BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan menggelar seminar kajian ruang tata pamer gedung lukisan Gusti Sholihin, pelukis asal Banua yang berkiprah hingga ke tingkat internasional.
Seminar berlangsung selama dua hari, dimulai pada Selasa (6/5) di salah satu hotel di Kota Banjarbaru, dengan menghadirkan sejumlah seniman, akademisi, serta perwakilan dewan kesenian sebagai peserta dan narasumber, guna memberikan masukan terhadap rencana penataan ruang pamer karya-karya Gusti Sholihin di Museum Lambung Mangkurat.
Seminar dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Hadeli Rosyaidi, yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap seniman lokal sekaligus upaya edukasi publik terhadap seni rupa.
“Ini menjadi wujud perhatian kita terhadap pengembangan kesenian di Banua,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan seminar ini menjadi bagian dari proses awal penyusunan tata pamer lukisan – lukisan Gusti Sholihin yang akan ditampilkan ke publik.
“Kami ingin ruang pamer ini tidak hanya menampilkan karya, tapi juga membawa narasi yang kuat tentang perjalanan seni Gusti Sholihin. Karena itu, kami libatkan para pakar untuk memberikan saran teknis dan kuratorial,” katanya.
Taufik Akbar menambahkan, pihaknya ingin menghadirkan ruang pamer yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mengedukasi dan menginspirasi pengunjung tentang kontribusi Gusti Sholihin terhadap dunia seni rupa, baik nasional maupun internasional.
“Ada ratusan lukisan beliau di Museum Lambung Mangkurat. Kami menargetkan ruang pamer ini bisa menjadi daya tarik baru yang memperkuat fungsi museum sebagai pusat pembelajaran seni budaya di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

