Paman Yani Minta Pemprov Kalsel Berikan Alsintan Sesuai Kontur Lahan

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, melanjutkan kegiatan reses hari ketujuh, di Tanah Bumbu, Sabtu (27/1).

Kegiatan menyerap aspirasi masyarakat kali ini kembali digelar di dua lokasi yakni Desa Api-Api dan Desa Sepunggur, Kecamatan Kelumpang Hilir.

“Ternyata banyak permintaan masyarakat di Tanah Bumbu dan Kotabaru termasuk di lokasi ini adalah alsintan (alat mesin pertanian),” kata Yani Helmi di sela kegiatan.

Alsintan yang dibutuhkan, menurutnya tentu saja yang sesuai dengan kontur lahan garapan. Seperti di Desa Sepunggur, traktor apung sangat dibutuhkan mengingat kontur tanah yang berair.

“Traktor apung ini bekerja fleksibel, jadi bisa dipakai untuk lahan kering maupun basah,” terang wakil rakyat akrab disapa Paman Yani.

Paman Yani berharap keinginan para petani itu dikabulkan oleh Pemprov Kalsel. Terlebih ada belasan Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) di Desa Sepunggur.

“Ini yang kami dan gapoktan inginkan. Kami juga selaku anggota DPRD akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat bisa terpenuhi sesuai keinginan,” tuturnya.

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu mengungkapkan alasannya fokus pada sektor pertanian lantaran inflasi beras yang terus meningkat.

“Daripada uangnya untuk beli beras luar, lebih baik kita gunakan untuk mensejahterakan petani kita disini. Tentu saja dampaknya kita juga bisa menekan inflasi,” pungkas Paman Yani. (SYA/RDM/RH)

Digagas Paman Birin, Lomba Baca Puisi Nasional Bertema Syekh Arsyad Al Banjari Diminati Peserta se-Indonesia

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, menyerahkan piala dan hadiah lomba baca puisi nasional bertajuk Piala Paman Birin 2, kepada para pemenang usai Sholawatan dan Tausyiah yang berlangsung di Bumi Shalawat Desa Kiram, Kabupaten Banjar pada Jumat (26/1) malam.

Lomba yang diikuti 2.371 peserta dari berbagai daerah se-Indonesia ini, mencapai puncaknya dengan penampilan 5 (lima) finalis di acara final yang digelar di Bumi Shalawat desa Kiram, Kabupaten Banjar.

Para finalis ini berhasil mencuri perhatian dengan puisi-puisi indah mereka yang mengangkat tema “Syekh Arsyad Al Banjari.”

Juara pertama lomba baca puisi nasional Piala Paman Birin 2, jatuh kepada Raden Mono Wangsa dari Bekasi, yang berhasil meraih nilai tertinggi sebesar 840.

Sebagai apresiasi atas prestasinya, Raden Mono Wangsa diberikan piala dan hadiah uang sebesar Rp35 juta rupiah oleh Gubernur Kalsel.

Selain juara pertama, empat juara terbaik lainnya adalah Ridho Novrihati dari Kalimantan Selatan, Bode Riswandi dari Tasikmalaya, Jawa Barat, M. Sulkan dari Jawa Tengah, dan Septian Natalia dari Lampung. Masing – masing juara terbaik berhak atas hadiah sebesar 7,5 juta rupiah.

Sebelum penyerahan piala, warga dan jamaah Sholawatan dan tausiyah disuguhkan dengan pembacaan puisi oleh juara pertama dan empat terbaik lomba baca puisi nasional.

Acara tersebut menjadi momentum berharga untuk memperlihatkan bakat-bakat muda di bidang sastra, serta mendukung pengembangan minat baca dan kreativitas di kalangan generasi muda Indonesia.

Gubernur Paman Birin menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang telah mengikuti lomba baca puisi nasional Piala Paman Birin 2.

Paman Birin pun berharap agar lomba ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan apresiasi terhadap sastra dan budaya Indonesia.

“Lomba baca puisi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan apresiasi terhadap sastra dan budaya Indonesia. Saya berharap, melalui lomba ini, kita dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap sastra dan budaya,” kata Paman Birin. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version