BANJARBARU – Ditengah kesibukannya sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Selatan, Nurliani (Bunda Nunung) menyempatkan untuk berkumpul dengan para awak media yang biasa bertugas di Kota Banjarbaru, dengan makan bersama di salah satu rumah makan di kota ini, Senin (5/8).
Ya, Bunda Nunung yang dikenal dekat dengan wartawan ini sengaja melakukan hal tersebut, meski masih dihari-hari awal penunjukannya sebagai Pj Sekdako.
“Bunda senang sekali, hari ini bisa bertemu dengan rekan-rekan Bunda dari media. Tolong kerjasamanya ya, selama Bunda di sini (bertugas dipemko Banjarbaru),” ucap Bunda Nunung.
Pj. Sekdako Banjarbaru yang baru ditugaskan sejak 1 Agustus ini juga berharap, pemberitaan di kota Idaman ini selalu positif.
“Bunda berpesan, agar rekan-rekan wartawan juga selalu memberitakan berbagai hal yang positif di kota ini. Agar kondusifitas selalu terjaga,” tutupnya.
Ia juga mengingatkan, agar apapun informasi yang didapat tentang Pemko Banjarbaru, harus dikonfirmasi sebelumnya.
Sebelumnya, di hari yang sama Bunda Nunung juga menjadi Pembina upacara di Setdako Banjarbaru. Ia menutup amanatnya dengan sebuah pantun.
“Dengan Bismillah Bunda melangkah, Menuju Banjarbaru yang penuh berkah, Mohon terima Bunda dengan lillah karena Allah, Agar Bunda bisa menjalankan tugas dengan amanah.
Satu lagi, Tapai Gambut liwar manisnya Baras lakatan itu bahannya Mari kita bekerja bersama Agar Banjarbaru selalu JUARA,” tutupnya dengan tersenyum. (RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, akan memimpin Kirab Merah Putih ke-5 bersama ribuan rider dalam rangkaian Hari Jadi (Harjad) ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024, sekaligus peresmian jalan bebas hambatan Batulicin – Banjarbaru pada Sabtu, (24/8) mendatang.
Suasana rapat persiapan Kirab Merah Putih 2024
Diperkirakan, sebanyak 10.000 peserta akan meramaikan kegiatan Kirab Merah Putih ini, terdiri dari ASN SKPD Pemprov Kalsel, anggota TNI/Polri, BUMN komunitas motor dan masyarakat umum.
Seperti tahun sebelumnya, Kirab Merah Putih ke-5 Tahun 2024 ini akan menggunakan pakaian ala pejuang/tactical dan outfit merah putih.
Adapun rute Kirab Merah Putih ke-5 yaitu start dimulai dari Makodim 1022/Tanah Bumbu, lalu menuju Desa Mantewe; Desa Kahelaan, Sungai Pinang; Tiwingan Lama, Aranio dan Alam Roh 24 Kiram (Finish). Total rute yang akan ditempuh sekitar 192 kilometer.
Rencana kegiatan Kirab Merah Putih ke-5 disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar di Ruang Rapat Aberani Sulaiman, Kantor Setdaprov Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru pada Senin (5/7).
Rapat ini turut dihadiri Korem 101/Antasari, Kodim 1022/Tanah Bumbu, Dirlantas Polda Kalimantan Selatan, Pimpinan SKPD Pemprov, Tenaga Ahli Gubernur dan jajaran Forkopimda Kalsel, Ketua Komunitas Sepeda Motor dan Undas Production (EO) serta jajaran SKPD Provinsi Kalsel.
“Alhamdulillah, pada rapat hari ini kita dapat berkumpul dalam rangka Kirab Merah Putih ke-5 sekaligus peresmian jalan bebas hambatan Banjarbaru – Batulicin dan Harjad ke-74 Provinsi Kalsel. Tujuan rapat pada siang ini mengetahui rangkaian konsep dari pihak EO,” ucap Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.
Roy menekankan, agar seluruh jajaran SKPD Provinsi Kalsel dapat berkoordinasi dan melakukan rapat bersama dengan instansi terkait, demi mempermudah kelancaran kegiatan Kirab Merah Putih tersebut.
Di forum, Roy Rizali tampak berdialog dengan Korem 101/Antasari, Kodim 1022/Tanah Bumbu dan pihak EO yaitu Undas Production yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan di lapangan.
“Perhatikan dan persiapkan, bagaimana peserta kirab agar mendapatkan konsumsi makanan dan penginapan, sehingga antar stakeholder harus bersinergi dan berkolaborasi dalam acara itu di lapangan,” tegasnya.
Kasiter Kasrem 101/Antasari, Letkol Inf Oo Sahrojat menjelaskan, konsep pelaksanaan beserta diagram waktu. Ia menyebut, dulu sebanyak 7.000 orang maka tahun ini harus lebih meriah lagi maka kuota ditambah menjadi 10.000 orang.
“Perjalanan akan menempuh jarak 192 kilometer, sehingga diperkirakan memakan waktu 4 jam dari titik kegiatan. Mulai dari start di Makodim 1022/Tanah Bumbu menuju Alam Roh 24 di Kiram,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Staf Korem (Kasrem) 101/Antasari Kolonel Inf Hari Santoso menyampaikan, bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan di lapangan, sebagaimana konsep yang telah dirumuskan dalam rapat.
“Alhamdulillah, tadi kita sudah membahas kegiatan Kirab Merah Putih ke-5. Jadi harapannya, tentu rangkaian acara ini harus lebih bagus dari sebelumnya. Rangkaian konsepnya sudah cukup matang,” ucap Kolonel Inf Hari Santoso, selepas rapat.
Kolonel Inf Hari Santoso menjelaskan, jajarannya akan turun ke lapangan pada lusa atau dua hari ke depan. Ia berharap, momentum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79 akan dikenang luar biasa bagi masyarakat, serta diakhir kepemimpinan Gubernur Kalsel, Paman Birin.
Diketahui bahwa Dinsos Provinsi Kalsel berkolaborasi dengan BPBD Provinsi Kalsel, juga akan mendirikan 3 Dapur Senyum di rest area di sejumlah titik acara. Meriahnya lagi, ada 1.000 unit door prize seperti sepeda motor, AC, mesin cuci, kulkas dan berbagai hadiah lainnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar ekspose hasil kajian pengembangan ekonomi Kalsel serta penyerahan Laporan Hasil Pengawasan (LHP) penguatan ekonomi, perlindungan sosial, dan pelestarian lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Ekspose tersebut diselenggarakan di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Senin (5/7).
Dalam paparannya, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan latar belakang dari pertemuan ini berawal dari keinginan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. Tak lupa dirinya juga mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, atas dedikasi dan komitmen yang telah diberikan dalam melakukan pengawasan penguatan ekonomi, perlindungan sosial, dan pelestarian lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan.
“Bahwasanya latar belakang dari pertemuan pada hari ini berawal dari keinginan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalsel,” ungkap Roy.
Roy menambahkan, pihaknya tak menampik bahwa struktur ekonomi Kalsel masih menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada sektor pertambangan dengan kontribusi pada PDRB sebesar 32,02 persen. Ketergantungan yang tinggi pada sektor pertambangan membawa potensi risiko yang tidak bisa diabaikan.
“Kita menghadapi ancaman fluktuasi harga komoditas di pasar global. Ketika harga komoditas tambang turun, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap perekonomian daerah kita. Lalu, tentu ada isu keberlanjutan lingkungan hidup yang juga perlu kita perhatikan dengan serius,” lanjut Roy.
Berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membutuhkan strategi yang komprehensif untuk mendiversifikasi ekonomi, dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan.
“Kita perlu mengembangkan sektor-sektor ekonomi lain yang potensial, sehingga tidak terlalu bergantung pada satu sektor saja,” ucap Roy.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menurutnya menginginkan, hasil kajian tersebut dapat menjadi salah satu acuan dan panduan utama bagi semua pihak, dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang tepat dan relevan untuk memajukan perekonomian Kalsel.
“Dengan menggunakan LHP dan hasil kajian ini sebagai landasan, maka akan mampu merancang strategi yang lebih terarah dan efektif dalam upaya diversifikasi ekonomi. Hal ini akan membantu seluruh pihak dalam mengoptimalkan potensi sektor-sektor lain, menciptakan lapangan kerja baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” tutup Roy. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, mengumumkan para Pemenang Lomba, melalui Puncak Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar, akhir pekan tadi.
Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Suharyanti, usai kegiatan mengatakan, dalam rangkaian Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar, yang digelar mulai tanggal 2 – 4 Agustus 2024 di halaman panggung Bakhtiar Sanderta, mulai dari Lomba Vlog, Tari Kreasi, Tema dan Logo serta Festival Pawai Budaya telah diumumkan para Pemenangnya.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, saat diwancara awak media
“Kita berharap, kesenian di Banua dapat semakin maju,” ucapnya
Disampaikan Suharyanti, pihaknya juga mengumumkan Pemenang Lomba Mural, dan salah satu Stand yang turut memeriahkan di Bazzar Kuliner. Selain itu, menyerahkan piala dan uang pembinaan kepada para Pemenang Lomba. Rangkaian kegiatan ini memperingati Hari Jadi Provinsi Kalsel ke 74 dan HUT Kemerdekaan RI ke 79.
“Event tahunan ini selalu digelar dengan terus meningkatkan inovasi,” jelasnya
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati, menambahkan, pihaknya mengapresiasi gelaran ini merupakan bentuk pelestarian dan pemanfaatan budaya bagi para seniman dan budayawan. Dalam rangka menghasilkan karya terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap, kesenian di Kalimantan Selatan akan semakin maju.
“Puncak Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar, juga digelar perayaan HUT Taman Budaya Kalsel ke 42, semoga semakin berjaya kesenian, di seluruh Kabupaten dan Kota,” tutupnya
Juara 1 Festival Pawai Budaya, DPD Harpi Melati Kalsel, menampilkan “Bamandi Pengantin” adat Budaya Banjar
Untuk diketahui, Juara 1 Tari Kreasi diraih Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin, kemudian Juara 1 Festival Pawai Budaya, DPD Harpi Melati Kalsel, dan Juara 1 Mural M Irfan Adiyanto (FAINT). Sedangkan Juara 1 Tema Hari Jadi Provinsi Kalsel ke 74 tahun, diraih Siti Nuridamayanti, dan Juara 1 Logo Rosmia Ahdiyati. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Provinsi Kalsel memberikan bantuan hewan ternak sapi untuk mengembangkan potensi pemukiman serta penguatan ekonomi pada wilayah eks kimtrans di Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti mengatakan bantuan yang diberikan berupa hewan ternak sapi sebanyak 7 ekor dan telah diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan dan didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalsel pada kegiatan Turdes bulan Juli lalu.
“Jadi tujuh sapi tersebut terdiri dari sapi jantan dan sapi betina agar bisa dikembangbiakkan,” katanya.
Irfan menjelaskan program bantuan hewan ternak ini merupakan salah satu arahan dari Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam mengembangkan perekonomian, infrastruktur dan kelembagaan pada kawasan eks pemukiman transmigrasi di Kalimantan Selatan.
Untuk itu, Irfan berharap, dengan bantuan ini, masyarakat dapat mengembangkannya sehingga menjadi sentral sapi di Kalimantan Selatan, dan berdampak terhadap perekonomian terus meningkat.
“Kami berharap dengan bantuan ini para warga dapat membudidayakan hewan ternak tersebut agar ke depannya bisa menjadi sentral sapi karena di setiap tahunnya program ini mendapatkan hasil yang signifikan bagus,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan dan Pembangunan Satuan Pemukiman Pugar (PPSP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Mustapa menambahkan selain memberikan bantuan hewan ternak, pihaknya juga memberikan pelatihan pembibitan dan penggemukan ternak sapi bibit bali.
“Apabila peternakan ini bisa terus dikembangkan maka bisa meningkatkan taraf hidup di wilayah eks kimtrans,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda di Banua Tahun 2024, dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Senin (5/8). Acara dibuka oleh Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri, didampingi Kabid Pengembangan Kepemudaan Dispora Kalsel Anugrah.
“Dilaksanakannya kegiatan ini, agar para pemuda di Banua dapat memiliki pengetahuan bagaimana mengali kemampuan dalam dirinya, untuk bisa menjadi pemimpin,” ungkap Fathul.
Sekretaris Dispora kalsel Fathul Bahri didampingi Kabid Pengembangan Pemuda Anugrah
Dispora Kalsel, lanjutnya, sebagai wadah dalam hal peningkatan kemampuan pemuda di Banua.
“Dispora Kalsel berperan aktif untuk memberikan pelatihan kepemimpinan, kepada pemuda yang ada di 13 Kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Kepemudaan Dispora Kalsel Anugrah mengatakan, pada kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 60 orang, dari perwakilan berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Banua.
“Peserta pelatihan ini dari perwakilan organisasi kepemudaan,” ucapnya.
Anugrah berharap, kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para pemuda yang mengikuti kegiatan tersebut, dan kedepannya akan lahir pemimpin dari pemuda di Banua.
“Peningkatan jiwa kepemimpinan pemuda juga, dalam rangka peningkatan Indek Pembangunan Pemuda di Kalsel,” ucap Anugrah. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, memberikan apresiasi tinggi terhadap Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kalimantan Selatan (Kalsel), dalam acara malam penganugerahan penghargaan dan pemberian bantuan sosial kepada insan musik daerah yang berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (4/8) malam.
Suasana malam anugerah penghargaan dan penyerahan bantuan PAPPRI Kalsel
Dalam sambutannya Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan mengatakan PAPPRI Kalsel telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memajukan seni musik di daerah serta kinerja dalam menciptakan dan mempromosikan karya-karya musik lokal yang patut diapresiasi.
Asisten III Bidang Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan saat membacakan sambutan Gubernur
“Pertemuan kali ini dapat memperkuat jalinan silaturahmi antara seniman serta dapat membangun kolaborasi yang erat, termasuk berupaya menjaga kesenian dan kearifan lokal daerah,” katanya.
Sahbirin Noor juga menyoroti peran penting PAPPRI Kalsel dalam mengembangkan peran industri musik di Banua.
“Semoga PAPPRI Kalsel terus berkontribusi dalam melestarikan budaya dan mengangkat potensi musik daerah ke kancah nasional, terus berkarya dan menginspirasi bagi semua,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PAPPRI Kalsel, Dino Sirajuddin, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Gubernur, Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan membawa musik Kalimantan Selatan dikenal lebih luas lagi,” tutur Dino.
Untuk diketahui, dalam kesempatan tersebut beberapa musisi dan pencipta lagu berprestasi dari Kalsel juga menerima bantuan dana atas kontribusi mereka dalam dunia musik yang berasal dari hasil konser Tony Wenas yang merupakan Ketua Umum DPP PAPPRI.
Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, seniman, Komunitas musik dan musisi lokal ini diakhiri dengan penampilan seni musik tradisional dan modern. (BDR/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru pada Minggu (4/8) pagi. Musda mengusung tema, “Satukan Langkah Dalam Tranformasi Kesehatan Untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan dan Berkesinambungan Berbasis Bukti.”
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel dan Ketua Umum IBI Periode 2018-2023, Emi Nurjasmi.
“Selamat datang para peserta Musda IBI ke-7 ini di Bumi Kalsel Babussalam. Dalam musyawarah ini sebagaimana mencerminkan sebuah konsistensi dan solidaritas ikatan bidan di Kalsel,” ungkap Paman Birin di atas podium.
Dalam kesempatan itu, Paman Birin turut mendoakan agar eksistensi kepengurusan ini agar dapat berlanjut dari tahun ke tahunnya. Karena, menurut Paman Birin, sejatinya organisasi ini berperan besar dalam mendukung Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Bagi Paman Birin, pelayanan kesehatan di masyarakat sangatlah penting yang bersentuhan langsung dengan warga. Karena kesehatan adalah kebutuhan dasar yang harus diberikan, sebagaimana undang-undang telah merumuskan sebagai sektor pembangunan nasional maupun daerah secara prioritas.
“Oleh sebab itu, sektor kesehatan harus selalu kita perbaiki dari segala kekurangannya. Kita sempurnakan dalam berbagai aspeknya, baik itu anggaran, pelayanan, fasilitas maupun pembinaan,” tutur Paman Birin
Paman Birin berharap agar pengurus baru IBI Kalsel dapat mengemban amanah dan menjalankan perannya di masyarakat, sebagaimana mendukung Gerakan Masyarakat (Germas) Cinta Banua.
“Kepada pengurus baru, saya berharap dapat menjadi pionir kesehatan. Demikian saya ucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Musda IBI Kalsel ke-7 maka saya nyatakan resmi dibuka,” ucap Paman Birin, yang diiringi tepuk tangan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Musda ke-7 IBI Kalsel, Mariana menjelaskan, musyawarah ini terbagi dua yaitu sidang terbuka dan tertutup, yang diikuti 140 orang dari pengurus daerah dan sebanyak 2 orang pengurus pusat.
“Tujuan kegiatan Musda ke-7 ini agar mempertahankan eksistensi kebidanan Indonesia di Kalsel. Kita mengacu AD/ART, sesuai dengan semangat itu maka penyelenggaraan ini berlangsung selama dua hari sejak 3-4 Agustus,” ungkap Mariana.
Mariana mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Kalimantan Selatan atau Paman Birin yang selalu mendukung kegiatannya, serta perwakilan pengurus pusat (PP) Ikatan Bidan Indonesia yakni Emi Nurjasmi.
Dalam forum itu diketahui bahwa Supri Nuryani, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Kalimantan Selatan pada periode sebelumnya, menyerahkan tongkat estafet kepengurusan kepada Rusmiati Agustina dalam Musda IBI ke-7 tersebut. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)