Jaring Aspirasi Masyarakat, Paman Yani : Ini Bukan Kampanye

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, kembali menggelar reses guna menjaring aspirasi dari daerah konstituennya.

Salah seorang warga (mic) saat menyampaikan aspirasi kepada Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi

Lokus kegiatan kali ini, yakni di Desa Hidayah Makmur dan Desa Kupang Berkah Jaya, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (4/11).

Kedatangan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel akrab disapa Paman Yani itu, disambut antusias oleh ratusan warga. Hal ini terbukti dengan banyak dari mereka yang meminta foto bersama sebelum dan sesudah pelaksanaan reses.

Salah seorang warga tengah mengabadikan momen bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (coklat)

Beberapa hal menjadi bahan yang disampaikan Paman Yani, seperti menjaga persatuan menjelang pemilihan umum, serta memilih kriteria pemimpin yang mengerti dan mau mendengarkan aspirasi masyarakatnya.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali berada di tengah masyarakat. Karena memang sebagai wakil rakyat, saya harus datangi mereka dalam setiap kondisi. Tidak pada saat hendak minta dipilih saja. Karena bagi saya, jabatan adalah amanah,” paparnya.

Sama seperti dilokasi reses sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan tentang kekeringan air bersih akibat kemarau panjang yang melanda Kalsel termasuk Tanah Bumbu.

“Memang selama tiga hari reses ini, masyarakat banyak mengeluhkan kekeringan. Untuk sementara kita hanya bisa membantu dengan membagikan air bersih setiap harinya, tetapi permasalahan kekeringan ini juga sudah saya sampaikan dalam rapat Banggar,” tutur Paman Yani.

Paman Yani pun mengaku akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa embel-embel politik, mengingat amanah yang harus dilaksanakan.

“Apa yang saya lakukan bukan untuk kampanye, ini murni untuk menjalankan amanah saya selaku anggota deman,” tegas Paman Yani.

Di sela reses, Paman Yani memberikan beberapa kuis seputar proyek prioritas yang saat ini tengah digalakan oleh Pemprov dan DPRD Kalsel  untuk Kabupaten Tanah Bumbu, seperti jalan bebas hambatan Banjarbaru-Batulicin serta jembatan penghubung Pulau Laut-Pulau Kalimantan. (SYA/RDM/RH)

Reses ke Desa Manunggal, Paman Yani Dinilai Sosok Legislator Merakyat

TANAH BUMBU – Hari kedua reses tepatnya di Desa Manunggal, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, mendapat banyak ucapan terimakasih dari warga setempat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan

Salah seorang warga, Abdul Azis, bahkan mengaku bangga kepada wakil rakyat akrab disapa Paman Yani itu.

Menurutnya,Paman Yani bukan saja mendengarkan apa yang mereka keluhkan, tetapi juga benar-benar direalisasikan.

“Contohnya pembangunan tempat ibadah di sini. Beliau banyak berkontribusi terhadap pembangunan masjid untuk kami. Berkat Paman Yani masjid di sini sudah mulai rampung 70 persen, dan sudah bisa digunakan untuk beribadah,” ungkapnya.

Selain bekerja nyata, Abdul Azis menilai Paman Yani juga merupakan sosok legislator yang ramah dan murah senyum.

“Paman Yani sosok menyenangkan. Legislator yang merakyat,” imbuhnya.

Sementara itu, Paman Yani menyebut, apa yang ia lakukan semata-mata karena untuk kesejahteraan masyarakat. Khususnya di daerah konstituennya yakni Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

“Ini memang sudah tugas dewan. Bagaimanapun sebagai anggota dewan, saya harus tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Paman Yani.

Meski sudah banyak memberi bukti, Paman Yani mengaku masih banyak PR yang harus dikerjakan demi kesejahteraan masyarakat, khususnya untuk jangka panjang.

“Misalnya masalah kekeringan di musim kemarau seperti sekarang. Tidak bisa kalau kita hanya berpikir untuk membangun sumur bor, karena manfaatnya hanya dirasakan di skala kecil. Jadi solusinya yang sedang kita upayakan yakni pembangunan embung, supaya bukan hanya warga desa sini yang merasakan manfaat, tetapi seluruh warga Tanah Bumbu,” terang Paman Yani.

Adapun saat reses, dihadapan ratusan warga yang hadir, Paman Yani menyerukan tetap menjaga persatuan terutama menjelang pemilihan umum tahun 2024.

“Jangan ada perpecahan. Jangan sampai tertipu oleh politik uang, pilihlah pemimpin berdasarkan hati nurani,” pesan Paman Yani. (SYA/RDM/RH)

Barongsai Paman Birin Cup 2023, Gubernur Harapkan Kalsel Dapat Menggelar Festival Barongsai Internasional

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar festival barongsai Paman Birin Cup 2023, yang bertempat di Atrium salah satu Mall terbesar di Kota Banjarbaru, pada Minggu (5/11). Pembukaan festival barongsai tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi kalsel Hermansyah, beserta Ketua Barongsai Kalsel Nawang Wijayati.

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini menyampaikan rasa bangganya karena Barongsai Kalsel pernah menjadi juara dunia. 

“Sebagai orang Kalimantan Selatan, saya tentu kaget melihat kehebatan Tim Barongsai Banua ini yang berhasil Go Internasional,” ucap Paman Birin. 

Ia juga mengharapkan, Kalimantan Selatan dapat menggelar Event Festival Barongsai Internasional, yang dapat menghadirkan berbagai tim dari dunia untuk berlomba di banua tercinta ini. 

“Didalam kesenian Barongsai, memiliki sejuta makna serta mengandung nilai-nilai luhur kehidupan yang bisa kita jadikan sebagai landasan dalam kehidupan sosial masyarakat, ” ucap Paman Birin. 

Ia juga berpesan, agar masyarakat Kalimantan Selatan dapat menjaga banua ini, agar seni maupun budayanya tetap lestari hingga ke generasi-generasi selanjutnya.

“Bagi peserta festival barongsai, teruslah berkreasi, berekspresi dan teruslah berinovasi, dalam memberdayakan, mengembangkan serta memasyarakatkan seni maupun budaya yang kita miliki sekarang,” tutup Paman Birin. 

Sementara itu, Ketua Barongsai Kalsel Nawang Wijayati menyampaikan, pihaknya menyambut baik wacana Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang berencana akan menggelar festival Barongsai Internasional di Banua ini. Dimana Kalimantan Selatan pernah menjadi juara pada kejuaraan Barongsai Nasional, dan Internasional. Bahkan, Kejuaraan festival barongsai Paman Birin Cup 2023 yang saat ini dilaksanakan, merupakan kejuaraan Nasional, sehingga pihaknya mendatangkan para 10 juri dari berbagai Daerah yang sudah memiliki sertifikasi khusus penjurian standar Nasional pada festival Barongsai.

Ketua Barongsai Kalsel Nawang Wijayati (kanan)

“Artinya ini perhatian Pemangku kebijakan, dimana Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sangat peduli terhadap olahraga yang ada di Kalimantan Selatan, ” ungkap Nawang. 

Nawang menjelaskan, suatu kehormatan bagi Barongsai Provinsi Kalimantan Selatan, yang diberikan kepercayaan untuk melaksanakan kejuaraan Barongsai Internasional di Banua ini. Hal ini juga memerlukan persiapan yang lebih matang, dikarenakan sudah banyaknya Negara-Negara yang berminat untuk mengikuti kejuaraan festival Barongsai ini. 

“Ada sekitar 10 Negara yang ingin hadir kedepannya, apabila Kejuaraan Festival Barongsai dilaksanakan di Kalimantan Selatan,” tutup Nawang. 

Kejuaraan Festival Barongsai di Kalimantan Selatan, tentunya akan membawa pergerakan dan dampak yang luar biasa di berbagai bidang, seperti bidang perekonomian, pariwisata, sosial dan budaya. (MRF/RDM/RH)

Hari Pertama Reses, Paman Yani Soroti Kekurangan Air Bersih di Tanbu

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, mengaku prihatin atas kekurangan air bersih yang dialami sebagian besar warga Tanah Bumbu, akibat kemarau ekstrem sejak beberapa bulan terakhir. 

Suasana reses Muhammad Yani Helmi, di RT 017, Desa Manunggal, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu

Hal itu disampaikan wakil rakyat akrab disapa Paman Yani, pada hari pertama kegiatan menjaring aspirasi masyarakat (Reses), di RT 001 dan RT 017, Desa Manunggal, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, baru-baru tadi. 

Menurutnya, kekurangan air bersih adalah permasalahan yang tidak bisa dianggap remeh. Bahkan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga telah menyerukan kepada siapapun yang memiliki suplai air bersih berlebih dan armada angkutnya, untuk berkolaborasi membantu masyarakat yang kekeringan. 

“Memang di daerah lainpun sama. Persoalan yang kita hadapi adalah air bersih dampak kemarau ekstrem yang kita alami sejak beberapa bulan terakhir,” kata Paman Yani. 

Ia sendiri mengaku memiliki satu buah pick up serta tandon yang hampir setiap hari menyuplai air bersih gratis ke beberapa Kecamatan di Tanah Bumbu. 

“Saya berharap dengan kemampuan seadanya ini, bisa menggerakkan Pemerintah Daerah, aparat Desa dan Kecamatan, serta perusahaan agar turut membantu kebutuhan air bersih ke seluruh masyarakat di Tanah Bumbu,” harap legislator Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu. 

Selain bantuan langsung, Paman Yani mengaku, juga telah menggelar rapat Banggar untuk membangun embung di Kabupaten Tanah Bumbu, khususnya di wilayah yang rawan kekeringan. 

“Semoga bisa segera direalisasikan. Walaupun memang ada kabar baik dari Pemerintah Pusat yang akan membangun bendungan Riam Kiwa menggunakan APBN, tetapi ini tidak menyelesaikan persoalan kami di Tanah Bumbu. Makanya kami minta disini juga dibangun embung,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version