Ratusan Anak PAUD Terpadu Aisyiyah 2 Banjarmasin Kunjungi Perpustakaan PalNam

Banjarmasin – Ratusan anak yang merupakan peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terpadu Aisyiyah 2 Banjarmasin berkunjung ke Perpustakaan Palnam Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Kedatangan mereka bertujuan untuk mendekatkan dan menumbuhkan semangat anak-anak untuk menyukai buku dan membaca.

Salah seorang guru pendamping PAUD Terpadu Aisyiyah 2 Banjarmasin, Khadijah mengatakan ada sekitar 140 orang anak dari kelompok bermain A dan B yang datang berkunjung dan berkegiatan di Perpustakaan Anak Palnam. Menurutnya, kunjungan anak-anak tersebut dibagi dalam kelompok selama empat hari, dari 14 – 17 Februari 2022.

Guru Pendamping PAUD Aisyiyah 2 Banjarmasin

“Anak-anak sangat senang dan antusias belajar dan bermain di Perpustakaan Anak Palnam ini. Apalagi suasana perpustakaan anak ini sangat nyaman. Meskipun diantara anak-anak tersebut sudah pernah berkunjung ke perpustakaan bersama orang tuanya, namun mereka sangat semangat kembali mendatangi perpustakaan bersama teman-temannya,” kata Khadijah didamping guru lainnya, Mirna Shopia Apriyanti Nurhaika, Kamis (17/2).

Sebelumnya, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani mengatakan kedatangan anak-anak dari berbagai sekolah ke Perpustakaan Palnam sengaja dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengenalkan serta menumbuhkan minat baca sambil bermain. Apalagi Perpustakaan Anak Palnam terus berbenah dan meningkatkan sarana dan prasarana yang mendukung untuk menarik pemustaka cilik belajar sambil bermain.

“Hal ini juga dilakukan untuk mengisi waktu di sela-sela belajar agar anak-anak lebih mengenal perpustakaan,” jelasnya.

Untuk diketahui, Perpustakaan Palnam siap menerima kunjungan dari sekolah atau masyarakat setiap hari dari Senin sampai Kamis mulai jam 09.00-16.00 WITA. Untuk Sabtu dan Minggu mulai jam 09.00-17.00 WITA dan Jum’at jam 09.00-11.30 WITA. Pelayanan ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penularan virus COVID-19 yang belum usai. (NRH/RDM/APR)

Kalsel Miliki Potensi Besar Jadi Pendukung IKN Baru

BANJARBARU – Kalimantan Selatan memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi pendukung Ibu Kota Negara (IKN) baru, hal ini terlihat dari capaian – capaian yang diraih Kalsel. Seperti selalu surflusnya kebutuhan pangan di banua ini, beserta fasilitas – fasilitas pembangunan yang sudah berjalan untuk mendukung perpindahan IKN baru di Kalimantan Timur.

Belum lama tadi,  Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan, banyak potensi yang dimiliki Kalsel untuk menjadi pendukung IKN baru di Kaltim, sebagian potensi yang dimiliki Kalsel yakni mempunyai pelabuhan dimekar putih dengan kedalaman mencapai 25 meter, area pertanian yang selalu berhasil surflus mencapai 1,1 juta hektar setiap tahunnya, serta sektor Perindustrian yang selalu berkembang disetiap tahunnya.

“Kita sudah berstatemen bahwa Kalsel sebagai gerbang Ibu Kota Negera baru, jadi kita punya potensi cukup besar untuk menyokong Ibu Kota Negara baru di Kaltim, banyak potensi yang ada seperti pelabuhan kita punya potensi laut dalam dimekar putih lautnya sampai 25 M, potensi area pertanian dimana 1,1 juta hektar produksi pertahun dan kebutuhan kita hanya 400 ton pertahun,” ungkap Roy.

Roy menambahkan, pihaknya mengharapkan mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat untuk menjadi pendukung Ibu Kota Negara Baru sehingga perkembangan di Provinsi Kaltim, juga akan menular di Provinsi Kalsel.

“Dukungan dari pemerintah pusat juga diharapkan agar bisa meningkatkan infrasturktur pendukung untuk menjadi jalur transportasi yang nantinya langsung ke Ibu Kota Negara baru,” ungkap Roy.

Dilanjutkan Roy, untuk menjadi pendukung Ibu Kota Negara Baru, Pemerintah Provinsi Kalsel akan mengusulkan peningkatan pendidikan Vokasi di Banua ini. Tujuan peningkatan pendidikan Vokasi di Kalsel yakni untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dibidangnya masing-masing, pihaknya telah mengusulkan sejumlah Politeknik kepada Kementerian untuk mendapatkan jurusan baru, beserta pengusulan mata jurusan baru di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin.

“Dengan adanya peningkatan sejumlah pendidikan vokasi, maka generasi muda kalsel tidak hanya akan menjadi penonton saja pada saat ibu kota berpindah ke Kaltim, namun juga akan berperan untuk pembangunan,” tutup Roy. (MRF/RDM/APR)

Disdikbud Kalsel Sebut Alokasi Anggaran Bidang Pendidikan Sebesar 21 Persen

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mengalokasikan dana anggaran sebesar 21,07 persen untuk urusan pendidikan.

Sesuai dengan amanah UUD 1945 dan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebesar 20 persen dapat dipenuhi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel M Yusuf Effendi mengatakan, telah dialokasikan anggaran untuk urusan pendidikan pada Disdikbud Kalsel sebesar Rp1.315.613.899.788.

“Itu jumlah keseluruhan yang di kelola oleh Disdikbud Kalsel, UPT dan Satuan Pendidikan SMA, SMK, maupun SLB,” jelas Yusuf, Kamis (17/2).

Sementara itu jika besaran alokasi anggaran berorientasi pada fungsi pendidikan dan terkait dengan SKPD lain, papar Yusuf, maka alokasi anggarannya menjadi Rp1.336.831.924.488 atau sebesar 21, 41 persen.

“Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa alokasi anggaran untuk pendidikan di Kalsel sudah melebihi amanah dari indang – undang,” jelas Yusuf lagi.

Yusuf menginginkan agar peningkatan mutu pendidikan di provinsi ini tidak hanya dibebankan kepada Disdikbud saja, melainkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Guru Tenaga Pendidik (GTK) dan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama dan bekerjasama agar mutu pendidikan di provinsi kita menjadi lebih meningkat, sehingga dapat menciptakan SDM yang berkualitas dan bermanfaat untuk banua kita,” tutupnya.(SYA/RDM/APR)

DISPORA KALSEL GELAR GOWES GETHERING TAHUN 2022

BANJARMASIN – Dalam rangka mendukung kebugaran tubuh di mana Pandemi COVID-19 ini, maka Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menggelar olahraga Gowes Gethering Tahun 2022, di Kota Banjarmasin, Jumat (18/2).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, dilaksanakan Gowes Gethering ini dalam rangka menjalin silaturahmi antar Goweser yang tergabung di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

“Gowes Gethering ini untuk menjalin silaturahmi antar Goweser yang tergabung di Dispora Kalsel,” ungkap Hermansyah.

Foto bersama peserta gowes Gethering Dispora Kalsel

Meski hujan melanda, lanjutnya, tidak menghalanginya para Goweser untuk mengikuti Gethering Gowes Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pada Gowes Gethering Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan ini, diikuti 150 Goweser,” ucapnya.

Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan hadiah utama Kulkas Dua Pintu, serta dua unit sepeda, dan puluhan hadiah hiburan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Hermansyah juga mengatakan, jika olahraga gowes sepeda ini, akan terus dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan saat ini, akan terus menggelar pelaksanaan olahraga gowes sepeda,” ujarnya.

Mengingat, lanjut Hermansyah, olahraga gowes sepeda ini untuk meningkatkan stamina kebugaran tubuh, ditengah Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini.

“Kami berharap agar pandemi COVID-19 ini akan segera berlalu,” ucap Hermansyah. (SRI/RDM/APR)

DPRD BANJARMASIN SETUJU, RUMDIN WALI KOTA DIBANGUN

BANJARMASIN – Kalangan legislatif menyetujui pembangunan rumah dinas Wali Kota yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, samping Kantor eks Gubernur Kalsel.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini pada Jumat (18/2) mengatakan, pihaknya setuju dibangun rumah dinas Wali Kota, karena sebagai kota tua hingga sekarang tidak memiliki rumdin, padahal sebagai identias kepala daerah.

“Kami dukung dan itu harus diwujudkan,” ucapnya

Isnaini menjelaskan, selama ini Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menempati rumah dinas di Jalan Darma Praja, padahal rumdin itu sebenarnya diperuntukkan untuk Wakil Wali Kota Banjarmasin. Terkait posisi lahan berhadapan dengan siring sungai Martapura, hal itu sangatlah tepat, menggambarkan sebagai ikon kota seribu sungai.

“Sangat bagus letaknya berada di tengah kota dan representatif,” jelas Isnaini

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Rini Subantari

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Rini Subantari, menyampaikan, anggaran untuk pembebasan lahan pembangunan rumah dinas Wali Kota Banjarmasin, sebesar Rp 31 miliar dengan lahan seluas berkisar 2.400 meter persegi. Saat ini sudah dibayarkan Rp19 miliar, besaran anggaran sudah melalui proses penilaian dari Appraisal dan rencana pembangunan fisik di tahun 2023 mendatang.

“Sisa Rp 12 miliar akan dianggarkan lagi di APBD perubahan, sekalian DED rumdin,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)

Kunjungi Ulu Benteng, Pusling Dispersip Kalsel Ajak Anak-Anak Bersholawat dan Senam Jari

Batola – Perpustakaan Keliling (Pusling) milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengunjungi dua sekolah di Keluarahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan, Kamis (17/2).

Kedatangan sejumlah armada mobil pusling dan badut-badut tersebut yang dikoordinir Kepala Seksi Pelayanan Dispersip Kalsel, Ermawati disambut antusias oleh siswa-siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ulu Benteng 3 dan Taman Kanak-kanak (TK) Rakat Mufakat.

Mereka sudah tidak sabar untuk membaca buku, mendengarkan dongeng dan melihat badut-badut yang dibawa oleh Tim Pusling Dispersip Kalsel. Selain itu, mereka juga diajak untuk mengumandangkan sholawat Bersama, senam jari dan senam sehat.

Kepala SDN Ulu Benteng 3, Bahrin menyambut gembira kedatangan pusling Dispersip Kalsel tersebut yang membawa keceriaan bagi peserta didiknya. Ia berharap kunjungan pusling ini bisa dilaksanakan secara berkala untuk menggairahkan minat baca anak-anak siswa SDN tersebut.

”Kami sangat berbangga dan bergembira sekali dengan kegiatan yang dilaksanakan Tim Pusling di sekolah kami. Mudah-mudahan kegiatan yang membawa keceriaan dan kegembiraan bagi anak-anak ini dapat diprogramkan secara berkala, misalnya tiga bulan, enam bulan atau setahun sekali,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang guru TK Rakat Mufakat, Laila Gita menyampaikan ucapan terima kasih karena anak-anak TK diundang untuk mengikuti kegiatan Pusling Dispersip Kalsel ini. Ke depannya, ia berharap kunjungan ini dapat sering dilakukan untuk meningkatkan literasi kepada anak-anak TK.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami sangat berterima kasih. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat sering dilakukan untuk menambah wawasan dan kosakata anak-anak kami,” pungkasnya. (NRH/RDM/APR)

Gubernur Kalsel Paparkan Hasil Capaian Pembangunan 2016-2021

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Gubernur Sahbirin Noor memaparkan implementasi SAKIP pada jajaran KemenPANRB secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Kamis (17/2).

Dalam paparannya, Sahbirin menyampaikan, guna mewujudkan pembangunan nasional dan pembangunan daerah yang searah dan selaras, Pemprov Kalsel terus melakukan pembenahan dan memperbaiki agar sistem kerja di tiap SKPD mampu menerapkan akuntabilitas yang seideal mungkin.

“Kini kami melangkah lebih maju dalam penerapan SAKIP ini, dimana pohon kinerja Pemprov Kalsel sudah didasari pada Logical Frame Work hingga ke tingkat rendah,” paparnya.

Gubernur akrab disapa Paman Birin ini menyebutkan angka-angka pembangunan yang tercapai dari RPJMD 2016-2021 sebagai bukti peningkatan pembangunan di daerah.

“Pada aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kalsel mampu menyentuh angka 71,28 persen pada tahun 2021, yang sebelumnya hanya 69,05 persen pada tahun 2016,” terangnya.

Sementara itu ekonomi Kalsel, lanjutnya, mampu tumbuh sebesar 3,48 persen pada tahun 2021, dimana pada tahun 2020 mengalami kontraksi hingga minus 1,81 persen, sehingga jika ditotal, pertumbuhan ekonomi Kalsel di masa pandemi naik sebesar 5,29 persen.

“Hal ini terlihat dari menggeliatnya roda ekonomi di pasar dan di tempat lainnya, serta antusias masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan,” jelasnya.

Proses penerapan akuntabilitas membutuhkan pengawalan dan kerja sama dari semua lingkup SKPD.

“Untuk mengawal akuntabilitas ini, kita menggunakan aplikasi e-SAKIP sebagai instrumen evaluasi,” lanjutnya.

Paman Birin menambahkan, hasil dari meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birkorasi telah membuahkan perubahan mendasar dalam beberapa aspek. Diantaranya refocusing program dan kegiatan, dari 138 program di tahun 2020 menjadi 130 program di tahun 2021.

“Refocusing anggaran lebih dari 1,4 triliun rupiah dan berhasil dilakukan efisiensi anggaran lebih dari Rp 174 miliar rupiah,” ungkapnya.

Pemaparan dilanjutkan oleh sejumlah Kepala SKPD terkait capaian kinerja di lingkupnya masing-masing. Turut hadir Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira, Kepala Dinas ESDM Kalsel Isharwanto, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, Kepala Disdikbud Kalsel M Yusuf Effendi.(SYA/RDM/APR)

DPRD Banjarmasin Apresiasi Peran Senkom Mitra Polri

BANJARMASIN – Kalangan legislatif sangat mengapresiasi hadirnya Sentra Komunikasi Mitra Polri, yang aktif menangani berbagai persoalan di masyarakat.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali, kepada wartawan, Kamis (17/2), adanya organisasi kemasyarakatan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri ini, berperan aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban di lingkungan masyarakat, dan ikut serta memberantas narkoba.

“Mereka ini berjiwa sosial tinggi, bila ada persoalan atau bencana, segera memberi bantuan tanpa pamrih,” ucapnya

Disampaikan Matnor, hadirnya organisasi ini sangat membantu, karena personelnya siap turun langsung ke lapangan. Ia berharap, pemerintah kota dapat memberi dukungan penuh.

“Kami sangat berterima kasih dengan organisasi ini,” jelasnya

Lebih lanjut Matnor Ali menambahkan, untuk jumlah anggota Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri ada sekitar 1.500 orang se Kalsel, semuanya sudah terlatih baik dalam menangani bencana, bela negara, serta pencegahan narkoba.

“Kami minta juga Senkom Mitra Polri, turut mengantisipasi penanganan COVID-19, di masa sekarang ini, terlebih munculnya varian baru Omicron,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Masyarakat Diminta Waspadai Penawaran Binary Option dan Broker Ilegal

JAKARTA – Satgas Waspada Investasi (SWI) meminta masyarakat mewaspadai penawaran binary option dan broker ilegal, yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, yang dilakukan oleh afiliator ataupun influencer yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Kegiatan perdagangan online yang dilakukan binary option itu ilegal karena bersifat judi, tidak ada barang yang diperdagangkan. Sifatnya hanya untung-untungan. Menang atau kalah dalam menebak harga suatu komoditi dan naik atau turunnya dalam periode tertentu, yang bisa merugikan masyarakat,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing.

Untuk melindungi masyarakat dari kerugian yang timbul, SWI telah memanggil sejumlah afiliator dan influencer yaitu Indra Kesuma, Doni Muhammad Taufik, Vincent Raditya, Erwin Laisuman dan Kenneth William yang diduga telah memfasilitasi produk binary option dan broker ilegal yang tidak terdaftar di Bappebti. Seperti Binomo, Olymptrade, Quotex dan Octa FX serta melakukan kegiatan pelatihan perdagangan tanpa izin.

Dalam pertemuan virtual dengan para influencer tersebut, SWI meminta mereka menghentikan kegiatan promosi dan pelatihan trading serta menghapus semua konten promosi dan pelatihan trading yang ada di media sosial masing-masing. Hadir dalam pertemuan itu, anggota SWI dari Bareskrim Polri, OJK, Bappebti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kominfo.

Selain persoalan binary option¸ SWI dalam kegiatan penindakannya juga telah menghentikan kegiatan 21 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. Entitas tersebut, yakni 16 kegiatan Money Game, 3 perdagangan aset kripto tanpa izin; dan 2 perdagangan robot trading tanpa izin.

Menurut Tongam, belakangan ini marak penawaran investasi berbasis website ataupun aplikasi yang harus diwaspadai karena pelakunya memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar, namun terlebih dahulu masyarakat diminta menempatkan atau menyetorkan dananya.

SWI meminta, sebelum melakukan investasi, masyarakat harus sejumlah hal terlebih dulu. Pertama, memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Kedua, memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar, dan ketiga, memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, SWI dalam tugasnya melindungi masyarakat, juga kembali menemukan dan menutup 50 entitas pinjaman online ilegal yang beredar melalui aplikasi di telepon genggam dan di website yang dapat merugikan masyarakat.

“Sejalan dengan penegakan hukum yang dilakukan Kepolisian dengan menangkap pelaku pinjol ilegal, kami terus melakukan pencegahan melalui patrol siber dan menutup entitas pinjol ilegal yang kembali kami temukan,” kata Tongam.

Menurut Tongam, pemberantasan pinjol ilegal memerlukan kerjasama dari seluruh pihak, terutama masyarakat agar jangan mengakses pinjol ilegal yang bisa merugikan. Masyarakat yang membutuhkan dana untuk keperluan produktif diminta meminjam pada fintech lending yang berizin di OJK.

SWI yang terdiri dari 12 kementerian dan lembaga terus berupaya memberantas kegiatan pinjol ilegal dengan meningkatkan literasi masyarakat dengan menyebarkan konten- konten edukasi terhadap bahaya pinjol ilegal. Saat ini beberapa media ruang di wilayah DKI Jakarta telah menayangkan iklan layanan masyarakat mengenai waspada pinjol ilegal.

Sejak 2018 hingga Februari 2022 ini, Satgas sudah menutup sebanyak 3.784 pinjol Ilegal. Satgas Waspada Investasi mendorong penegakan hukum kepada para pelaku pinjaman online ilegal ini dengan terus menerus juga melakukan pemblokiran situs dan aplikasi agar tidak diakses oleh masyarakat.

Tidak hanya kegiatan pinjol ilegal dan kegiatan investasi ilegal, Satgas Waspada Investasi juga menemukan lima usaha pegadaian swasta ilegal yang dilakukan tanpa izin dari OJK sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian (POJK). Sejak tahun 2019 hingga Februari 2022 ini, Satgas sudah menutup sebanyak 165 kegiatan pegadaian Ilegal. Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat untuk tidak bertransaksi dengan usaha gadai swasta yang ilegal dan jika ingin melakukan transaksi dengan kegiatan usaha gadai, agar dapat menggunakan usaha gadai yang terdaftar di OJK.

Satgas Waspada Investasi, juga telah meluncurkan minisite Satgas Waspada Investasi dengan alamat https://www.ojk.go.id/waspada investasi/id/Default.aspx. Minisite ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai daftar entitas ilegal, pinjaman online ilegal serta pergadaian ilegal yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi. Selain itu minisite Satgas Waspada Investasi berfungsi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.

Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157, WA 081157157157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id. Untuk informasi mengenai aset kripto bisa dilihat di website https://www.bappebti.go.id/. Sedangkan pengaduannya bisa mengakses ke https://pengaduan.bappebti.go.id. (OJK-RIW/RDM/RH)

Warga Banjarmasin Diimbau Kembali Perketat Penerapan Prokes COVID-19

BANJARMASIN – Dengan ditetapkannya Kota Banjarmasin pada level 3 PPKM oleh Pemerintah Pusat. Maka, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengajak warga kota ini, untuk kembali perketat penerapan protokol kesehatan COVID-19.

“Karena status PPKM di Kota Banjarmasin berada di level 3, maka pihaknya mengajak seluruh warga untuk kembali perketat penerapan protokol kesehatan COVID-19,” ucap Ibnu.

Selain itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin juga mengajak warga, untuk optimis bahwa pandemi COVID-19 ini, akan segera berlalu.

“Alasan Kota Banjarmasin berada pada PPKM level 3, karena capaian vaksinasi lansia masih berada dibawah 60 persen,” ungkapnya.

Ibnu menjelaskan, Pemerintah Kota Banjarmasin menghadapi kendala, untuk peningkatan capaian vaksinasi lansia di Kota Banjarmasin, disebabkan, banyaknya lansia memiliki hipertensi.

“Untuk melakukan vaksinasi COVID-19 kepada lansia, tidak semudah warga umum lainnya,” ucapnya.

Menurut Ibnu, ketika lansia mau mengikuti vaksinasi, tentunya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Pada saat dilakukan pemeriksaan inilah ternyata banyak lansia memiliki komorbit seperti hipertensi.

“Karena memiliki hipertensi tersebut, maka lansia tidak bisa diberikan suntik vaksin tersebut,” ujar Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version