Gelaran Pra Popnas Zona 2 dan 3 Resmi Digelar, Kalsel Siap Berikan Terbaik

SOLO – Pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra Popnas) Tahun 2024 resmi digelar selama sepekan di Kota Solo. Gelaran ini dibuka oleh Kemenpora RI Dito Ariotedjo diwakili Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI Surono, di Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa (12/11).

Gelaran Pra Popnas Zona 2 dan 3 Dibuka

“Semua atlet diharapkan dapat menampilkan performanya sebaik mungkin agar bisa lolos untuk ajang POPNAS tahun 2025,” ungkap Surono.

Atlet terbaik yang lolos, menurutnya akan masuk dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk atlet Olympic 2028.

Kemenpora RI juga menyiapkan pelatnas dengan sasaran utama atlet terbaik.

“Atlet terbaik akan dipelatnas dimulai pada Oktober untuk mengikuti Olimpiade mendatang,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan Diauddin mengatakan, pihaknya bersyukur telah mengikuti acara pembukaan Pra Popnas Zona 3 ini, sehingga para atlet pelajar Provinsi Kalimantan Selatan siap mengikuti pertandingan.

“Atlet Provinsi Kalimantan Selatan optimis serta semangat untuk dapat menghasilkan yang terbaik pada ajang Pra Popnas Zona Tiga ini,” ucap Diauddin.

Event kejuaraan olahraga antar pelajar se Indonesia yang dilaksanakan di Solo ini, merupakan Prapopnas zona 2 dan zona 3 yang diikuti 14 provinsi di Indonesia.

Ada 8 cabang olahraga yang dilombakan dimana memperebutkan juara satu dan dua, yang akan lolos pada jenjang selanjutnya yaitu Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara mendatang. (SRI/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Apresiasi LPPL Radio Abdi Persada Raih Juara di Ajang Anugerah KPI 2024

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasinya kepada Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM, yang berhasil meraih juara pertama dalam kategori lembaga penyiaran publik lokal radio pada ajang bergengsi Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Tahun 2024.

LPPL Abdi Persada FM menerima Anugerah KPI 2024 di Jakarta

Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, di Banjarbaru, Senin (11/11).

Menurut Muslim, penghargaan tersebut merupakan bukti kualitas siaran Abdi Persada FM yang dinilai edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Pemerintah Provinsi, dimana LPPL kita, Abdi Persada FM, mendapat penghargaan prestisius. Saya ucapkan selamat atas perjuangan yang telah diapresiasi oleh KPI Pusat,” ujar Muslim.

Muslim juga menyampaikan harapannya agar penghargaan ini memotivasi Abdi Persada FM untuk terus meningkatkan kualitas program siaran yang bisa memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Semoga semangat mereka semakin mantap dan ke depannya Abdi Persada FM dapat menghasilkan program-program baru yang selalu dinantikan oleh masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan, Diskominfo Kalsel berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan bantuan kepada Abdi Persada FM dalam pengembangan program siaran yang lebih berkualitas dan menjangkau masyarakat lebih luas.

“Diskominfo siap mendukung penuh agar Abdi Persada FM tetap menjadi teladan dalam dunia penyiaran dan terus menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat Banua,” tutupnya.

Untuk diketahui, LPPL Abdi Persada FM yang merupakan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut berhasil menorehkan prestasi sebagai LPPL Radio Terbaik se Indonesia dalam ajang Anugerah KPI 2024 di Jakarta, Rabu (8/11) yang diterima langsung oleh Direktur LPPL Radio Abdi Persada, Syarifah Norhani. (BDR/RDM/RH)

Meriahkan Hari Wayang Nasional, Taman Budaya Kalsel Gelar Parade Dalang Wayang Kulit Banjar

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Hari Wayang Nasional, Taman Budaya di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, sukses menggelar Parade Dalang Wayang Kulit Banjar Lintas Generasi, Senin (11/11).

Kepada sejumlah wartawan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Kalsel Suharyanti, disela kegiatan pada mengatakan, Parade Dalang Wayang Kulit Banjar Lintas Generasi ini dimaksudkan, untuk memberi edukasi ke masyarakat secara luas, bahwa Wayang tidak hanya bisa disaksikan oleh orang tua, tetapi generasi Z dan kalangan millenial.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, saat memberikan komentarnya

“Gelaran Wayang ini sebagai bentuk melestarikan warisan budaya,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, Parade Dalang Wayang Kulit Banjar Lintas Generasi ini menghadirkan Dalang Afdal untuk Anak, Dalang Saidi bagi Remaja, Dalang Kadri untuk Dewasa dan Dalang Umpuk bagi senior, dan penabuh Sanggar Anak Pandawa Panggung Kabupaten Hulu sungai Tengah (HST). Ia mengapresiasi, gelaran ini telah berlangsung sukses yang dapat dilihat dari kehadiran para penonton.

“Kami tidak hanya melibatkan generasi muda sebagai pemain, juga para penonton yang hadir diutamakan berasal dari generasi muda,” jelasnya

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedalangan Seluruh Indonesia (Pepadi) Kalsel Taufik Rahmat Hidayat menambahkan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Taman Budaya Kalimantan Selatan, telah memeriahkan Hari Wayang Nasional ini dengan menggelar Parade Dalang Wayang Kulit Banjar Lintas Generasi, agar dapat semakin dikenal oleh masyarakat di Banua. Taufik berharap, Dinas terkait dapat memprogramkan Pagelaran ini diseluruh Kabupaten dan Kota, agar tidak lekang oleh zaman.

Ketua Pepadi Kalsel Taufik Rahmat Hidayat, saat diwancara awak media

“Saat ini untuk pembinaan Dalang sudah berkembang dengan baik, mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa,” tutupnya.

Untuk diketahui, Parade Dalang Wayang Kulit Banjar Lintas Generasi dimulai pukul 21.00 – 03.00 WITA dini hari, gelaran dipusatkan di Panggung Rampa, lingkungan Taman Budaya berlokasi Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Hadapi Musim Hujan, Dinsos Kalsel Tingkatkan Kapasitas Tagana Water Rescue

BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan kapasitas relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) melalui kegiatan pemantauan kapasitas Tagana Spesialis Water Rescue (penyelamatan di perairan).

Kabid Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi (kanan) menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta

Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari yaitu 11-13 November 2024, dibuka oleh Plt Kepala Dinsos Kalsel, Muhammadun yang diwakili Kepala Bidang Penanganan Bencana, Achmadi. Kegiatan ini diikuti puluhan relawan Tagana dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel, anggota Kwarda Pramuka Kalsel dan Dinsos Kalsel.

Suasana Pelatihan Pemantapan Kapasitas Tagana Water Rescue

Kabid Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi mengatakan kegiatan pemantapan kapasitas Tagana itu sebagai kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir menjelang musim penghujan. Untuk itu, lanjutnya, relawan Tagana Spesialis Water Rescue harus memiliki kemampuan yang kapabel untuk melakukan upaya penyelamatan korban di perairan.

“Mengingat wilayah Kalsel dikelilingi ribuan sungai yang berpotensi dilanda banjir sehingga keahlian Tagana untuk penyelamatan di air menjadi kebutuhan mutlak,” jelasnya, Senin (11/11).

Ia mengungkapkan keterampilan khusus yang diberikan meliputi teknik penyelamatan di air, menggunakan peralatan Water Rescue hingg mengoperasikan perahu karet.

“Peningkatan kapasitas relawan Tagana agar lebih kuat dan profesional, khususnya pemantapan water rescue dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan seperti kejadian kecelakaan lalu lintas di laut, kebakaran di pesisir, orang tenggelam dan lain-lain,” terangnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, Achmadi menambahkan pelatihan tersebut untuk memperkuat koordinasi antara Tagana dengan instansi terkait lainnya, seperti Kemensos, Kemenkes dan Basarnas agar penanganan bencana banjir dapat lebih cepat, efektif dan terkoordinasi.

“Keberadaan Tagana Water Rescue ini diharapkan bisa meminimalisir dampak bencana serta memberikan pertolongan yang cepat dan tepat kepada masyarakat,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Menang Praperadilan, Status Tersangka Paman Birin Digugurkan

JAKARTA – Memasuki usianya yang ke-57 pada Selasa (12/11), Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mendapat kado istimewa. Berupa putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang menerima permohonan praperadilan gubernur dua periode tersebut.

Dengan demikian, status tersangka Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel) dalam kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadi gugur.

“Mengadili, dalam pokok perkara, menerima dan mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” ujar Afrizal Hadi, Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, saat membacakan amar putusannya pada Selasa (12/11).

Hakim menyatakan, penetapan tersangka terhadap Paman Birin adalah tidak sah dan tidak memiliki kekuatan mengikat. Paman Birin, diketahui tidak tertangkap tangan (OTT) pada awal Oktober lalu, sehingga harus dilakukan pemeriksaan terhadapnya terlebih dahulu, sebelum menyematkan status tersangka.

Saat menetapkan Paman Birin sebagai tersangka, penyidik KPK ternyata tidak melakukan pemeriksaan terlebih dulu terhadap Paman Birin. Hal itu diketahui dari tidak adanya bukti yang dibawa Tim Biro Hukum KPK, saat sidang Praperadilan. Bahkan diketahui, Paman Birin juga belum dilakukan pemanggilan secara sah untuk diperiksa.

Hakim juga menepis pembelaan KPK, yang menganggap Paman Birin tidak bisa mengajukan Praperadilan, karena tidak diketahui keberadaannya. Menurut hakim, kesimpulan penyidik KPK yang mengatakan Paman Birin melarikan diri atau tidak diketahui keberadaannya adalah prematur. Hal ini didasarkan pada tidak adanya surat panggilan pemeriksaan maupun penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan KPK.

“Berdasarkan dalil pemohon dan termohon beserta seluruh alat bukti ternyata tidak ada yang menunjukkan pihak termohon menerbitkan surat penetapan DPO,” ujar hakim.

Gubernur Kalsel usai memimpin apel pagi pada Senin (11/11)

Sebelumnya pada Senin (11/11) pagi, Paman Birin secara mengejutkan muncul di halaman kantor Gubernur di Banjarbaru, dan memimpin apel pagi. Kemunculan Paman Birin setelah kurang lebih satu bulan tidak diketahui kabarnya ini, mendapat reaksi beragam dari para ASN yang mengikuti apel pagi. Perasaan senang dan haru menjadi satu, melihat orang nomor satu di Provinsi Kalsel tersebut, akhirnya kembali beraktivitas meski dalam kondisi yang terlihat lebih kurus. (RIW/RDM/RH)

Pemprov Dukung Pembangunan Kodam di Kalsel, Siapkan Lahan 10 Hektar

BANJARBARU – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar menyambut audiensi Tim Pengkaji Mabesad dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tentang rencana peningkatan Korem 101/Antasari menjadi Kodam di Kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru, pada Senin (11/11) siang.

Suasana pertemuan Pemprov Kalsel dengan Tim Pengkaji Mabesad

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik, Adi Santoso, Waasrena Kasad Bidang Jemen dan RB, Kolonel Inf Eko Hariyanto dan jajaran lainnya.

“Terkait kajian pembangunan mengenai peningkatan status Komando Resor Militer (Korem) menjadi Komando Daerah Militer (Kodam) di Kalimantan Selatan. Prinsip pemerintah provinsi bahwa kita telah mengalokasikan tanah seluas 10 hektar,” ucap Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar saat rapat di kantor Gubernur Kalsel pada Senin (11/11).

Roy Rizali Anwar mengaku, bahwa pihaknya telah menerima usulan dari Korem 101/Antasari itu mengenai pembangunan gedung tersebut. Nanti, menurutnya secara teknis dapat diteruskan pada rapat selanjutnya.

Di tahun 2025 mendatang, Roy Rizali Anwar menjelaskan telah menganggarkan dana untuk pembangunan daerah. Untuk menindaklanjuti itu, sembari menunggu penunjukkan jabatan di PUPR Kalsel dari BKN dan Kemendagri.

“Tahun ini dengan waktu yang tersedia singkat, proses lelang itu biasanya sekitar minimal 2 bulan. Perencanaan pembangunan dan riset itu tahun 2025 nanti, alokasi dana akan kita dorong,” terangnya.

Roy Rizali Anwar juga menjelaskan konsep pembangunan daerah yaitu gotong royong, tentu dianggarkan melalui pembiayaan dana Pemprov Kalsel kemudian iuran 13 Kabupaten/Kota. Kini telah proses pembangunan gedung Kejati, DPRD dan sebagainya.

Sementara itu, Waasrena Kasad Bidang Jemen dan RB, Kolonel Inf Eko Hariyanto menyampaikan, bahwa kebijakan sekarang berbeda pada sebelumnya. Konsep pertahanan yang serius kini didorong pada pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.

“Atas dasar itu beliau (Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto) menginginkan 50 besar yang berada di pulau itu akan dibangun,” tegasnya.

Kolonel Inf Eko Hariyanto menyebut di sana ada kekuatan besar yang mampu menggerakkan ketahanan daerah. Dari 50 besar itu nanti akan ada satuan TNI yang berkantor.

Dengan modal itu, Kolonel Inf Eko Hariyanto menerangkan bahwa mampu melindungi dan mengamankan pulau tersebut dari serangan. Dari masing-masing provinsi, pihaknya ingin meningkatkan status Korem menjadi Kodam.

“Kami juga berterimakasih atas diterimanya audiensi pada hari ini. Dan Pemprov Kalsel telah mendukung hal tersebut, sehingga menguatkan TNI AD di Banua,” pungkasnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version