BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso menghadiri acara Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, pada Rabu (2/10) di kawasan jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pengukuhan Fadjar Majardi sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan ini, dilakukan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta. Fadjar Majardi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Grup Departemen Komunikasi, menggantikan Wahyu Pratomo yang memasuki masa purna tugas setelah memimpin KPwBI Kalimantan Selatan sejak Desember 2022.
Dalam sambutannya, yang dibacakan Adi Santoso, Gubernur berharap, Fadjar Majardi dapat melanjutkan kinerja pimpinan terdahulu.
“Saya berpesan kepada Kepala BI Kalsel yang baru, agar cepat beradaptasi dan menyambung koordinasi dengan mitra-mitra, lanjutkan kinerja yang sudah bagus, dan sempurnakan dengan terobosan-terobosan yang lebih baik lagi,” ujar Paman Birin.
Pada pengukuhan ini, Gubernur juga tidak lupa menyampaikan ucapan selamat kepada Fadjar Majardi, yang telah dipercaya untuk memimpin KPw BI Kalsel, juga ucapan terima kasih kepada Wahyu Pratomo, atas dedikasinya selama memimpin dan bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Saya berharap, bapak Fadjar Majardi dapat menunjukkan kinerja terbaiknya sebagai pimpinan tertinggi di BI Kalsel, rekam jejak pengalaman dalam memimpin kantor perwakilan di daerah – daerah sebelumnya, niscaya dapat menjadi modal untuk menghadapi tantangan perekonomian di Banua, Kalsel Babussalam,” lanjutnya.
Selanjutnya, Paman Birin mengajak kepala perwakilan yang baru, beserta seluruh direksi untuk mengoptimalkan perannya bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan mitra strategis lainnya, meningkatkan koordinasi dan kolaborasi guna menangani pengendalian inflasi, mendorong elektronifikasi transaksi pembayaran, hingga mengawasi aktivitas perbankan dan keuangan di daerah.
Sementara itu, dalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kontribusi Wahyu Pratomo selama masa jabatannya.
“Di bawah kepemimpinannya, sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah berhasil memperkuat stabilitas ekonomi Kalimantan Selatan,” pujinya.
Salah satu pencapaian yang patut diapresiasi adalah keberhasilan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dalam menekan laju inflasi. Pada Triwulan II 2024, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Selatan turun menjadi 2,34 persen (yoy), lebih rendah dibanding Triwulan I 2024 yang mencapai 2,58 persen (yoy).
“Atas prestasi dalam pengendalian inflasi daerah, Kalimantan Selatan meraih penghargaan TPID Award sebagai TPID Provinsi dengan Kinerja Terbaik se-Kalimantan selama dua tahun berturut-turut, yang menjadi salah satu bukti nyata kolaborasi Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” urainya.
Dalam kesempatan tersebut, Filianingsih juga menggarisbawahi lima fokus utama Bank Indonesia di daerah sebagai sebagai strategic advisor pemerintah daerah. Yakni pengendalian inflasi, pengembangan ekonomi daerah, akselerasi ekonomi dan keuangan terutama bidang sistem pembayaran, penyediaan uang Rupiah berkualitas, serta penguatan tata kelola dan kepemimpinan. Di bidang sistem pembayaran, perkembangan digitalisasi dan elektronifikasi di Kalimantan Selatan telah menunjukkan hasil sangat positif dan tumbuh dengan pesat.
“Hal ini tercermin dari penggunaan QRIS oleh 400 ribu merchant dan lebih dari 700 ribu pengguna,” tambahnya.
Filianingsih kemudian memperkenalkan Fadjar Majardi sebagai pemimpin baru yang diharapkan mampu melanjutkan prestasi ini dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan ekonomi Kalimantan Selatan.
Dengan pengalamannya yang luas, termasuk sebagai Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Daerah di KPwBI DKI Jakarta serta keterlibatannya dalam bidang Moneter dan Komunikasi di Kantor Pusat BI, Fadjar diyakini akan memperkokoh sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait. (RIW/RDM/RH)

