TKJ dan TKR Jadi Jurusan Favorit SPMB di SMKN 1 GAMBUT

BANJAR – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Gambut menjadi salah satu sekolah yang paling diminati pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 di Kalimantan Selatan.

Pelaksanaan SPMB di SMKN 1 Gambut

Sejak hari pertama pembukaan pendaftaran pada Senin (23/6), sekolah ini sudah mulai ramai didatangi calon peserta didik dan orang tua mereka.

SMKN 1 Gambut memili enam program keahlian, yakni Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP), serta Desain Komunikasi Visual (DKV). Dari enam program keahlian tersebut, empat jurusan menjadi favorit pendaftar.

“Rata-rata pendaftar memilih jurusan TKJ dan TKR. Selain itu, banyak juga yang mendaftar di jurusan DKV dan TSM,” ujar Kepala SMKN 1 Gambut, Syarifah Khasanah Istiqamah, Selasa (24/6).

Menurut Syarifah, minat terhadap empat jurusan tersebut tidak lepas dari letak sekolah yang strategis dan dekat dengan kawasan industri otomotif.

“Bidang otomotif dan komputer memiliki peluang kerja yang cukup tinggi, sehingga banyak orang tua dan siswa tertarik,” jelasnya.

Pada tahun ajaran 2025/2026 ini, SMKN 1 Gambut membuka total 10 rombongan belajar (rombel) dengan daya tampung maksimal 360 siswa. Masing-masing jurusan akan diisi dua kelas, kecuali jurusan DPIB dan TKP yang hanya dibuka satu kelas.

Untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran yang dilakukan secara daring, pihak sekolah menyediakan delapan unit komputer yang terhubung internet di lokasi pendaftaran. Tak hanya itu, guru, staf, dan sejumlah siswa juga disiagakan untuk memberikan pendampingan langsung kepada calon peserta didik yang membutuhkan bantuan teknis.

“Pelayanan kami buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA,” tambahnya.

Proses pendaftaran SPMB akan berlangsung hingga Rabu, 25 Juni. Hasil seleksi akan diumumkan pada 30 Juni, baik secara daring maupun luring. Sementara, pendaftaran ulang dijadwalkan mulai 1 hingga 3 Juli 2025.(SYA/RIW/RH)

Peringatan Harganas ke-32 Tingkat Provinsi Kalsel, Gubernur Muhidin Tekankan Peran Strategis Keluarga

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tingkat Provinsi Tahun 2025, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Selasa (24/6).

Dengan mengangkat tema “Dari Keluarga Untuk Indonesia Maju”, peringatan Harganas kali ini, dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin, para bupati/wali kota se-Kalsel, jajaran Forkopimda, serta para kepala SKPD di lingkup Pemprov Kalsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa Harganas bukan hanya seremoni tahunan, namun menjadi momen penting untuk memperkuat peran keluarga dalam pembangunan bangsa.

“Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, tempat pertama dan utama dalam membentuk karakter SDM yang unggul. Di sanalah nilai moral, kasih sayang, dan keteladanan ditanamkan,” ujar Gubernur Muhidin.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan keluarga sebagai pusat pembangunan dalam berbagai aspek, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga perlindungan anak dan perempuan.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman, seperti kemajuan teknologi, krisis ekonomi, dan berbagai isu sosial.

“Keluarga harus menjadi tempat yang aman, penuh dialog, saling mendukung, dan melindungi dari ancaman seperti narkoba, kekerasan, serta dampak negatif media sosial,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan dalam menyukseskan peringatan Harganas ke-32.

“Mari kita jadikan Hari Keluarga Nasional ini sebagai pengingat bahwa keberhasilan pembangunan bangsa sangat bergantung pada keberhasilan kita dalam membina keluarga. Selamat memperingati HARGANAS ke-32. Semoga keluarga – keluarga di Banua selalu diberkahi dan menjadi bagian dari kemajuan Indonesia,” tutupnya.

Pengukuhan Gubernur dan Ketua TP PKK Kalsel sebagai Ayah dan Bunda Genre Kalsel di Harganas ke-32

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin dan Ketua TP PKK Kalsel, Fathul Jannah, dikukuhkan sebagai Ayah dan Bunda GenRe Provinsi Kalimantan Selatan oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto.

Foto bersama usai puncak kegiatan Harganas ke-32

Selain itu, dilakukan pula pengukuhan Ayah dan Bunda GenRe tingkat kabupaten/kota oleh Gubernur, serta penyerahan pemanfaatan data Bangga Kencana melalui Satu Data Kalimantan Selatan, sebagai langkah konkret dalam meningkatkan perencanaan pembangunan keluarga yang berbasis data akurat dan terpadu. (BDR/RIW/RH)

Gelar Rakor POPT, BPTPH Kalsel Harapkan Strategi Pengendalian Adaptif Untuk Menuju Swasembada Pangan

BANJARMASIN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, melalui Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), menggelar rapat koordinasi Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perlindungan Tanaman, yang dilaksanakan disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin. Rakor dimulai sejak Senin (23/6) hingga Selasa (24/6), di buka langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, dan diikuti POPT se-Kalimantan Selatan serta Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

‎Kegiatan ini merupakan bagian penting dari siklus penguatan kelembagaan teknis perlindungan tanaman, khususnya dalam menghadapi dinamika lapangan yang semakin kompleks. Seperti iklim, serangan OPT, serta efisiensi sumber daya yang tersedia.

‎Rakor ini menjadi forum bersama untuk membahas capaian, kendala, serta strategi pengendalian yang lebih adaptif ke depan untuk menuju swasembada pangan.

Rakor POPT BPTPH Kalsel

Dalam kondisi anggaran yang terbatas, Syamsir mendorong POPT untuk mengedepankan kreativitas, strategi adaptif, dan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, saat ini dunia tengah menghadapi perubahan besar, seperti iklim tak menentu, musim yang sulit diprediksi, dan serangan OPT yang semakin ganas seperti wereng, tikus, dan penyakit tanaman baru.

“Pentingnya peran POPT sebagai barisan pertama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika dan tantangan yang semakin kompleks,” ungkap Syamsir.

Sementara itu, Kepala BPTPH Kalsel, Lestari Fatria Wahyuni, menambahkan, bahwa rakor ini merupakan forum penting untuk mengevaluasi capaian, membahas kendala di lapangan, dan menyusun langkah-langkah strategis ke depan.

“Ini adalah ruang refleksi dan sinergi. Kami ingin para POPT semakin siap menghadapi dampak perubahan iklim dan dinamika serangan OPT dengan pendekatan yang lebih terarah dan efisien,” sahut Lestari.

Pada kegiatan hari kedua dalam rangka sosialisasi dan koordinasi lintas sektor mengenai penanggulangan bencana banjir, berhadir Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, I Putu Eddy Purna Wijaya, yang memberikan perhatian khusus terhadap isu “Antisipasi Banjir Pada Lahan Pertanian Rawan Banjir.”

I Putu Eddy menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat petani dalam menghadapi ancaman banjir musiman yang kerap merugikan sektor pertanian di Kalimantan Selatan.

‎”Melalui kegiatan ini, diharapkan POPT se-Kalimantan Selatan dan Perwakilan Dinas Kab/Kota se-Kalimantan Selatan dapat memahami strategi pencegahan banjir secara komprehensif serta mampu menerapkan solusi berbasis kearifan lokal dan teknologi tepat guna di lapangan,” ungkap I Putu Eddy.

‎Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik menjelaskan, bahwa ketersediaan data meteorologi seperti curah hujan, suhu udara, kelembapan, serta prediksi musim tanam dan panen sangat penting dalam pengambilan keputusan oleh para petani, penyuluh, dan dinas pertanian.

‎”Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel juga tengah mengembangkan sistem informasi berbasis digital dan aplikasi mobile untuk mempercepat distribusi informasi iklim kepada masyarakat tani secara real time dan mudah dipahami,” tutup Johannes.

Pada penutupan rakor POPT, Kepala BPTPH Kalsel Lestari Fatria Wahyuni, mengucapkan terimakasih kepada seluruh narasumber dalam kegiatan “Rapat Koordinasi POPT Perlindungan Tanaman”, yang dilaksanakan selama dua hari di Banjarmasin. (MRF/RIW/RH)

Puluhan Atlet SPOBNAS dan SPOBDA Kalsel Jalani Uji Kebugaran

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan uji kebugaran kepada seluruh atlet pelajar, yang tergabung dalam Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional – SPOBNAS dan SPOBDA Kalsel. Uji kebugaran dilaksanakan di Lapangan Sanggar Belajar Kegiatan (SKB) Mulawarman Kota Banjarmasin, Selasa (24/6).

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel, Asfia Urrahman mengatakan, uji tes kebugaran diikuti hampir seluruh atlet, meski ada yang berhalangan karena masih mengikuti kejuaraan nasional.

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel Asfia Urrahman

“Tes kebugaran ini dilaksanakan selama satu hari di Kota Banjarmasin, kemudian dilanjutkan di Kabupaten Tanah Laut,” ungkap Asfia.

Pada tes kebugaran ini, lanjutnya, kondisi atlet lebih meningkat dibandingkan dengan sebelumnya.

Total atlet yang menjalani tes kebugaran ini, adalah sebanyak 50 orang. Mereka berasal dari Kota Banjarmasin serta Kabupaten Batola.

Sementara itu, konsultan Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS) dan SPOBDA Kalsel Iman Imanuddin menyampaikan, kondisi kebugaran atlet pelajar Kalimantan Selatan, masih di bawah rata rata atlet di Pulau Jawa.

“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pihak terkait, untuk peningkatan kebugaran atlet di Provinsi Kalimantan Selatan, agar dapat bersaing dengan atlet Pulau Jawa tersebut,” ucapnya.

Terutama bagi para atlet pelajar yang telah mendapatkan medali di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, untuk terus dapat meningkatkan kondisi kebugarannya agar dapat bersaing di tingkat nasional.

“Sudah saatnya atlet di Provinsi Kalimantan Selatan menjadikan atlet dari Pulau Jawa, sebagai parameter kekuatan dan kebugaran,” ujarnya. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version