Gelar Rakor, Ini Jadwal Pelantikan Walikota dan Wawalikota Banjarbaru Terpilih

BANJARBARU – Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Kota Banjarbaru, periode 2025 – 2030, akan digelar pada Sabtu (21/6) mendatang. Yakni Walikota Terpilih, Erna Lisa Halaby dan Wakil Walikota Terpilih, Wartono, akan dilantik Gubernur Kalsel, Muhidin, di gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel di Banjarbaru.

Pj Walikota Banjarbaru, Subhan Nur Yaumil, menyampaikan, bahwa semula pelantikan akan digelar pada Jum’at (20/6). Namun dikarenakan pada tanggal tersebut, Gubernur Kalsel Muhidin memiliki kegiatan dan berhalangan hadir, maka pelantikan diundur pada Sabtu (21/6).

Pj Walikota Banjarbaru (kanan) bersama Pj Sekda Kota Banjarbaru (Kiri)

“Pelantikannya di tanggal 21 Juni 2025 di Idham Chalid Banjarbaru jam 10.00 WITA, dilantik langsung Gubernur Muhidin,” ungkap Subhan, usai kegiatan rapat koordinasi pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Kota Banjarbaru, Rabu (18/6).

Tak lupa dirinya menyampaikan ucapan selamat kepada Erna Lisa Halaby, dapat diberikan dalam bentuk karangan bunga, atau tanaman hidup seperti pohon, agar dapat bertahan lama dan menjadi salah satu penyejuk.

“Kami mengharapkan kegiatan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Kota Banjarbaru berjalan lancar, aman dan tertib,” tutup Subhan.

Terkait keamanan dan kelancaran pelantikan, Pj Sekda Kota Banjarbaru, Sirajoni menyampaikan, bahwa Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, akan menjalin kerjasama dengan Satpol PP Kota Banjarbaru, serta Polres Banjarbaru, dalam rangka melakukan pengamanan jalan.

Pengamanan akan dilaksanakan mulai kediaman Walikota dan Wakil Walikota terpilih, hingga menuju area Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel.

“Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Biro Adpim Provinsi Kalsel, demi kelancaran jalannya acara nanti,” tutup Sirajoni.

Usai dilantik, Walikota Banjarbaru terpilih direncanakan langsung mengikuti retreat tahap dua, pada Minggu (22/6) yang akan dilepas langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Jakarta. (MRF/RIW/RH)

Pasus I DPRD Provinsi, Dorong Perbaikan Tata Kelola Pendataan Ormas di Kalsel

JAWA TIMUR – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), mendorong adanya perbaikan tata kelola pendataan ormas di Banua.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Habib Hamid Bahasyim, saat melakukan kunjungan kerja ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Timur (Jatim), baru-baru tadi.

Wakil Ketua Pansus I DPRD Kalsel, didampingi Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jatim (ki-ka)

“Kita berharap pendataan ormas ini dapat dilaksanakan dengan baik. Kami menginginkan lebih banyak ormas yang aktif melaporkan aktivitasnya. Saat ini, ada ormas yang sudah terdaftar di Kemenkumham tetapi belum melapor, dan ada juga yang belum terdaftar namun aktif melaporkan kegiatannya,” ujar Habib Hamid.

Ia menyebutkan, kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan ormas di Kalsel. Dengan hadirnya perda ini nanti, Ia berharap pencatatan ormas dapat dilakukan lebih tertib sehingga Badan Kesbangpol Kalsel dapat memantau dan mengetahui aktivitas seluruh ormas yang ada serta dapat menjawab kendala atau tantangan yang ada

Foto bersama : sumber (HumasDPRDKalsel)

Kunjungan kerja ini disambut langsung Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jatim, Eddy Supriyanto. Ia mengapresiasi kedatangan Pansus I DPRD Kalsel untuk berdiskusi dan bertukar pandangan.

“Kami berharap ada hal-hal yang bisa diterapkan di Kalsel. Tentu saja, karakter masing-masing ormas di Jatim dan Kalsel memiliki perbedaan. Harapannya, aturan yang dibentuk dapat merangkum kebutuhan dan relevansi sesuai karakteristik ormas di masing-masing daerah,” tuturnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Hadiri Rapur DPRD 4 Agenda, Wagub Hasnuryadi Berharap Pemprov Tetap Berkolaborasi Bersama Legislatif Kalsel

BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Hasnuryadi Sulaiman, berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif di Banua dapat semakin kokoh dan solid ke depannya.

Harapan tersebut Ia sampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel pada Rabu, (18/06). Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, didampingi Wakil Ketua DPRD, Alpiya Rakhmah.

“Ke depan kami berharap kolaborasi antara pemerintah dan DPRD tetap terjalin dalam semangat kemitraan yang baik. Ini sejalan dengan visi Kalsel, yaitu Kalsel Bekerja—Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera—Menuju Gerbang Logistik Kalimantan,” ujar Hasnuryadi.

Wagub Kalsel (ditengah)

Pada rapat tersebut, DPRD juga mengagendakan pengambilan keputusan terhadap perubahan kedua atas materi dan jadwal kegiatan bulan Juni 2025.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kalsel, Firman Yusi menyampaikan, bahwa terdapat dua rancangan peraturan daerah (raperda) yang ditarik. Yakni Raperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan dan Raperda tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kalsel, Firman Yusi, saat memberikan sambutan

“Penarikan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas surat dari masing-masing pemrakarsa raperda tersebut,” jelas Firman

Rapat Paripurna ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, serta para anggota DPRD dari berbagai fraksi. (ADV-NHF/RIW/RH)

Gubernur Muhidin, Apresiasi Wisuda Akbar Tahfizhul Quran Taman Cinta Quran

BANJARMASIN – Ratusan santri Taman Cinta Al Quran Kabupaten Batola, menjalani prosesi wisuda Akbar Tahfizhul Quran, di Kota Banjarmasin, Rabu (18/6).

Ketua Yayasan Taman Cinta Al Quran Firdaus menyampaikan, tahun ini pihaknya mewisuda sebanyak 500 santri dan santriwati.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemkab Batola, serta semua pihak lainnya yang telah mendukung pelaksanaan Pendidikan Taman Cinta Al Quran,” ungkapnya.

Terutama, lanjut Firdaus, dalam menghasilkan generasi Qurani di Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Wisuda Akbar Tahfizhul Quran, oleh Yayasan Taman Cinta Al Quran Batola.

Apresiasi disampaikan Gubernur Kalsel, Muhidin dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Hatimah.

“Gubernur menyampaikan, selamat kepada para peserta, yang sudah menjalani wisuda akbar kali ini,” ucapnya.

Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul khatimah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tentunya memberikan dukungan terhadap peningkatan pendidikan Al Quran di Banua.

“Kami juga memberi apresiasi kepada Yayasan Taman Cinta Al Quran, yang telah memberikan dukungan kepada pemerintah dalam peningkatan SDM Cinta Qur’an di Banua,” ujarnya.

Gubernur Muhidin berharap, peningkatan pendidikan cinta Al Quran ini, dapat terus maju dan berkembang di wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Dukungan yang sama juga disampaikan, Pemerintah Kabupaten Batola melalui Sekretaris Dinas Pendidikannya Lulut Widianto.

Lulut mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten terus meningkatkan pendidikan baca Al Quran di sekolah sekolah yang ada di Batola.

“Bahkan dalam waktu dekat ini Pemerintah Kabupaten Batola akan meluncurkan aplikasi belajar Al Qur’an secara digital,” ungkapnya.

Aplikasi tersebut dapat digunakan secara online dan offline di sekolah sekolah.

“Dukungan terhadap peningkatan pendidikan baca Al Quran ini diberikan secara sama baik kepada sekolah negeri serta swasta di daerah tersebut,” ucapnya. (SRI/RIW/RH)

Kelurahan Mentaos, Wakili Banjarbaru pada Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalsel 2025

BANJARBARU – Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2025, melakukan kunjungan verifikasi lapangan ke Kelurahan Mentaos, Banjarbaru, Rabu (18/6).

Kunjungan ini menjadi bagian dari proses penilaian untuk menentukan kelurahan terbaik se-Kalsel dalam ajang bergengsi, yang tahun ini mengusung tema “Kelurahan Tangguh Pangan, Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas”.

Pj Wali Kota Banjarbaru yang diwakili Pj Sekretaris Daerah, Sirajoni, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa tema lomba sangat relevan dengan kondisi saat ini. Dimana ketahanan pangan menjadi isu strategis lintas sektor yang harus diperkuat hingga ke tingkat kelurahan.

Pj Sekda Banjarbaru, Sirajoni saat menyampaikan sambutan

“Lomba ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar elemen masyarakat dalam mewujudkan kemandirian dari lingkungan terkecil, yaitu kelurahan,” ujarnya.

Sirajoni mengungkapkan, Kelurahan Mentaos sebelumnya telah meraih juara pertama pada Lomba Kelurahan Tingkat Kota Banjarbaru, dan kini menjadi wakil Banjarbaru di tingkat provinsi.

“Pencapaian ini tentu merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan komitmen luar biasa dari lurah beserta jajaran, tokoh masyarakat, kader pembangunan, dan seluruh warga Kelurahan Mentaos. Kami sangat mengapresiasi capaian yang membanggakan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Mentaos, Ciptadi Sunaryo, menyambut baik kedatangan tim penilai dan menyampaikan rasa syukurnya, karena Kelurahan Mentaos mendapat kesempatan untuk diverifikasi secara langsung.

“Kami memiliki 21 inovasi unggulan yang menjadi bagian dari potensi dan keunggulan Kelurahan Mentaos. Inilah yang menghantarkan kami menjadi kelurahan terbaik di Banjarbaru dan kini dipercaya mewakili kota di tingkat provinsi,” jelasnya.

Verifikasi lapangan dilakukan tim penilai yang diketuai Wahyu Widyo Nugroho. Dalam keterangannya, Wahyu menjelaskan bahwa proses verifikasi ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dan realisasi di lapangan.

“Kami ingin memvalidasi apa yang telah dipaparkan dalam tahap penilaian administrasi. Termasuk meninjau inovasi-inovasi, berdialog langsung dengan stakeholder seperti RT, PKK, dan LPM, serta melihat capaian kinerja kelurahan secara riil,” tuturnya.

Wahyu menyebut, Kelurahan Mentaos telah menunjukkan performa yang sangat baik berdasarkan data evaluasi. Kategori profil desa/kelurahan berada di tingkat swasembada, dan dalam evaluasi perkembangan desa/kelurahan, Mentaos termasuk dalam kategori cepat berkembang.

“Ini menunjukkan kelurahan ini sudah sangat paripurna,” imbuhnya.

Wahyu turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarbaru yang dinilai aktif dalam melakukan pemutakhiran data dan evaluasi secara berkala.

“Banjarbaru merupakan salah satu daerah yang konsisten dan aktif dalam melakukan updating profil dan evaluasi desa/kelurahan. Ini patut diapresiasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tahun ini verifikasi lapangan dilakukan di tiga besar kelurahan terbaik dari tiga daerah. yyakni Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Tanah Laut. Kelurahan Mentaos menjadi salah satu kandidat kuat untuk melaju ke tingkat regional, membawa nama harum Kota Banjarbaru dan Kalimantan Selatan. (SYA/RIW/RH)

Pimpin Rakor Penyaluran KUR Regional Kalimantan, Menteri UMKM Dorong Pemda Proaktif Ajak UMKM Nikmati Program KUR

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rakor Penyaluran KUR 2025 Regional Kalimantan. Rakor yang berlangsung di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin pada Rabu (18/6) itu, dihadiri langsung Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman dan Wamen UMKM RI, Helvi Yuni Moraza.

Suasana rakor penyaluran KUR 2025 regional Kalimantan

Turut hadir pada rakor regional ini, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman yang diwakili Plt Asisten Perekonomian Setdaprov Kalsel, Isharwanto, Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, Kepala BPKP Kalsel, perwakilan perbankan penyalur KUR dan SKPD terkait se Kalimantan. Hadir pula perbankan daerah se Kalimantan, termasuk Bank Pembangunan Daerah Provinsi Kalsel, Bank Kalsel, yang dihadiri langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Kepada wartawan usai rakor regional Kalimantan, Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman menjelaskan, rakor regional di Kalimantan ini, merupakan rapat ketiga yang digelar pada tahun ini. Rapat pertama dilakukan di regional Jawa, dan berlanjut di regional Sumatera, serta Kalimantan pada Juni 2025 ini.

“Ini adalah rapat koordinasi, sekaligus monitoring dan evaluasi, terkait implementasi dari program KUR yang total plafonnya tahun ini sekitar 300 trilyun rupiah”, jelas Maman.

Dimana tugas penyaluran KUR tahun ini, dibebankan kepada kurang lebih 40 bank diseluruh Indonesia. Baik bank swasta maupun bank pembangunan daerah.

Maman mengatakan, rakor regional hingga ke tingkat wilayah provinsi ini, baru terjadi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sementara di era sebelumnya, rakor penyaluran KUR hanya dilaksanakan di tingkat nasional.

“Tujuannya agar monitoring dan evaluasi penyaluran KUR, jauh lebih detail dan komprehensif. Termasuk mengetahui sejumlah isu berupa kendala dan tantangan, langsung dari teman – teman penyalur yang ada di wilayah masing masing”, urainya

Rapat regional di wilayah Kalimantan, menurut Maman, dihadiri seluruh bank penyalur yang ada di 5 provinsi Kalimantan. Begitu juga Jamkrindo dan Askrindo sebagai penjamin KUR”, tambahnya.

Rakor Penyaluran KUR di regional Kalimantan ini, tegas Maman Abdurrahman, mengangkat tema Tepat Sasaran, Tepat Guna dan Tepat Waktu.

‘Kita sadar sekali bahwa target plafon 300 trilyun itu harus terpenuhi. Namun kita juga berharap ada peningkatan kualitas dalam pendistribusian. Yakni kita melihat ukurannya adalah bahwa dalam 100 persen plafon KUR 2025, diharapkan 60 persennya dapat didistribusikan ke sektor produksi”, tegasnya.

Dengan kata lain, penyaluran KUR tidak hanya mengejar kredit pada sektor atau kelompok konsumtif semata. Tetapi juga didorong kepada UMKM yang banyak bergerak di sektor produksi. Dimana implikasi ekonominya jauh lebih besar.

Dari rakor regional Kalimantan diketahui, hingga Rabu (18/6) penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru mencapai angka 7,6 trilyun rupiah, dari total 116 trilyun rupiah dana KUR yang sudah tersalurkan secara nasional. Namun penyaluran untuk sektor produksi, sudah mencapai di atas 60 persen.

“Karena itu, saya mendorong bank – bank penyalur, dinas provinsi, seluruh stakeholder termasuk kepala daerah untuk lebih agresif, lebih proaktif didalam mendorong peningkatan partisipasi UMKM untuk menikmati program KUR ini”, tutupnya. (RIW/RH)

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kalsel Gelar Kejuaraan Menembak Kapolda Kalsel Cup 2025

BANJARBARU – Menyambut Heri Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polda Kalimantan Selatan menggelar sejumlah kegiatan sejak Juni 2025. Salah satunya adalah Kejuaraan Menembak Kapolda Kalsel Cup 2025, yang resmi dimulai pada Selasa (17/6) di Lapangan Tembak Teratai Satbrimob Polda Kalsel di Banjarbaru.

Suasana pembukaan Kejuaraan Menembak Kapolda Kalsel Cup 2025

Kejuaraan yang berlangsung hingga Kamis (19/6) ini, dibuka secara resmi oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, didampingi Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK. Pembukaan ditandai dengan penembakan pistol ke sasaran, oleh Ketua DPRD Provinsi dan Kapolda.

Turut hadir pada pembukaan Kejuaraan Menembak ini, Gubernur Kalsel Muhidin, yang diwakili Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Isharwanto, dan jajaran Forkopimda Kalsel, jajaran pejabat di lingkup Polda Kalsel, serta Ketua dan anggota Bhayangkari.

Kepada wartawan usai pembukaan, Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, kejuaraan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-79, yang tahun ini mengangkat tema “Polri Untuk Masyarakat’.

“Kejuaraan ini juga digelar untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme anggota Polri, serta mempererat silaturahmi antar Forkopimda Kalsel”, ujar Kapolda.

Diikuti hampir 300 peserta, lanjut Kapolda, kejuaraan kali ini, mempertandingkan 5 kelas menembak. Yakni Kelas Eksekutif 1, yang diikuti unsur Forkopimda, termasuk Kapolda dan Wakapolda. Selanjutnya Kelas Eksekutif 2, yang diikuti pejabat di lingkup Polda Kalsel.

“Ada juga kelas gabungan Polri dan TNI dengan peserta paling banyak, hingga 200 orang”, tambahnya.

Kemudian Kelas International Practical Shooting, yang diikuti penembak profesional yang tergabung dalam Perbakin, dan terakhir Kelas Berburu.

Khusus kelas berburu, digelar di Tanah Laut, dari Jumat (20/6) hingga Minggu (22/6). Namun pelepasannya dilakukan pada Selasa (17/6), usai pembukaan Kejuaraan Menembak Kapolda Kalsel Cup 2025. (RIW/RH)

Gubernur Muhidin Apresiasi Inisiatif OJK, Membangun Sektor Jasa Keuangan Berintegritas

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyambut baik penyelenggaraan Governance Insight Forum yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan mengusung tema “Bersama OJK Membangun Sektor Jasa Keuangan Berintegritas”, kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Selasa (17/6).

Suasana forum diskusi yang digelar OJK Kalsel

Gubernur Muhidin melalui Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan mengatakan, bahwa Gubernur Muhidin memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif OJK dalam mendorong transformasi sektor jasa keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada tata kelola yang baik.

“Gubernur Muhidin beserta Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, menitip salam kepada saya untuk disampaikan kepada seluruh tamu dan undangan yang telah berhadir. Terwujudnya forum ini juga menunjukkan semangat dan komitmen OJK dalam melakukan perbaikan berkelanjutan, khususnya melalui transformasi governance menuju sektor jasa keuangan yang berintegritas,” ujar Ahmad Bagiawan saat membacakan sambutan tertulis Gubernur.

Gubernur menegaskan, bahwa misi OJK ini sejalan dengan Agenda Pembangunan Nasional (Asta Cita), khususnya dalam memperkuat reformasi hukum dan birokrasi, serta mendukung upaya pemberantasan korupsi dan narkoba.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai upaya penguatan sektor jasa keuangan, termasuk melalui fasilitasi dan koordinasi aktif bersama pemangku kepentingan.

Selain itu, capaian membanggakan Pemprov Kalsel yang kembali meraih Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.

“Pencapaian ini merupakan bukti komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan. Ke depan, kami mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota di Kalsel untuk menerapkan pengelolaan keuangan daerah yang tertib, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban,” jelasnya.

Gubernur Muhidin berharap, forum ini menjadi ruang diskusi produktif bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi, memperluas literasi keuangan, dan mewujudkan sektor jasa keuangan yang tidak hanya sehat dan stabil, tetapi juga dipercaya oleh masyarakat.

“Saya optimis, semangat kolaborasi kita akan mampu melahirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. Mari kita satukan tekad untuk membangun Banua yang lebih maju dan sejahtera,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, dalam laporannya menyampaikan stabilitas dan kesehatan sektor jasa keuangan di daerah, memiliki peran vital dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional.

“Oleh sebab itu, kolaborasi antar-lembaga dan dukungan seluruh pihak sangatlah dibutuhkan untuk menjaga integritas sektor ini,” ungkapnya.

Acara ini juga dihadiri, Ketua Dewan Audit dan Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Watimena, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan Fajar Majardi, Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo, Dirut Bank Kalsel Fachruddin, Pj Walikota Banjarbaru Subhan Noor Yaumil, Wakil Walikota Banjarmasin, Ananda serta perwakilan Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Kalsel. (Biroadpim-RIW/RH)

Exit mobile version