkada Banjarbaru.
Ucapan selamat dan harapan disampaikan langsung Supian HK usai keduanya resmi dilantik.
“Alhamdulillah pelantikan berjalan dengan lancar, selamat mengemban amanah untuk Ibu Lisa dan Pak Wartono, semoga amanah yang diberikan masyarakat Banjarbaru dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat,” harap Supian HK.
Politisi senior Partai Golkar itu juga menyampaikan, bahwa Banjarbaru memiliki peran strategis sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan sejak perpindahan pusat pemerintahan dari Banjarmasin beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu, menurutnya pembangunan kota harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat.
“Sebagai Ibukota Provinsi, Banjarbaru menjadi wajah Kalimantan Selatan. Maka, penting bagi kita semua, termasuk DPRD, untuk mendukung program-program prioritas Walikota dan Wakil Walikota dalam membangun kota yang maju, ramah, dan berkelanjutan,” ucap Supian HK.
Dalam momentum yang sama, juga dilaksanakan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru Tahun 2025. (ADV/NHF-RIW/RH)
BANJAR – Ribuan warga memadati ruas Jalan A. Yani depan CBS Martapura, Sabtu siang (21/6), menyambut semaraknya Pawai Taaruf yang menjadi pembuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Lebih dari 1.000 peserta dari 13 kafilah kabupaten/kota se-Kalsel ikut memeriahkan kegiatan penuh nuansa keagamaan dan budaya ini.
Pawai secara resmi dilepas Bupati Banjar, Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi, dan Ketua TP PKK Nurgita Tiyas. Deretan peserta tampil dengan ragam busana khas daerah, mobil hias bernuansa islami, serta pertunjukan atraktif yang menggambarkan kekayaan budaya dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Pawai Taaruf bukan hanya ajang seremonial, tapi simbol semangat ukhuwah dan syiar Islam. Warna-warni mobil hias ini menggambarkan kebersamaan dalam keberagaman,” ujar Bupati Saidi dalam sambutannya.
Bupati Saidi Mansyur secara resmi membuka Bazaar MTQ tingkat provinsi di Martapura. (foto : MC Kab Banjar)
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama MTQ berlangsung, seraya berharap semangat MTQ dapat meresap ke seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.
Usai pawai, Saidi Mansyur bersama Ketua TP PKK Nurgita Tiyas secara simbolis membuka Bazar MTQ dengan pemotongan untaian melati. Acara ini disaksikan langsung Wakil Bupati Banjar, unsur Forkopimda, dan para tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota.
Bazar diikuti pelaku UMKM dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, menyajikan aneka produk unggulan mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga busana muslim lokal.
Dalam kunjungannya ke sejumlah stand, Saidi menyoroti besarnya potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar.
“Bazar MTQ ini menjadi wadah promosi yang luar biasa bagi pelaku UMKM. Kita ingin kegiatan keagamaan juga menjadi pengungkit ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, mengapresiasi pelaksanaan bazar dan keterlibatan aktif masyarakat.
“Ini bukti bahwa MTQ tidak hanya berdampak spiritual, tapi juga ekonomi. Semoga produk UMKM dari berbagai daerah semakin dikenal luas,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Banjar HM Rofi’i, para Kepala Kemenag kabupaten/kota, serta pengurus LPTQ se-Kalsel. (MC Kab Banjar – SYA/RIW/RH)
BANJARBARU – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kota Banjarbaru dipimpin seorang perempuan, selepas Erna Lisa Halaby dan Wartono resmi dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru periode 2025–2030, hasil Pilkada serentak 2024.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby melakukan penandatanganan fakta integritas jabatan.(foto : MedCenBJB)
Pelantikan dilakukan di Gedung Idham Khalid, Banjarbaru, Sabtu (21/6). Gubernur Kalsel, Muhidin memimpin langsung prosesi pelantikan, mewakili Menteri Dalam Negeri RI.
Pelantikan ini dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, Pj Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin, Forkopimda Kalsel, para Pimpinan Daerah se-Kalsel, kepala SKPD, serta Wakil Gubernur Kalsel periode 2010 – 205 dan 2016 – 2021, sekaligus Walikota pertama Banjarbaru Rudi Resnawan.
Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah dan janji jabatan oleh Gubernur, sekaligus penyematan tanda pangkat kepada pasangan kepala daerah baru tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas, serta serah terima jabatan dari Pj Walikota Banjarbaru Subhan Noor Yaumil.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar, agar pasangan Erna Lisa Halaby dan Wartono mampu mengemban amanah dan mempercepat pembangunan di ibukota provinsi tersebut.
“Pimpinlah kota ini dengan hati, dengan amanah, dan dengan keberpihakan kepada rakyat. Jadilah pemimpin yang mampu menumbuhkan semangat gotong royong, membangun optimisme, serta menebar teladan dalam integritas dan pelayanan,” ujarnya.
Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Banjarbaru untuk turut mendukung dan mengawal jalannya pemerintahan ke depan.
“Saya ucapkan selamat kepada Walikota Erna Lisa Halaby dan Wakil Walikota Wartono. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, dan semangat melayani,” harapnya.
Pada momen yang sama, juga digelar pelantikan Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru 2025–2030, Riandy Hidayat, oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah Muhidin.
Melalui pelantikan ini, Banjarbaru tidak hanya menandai dimulainya masa jabatan baru, tetapi juga mencetak sejarah penting. Sebab untuk pertama kalinya, seorang perempuan menjabat sebagai Walikota Banjarbaru, kota yang kini menjadi pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan. (SYA/RIW/RH)
BANJARBARU – Selepas dilantik sebagai Walikota Banjarbaru periode 2025-2030, Lisa Halaby langsung menegaskan komitmennya untuk menjalankan program 100 hari kerja, yang sudah disusun matang dan selaras dengan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, Sejahtera).
Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby, dilantik secara resmi oleh Gubernur Kalsel Muhidin, di Gedung Idham Chalid. (foto : Adpim)
Lisa mengungkapkan, program 100 hari kerja pertama akan berfokus pada langkah-langkah konkret untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu prioritas utama adalah penanganan banjir dan normalisasi sungai.
“Saya ingin segera turun ke lapangan, terutama ke wilayah sungai yang butuh normalisasi. Sungai-sungai yang mengalami pendangkalan akan kita keruk bersama DLH dan SKPD terkait secara gotong royong,” katanya, di Rumah Dinas Walikota Banjarbaru, Sabtu (21/6).
Selain itu, penataan kota menjadi perhatian utama. Kabel semrawut, spanduk liar, dan penataan lingkungan akan segera ditertibkan untuk menciptakan wajah kota yang modern dan tertib.
“Banjarbaru ini kota maju. Kita tidak ingin lagi melihat kabel seliweran, terutama di jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani. Ini menyangkut wajah peradaban kota,” ujarnya.
Program 100 hari kerja yang dicanangkan Lisa Halaby selaras dengan visi Banjarbaru EMAS dan empat misi besar pemerintahan. Yakni Mewujudkan Infrastruktur Berkualitas dan Pembangunan yang Berkelanjutan, Mewujudkan SDM Kota Banjarbaru yang Religius Bersosial dan Berbudaya, Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif Inklusif dan Transparan, serta Mewujudkan Percepatan Transformasi Ekonomi.
Sejumlah program unggulan siap dijalankan dalam waktu dekat, antara lain Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Peningkatan Kualitas Pendidikan, Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Peningkatan Kualitas SDM dan Pelayanan Publik, Peningkatan Karakter dan Religiusitas Masyarakat, Pengembangan Ruang Terbuka Hijau, dan Mitigasi Kebencanaan.
Dengan program – program tersebut, Lisa Halaby menegaskan pemerintahannya ingin menghadirkan pemerintahan yang dekat dengan rakyat, tanggap terhadap persoalan, dan mampu memberikan solusi nyata dalam waktu cepat.
“Insya Allah, semua sudah kita susun. Sambil berjalan, akan saya arahkan mana yang bisa segera kita eksekusi, tentu setelah saya kembali dari retreat. Banjarbaru harus menjadi kota yang lebih elok, maju, adil, dan sejahtera sesuai dengan visi kita bersama,” ungkap Lisa.
Diketahui, Lisa Halaby akan mengikuti retreat bersama 87 Kepala Daerah lain di Indonesia, di Jatinangor, Jawa Barat mulai 22 hingga 26 Juni 2025.
Meski begitu, Wakil Walikota tidak dapat mengikuti karena alasan kesehatan, Lisa memastikan seluruh persiapan administrasi dan teknis telah mengikuti sesuai ketentuan dari Kemendagri. (SYA/RIW/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Muhidin bersama istri, Fathul Jannah mengikuti Banua Bhayangkara Run 2025 pada Sabtu (21/6) pagi.
Diikuti ribuan peserta, Banua Bhayangkara Run 2025, berhasil memecahkan rekor MURI dan diapresiasi Gubernur Muhidin.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Muhidin, saat mengikuti kegiatan Banua Bhayangkara Run 2025 dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara ke – 79 Tahun 2025 di Mako Polda Kalsel Banjarbaru.
Setibanya di lokasi pukul 09.30 WITA, Gubernur Muhidin disambut Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan beserta jajaran Forkopimda, sembari jalan sehat bareng sang isteri, Fathul Jannah di sekitaran Kantor Gubernur di kawasan Cempaka, Kota Banjarbaru.
Terlihat sejumlah peserta lari berkumpul di halaman Mako Polda Kalsel, kemudian bersama Fathul Jannah (Ketua TP PKK Provinsi Kalsel), Yennie Rosyanto Yudha (Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel) beserta jajaran ibu-ibu petinggi daerah melakukan senam sehat bersama.
Selanjutnya menampilkan Tarian Dayak dengan berbagai atraksinya oleh Sanggar Meratus Lestari.
Pada momentum itu, Polda Kalsel juga telah mengundi sejumlah peserta, untuk memenangkan hadiah 2 unit motor dan 5 keberangkatan umroh gratis.
“Kegiatan ini memperlihatkan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui tugas-tugas pengamanan dan penegakan hukum, tetapi juga dalam mendukung program-program yang membangun karakter, solidaritas, dan kualitas hidup masyarakat,” sampai Gubernur Muhidin.
Menjelang hari ulang tahun Bhayangkara ke-79, Gubernur Muhidin berharap, Polri semakin profesional, presisi, dan dicintai masyarakat, serta terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di Banua tercinta.
“Akhir kata, selamat mengikuti Banua Bhayangkara Run 2025. Junjung tinggi sportivitas, jaga keselamatan selama mengikuti kegiatan ini, dan mari kita sukseskan acara ini bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, bahwa kegiatan di tahun ini mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”, sehingga memiliki makna yang cukup dalam untuk diimplementasikan pada pergelaran olahraga ini.
“Mudah-mudahan perayaan HUT Bhayangkara ke-79 ini dapat memberikan arti penting bagi hubungan ke masyarakat dan instansi lembaga di Kalsel. Pada kesempatan ini, kami juga menggelar stand UMKM lokal dan Police Expo Ditpolairud Polda Kalsel,” ungkap Irjen Pol Rosyanto Yudha.
Terakhir, Irjen Pol Rosyanto Yudha mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan lembaga, yang telah berpartisipasi dalam ajang Banua Bhayangkara Run ini.
Dia pun bersyukur, acara ini banyak dihadiri masyarakat mengikuti ajang lari 5K dan 10K tersebut.
Tahun depan, Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha ingin menambah ajang lari menjadi 21 kilometer untuk masyarakat pecinta olahraga lari, yang kini makin diminati.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Banua Bhayangkara Run 2025, Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar mengatakan, bahwa Banua Bhayangkara Run 2025 ini, menjadi ajang olahraga lari terbesar di pulau Kalimantan dengan tingginya animo peserta.
“1.000 peserta di 10K dan 3.000 peserta di 5K termasuk 30 atlet paralimpik, 200 pelari dari luar pulau Kalimantan serta sembilan pelari luar negeri,” tandasnya.
Museum Rekor Indonesia atau MURI pun memberikan piagam penghargaan berupa rekor atas peserta terbanyak dari ibu-ibu Bhayangkari yang terlibat di ajang ini.
Di layar kaca, Ketua MURI Jaya Suprana mengapresiasi kegiatan ini dan diharapkan menjadi ajang tahunan di Banua.
Para Runner Up Banua Bhayangkara Run pun meraih sejumlah hadiah dengan piala dan uang penghargaan kepada Juara 1 (3 Juta), Juara 2 (2 Juta), Juara 3 (1 Juta), Juara 4 (750 Ribu) dan Juara 5 (500 Ribu). Berbagai kategori di antaranya yaitu Woman 40-UP, Woman Under 40 dan sebagainya. Dan acara bergengsi ini mengundang artis ibukota yakni Fanny Ghassani, turut menjadi peserta lari. (Biroadpim-RIW/RH)
JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, secara resmi membuka kegiatan Misi Dagang Internasional Kalimantan Selatan 2025 yang digelar di Jakarta, pada Kamis (19/6).
Acara ini menjadi tonggak penting dalam memperkenalkan dan memperluas jangkauan ekspor berbagai produk unggulan Banua ke kancah internasional.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi, atas dukungan para duta besar negara sahabat, mitra dagang, serta seluruh pelaku usaha yang hadir. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong ekspor dan penguatan UMKM lokal.
“Komoditas Kalimantan Selatan memiliki daya saing tinggi di pasar global. Kami hadir untuk mengenalkan potensi besar dari Banua mulai dari olahan perikanan, hasil perkebunan, mineral, kayu olahan, hingga kerajinan khas seperti kain Sasirangan,” ujar Gubernur Muhidin dalam sambutannya.
Sebanyak 11 UMKM unggulan yang telah melalui proses kurasi, turut ambil bagian dalam pameran dan sesi penjajakan kerja sama dagang. Produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Kalimantan Selatan.
Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung sektor UMKM, diantaranya melalui program pendampingan, akses permodalan, perluasan pasar, serta promosi dan kemudahan investasi.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk para mitra dagang dan investor yang ingin bekerja sama. Kami ingin memastikan Kalimantan Selatan menjadi daerah yang ramah terhadap investasi, dengan regulasi yang jelas dan prosedur yang efisien,” tambahnya.
Diakhir sambutan, Gubernur Muhidin juga berpesan kepada jajarannya, terkait misi dagang selanjutnya agar harus ada koordinasi sebelumnya, apakah produk yang ditawarkan akan disukai atau tidak.
“Saya sangat mendukung, tapi saya minta sekali lagi untuk terlebih dahulu meminta saran dan koordinasi kepada semua pihak, terutama kementerian perdagangan,” harap Muhidin kepada jajarannya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Fajarini Puntodewi menyampaikan apresiasinya, atas upaya Gubernur Kalsel Muhidin, yang berkomitmen mendukung sektor UMKM, diantaranya melalui program pendampingan, akses permodalan, perluasan pasar, serta promosi dan kemudahan investasi.
Ia juga mengatakan, Kementerian Perdagangan baru saja menggelar rangkaian kegiatan misi dagang Indonesia ke Jepang pada 9-13 Juni 2025 lalu. Misi dagang yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri tersebut diikuti perwakilan KADIN Indonesia dan asosiasi, serta pelaku usaha di berbagai kelompok produk. Yaitu energi terbarukan dan produk berkelanjutan yang meliputi sektor bahan bangunan, dekorasi rumah, fesyen dan aksesori, makanan dan minuman, serta sektor lainnya yang memiliki potensi untuk masuk ke pasar Jepang.
“Dan juga 2 hari yang lalu kita juga menerima misi ekonomi dari wakil menteri Belanda yang juga menawarkan kerjasama di bidang pertanian, maritim dan pengelolaan air bersih. Saya kira nanti juga bisa kita fasilitasi agar bisa bekerjasama dengan pihak Kalsel,” jelasnya.
Untuk diketahui, Misi Dagang Internasional 2025 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk membangun jejaring dagang yang lebih luas dan berkelanjutan, serta memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam rantai pasok global, terutama untuk produk-produk hasil bumi dan karya UMKM daerah.
Acara ini juga menjadi platform strategis bagi pelaku usaha untuk menjalin kerja sama jangka panjang, tidak hanya untuk keuntungan komersial, tetapi juga untuk menciptakan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan, harmonis, dan berkelanjutan antara Kalimantan Selatan dan mitra internasionalnya.
Dengan resmi dibukanya kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap akan tercipta berbagai peluang dagang baru yang bisa berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Acara ini juga dihadiri perwakilan dari kedutaan Rusia dan negara negara ASEAN, perwakilan KADIN Indonesia, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, Bupati dan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, serta perwakilan Bupati Walikota se-Kalsel. (Biroadpim-RIW/RH)
BANJARMASIN – PT Pegadaian Area Kalimantan Selatan dan Tengah, di bawah naungan Kanwil IV Balikpapan, kembali membuktikan performa unggulnya dengan mencetak pertumbuhan kinerja tertinggi se-Indonesia, hingga pertengahan Juni 2025.
Capaian luar biasa ini menjadikan Area Banjarmasin sebagai salah satu pilar kekuatan Pegadaian nasional saat ini.
Beberapa pencapaian utama yang diraih antara lain, Pertumbuhan Outstanding Loan (OSL) tertinggi secara nasional sebesar 35%, dengan total nilai Outstanding Loan mencapai Rp1,48 Triliun. Selanjutnya pertumbuhan Year-on-Year (YoY) tertinggi se-Indonesia sebesar 53%, pertumbuhan bisnis emas Year-to-Date (YtD) tertinggi nasional melebihi 300%, dengan nilai OSL, dan cicil emas mencapai Rp147 miliar.
Kinerja luar biasa dari Area Kalimantan Selatan dan Tengah ini turut mendorong PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan mencatatkan outstanding total sebesar Rp7,8 triliun, menjadikan wilayah ini sebagai peringkat kedua nasional dalam pencapaian Pertumbuhan Tertinggi Tahun 2025.
Deputy Bisnis Area Kalimantan Selatan dan Tengah, Anwar Yusuf menyatakan, bahwa kinerja ini adalah hasil kerja keras tim serta kepercayaan nasabah.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Kalimantan Selatan dan Tengah. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Pegadaian tidak hanya relevan, tetapi terus tumbuh dan dipercaya sebagai mitra keuangan yang andal,” ujar Anwar.
Lebih dari sekadar lembaga gadai, Pegadaian kini telah berkembang menjadi institusi keuangan dengan layanan komprehensif, termasuk pembiayaan mikro, investasi emas, tabungan emas dan deposito emas, transaksi digital melalui aplikasi Pegadaian digital dan beberapa channel seperti agen.
Masyarakat kini dapat menikmati kemudahan transaksi cukup dari genggaman tangan, sekaligus memperoleh akses ke layanan keuangan syariah maupun konvensional yang terpercaya.
“Transformasi digital dan inovasi layanan menjadi kunci kami. Pegadaian hadir tidak hanya untuk mengatasi masalah keuangan, tapi juga membantu masyarakat merencanakan masa depan secara bijak,” tutup Anwar.
Pegadaian terus memperluas kontribusinya dalam mendorong inklusi keuangan nasional, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai solusi keuangan yang aman, mudah, dan terjangkau. (ADV-RIW/RH)