Pastikan Produksi 10 Juta Batang per Tahun, Menteri LHK Resmikan PLA

BANJARBARU – Setelah sempat ditinjau progres pembangunannya pada September lalu, Persemaian Liang Anggang Banjarbaru, akhirnya diresmikan pada Senin (14/10). Peresmian dilakukan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar, didampingi Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rut Kruger Giverin, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar serta Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Garibaldi Thohir.

Sekdaprov Kalsel saat menyambut Menteri LHK di Persemaian Liang Anggang

Peresmian Persemaian Liang Anggang, juga menandai diresmikannya 4 persemaian lainnya. Yakni Persemaian Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Persemaian Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Persemaian Likupang, Sulawesi Utara serta Persemaian Toba, Sumatera Utara.

Menteri LHK menyerahkan bibit tanaman kepada Sekdaprov Kalsel

Peresmian ditandai dengan penanaman anak bibit pohon, dan penandatanganan prasasti untuk 5 lokasi persemaian yang tersebar disejumlah lokasi di Indonesia tersebut. Kegiatan ini diikuti dengan berjalannya dua unit truk, yang membawa sejumlah bibit tanaman.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, Provinsi Kalimantan Selatan telah menyusun rencana kerja Folu Netsink 2030 Sub Nasional, dan telah menyiapkan segala perangkat yang dimungkinkan untuk mendukung penurunan target Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.

Dimana target penurunan emisi gas rumah kaca mencapai sebesar 140 juta ton CO2 pada tahun 2030.

“Selain itu, Pemprov Kalsel juga telah menandatangani kerjasama dengan tim pengelola Folu Net Sink 2030 melalui dukungan kerjasama Indonesia – Norwegia Tahap I, pada 22 Maret lalu di Jakarta”,” papar Roy.

Pada kesempatan ini, Roy Rizali Anwar mewakili Pemprov Kalsel, mengucapkan terima kasih dan rasa bangga atas dibangunnya Persemaian Liang Anggang (PLA), dengan skema Public Private Partnership, antara Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) dan PT. Adaro Indonesia.

“Dengan kapasitas produksi 10 juta batang bibit per tahun, Persemaian Liang Anggang ini akan menjadi penopang gerakan revolusi hijau, dan sekaligus mendukung komitmen Indonesia dalam percepatan National Determined Contribution (NDC) dan Folu Net Sink 2030,” terang Roy.

Sementara itu, Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar, mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan KLHK RI melalui BPDAS Barito, guna mendukung kegiatan RHL, sesuai dengan dokumen Rencana Induk Revolusi Hijau, dan Rencana Umum Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (RURHL), distribusi bibit ke kesatuan pengelolaan hutan (KPH) dan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam di kabupaten/kota.

Siti Nurbaya berharap, kerjasama, sinergi dan kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kementerian LHK, serta pihak-pihak terkait, dapat meningkat lagi. Sehingga paru-paru dunia dari hutan Kalimantan Selatan selatan, akan lebih banyak lagi memberikan oksigen kehidupan untuk alam semesta.

“Program ini memiliki istilah persemaian skala besar. Jadi memang ada perkembangan yang positif, terus kita urus dan bertujuan untuk mendorong lingkungan melalui rehabilitasi lahan dan hutan,” ucap Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya menambahkan, program ini menyasar lahan-lahan kritis yang merupakan daerah rawan banjir dan longsor. Sementara, Pemprov Kalsel merencanakan Forest and Other Land Use (FOLU) di tahun 2030.

“Terus terang, Kalimantan Selatan memang termasuk yang terbaik dalam kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Tahun ini dapat award kembali, luar biasa kerjasama antara DPRD Kalsel dan Pemprov Kalsel dalam mendorong kegiatan itu,” ungkap Siti Nurbaya menutup sambutannya.

Di akhir kegiatan, Menteri LHK melakukan telewicara dengan 4 lokasi persemaian yang juga diresmikan secara virtual pada Senin (14/10). (RIW/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version