Jelang Bulan Ramadhan, Inflasi di Kalsel Masih Terkendali

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi secara virtual, yang dilaksanakan serentak se – Indonesia, Senin (10/2). Pada rakor tersebut, meskipun Kalsel mengalami deflasi, namun Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Sutikno, menyampaikan bahwa kondisi Inflasi di Kalsel masih terkendali menjelang Ramadhan atau bulan puasa.

Sutikno menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Harga beberapa komoditas sudah mulai mengalami kenaikan di atas Indeks Harga yang diterima (IT) atau indeks harga produsen (IHP), baik untuk harga acuan penjualan maupun harga acuan tertinggi.

“Mengawali tahun 2025 ini inflasi di Kalimantan Selatan tetap cukup terkendali, dimana harga-harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya masih dalam batas normal meskipun mengalami kenaikan,” ungkap Sutikno, di Command Center Setdaprov Kalsel.

Pada Januari lalu, meurutnya kondisi ekonomi Kalsel cukup baik, dengan hampir semua daerah mengalami deflasi. Selama ini, Kalsel selalu berada di posisi tertinggi dalam hal deflasi. Untuk year-on-year, Kalsel berada di angka -0,76 persen. Namun, jika melihat month-to-month, deflasi kita mencapai -0,76 persen.

“Kenaikan harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri adalah sesuatu yang wajar,” tutup Sutikno. (MRF/RDM/APR)

Musrenbang Banjarmasin Utara Sepakati Pembangunan Berskala Prioritas

Banjarmasin – Pemerintah kota melalui Kecamatan Banjarmasin Utara Menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Banjarmasin Tahun 2025.

Kegiatan dibuka secara resmi Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi Camat Banjarmasin Utara Norrahmawati, Anggota DPRD Kota Banjarmasin Dapil Banjarmasin Utara Zainal Hakim dan Hendra. Dihadiri SKPD terkait di Lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin, tokoh masyarakat Banjarmasin Utara, bertempat di Aula Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (10/2).

Suasana Musrenbang Banjarmasin Utara

Kepada sejumlah wartawan, Camat Banjarmasin Utara Norrahmawati usai kegiatan mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan, yang bertujuan membahas rancangan dan rencana yang dapat dikembangkan, dalam pelaksanaan pembangunan yaitu masing-masing satu Kelurahan mengusulkan 1 fisik dan 1 non fisik.

“Berbagai usulan dan aspirasi disampaikan, nantinya akan diajukan melalui Musrenbang tingkat Kota,” ucapnya

Anggota DPRD Banjarmasin Dapil Utara Zainal Hakim, saat diwancara

Sementara itu, Anggota DPRD Banjarmasin Dapil Utara Zainal Hakim menyampaikan, berbagai usulan disampaikan terutama yang menjadi skala prioritas, dan ini harus dilakukan penanganan sebaik-baiknya, agar tercipta pembangunan di kota ini yang lebih baik dan maju terdepan.

“Biasanya yang diusulkan masyarakat berkaitan infrastruktur seperti jalan lingkungan, jembatan dan titian,” jelasnya

Lebih lanjut Hakim menambahkan, dalam diskusi mengemuka, salah satu tokoh masyarakat meminta untuk secepatnya penanggulangan persampahan. Di mana,
ini harus ada solusi baik jangka pendek, menengah dan panjang. Pihaknya mengapresiasi Banjarmasin Utara telah mengadakan pelatihan pengolahan kompos dan penyiapan lahan pemilahan.

“Adanya pelatihan kompos ini penting, agar masyarakat mengetahui sampah yang bersifat organik bisa dipilah untuk pupuk kompos,” tutup Hakim. (NHF/RDM/APR)

Gubernur Muhidin Resmi Kukuhkan Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin secara resmi mengukuhkan 259 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, bertempat di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Senin (10/2).

Pada kesempatan tersebut, pengukuhan juga disaksikan dan dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin dan Kepala SKPD di lingkup Pemprov Kalsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari penataan kelembagaan perangkat daerah yang bertujuan untuk meningkatkan tertib administrasi dan mendukung kepentingan dinas.

Gubernur Kalsel, Muhidin saat memberikan sambutan

“Dengan adanya penataan kelembagaan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, maka perlu dilakukan penyesuaian demi tertib administrasi dan kepentingan dinas. Pemenuhan kedudukan kelembagaan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) ini dilakukan melalui proses formal, yakni pengukuhan,” ujarnya

Muhidin juga mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dikukuhkan, serta memberikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja mereka selama ini. Menurutnya, penguatan organisasi pemerintahan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, yang menjadi prioritas utama Pemprov Kalsel.

“Penyusunan dan penguatan organisasi pemerintahan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kita berharap ini mampu memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Muhidin pun berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dikukuhkan untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinergi antar unit kerja. Mengingat tantangan yang semakin kompleks, kolaborasi yang kuat sangat diperlukan guna mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

“Semoga amanah yang saudara-saudara emban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Mari kita wujudkan komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel, Dinansyah, menjelaskan bahwa pengukuhan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 012 Tahun 2023 tentang Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah.

“Sehubungan dengan adanya penataan kelembagaan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta diterbitkannya beberapa peraturan gubernur tahun 2024 tentang pembentukan, organisasi, dan tata kerja UPTD, maka dalam rangka tertib administrasi dan kepentingan dinas perlu dilakukan pengukuhan,” jelasnya.

Foto bersama usai pengukuhan Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkup Pemprov Kalsel

Dinansyah juga menyebutkan pada pengukuhan ini, tercatat sebanyak 18 pejabat Administrator dan 241 pejabat Pengawas yang dikukuhkan, dengan total keseluruhan sebanyak 259 pejabat.

“Diharapkan, dengan penyesuaian ini, kinerja pemerintah daerah semakin optimal dalam melayani masyarakat dan mendorong pembangunan di Kalimantan Selatan,” pukasnya.

Untuk diketahui, adapun beberapa penyesuaian kelembagaan yang dilakukan antara lain Perubahan SKPD Induk yakni, Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) yang sebelumnya berada di bawah Badan Keuangan Daerah, kini berada di bawah Badan Pendapatan Daerah, UPTD Kebun Raya Banua yang sebelumnya di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, kini berada di bawah Badan Riset dan Inovasi Daerah, Kemudian UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak yang sebelumnya di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kini menjadi bagian dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana.

Dan juga Seluruh UPTD di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang sebelumnya berada di bawah Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Serta perubahan nama UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula berubah menjadi UPTD Pengelolaan TPA Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) Banjarbakula, kemudian UPTD Terminal Tipe B berubah nama menjadi UPTD Terminal Tipe B dan Trans Perkotaan.

Serta Jabatan Kepala Tenaga Administrasi Sekolah kini berubah menjadi Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sekolah. (BDR/RDM/APR)

Tingkatkan Kualitas Adminduk, Disdukcapil Kalsel Gelar Forum Perangkat Daerah

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menginginkan adanya keselarasan antara Pemprov Kalsel dan Pemkab/Pemko dalam penyusunan rencana strategis (renstra) khususnya di bidang kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil).

Keinginan tersebut menyusul penetapan Kepala Daerah secara serentak di Indonesia tahun 2025 pada akhir Februari nanti, yang mengharuskan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) terutama bidang dukcapil harus segera terlaksana.

“Turunan dari RPJMD itu adalah renstra dari masing-masing daerah sesuai dengan bidang kewenangannya untuk 2025-2029,” ujar Plt Kepala Disdukcapil Kalsel, Galuh Tantri Narindra, di sela Forum Perangkat Daerah di ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (10/2).

Forum tersebut melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari perangkat daerah, Disdukcapil se-Kalsel, LSM, akademisi, sektor swasta hingga media massa.

Plt Kepala Disdukcapil Kalsel Galuh Tantri Narindra (kiri) saat membuka forum

Tujuannya untuk mendiskusikan, mencari akar permasalahan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Terutama mengenai peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan (adminduk) seperti perekaman KTP, akta perceraian, akta kematian, KIA dan sebagainya.

“Dari kondisi yang kita elaboriasi sebelumnya, akan dijadikan sebagai indikator kinerja utama, untuk dirincikan menjadi program prioritas. Sehingga target pemerintah pusat, Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto, RPJMD Kalsel, renstra Disdukcapil Kalsel juga selaras dengan renstra Disdukcapil Kabupaten-Kota,” jelasnya.

Galuh Tantri mengakui sejauh ini masih ada beberapa daerah yang mengalami permasalahan dalam pencapaian perekaman KTP.

Hal itu menurutnya, dikarenakan ketidakhadiran yang bersangkutan saat proses perekaman.

Di sisi lain, kondisi geografis dan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya data kependudukan, menjadi penyebab sulitnya perekaman KTP.

“Ini yang kita jadi kebingungan apakah sudah pindah, orangnya sudah meninggal atau apa, jadi perlu ada pembaharuan dalam layanan kependudukan di Kalsel,” tuturnya.

Galuh Tantri berujar, Disdukcapil Kalsel selama ini sudah menyiasati permasalahan tersebut melalui inovasi jemput bola.

Di beberapa kabupaten/kota sudah dilaksanakan oleh Disdukcapil setempat, sembari terus di dorong dan di monitor langsung oleh Disdukcapil Kalsel.

“Dan disitulah kita intervensi beberapa inovasi agar target nasional maupun provinsi bisa dicapai,” pungkasnya. (SYA/RDM/APR)

Pelaku UKM di Kalsel Mengaku Terbantu dengan Pameran Hasil Kerajinan Dilaksanakan Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Provinsi Kalimantan Selatan mengaku terbantu dengan, adanya pameran hasil kerajinan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

PJ Bupati Tabalong Hamida Munawarah menyampaikan, harapan agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus dapat membantu Pemerintah Daerah dalam pemasaran produk UKM.

“Untuk produk Kopi khas Kabupaten Tabalong saat ini pemasarannya sudah sampai luar negeri,” ungkapnya, pada saat kunjungan ke Pameran UKM HPN 2025 di Kalsel, dikawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel, Minggu (9/2).

Pj Bupati Tabalong Hamida Munawarah

Hamida mengatakan, pada pameran ini pihaknya menampilkan produk unggulan, seperti kopi khas Tabalong, yang saat ini untuk pemasaran sudah sampai keluar negeri.

Karena itu, pihaknya terus melakukan pembinaan kepada para pelaku UKM di Kabupaten mereka. Agar dapat terus meningkat.

“Kami berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut membantu dalam pemasaran produk UKM yang ada di Kabupaten Tabalong,” ucap Hamida.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) Provinsi Kalimantan Selatan Wahidah Onie mengatakan, pihaknya bersyukur dengan adanya Pameran UKM HPN ini, produk UKM anggotanya dapat diperkenalkan kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasinya, yang telah menfasilitasi keikutsertaan pada Pameran ini,” ungkap Wahidah.

Sehingga, lanjutnya, pengunjung pameran UKM ini dapat lebih mengenal lagi keberadaan produk produk mereka. Yang merupakan hasil kerajinan kuliner lokal.

“Produk lokal yang dihasilkan oleh anggota Perwira Kalsel ini, merupakan kearifan lokal yang ada di Banua,” ucapnya.

Wahidah berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan memperbanyak kegiatan pameran, sebagai upaya pemasaran produk lokal hasil kerajinan UKM yang ada di Banua.

“Tentunya kami berharap kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya. (SRI/RDM/APR)

Sambut HUT Ke-50, IWAPI Kalsel Bagikan 3.200 Makanan Bergizi Gratis

Banjar – Tanggal 10 Februari tahun 2025, menjadi momen bersejarah bagi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Karena pada tanggal tersebut, organisasi para pengusaha perempuan ini, memasuki usia emas, atau 50 tahun setelah didirikan pada 1975 lalu. Memperingati tahun emasnya ini, IWAPI merayakan nya dengan membagikan 60.000 porsi lebih Makanan Bergizi Gratis (MBG) di puluhan titik diseluruh Indonesia, pada Senin (10/2).

Di Banua, IWAPI Kalimantan Selatan, membagikan sebanyak 1.500 porsi MBG di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Kabupaten Banjar. Pembagian MBG dipimpin langsung Ketua DPD IWAPI Kalsel, Shinta Laksmi Dewi. Turut hadir menyaksikan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Provinsi Kalsel, Sri Wahyuni, serta jajaran pengurus IWAPI kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Kepada Abdi Persada FM, Ketua Umum DPD IWAPI Kalimantan Selatan, Shinta Laksmi Dewi menjelaskan, kegiatan ini merupakan konsistensi IWAPI dalam pemberdayaan perempuan, serta mendukung terwujudnya program Indonesia Emas.

Ketua Umum DPD IWAPI Kalsel saat membagikan MBG di Ponpes Darul Hijrah Puteri

“Dalam hal ini kita berkegiatan di Darul Hijrah Puteri, pondok pesantren yang selama ini sudah menjadi rekan kerja IWAPI, sejak masa pandemi COVID 19 lalu. Dimana kami mengadakan vaksinasi gratis,” urai Shinta.

Ditambahkan Shinta, bersama dengan teman – teman IWAPI Kalsel, juga dibagikan sebanyak 3.264 pax makanan gratis untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden, Prabowo Subianto.

“Program ini secara strategis mencerdaskan anak bangsa, untuk mewujudkan cita cita membentuk Generasi Emas 2045. Bebas stunting juga, Insya Allah,” tutupnya.

Usai membagikan MBG kepada santriwati Ponpes Darul Hijrah Puteri, IWAPI Kalsel merayakan HUT ke-50 IWAPI, dengan memotong tumpeng. Potongan pertama tumpeng HUT IWAPI, diserahkan Ketua Umum, Shinta Laksmi Dewi kepada Kepala DPPPAKB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni. (RIW/RDM/APR)

Menbud RI Akui Museum Lambung Mangkurat Kalsel Miliki Koleksi Benda Sangat Bagus, Museum Standar A

BANJARBARU – Ribuan benda koleksi di Museum Lambung Mangkurat (Muslam) provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat perhatian khusus dari Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon.

Saat berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat Kalsel, bersama rombongan dari Kementerian Kebudayaan, Fadli Zon menilai museum di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel itu mempunyai koleksi yang sangat bagus dan menceritakan berbagai perjalanan peradaban Kalsel.

Hanya saja, menurutnya harus ada sedikit sentuhan agar lebih menarik pengunjung.

“Saya melihat potensi untuk menjadi tempat yang menjadi daya tarik sangat besar. Tinggal mungkin ada revitalisasi terkait dengan tata pamer, dan juga perbaikan di dalam desain untuk pameran, story line (alur cerita),” katanya, Sabtu (8/2).

Sebagaimana museum di daerah lainnya, Menbud berharap kedepannya Muslam Kalsel menjadi pusat budaya sekaligus pusat untuk mengenali sejarah perjalanan peradaban.

Melalui dukungan dari Pemprov, Kepala Dinas dan seluruh jajaran, Fadli Zon menginginkan agar museum, taman budaya dan ruang seni (art space) bisa diaktivasi, sehingga menjadi sentra berkumpulnya para seniman dan budayawan.

“Juga dikunjungi oleh siswa lebih banyak lagi,” tuturnya.

Kepala Muslam Kalsel Muhammad Taufik Akbar (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan

Di samping itu, Fadli Zon menyarankan adanya sentuhan teknologi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.

Misalnya penggunaan barcode dan Artificial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan sebagai alat untuk menampilkan tulisan, arsip, dan sejarah lisan. Sehingga akan menyedot minat generasi milenial, gen Z dan gen Alpha untuk datang ke museum.

“Jadi museum ini bukan hanya tempat penyimpanan artefak lama, tetapi justru menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini dan masa depan,” jelasnya.

Lewat seluruh upaya tersebut, menurutnya akan menjadikan museum sebagai tujuan pertama wisatawan saat berkunjung ke Kalsel, sebelum mengeksplorasi berbagai tempat sejarah dan wisata.

“Saya kira penting. Karena kalau di berbagai negara yang memiliki peradaban sudah maju, yang menjadi etalase terdepan mereka adalah museum, perpustakaan dan taman budaya,” pungkasnya.

Koleksi Muslam Kalsel mencapai 12.149 jenis benda

Sementara itu, Kepala Muslam Kalsel Muhammad Taufik Akbar mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat pengunjung.

Setiap tahunnya, Muslam Kalsel diakuinya memiliki berbagai program yang bernilai sejarah dan budaya. Termasuk mendatangi langsung ke sekolah-sekolah untuk mengajak kerjasama, sekaligus mendatangkan benda koleksi museum sebagai bahan materi pembelajaran sejarah dan budaya di sekolah.

“Kita juga sudah menggunakan sistem kode barkode untuk registrasi pengunjung,” ungkapnya.

Muslam Kalsel sendiri sudah memiliki standar A dari Kementerian Kebudayaan RI.

Sejak diresmikan pada tahun 1979, Muslam Kalsel hingga saat ini memiliki 12.149 benda koleksi berupa geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, koleksi seni rupa, filologima, hingga keramologika. (SYA/RDM/APR)

Tingkatkan Perlindungan Data Pribadi, Diskominfo Kalsel Gelar Sosialisasi KAMI Versi 5.0

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar sosialisasi Keamanan Informasi (KAMI) versi 5.0 di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin (10/2) siang.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim, yang diwakili oleh Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar, menyampaikan bahwa keamanan informasi versi 5.0 merupakan pembaruan dari versi sebelumnya (4.2).

“Keamanan informasi versi 5.0 ini merupakan versi terbaru karena adanya beberapa poin tambahan, termasuk perlindungan data pribadi yang belum ada di versi sebelumnya yaitu versi 4.2,” katanya.

Sucialinita menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalsel serta Diskominfo kabupaten/kota se Kalsel.

Sosialisasi ini bertujuan agar pemerintah daerah dapat melakukan pengisian indeks keamanan informasi secara mandiri, yang nantinya akan diverifikasi oleh Pemprov Kalsel dan Badan Siber di masing-masing SKPD.

Dengan demikian, setiap instansi diharapkan mampu meningkatkan keamanan informasi secara optimal.

“Sosialisasi berlangsung selama dua hari, pada 10–11 Februari 2025. Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga melakukan praktik pengisian indeks keamanan informasi versi 5.0,” terangnya.

Sucialinita menambahkan pada 2024, indeks KAMI Pemprov Kalsel mengalami peningkatan hingga mencapai angka 4 lebih, yang dinilai cukup tinggi dan sudah dalam kategori baik.

“Saat ini, Pemprov Kalsel tengah melakukan transisi dari versi 4.2 ke 5.0. Mengingat hal ini ada keterkaitan bahwa pemprov Kalsel telah membentuk tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di 13 kabupaten/kota,” tambahnya.

Sucilianita menambahkan provinsi Kalsel menjadi salah satu perhatian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam penguatan indeks keamanan informasi. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan ke depan indeks keamanan informasi di Kalsel semakin meningkat.

Sementara itu, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, Sandiman Madya di Direktorat Pemerintah Daerah dan Sandi BSSN, Dr. Lukmanul Hakim, mengapresiasi langkah Pemprov Kalsel yang menjadi daerah kedua di Indonesia yang telah membentuk CSIRT di seluruh kabupaten/kota. Hal ini, menurutnya, menunjukkan komitmen kepala daerah yang tinggi dalam menjaga keamanan informasi di wilayahnya.

“Konteks kegiatan ini adalah bagaimana Pemprov Kalsel serta pemerintah kabupaten/kota dapat melakukan self-assessment secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kesiapan mereka dalam pengendalian keamanan informasi di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Lukmanul Hakim berharap sosialisasi ini dapat mendorong seluruh instansi di Kalsel untuk semakin proaktif dalam meningkatkan keamanan informasi guna menghadapi tantangan di era digital. (NRH/RDM/APR)

Bank Kalsel Dukung Pembangunan Gazebo Anjungan Kalsel di TMII

Jakarta – Bank Kalsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembangunan yang dicanangkan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin. Salah satunya terkait optimalisasi promosi potensi daerah dan pembangunan Kalimantan Selatan. Dukungan yang diberikan Bank Kalsel berupa pembangunan gazebo di Anjungan Kalsel di Taman Mini Indonesia Indah. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung optimalisasi promosi pariwisata di Kalimantan Selatan dan memberikan ruang bagi masyarakat maupun wisatawan untuk lebih mengenal potensi alam dan budaya daerah yang berkunjung ke Anjungan Kalimantan Selatan.

Penyerahan dukungan pembangunan gazebo secara simbolis dilakukan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang juga turut didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Terpilih, Hasnuryadi Sulaiman, Plh Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, dan Dirjen Bina Marga Kementrian PU, Roy Rizali Anwar, saat acara Rapat Kerja Koordinasi Provinsi Kalimantan Selatan belum lama tadi di Anjungan Kalsel di Taman Mini Indonesia Indah.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dalam keterangannya menyampaikan, Bank Kalsel selalu berkomitmen untuk mendukung program – program pemerintah provinsi untuk kemajuan Kalimantan Selatan, salah satunya melalui dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang mendukung promosi pariwisata dengan memperkenalkan keindahan dan potensi Kalsel kepada lebih banyak orang.

“Pembangunan gazebo di Anjungan Kalsel ini kami harapkan dapat menjadi salah satu daya tarik untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” harap Fachrudin.

Gazebo yang dibangun dua lantai ini diharapkan menambah daya tarik bagi para pengunjung. Selain memberikan fasilitas bagi pengunjung untuk beristirahat, gazebo ini juga berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan berbagai produk lokal, keindahan alam, serta kearifan budaya Kalsel. Hal ini sejalan dengan upaya Bank Kalsel dalam berperan aktif dalam pengembangan sektor pariwisata dan budaya Kalimantan Selatan.

Dengan adanya gazebo tersebut, Bank Kalsel juga ingin menunjukkan kontribusi nyata dalam mendorong perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah, melalui kolaborasi bersama pemerintah dan berbagai pihak terkait. (ADV-RIW/RDM/APR)

Inilah Pesan Presiden Prabowo untuk Peserta HPN 2025 di Kalimantan Selatan

Banjarbaru – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberi pesan penting bagi insan pers nasional dalam memperingati Hari Pers Nasional 2025 yang digelar di Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (9/2). Presiden Prabowo mengingatkan agar pers Indonesia harus selalu mengutamakan kepentingan bangsa.
Prabowo juga meminta pers nasional harus waspada terhadap usaha untuk mengendalikan pemikiran dan memengaruhi opini rakyat dengan menggunakan modal yang besar.

“Walau kita menjunjung tinggi kebebesan pers, tapi kita harus selalu waspada dengan penyebaran informasi yang tak benar, penyebaran kebencian, penyebaran ketidakpercayaan terhadap sesama warga negara dan upaya memecah belah bangsa. Ini harus selalu kita waspadai,” ucap Presiden Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (9/2) 2025.

Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa pers Indonesia pada ujungnya akan selalu setiap pada cita-cita pendiri bangsa Indonesia. Ia meminta insan pers untuk menjadi pers Pancasila, yaitu pers yang terlibat dalam pembangunan bangsa. “Pers harus komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesan Prabowo.

Pesan penting dari Presiden Prabowo ini sejalan dengan amanatnya yang disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Minggu (9/2).

Fadli Zon mengatakan, pers berperan sangat penting dalam kehidupan bangsa, karena pers penjaga memori kolektif bangsa. Ia menyebutkan pers yang baik adalah pers yang mengajar dan mendidik, bukan hanya mengabarkan.
Menteri Fadli Zon juga mengajak insan pers merenungkan kembali peran pers dalam menjaga kedaulatan bangsa dan penjaga ketahanan sosial. “Pers punya peran strategis dalam menjaga kedaulatan pangan. Bukan hanya mengabarkan, tapi mengawal kebijakan, dan mengawasi transparansi dalam sektor vital dan pangan. Tanpa jurnalisme berbasis data, masyarakat bisa terjebak dalam disinformasi,” ujar Fadli Zon.

Setelah memberi sambutan, Menteri Fadli Zon menerima buku Bumi Lambung Mangkurat yang diserahkan oleh Plh Sekdaprov Kalsel. Menteri Fadli Zon pun memberikan buku tentang Pewayangan kepada tuan rumah HPN 2025.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan, PWI ingin kembali ke jati diri untuk aktif menjaga kedaulatan bangsa. “PWI merah putih dan NKRI harga mati. Pers harus menjaga kedaulatan bangsa merupakan warisan yang diturunkan para pendahulu berdasarkan keputusan Kongres PWI Pertama, 9 Februari 1946 di Solo,” kata Hendry dalam sambutannya dalam acara puncak HPN 2025.
Salah satunya adalah mendukung Program Ketahanan Pangan yang menjadi visi utama Presiden Prabowo Subianto. Dukungan ini, lanjut Hendry Ch Bangun bukan berarti mengekor. “Kita tidak mengekor, tapi melayangkan kritik dengan memberi solusi untuk mencari kebaikan,” ujar Hendry Ch Bangun.

Hendry juga mengatakan jurnalis lahir bukan hanya bicara jurnalistik di atas meja. Akan tetapi menjaga kedaulatan bangsa yang ujungnya kemandirian, khususnya dari impor pangan. “Kami juga terus memperbaiki internal dengan meningkatkan kualitas wartawan, salah satunya uji kompetensi,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plh Sekda Muhammad Syarifuddin mengatakan, Pemprov Kalimantan Selatan berkomitmen mendukung pers bertanggung jawab dan kegiatan seperti HPN dan Porwarnas. Provinsi Kalsel telah menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas masing-masing dua kali. “Kami siap kerja bersama dan merangkul semua,” ujar Muhammad Syarifuddin.
Hadir dalam acara tersebut Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha; Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan; Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizal Anwar, Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat, Anton Charlian, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie. Selain itu, hadir juga Ketua PWI Provinsi, Kabupaten/Kota dari ujung barat Aceh sampai Papua Selatan. (ADV/RDM/APR)

Exit mobile version