Sosper ke Desa Semayap, Paman Yani Ingatkan Bayar PKB Sebelum Program Relaksasi Berakhir

KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi atau Paman Yani menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) No 05 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel), di Desa Semayap, Pulau Laut Utara, Kotabaru, Sabtu (2/9).

Di lokasi itu, Paman Yani kembali mengingatkan tentang pemberian insentif yang diberlakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) khusus kendaraan bermotor (ranmor) yang akan berkahir pada 30 September nanti.

Paman Yani berharap, program yang digalakan Pemprov Kalsel sejak 1 Juli 2023 dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kalsel itu, mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan digelarnya sosialisasi Perda Pajak Daerah dapat menjadi pemahaman penting bagi masyarakat. Apalagi program ini akan berakhir bulan ini,” ucap Paman Yani.

Menurut wakil rakyat dari fraksi Partai Golkar itu, Pemprov Kalsel sangat peduli terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat. Karenanya, kebijakan yang diberikan selama tiga bulan itu, lanjut Paman Yani, bahkan menerapkan program diskon hingga penghapusan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Membayar wajib pajak tepat waktu itu mendapatkan diskon. Kendaraan yang sudah menunggak (PKB) puluhan tahun pun mendapatkan pemotongan. Nah, ini yang diberikan Pemprov Kalsel untuk masyarakat,” ungkap Paman Yani.

Melalui pembayaran pajak, Paman Yani menyebut, pembangunan di Kalsel termasuk Kotabaru akan semakin lebih berkembang. Pasalnya, sebanyak 70 persen hasil pemungutan pajak di suatu daerah akan disalurkan ke Pemda setempat. Sementara 30 persennya akan dikelola oleh Pemprov.

“Dengan membayar pajak artinya kita sudah berkontribusi terhadap pembangunan daerah yang nantinya akan dinikmati oleh anak cucu kita di masa akan datang,” tutur Paman Yani.

Seperti diketahui, pemberian insentif dari Pemprov Kalsel itu juga berlaku untuk Bea Balik Nama (BBN II) yang akan berakhir pada 9 Desember 2023. (SYA/RDM/RH)

Buka Kejurprov Sambo Series II Kalsel Tahun 2023, Paman Yani : Atlet Sambo Go Harus Internasional

KOTABARU – Kejurprov Sambo Series II Kalsel Tahun 2023 resmi dibuka oleh Ketua Umum Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Yani Helmi, di Gor Indoor Kotabaru, Sabtu (2/9).

Sebanyak 170 peserta dari 9 Kabupaten/Kota se-Kalsel mengikuti kejuaraan yang diselenggarakan di GOR Indoor Kotabaru, mulai 1 – 3 September 2023 ini.

Ketua Umum Persambi Kalsel Muhammad Yani Helmi mengapresiasi Kejurprov Series II ini, menurutnya keterlibatan Pemda setempat termasuk KONI Kalsel dan Kotabaru serta pihak-pihak lainnya sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kegiatan.

“Semoga Kejurprov ini menghasilkan atlet yang bisa mengharumkan Kalsel dalam ajang PON ke 12 di Aceh dan Sumatera Utara nanti,” ujar Paman Yani (sapaan akrabnya).

Paman Yani berharap kejuaraan sekaligus ajang seleksi atlet Cabor Sambo Kalsel untuk PON XII ini, membuat Kalsel bisa mempertahankan serta melebihi raihan medali yang didapat atlet Sambo Kalsel pada berbagai kejuaraan tingkat Nasional dan Internasional sebelumnya.

“Sambo memang cabang olahraga baru, tetapi atlet banua kita sudah ada yang berhasil mewakili Indonesia ketika kejuaraan di Rusia dan Kazhakstan. Bahkan meraih medali emas dan perak pada saat itu,” ucap pria yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel itu.

Demi mewujudkan Cabor Sambo sebagai salah satu cabor andalan Kalsel, Paman Yani memastikan Pengurus Daerah (Pengda) Sambo akan terbentuk di seluruh Kabupaten/Kota Kalsel pada 2024 mendatang.

“Saat ini sudah ada 9 Pengda yang kita bentuk. Kita pastikan 2024 nanti seluruh Kabupaten Kota akan ada pengurusnya,” beber Paman Yani.

Sementara itu, KONI Kotabaru Usman Pahero, mendukung penuh berbagai kegiatan pembibitan atlet Sambo di Kalsel khususnya Kotabaru. Ia mengaku juga akan terus berkolaborasi dengan pemerintah setempat, untuk menyusun berbagai program pengembangan cabor ini.

“Kita optimis atlet Sambo Kalimantan Selatan insyaallah akan berbicara di kejuaraan Nasional maupun Internasional,” katanya. (SYA/RDM/RH)

Ketum Persambi Kalsel Inginkan Atlet Sambo Banua Terus Berprestasi di Kancah Dunia

KOTABARU – Ketua Umum Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Yani Helmi, menggelar ramah tamah bersama Pengprov Persambi dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kotabaru serta Pemprov Kalsel, di Pelabuhan Perikanan, Kotabaru, Jumat (1/9) malam.

Suasana malam ramah tamah Ketua Umum Persambi Kalsel Muhammad Yani Helmi (topi) bersama Pengprov Persambi dan PSHT Kotabaru, di Pelabuhan Perikanan Kotabaru, Jumat (1/9) malam

Pertemuan ini membahas tentang perkembangan olahraga khususnya Sambo di Banua. Salah satunya yakni keberhasilan atlet Sambo Kalsel yang meraih juara pertama dan kedua saat mewakili Indonesia di Rusia dan Kazhakstan.

Ketua Umum Persambi Kalsel Muhammad Yani Helmi (kiri) saat menyerahkan cendera mata kepada salah seorang anggota Pengprov Persambi Kalsel

Ketua Persambi Provinsi Kalsel Muhammad Yani Helmi atau Paman Yani, mengaku bangga dengan perkembangan olahraga Sambo di Banua. Menurutnya, meski masih asing di telinga masyarakat, Kalsel sudah bisa mengirimkan atletnya hingga ke kancah dunia.

“Atlet kita bukan hanya mewakili Kalsel, tetapi mewakili Indonesia. Ini suatu kebanggaan yang harus kita pertahankan. Kalau bisa terus kita tingkatkan lagi,” ucap Paman Yani.

Dalam kesempatan itu, Paman Yani berpesan, keberhasilan Kalsel dalam cabang olahraga (cabor) Sambo harus diturunkan kepada bibit-bibit atlet lain. Agar cabor ini semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi salah satu cabor kebanggaan Banua.

“Masih banyak PR yang harus kita kerjakan. Semoga cabor Sambo semakin banyak peminatnya dan bisa terus mengirinkan atlet ke tingkat Internasional,” tutur Paman Yani yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel.

Selain Sambo, menurut Paman Yani, setiap cabang olahraga patut menjaga kekompakan. Hal itu lanjutnya, bisa dilakukan melalui kerjasama dan saling memberikan support dengan antar cabor olahraga.

“Gubernur Kalsel Paman Birin sangat konsen dengan olahraga Kalsel. Beliau ingin mendongkrak peringkat Kalsel di Nasional. Jadi setiap cabor harus saling kerjasama. Jangan hanya mementingkan cabor yang dipimpin atau dikuasai,” imbuhnya.

Wakil Rakyat dari fraksi Golkar itu juga menginginkan, seluruh cabor khususnya Sambo bisa terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah. Ia juga berharap sosialiasi tentang cabor yang masih asing, dapat dilakukan hingga ke sekolah.

“Bisa kita kolaborasikan dengan Dispora maupun Disdik melalui pelatihan atau coaching clinic guru-guru olahraga di SMA/SMK se-Kalsel,” terangnya.

Tak lupa, Paman Yani juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang telah memberikan perhatian dan dukungannya kepada olahraga di banua ini. (SYA/RDM/RH)

Pansus IV DPRD Kalsel Finalisasi Raperda Perubahan Tatib

BANJARMASIN – Panitia Khusus IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan pembahasan finalisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Tata Tertib DPRD.

Suasana Rapat Pansus IV DPRD Kalsel Membahas Raperda Perubahan Tatib

Dalam rapat pembahasan sebelumnya dari hasil komparasi maupun hasil diskusi, Pansus IV DPRD Kalsel berupaya agar Raperda Tatib ini segera dirampungkan karena banyak point perubahan yang sudah disepakati sehingga menghasilkan 150 pasal.

Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan rapat pansus kali ini sudah masuk tahap finalisasi dan tinggal dikonsultasikan ke Kemendagri untuk bisa diparipurnakan.

“Kami sangat bersyukur hari ini bisa memfinalisasikan tatib, agar bisa diberlakukan pada tahun ini kalau sudah di fasilitasi oleh Kemendagri untuk langsung dijalankan,” katanya kepada wartawan,

Secara umum, lanjut Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini, perubahan-perubahan yang ada di tatib ini menyesuaikan dengan zaman. Ia menyontohkan seperti pada waktu pandemi COVID-19 , didalam tatib tidak disebutkan bahwa boleh melaksanakan kegiatan tersebut melalui virtual.

“Hal seperti ini yang sekarang kita tuangkan dalam tatib yang kita rubah karena ini mengakomodir kepentingan-kepentingan rakyat yang harus kita utamakan,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Ikut Kalsel Expo 2023, UMKM Jabar Cari Mitra Bisnis di Banua

BANJARBARU – Sebanyak 251 stand ikut serta pada Kalsel Expo 2023, yang berlangsung dari 30 Agustus hingga 3 September 2023 di lapangan Murjani Banjarbaru. Salah satu stand berasal dari provinsi Jawa Barat. Tepatnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi, yang membawa produk fashion (busana) craft (kerajinan tangan) dan makanan ringan (snack).

Pelaku UMKM makanan ringan binaan provinsi Jabar

Kepada Abdi Persada FM pada Sabtu (2/9), pelaku UMKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar, Ahmad Susila mengatakan, ada banyak produk makanan ringan yang dipamerkan di Kalsel Expo. Semuanya merupakan produk unggulan Jawa Barat, yang dibawa dari Cimahi, Cirebon, Subang dan kota Bandung.

“Contohnya produk saya ini kerupuk mie rempah, yang sudah diekspor ke Malaysia, dan dibawa pembeli ke Qatar, Amerika Serikat hingga Perancis,” ujarnya.

Selain untuk menjual dan mengenalkan produk unggulan Jawa Barat, Ahmad Susila juga mencari mitra kerja di Kalimantan Selatan.

“Melalui Kalsel Expo ini, kita berharap dapat bertemu mitra kerja, yang dapat memasarkan produk kami di sini,” tutupnya.

Hal senada disampaikan pelaku UMKM lainnya, Rizalullah Alkatirie. Bersama rekannya sesama pengusaha produk fashion, Gunawan, juga mencari mitra kerja di Kalimantan Selatan.

“Saya menjual kaos batik Karyblus, sedangkan rekan saya menjual produk kerajinan tangan dari kulit,” jelasnya.

Pelaku UMKM fashion dan craft binaan provinsi Jabar

Produk yang mereka tawarkan, dibanderol dengan harga 100 ribu hingga 175 ribu rupiah per item, untuk kaos. Sedangkan untuk produk kerajinan tangan, dipasarkan dengan harga 10 ribu rupiah hingga 1 juta rupiah.

“Yang 10 ribu sudah habis terjual,” terang Gunawan dengan sumringah.

Hingga hari ke-4 gelaran Kalsel Expo 2023 ini, produk UMKM yang dijual di stand Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat ini, sudah banyak laku terjual. Khususnya untuk produk makanan ringan, seperti kerupuk, basreng dan juga bawang goreng. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version