Disdag Kalsel Apresiasi Banyak Masukan dan Saran di Forum Perangkat Daerah 2025

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan Kalsel, menggelar Forum Perangkat Daerah 2025.

Suasana Rapat Forum Perangkat Daerah 2025

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan usai acara pada Jumat (14/2) mengatakan, agenda utama dari forum ini membahas dan memberikan masukan terkait penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perdagangan Kalsel tahun 2025 – 2029. Pihaknya mengapresiasi, melalui gelaran ini telah banyak diberikan masukan dan saran oleh Perwakilan SKPD Pemprov Kalsel, Ketua YLK Intan Kalsel, OJK Kalsel serta Dinas Perdagangan Kabupaten dan Kota.

“Dengan banyak saran dan masukan, tentu Dinas Perdagangan Kalsel memiliki perencanaan yang lebih konfrehensif,” ungkapnya

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan, saat diwancara (ditengah)

Sulkan menjelaskan, Provinsi Kalsel akan menjadi pintu Gerbang Logistik Kalimantan. Dimana, sebagai pusat distribusi bagi produk-produk utama, seperti bahan pangan dan barang elektronik. Sehingga, dibahas lebih detail rencana pengembangan Infrastruktur distribusi, yang akan menjadi titik fokus penting, dalam strategi perdagangan daerah. Dimana, perlu membangun dan memperkuat pusat-pusat distribusi produk utama.

“Beberapa pasar-pasar induk yang berada di Kabupaten Tabalong, Kotabaru, HST, Banjarmasin, dan Tanah Laut, harus berstandar Nasional,” jelas Sulkan

Lebih lanjut Sulkan menambahkan, dalam pengembangan sistem distribusi, beberapa program terkait, seperti Sistem Resi Gudang (SRG), memerlukan kerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel. Dimana, potensi produk-produk yang berkaitan dengan sektor-sektor tersebut.

“Melalui diperkuat kolaborasi bersama pihak terkait, dapat menjadikan Kalsel sebagai pusat Logistik yang mendukung distribusi barang untuk seluruh wilayah di Kalimantan,” tutupnya

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan Kalsel, menggelar Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rencana Awal (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) SKPD tahun 2025-2029. Dibuka secara resmi Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan, didampingi Sekretaris, Kabid Kasi dan Jajaran Disdag Kalsel. Menghadirkan Narasumber Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel Ariadi Noor, dihadiri Perwakilan SKPD Pemprov Kalsel diantaranya Dinas Koperasi dan UKM Kalsel dan Dinas Kehutanan Kalsel, bertempat di Aula Disdag Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Apresiasi Pemprov Kalsel Dukung Pasar Wadai Ramadhan

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, atas dukungan terhadap pelaksanaan Pasar Wadai Ramadhan di Tahun 2025.

“Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya berterima kasih atas inisiatif untuk menyantukan Pasar Wadai Pemprov dengan Pasar Wadai Pemko Banjarmasin,” ungkap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, usai mengikuti rapat bersama persiapan pelaksanaan Pasar Wadai Ramadhan Tahun 2025, di Eks Kantor Gubernur, di Banjarmasin, Kamis (13/2).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

Ibnu mengatakan, dengan menjadi satunya Pasar Ramadhan ini, bertujuan untuk kemaslahatan dari pelaku UMKM yang ada di Kota Banjarmasin. Yang tergabung dalam Paguyuban Pasar Ramadhan Kota Banjarmasin.

“Kami berharap dapat lebih meriah, lebih besar serta tertata dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ibnu, Pasar Wadai Ramadhan Tahun ini bisa menjadi ajang silaturahmi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan masakan yang lebih berkualitas dengan harga terjangkau.

“Pasar Wadai Ramadhan tahun ini akan diikuti 145 stand, dengan anggaran sharing antara Pemko Banjarmasin dengan Pemprov Kalsel, melalui CSR Bank Kalsel,” jelas Ibnu.

Ibnu menjelaskan, pada pelaksanaan Pasar Wadai Ramadhan tahun ini, Pemerintah Kota Banjarmasin hanya mengalokasikan anggaran untuk 80 stand.

“Namun, berkat dukungan Gubernur dan CSR dari Bank Kalsel menjadi sebanyak 145 stand yang bisa terakomodasi pada Pasar Ramadhan Tahun 2025,” ucapnya.

Selain itu, Bank Kalsel juga akan menyediakan 50 unit tenda kerucut yang akan disebar pada lokasi Pasar Wadai Ramadhan di kawasan Eks Kantor Gubernur, di Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Resmi Dimulai 14 Februari, BPIH Embarkasi Banjarmasin Ditetapkan Kisaran 59 Juta Rupiah

BANJARMASIN – Tahap pertama pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bagi jemaah haji reguler tahun 2025, resmi dibuka mulai Jumat (14/2) hingga 14 Maret 2025 mendatang. Tahapan pelunasan dimulai, setelah Presiden, Prabowo Subianto menandatangani Keppres Nomor 6 tahun 2025, tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi, pada Rabu (12/2) lalu.

“Untuk Embarkasi Banjarmasin, Bipih ditetapkan sebesar 59 juta 331 ribu 751 rupiah. Besaran Bipih jemaah haji ini dipergunakan untuk biaya penerbangan haji, sebagian biaya akomodasi di Makkah, dan sebagian biaya akomodasi di Madinah, serta biaya hidup atau living cost,” ujar Kakanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, saat dikonfirmasi Abdi Persada FM pada Jumat (14/2).

Jemaah haji yang gagal melunasi tepat waktu, akan masuk dalam daftar tunggu dan tetap memiliki prioritas keberangkatan pada musim haji mendatang, sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kecuali yang gagal sistem atau belum istitaah akan melunasi ke tahap 2 dari 24 Maret sampai 17 April 2025,” tambah Tambrin.

Tambrin juga memastikan, bahwa pihaknya sudah menerima daftar jemaah haji reguler yang masuk alokasi kuota tahun 1446 Hijriah atau 2025 Masehi. Dimana kriteria jemaah haji dimaksud, diantaranya adalah sudah masuk alokasi kuota keberangkatan pada musim haji tahun berjalan dan berusia minimal 18 tahun, serta prioritas jemaah haji reguler lanjut usia yang ditentukan secara sistem, berdasarkan urutan usia tertua. Selain itu, jemaah haji setidaknya telah terdaftar sebelum 3 Mei 2020.

Kuota embarkasi Banjarmasin tahun ini, menurut Tambrin, masih sama dengan tahun lalu, yakni sebanyak 3.818 jemaah.

“Dengan rincian 3.590 jemaah haji reguler lunas tunda dan sesuai nomor urut, dan jemaah haji lansia 191 orang. Sisanya adalah petugas pembimbing dan petugas haji daerah,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Monitoring Pembangunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Kebun Raya Banua

BANJARBARU – Rombongan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja spesifik untuk memonitoring pembangunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang terletak di area perkantoran Gubernur Kalsel.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah Monitoring Pembangunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, bersama dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel. Rombongan meninjau langsung perkembangan proyek masjid yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2025 mendatang.

“Pengerjaannya terus berproses, terutama pada sejumlah sarana penunjang. Untuk ruang induk masjid sudah bisa digunakan untuk kegiatan ibadah. Semoga semua proses bisa selesai tepat waktu,” ujar Mustaqimah, kepada wartawan, Kamis (13/2).

Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Kalsel Berfoto di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Setelah meninjau Masjid Raya, rombongan beralih menuju Kebun Raya Banua yang terletak tidak jauh dari lokasi perkantoran Gubernur Kalsel. Kedatangan mereka disambut langsung oleh pihak Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalsel.

Setelah berkeliling, Mustaqimah mengapresiasi pengelolaan Kebun Raya Banua dan menyarankan kepada masyarakat untuk mengunjungi lokasi tersebut. Ia menilai Kebun Raya Banua tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kunjungan ini menunjukkan komitmen Komisi III DPRD Kalsel dalam memastikan kelancaran proyek pembangunan yang memiliki dampak positif bagi masyarakat, baik dalam aspek ibadah maupun pengembangan ilmu pengetahuan. (NRH/RDM/RH)

Malam Nisfu Syaban, Gubernur, Muhidin Berbaur Dengan Jamaah Masjid Raya Sabilal Muhtadin

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin didampingi istri Fathul Jannah, bersama ribuan jamaah ikuti ibadah malam Nisfu Sya’ban 1446 Hijriah di Halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Kamis (13/2) malam.

Gubernur Muhidin saat tiba di masjid raya Sabilal Muhtadin

Kegiatan dimulai dari pukul 18.00 WITA dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah, sholat hajat dan pembacaan surat Yasin yang dipimpin Ustadz, Ilham Humaidi.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengajak para jamaah yang hadir dan seluruh masyarakat yang menjalankan ibadah di malam nisfu Sya’ban untuk memanjatkan dan memohon do’a kepada Allah SWT.

”Marilah dalam kesempatan yang berbahagia ini, kita selalu memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT. Mudah-mudahan di malam Nisfu Sya’ban ini apa yang kita inginkan pada malam ini Allah akan kabulkan niat kita tersebut,” ucapnya.

Gubernur saat memberikan sambutan

Muhidin juga menyampaikan agar pada saat ingin membaca surat Yasin para jamaah dapat meniatkan dengan meminta dipanjangkan umur, dihindarkan dari segala musibah, wabah penyakit, keluasan rejeki yang halal, diperkaya hati serta diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah.

”Saat membaca Yasin kita niatkan agar dipanjangkan umur dalam beribadah, berdoa untuk keselamatan Kalimantan Selatan dan diri kita masing-masing serta jangan didatangkan bala dan penyakit, minta rezeki yang halal seluas-luasnya, kemudian minta perkaya hati sehingga kita semua Insya Allah husnul khotimah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, melihat jamaah yang hadir begitu banyak, dirinya menuturkan akan memperbaiki dan merenovasi masjid kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan tersebut.

”Ulun mengharapkan dukungan dan doa semuanya, untuk kelancaran dalam merenovasi mesjid raya, berapapun biayanya akan kita laksanakan Insya Allah, tempat ibadah kita perbaiki dengan sebaik-baiknya. Melihat jamaah seperti ini perlu kita benahi masjid kita,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin mengatakan, dalam kegiatan malam Nisfu Sya’ban ini untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT.

”Nisfu sya’ban adalah hari peringatan islam pada pertengahan bulan Sya’ban, dan di malam Nisfu Sya’ban ini diisi dengan amalan-amalan, dan munajat kepada Allah SWT,” katanya.

Ia menuturkan, malam Nisfu Sya’ban bisa disebut dengan Lailatul Maghfirah yaitu malam pengampunan, dan bisa juga disebut Lailatul Do’a yaitu malam berdoa kepada Allah SWT.

“Ibadah malam Nisfu Sya’ban ini tidak hanya dilakukan di Kalimantan Selatan, tetapi juga diseluruh tanah air bahkan diseluruh dunia,” pungkasnya.

Malam Nisfu Syaban ini, turut dihadiri Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, jajaran pimpinan SKPD Provinsi Kalimantan Selatan, serta Forkopimda Kalsel. Kegiatan malam Nisfu Sya’ban ditutup dengan Sholat Isya dan sholat Tasbih berjamaah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version