Museum Wasaka Kalsel Diapresiasi Jajaran Direktorat

BANJARMASIN – Museum Wasaka Kalimantan Selatan, mendapat apresiasi dari Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Sutan Emir Hidayat.

Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalsel, dan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah (ki-ka)

Pada Selasa (19/3) mengatakan, pihaknya baru pertama kali mengunjungi ke Museum Perjuangan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan menilai benda-benda koleksi sangatlah tertata rapi, bahkan merupakan sebuah media edukasi, bagi regenerasi untuk semakin mengenal sejarah para pejuang di Kalsel.

“Saya sangat bangga karena bisa melihat secara langsung peninggalan para pahlawan di masa revolusi fisik,” ucapnya

Hal senada juga disampaikan, Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalsel , Syafriadi. Menurutnya, Museum Wasaka merupakan salah satu gambaran bahwa besarnya perjuangan dari para pahlawan di Kalimantan Selatan, dalam mempertahankan kemerdekaan. Dimana, dapat dilihat melalui benda-benda koleksi yang dipamerkan, seperti beragam jenis perlengkapan perang diantaranya pedang, senapang, pakaian dan alat makan menggunakan rajah, mesin ketik serta radio.

“Museum Waja Sampai Kaputing ini tidak hanya sebagai tempat wisata juga edukasi,” ungkapnya

Sementara itu, Pemandu Museum Wasaka Kalsel, Miliandi, menambahkan, selama bulan Ramadhan ini untuk jam kerja tidak ada perubahan, yaitu Selasa hingga Kamis mulai pukul 09.00 – 15.00 WITA. Kemudian Jumat dari jam 09.00 – 11.00 WITA, Sabtu dan Minggu pukul 09.00 – 12.30 WITA. Setiap harinya akan ada tiga pemandu yang bertugas secara bergantian dan para pengunjung tidak dipungut biaya masuk atau gratis.

Pemandu Museum Wasaka Kalsel, Miliandi

“Untuk hari Senin dan Tanggal Merah tetap libur,” tutupnya

Untuk diketahui, Museum Wasaka milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memiliki sekitar 400 benda koleksi bersejarah, berlokasi di Jalan Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Terus Dorong IKM Pangan Dalam Percepatan Sertifikasi Halal

BANJARBARU – Berbagai macam fasilitas bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Banua terus ditingkatkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk membantu sarana prasarana bagi para pelaku IKM. Salah satu fasilitas, yakni Klinik IKM yang terdapat di Kantor Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel, juga bisa dimanfaatkan para pelaku IKM, sebagai wadah konsultasi maupun audensi dalam mempercepat sertifikasi halal yang berakhir pada 17 Oktober 2024 mendatang.

Plt Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, pihaknya terus kembali mengingatkan agar pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) bisa memanfaatkan klinik IKM yang berada di kantor Disperin Provinsi Kalsel, sebagai wadah konsultasi maupun audensi dalam mempercepat sertifikasi halal yang berakhir pada 17 Oktober 2024 mendatang bagi produk pangan yang meliputi makanan dan minuman.

PLT Kepala Disperin Kalsel Hanifah Dwi Nirwana

“Kita tahu kendala sertifikasi halal yang sering dialami itu kurangnya kesadaran dan pengetahuan pelaku usaha dan akses informasi, terkait sertifikasi halal. Selain itu, jumlah Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) yang bersertifikat halal juga menjadi salah satu hambatan untuk mempercepat proses sertifikasi halal,” ucap Hanifah, Selasa (19/3).

Hanifah menambahkan, pembinaan RPH di Provinsi Kalsel ada 11 kabupaten/kota, tiga diantaranya sudah bersertifikat halal, yaitu Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Kota Banjarmasin.

“Maka dari itu, Dinas Perkebunan dan Peternakan akan mendampingi kabupaten/kota untuk melakukan sertifikasi halal terhadap RPU dan RPH dan dilakukan juga pelatihan terhadap juru penyembelihan hewan yang diselenggarakan oleh lembaga berlisensi,” lanjut Hanifah.

Pemerintah Provinsi Kalsel, melalui Disperin Provinsi Kalsel, terus mendorong peningkatan pembuatan sertifikat halal bagi para pelaku IKM, yakni dengan memfasilitasi sertifikasi halal gratis. Kewajiban melakukan sertifikasi halal sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

“Setiap tahunnya program sertifikasi halal gratis dari Pemerintah Provinsi Kalsel terus dijalankan melalui koordinasi Dinas Perindustrian kabupaten/kota,” ucap Hanifah.

Hanifah pun menginginkan, dinas terkait dapat mensosialisasikan pentingnya sertifikasi halal dan mengambil peran di bidangnya masing-masing serta tidak membatasi jumlah pengumpulan data potensi agar percepatan sertifikasi halal dapat dimaksimalkan.

“Sehingga disusunlah rencana aksi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, seperti Dinas Perdagangan, UMKM, Lembaga Sertifikasi, Universitas Islam Negeri, Perbankan, Dinas Kominfo dan lainnya,” tutup Hanifah. (DISPERIN-KALSEL/MRF/RDM/RH)

Ramadhan 1445 H, Layanan Poliklinik RSUD Ulin Berjalan Seperti Biasa

BANJARMASIN – Warga tetap ramai mengunjungi Poliklinik RSUD Ulin Banjarmasin di Bulan Ramadhan, untuk mendapatkan layanan kesehatan. Mengingat, Pelayanan Poliklinik di RSUD Ulin Banjarmasin pada Bulan Ramadhan berjalan seperti biasanya.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin mengatakan, selama bulan Ramadhan untuk pelayanan diberikan tetap sama seperti sebelumnya.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

“Untuk pelayanan kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin tidak ada perubahan,” ungkap Diauddin, kepada sejumlah wartawan, Selasa (19/3).

Hanya saja, lanjutnya, saat ini untuk pendaftaran online melalui website RSUD Ulin Banjarmasin. Tidak lagi dilakukan secara manual.

“Bagi warga yang belum mengerti mengenai pendaftaran online tersebut, maka dapat datang ke RSUD Ulin Banjarmasin, untuk mendapatkan bantuan oleh petugas,” ujarnya.

Pelayanan Poliklinik RSUD Ulin Banjarmasin Senin sampai Kamis untuk pendaftaran jam 8 pagi sampai jam 11 siang, sedangkan untuk pelayanan pasien dari jam 8 pagi hingga jam 1 siang.

Dalam kesempatan tersebut, Diauddin juga menghimbau kepada masyaraka di Kalsel untuk bersahur dan berbuka dengan makanan bergizi, dalam menghadapi cuaca pancaroba ini.

“Pada musim pancaroba ini dimana ada hujan serta panas yang cukup tinggi. Dengan kondisi seperti ini maka kondisi daya tahan tubuh masyarakat cukup terganggu,” ucapnya.

Oleh karena itu, disarankan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi makanan bergizi, diwaktu sahur dan berbuka puasa. Seperti lengkap buah, sayur, serta lainnya.

“Selain itu, masyarakat juga diminta untuk cukup istirahat, dan berolahraga,” ujarnya.

Untuk berolahraga disarankan mendekati waktu berbuka puasa. (SRI/RDM/RH)

Momen Pekan Kedua Ramadhan, Paman Birin Tadarusan Keliling dan Bagikan Al Qur’an

BANJAR – Momentum Ramadan 1445 Hijriah benar – benar dimanfaatkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, untuk keliling melakukan tadarusan di musala hingga masjid secara bergantian.

Gubernur Kalsel memberikan Al Qur’an kepada pengurus Musala dan masjid

Seperti yang terlihat pada malam ke-8 Ramadhan, Paman Birin keliling tadarusan bersama warga di berbagai musala hingga masjid di Kabupaten Banjar, pada Senin (18/3) malam.

Selepas shalat tarawih, Paman Birin tanpa pengawalan khusus dan pemberitahuan terlebih dulu, singgah di beberapa tempat musala hingga masjid.

Pertama, Paman Birin singgah di Musala Miftahul Chair Martapura. Melihat warga yang sedang menggelar tadarusan, Paman Birin spontan berhenti kemudian masuk serta turut duduk menunggu giliran membaca Al Qur’an.

Sontak saja, melihat kehadiran Paman Birin, warga yang awalnya kaget mempersilahkan orang nomor satu di Kalsel itu untuk turut tadarusan.

Setelah membaca beberapa surah, sebelum meninggalkan musala Miftahul Chair, Paman Birin membagikan Al Qur’an.

Tadarusan Paman Birin pun bergeser ke
Langgar Misbahuddin Bincau. Seperti di langgar sebelumnya, kehadiran Paman Birin juga langsung berbaur dengan warga yang sedang tadarusan dan turut membaca Al Qur’an serta diakhiri dengan pembagian Al Qur’an.

Kemudian, tadarusan juga dilakukan Paman Birin di Masjid Asshobirin Bincau Martapura, dan diakhiri dengan pembagian Al Qur’an.

Warga yang semula kaget atas kehadiran Paman Birin pun menyambut senang bisa tadarusan bersama.

“Kami kaget Paman Birin tiba-tiba hadir dan duduk bersama ikut tadarusan. Kami ucapkan terimakasih atas kehadiran Paman Birin dan pembagian Al Qur’an,” ungkap Muhammad, warga Martapura.

Sementara itu, Gubernur Paman Birin pun mengaku bersyukur pada Ramadhan tahun ini, diberikan kesempatan Allah SWT untuk bisa tadarusan bersama warga Banua.

“Alhamdulilah, malam ini ulun bersama warga tadarusan. Bagi ulun, membaca Al Qur’an pada bulan Ramadhan sangatlah penting, karena pada bulan inilah Al Qur’an diturunkan Allah SWT,” ungkap Paman Birin.

Pada kesempatan itu, Paman Birin mendoakan warga Banua mendapatkan kemudahan dan keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa.

“Ulun mendoakan, pada bulan Ramadhan, bulannya Al Qur’an ini, Banua kita selalu diberikan keberkahan dari Allah SWT,” tutup Paman Birin. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version