Dalami Dunia Radio, Mahasiswa Prodi Ilkom Uniska Kunjungi LPPL Abdi Persada FM

BANJARBARU – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Abdi Persada 104,7 FM menerima kunjungan dari Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAAB) Banjarmasin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, di Banjarbaru, Kamis (16/5).

Kunjungan yang berjumlah 63 orang tersebut terdiri dari dosen dan mahasiswa yang bertujuan untuk memberikan wawasan industri radio dan juga penyiaran digital dengan cara praktek.

Dosen UNISKA Banjarmasin Muhari berharap melalui kegiatan kunjungan ini dapat menambah ilmu serta pengalaman terlebih lagi sesuai dengan jurusan mereka yakni Ilmu Komunikasi

Suasana Kunjungan Uniska ke LPPL Abdi Persada FM

“Ini bagian dari explorasi teori yang sudah kami berikan kepada mahasiswa dibangku kuliah, mereka belajar produksi kali ini mereka melihat langsung bagaimana dunia penyiaran dan pemberitaan secara mendalam di Abdi Persada FM,” ucap Muhari.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada LPPL Abdi Persada FM dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan telah memberikan sambutan yang baik atas kunjungan tersebut

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan mudah-mudahan mereka bisa terus menerapkan Ilmu yang didapat serta melalui kunjungan ini dapat lebih memicu bakat dan minat terhadap penyiaran,” ungkapnya

Sementara itu, Plt. Direktur Abdi Persada FM, Endah Puspita Sari mengapresiasi antusias dari mahasiswa UNISKA Program Studi Ilmu Komunikasi yang mengikuti seluruh rangkaian kunjungan ke LPPL Abdi Persada FM, ia juga menilai kegiatan ini sangat penting bagi mereka terlebih lagi untuk generasi muda agar lebih meminati radio

“Saya mewakili seluruh jajaran LPPL Abdi Persada FM sangat berterimakasih atas kunjungan ini, antusias mereka sangat tinggi dengan kegiatan ini diharapkan bisa bermanfaat dan dapat lebih mengetahui Radio yang bukan hanya didengar melainkan juga bisa disaksikan lewat media sosial dan YouTube,” tutupnya.

Untuk diketahui, pada rangkaian kunjungan tersebut para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan jajaran direksi LPPL Abdi Persada FM mengenai penyiaran serta dapat merasakan secara langsung siaran di kabin siar LPPL Radio Abdi Persada. (BDR/RDM/APR)

Pemprov Kalsel Bersama Dekranasda Ikuti Pameran Expo Syukuran HUT Ke-44 Dekranas di Solo

SOLO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perindustrian (Disperin) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel sebagai pembina Industri Kecil dan Menengah (IKM) mengikutsertakan Pameran Expo dalam Rangka HUT Dekranas ke-44, di salah satu Hotel di Solo, Jawa Tengah.

Selain itu, HUT Dekranas ke-44 dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional Dekranas dan Parade Mobil Hias yang telah didukung Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel diikuti TP PKK Kalsel dalam mendukung pariwisata.

Plt Kepala Disperin Provinsi Kalsel, Mursyidah Aminy yang juga Plt Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalsel mengatakan, pihaknya memang membawa dua pelaku IKM dengan memasarkan produk unggulannya masing-masing, termasuk sasirangan.

Produk kerajinan unggulan IKM yang dipamerkan sudah terbukti kualitasnya, seperti produk kain sasirangan dan fashion berbahan sasirangan ready to wear.

Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj Raudhatul Jannah (Kiri)

“Mudah-mudahan kerajinan produk sasirangan Kalsel bisa lebih menarik minat masyarakat karena kita sudah tahu Sasirangan sekarang sudah terdaftar sebagai warisan budaya sehingga sasirangan terhindar dari adanya pengakuan dari daerah atau negara lain,” kata Mursyidah, Rabu (15/5).

Mursyidah mengungkapkan, pihaknya akan terus menjalankan program Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah (Acil Odah) dalam memajukan potensi produk kerajinan yang bernilai ekonomi untuk peluang usaha.

“Sehingga para pelaku usaha di Kalsel bisa termotivasi dalam mengembangkan produknya agar bisa lebih memperluas jaringan pasar,” tutur Mursyidah.

Diutarakannya, kedepannya akan lebih memotivasi para pelaku IKM dalam mengembangkan sasirangan pewarna alam karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Kami memang mendukung penuh kepada para pelaku IKM dalam memasarkan produk daerah agar bisa diminati pasar domestik dan pasar ekspor,” tutup Mursyidah. (DISPERIN.KALSEL-MRF/RDM/APR)

Peringati Hari Buku Nasional, Dispersip Kalsel Gelar Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi

Banjarmasin – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi di aula kantor Dispersip Kalsel, Kamis (16/5).

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani menyampaikan sosialisasi budaya baca dan literasi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei 2024.

Dalam kegiatan ini, lanjutnya, Dispersip Kalsel menghadirkan narasumber yaitu Kepala Perpusnas RI Periode 2016-2023 yang kini menjabat sebagai Pustakawan Ahli Utama Muhammad Syarif Bando dan Penulis/Editor, Randu Alamsyah.

Peserta Sosialisasi Minat Baca dan Literasi di aula Dispersip Kalsel

“Jadi kita sangat perlu menggali ilmu dan pengalaman Beliau, bagaimana menumbuhkembangkan minat baca dan literasi di Banua,” jelasnya.

Kepala Dispersip Kalsel yang akrab disapa Bunda Nunung ini menambahkan tema yang diangkat pada kegiatan ini yaitu “Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Potensi Lokal” dengan harapan para peserta dapat memahami cara memanfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat di Kalsel.

“Selain itu, melalui kegiatan ini dapat selalu terpromosikan minat baca dan menulis serta perpustakaan di Kalsel,” harapnya.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando mengungkapkan dalam kegiatan tersebut, rata-rata yang dikeluhkan antara lain kurangnya bahan bacaan. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk berdiskusi terkait bagaimana menjadi penulis yang baik.

Sosialisasi Minat Baca dan Literasi di aula Dispersip Kalsel

“Mulai menulis dengan melatih para pemula dan juga menulis tentang apa yang paling dekat dengan kita, yaitu SDA, kebudayaan, kearifan lokal, dan ini menjadi modal yang potensial untuk menanamkan kesadaran dan kecintaan terhadap bangsa dan negara,” terangnya.

Syarif juga berharap agar pemerintah daerah lebih memperbanyak buku-buku tentang potensi SDA, budaya dan kearifan lokal agar masyarakat dapat belajar dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Ratusan peserta dari kalangan pelajar mahasiswa dan masyarakat umum tampak antusias mengikuti sosialisasi budaya baca dan literasi yang dilaksanakan secara on-site dan juga ditayangkan melalui live streaming di channel YouTube Dispersip Prov Kalsel. (NRH/ RDM/APR)

Bus BRT Banjarbakula Beroperasi Kembali

BANJARMASIN – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan saat ini, telah mengoperasikan kembali Bus BRT Banjarbakula.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi menjelaskan, pada Selasa 14 Mei 2024 lalu, pihaknya sempat menghentikan operasional Bus BRT Banjarbakula, karena terjadi keterlambatan pengantaran biosolar ke SPBU.

Kadishub Kalsel Fitri Hernandi

“Sempat dihentikan operasional Bus BRT Banjarbakula, sebenarnya tidak karena kelangkaan BBM hanya terjadi keterlambatan pengantaran,” ungkapnya, Kamis (16/5).

Sehingga, lanjutnya, bus yang seharusnya beroperasi jam 9 pagi, tidak bisa dilakukan. Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Namun, pada Rabu 15 Mei 2024 bisa beroperasi kembali untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Fitri berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali, dan bus dapat terus berjalan seperti biasanya.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap suplai biosolar terus terjaga, untuk angkutan umum massal di perkotaan di Banua,” ujarnya.

Fitri menjelaskan, untuk BBM yang digunakan bus BRT dan BTS jenis biosolar.

Sehingga tidak adalah terjadi keterlambatan ataupun kekosongan BBM tersebut.

Untuk ketersediaan biosolar akan dibicarakan dengan pihak Pertamina untuk mekanisme lebih lanjutnya.

“Saat ini kami terus melakukan upaya perbaikan perbaikan, untuk peningkatan pelayanan terhadap angkutan umum massal perkotaan tersebut,” ucap Fitri. (SRI/RDM/APR)

Peringati Hari Museum dan HUT Tentara ALRI, Museum Wasaka Kalsel Masuk Sekolah

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, di Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, menggelar kegiatan Museum masuk Sekolah.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, dalam pesan whatsAppnya pada Kamis (16/5) mengatakan, kegiatan Museum masuk sekolah ini, dalam rangka memperkenalkan Museum Wasaka, yaitu sebuah Museum Perjuangan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kemudian memperingati Hari Museum Internasional dan HUT ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Di mana,
sangat penting dikenal secara langsung oleh
para peserta didik di Banua.

“Ada empat sekolah yang dikunjungi dari 4 Kabupaten,” ucapnya

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, saat memberikan sambutan

Disampaikan Arry, empat sekolah yang dikunjungi yaitu SMAN 1 Kelumpang Hilir di Kabupaten Kotabaru, SMKN 1 Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, SMAN 1 Kabupaten Tanah Laut dan ke SMAN 1 Rantau
Kabupaten Tapin. Ia berharap, dengan digelarnya Museum masuk Sekolah ini, para generasi muda akan semakin mengenal sejarah perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Di mana, saat ini telah diabadikan melalui berdirinya Museum Wasaka, serta peninggalan berbagai benda-benda koleksi para pejuang Revolusi Fisik tahun 1945 – 1949, yang telah tersimpan dengan rapi di ruang pamer.

Salah satu benda koleksi yang dipamerkan, dalam kegiatan Museum masuk Sekolah

“Program ini menambah minat para generasi muda, untuk mengenal semua benda-benda bersejarah Museum Wasaka Kalsel,” pintanya

Lebih lanjut Arry menambahkan, dalam kunjungan ke empat sekolah ini, pihaknya membawa beberapa benda-benda koleksi yang terkait dengan perjuangan Revolusi Fisik diantaranya Jimat (Alquran kecil, baju bewafak dan rantai babi), peralatan markas (mesin ketik, radio), alat dapur (kenceng), senjata (tobak, pisau belati, pistol dan peluru batu). Kemudian peserta didik diberikan materi oleh Selamet Hadi Trianto.

“Semoga Museum masuk Sekolah ini, dapat semakin menambah wawasan dan pengetahuan oleh generasi muda tentang sejarah perjuangan di Kalsel,” tutupnya.
(MUSEUMWASAKA.KALSEL/NHF/RDM/APR)

Exit mobile version