Webinar Literasi Digital Kabupaten Barito Kuala; Masyarakat Indonesia Makin Cakap Digital

BARITO KUALA – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Masyarakat Indonesia Makin Cakap Digital” di Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (30/10/2021) pukul 10.00 Wita.

Acara dibuka oleh Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Septi D Ajeng yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Dr Roflikatul Karimah dengan materi tentang “Mengenal Lebih Jauh tentang UU ITE Terkait Perlindungan Data Pribadi”.

Mengapa data pribadi perlu perlindungan?

Ia memaparkan, data pribadi perlu perlindungan karena mencakup nama, e-mail, nomor telepon dan data yang sangat berharga, kalau data tersebut bocor akan menyebabkan tindak kriminal yang mengakibatkan kerugian, adanya penipuan online. pencemaran nama baik, serta hak kendali atas data pribadi.

“Cara melindungi data pribadi bisa dilakukan dengan cara mengganti kata sandi secara berkala, menggunakan perangkat lunak yang legal, menghindari penggunaan komeksi internet di sembarang tempat, pastikan

Narasumber kedua, Drs H Rusmin yang membahas materi tentang “Tips dan Trik Aman Berinteraksi Digital”

“Perilaku dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, genetik,” ujarnya

Tips aman bertransaksi digital, yakni;

1.Hindari wifi publik
2.Mengganti password secara rutin
3.Mengunduh aplikasi yang terpercaya
4.Mengaktifkan notifikasi untuk memantau adanya transaksi

Narasumber ketiga yaitu Khusmul Prasetyo yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

Apa sih komunitas akademik itu?

“Sebuah komunitas yang terdiri dari siswa yang ingin membantu dan memberi manfaat bagi sesama. Tujuannya untuk memberi dukungan kepada satu sama lain,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Gusti Fredy Abdillah yang meyampaikan materi tentang “Belajar Digital dengan Mudah, Aman, dan Murah”

“Perubahan pola hidup masyarakat Indonesia di masa pandemi covid-19 yang cenderung lebih banyak mengandalkan internet ternyata turut berimbas pada kenaikan jumlah upaya serangan secara digital,” tuturnya

“Tips aman bermedia digital, lakukan logout setelah login, lindungi perangkat, lindungi identitas pribadi, hati-hati terhadap penipuan digital, hati-hati terhadap jejak digital, perhatian keamanan anak,” pungkasnya. (RILIS)

Webinar Literasi Tanah Laut; Produktif di Masa Pandemi dengan Literasi Digital

TANAH LAUT – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema ‘Produktif di Masa Pandemi dengan Literasi Digital.’ Sabtu (30/10/2021) pukul 10.00 WITA. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Tanah Laut Sukamta, juga Rektor Uniska Abdul Malik, dengan menghadirkan pembicara berkompeten.

Dalam diskusi ini dipandu moderator Aulia Mawardhika yang menghadirkan narasumber pertama Idzani Muttaqin yang memaparkan materi tentang ‘Peranan Cyber Ethic Dalam Menciptakan Rasa Aman, Nyaman dan Toleransi Dalam Dunia Virtual’.

Idzani menuturkan, jumlah pengguna internet Indonesia terus meningkat, mencapai 202,6 juta hingga Januari 2021. Mengalami kenaikan 15,5 persen atau lebih dari 27 juta orang dibandingkan data tahun 2020.

Kata dia, pentingnya etika di dunia virtual meliputi berbagai hal yakni:
1. Adanya kemajemukan para pengguna internet.
2. Komunikasi di media internet mengandalkan teks semata.
3. Di media internet content tidak hanya langsung tertuju pada kepada pengguna yang diinginkan.
4. Media internet tidak terlepas dengan dunia nyata.
5. Pentingnya pemahaman hak dan kewajiban para pengguna internet.
6. Pengguna internet memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
7. Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia anonym.
8. Berbagai macam fasilitas dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak tidak etis.

Adapun, beberapa cyber ethic adalah sopan dalam berkata-kata, tidak memberikan info yang belum valid, tidak menggunakan kata-kata yang mengandung sara, tidak memberikan data privasi, hindari perselisihan, hati-hati dalam penggunaan huruf kapital, dan memberi maaf ketika orang lain melakukan kesalahan.

“Etika versi The Internet Engineering Task Force (IETF) ialah, mengikuti aturan yang ada pada kehidupan sehari-hari ketika sedang online dan hormatilah orang yang saat itu sedang berinteraksi,” ucapnya.

Narasumber kedua Siti Erlina dengan materi tentang ‘Aman Berbelanja Online’.

“Kelebihan saat kita berbelanja secara langsung adalah kita bisa lebih menjamin kondisi barang yang dibeli secara pasti, dan barang tersebut langsung berada di tangan kita setelah selesai dibayar. Berbeda halnya dengan kita ketika belanja online,” ucapnya.

Erlina menjelaskan, tips berbelanja online ialah, lakukan riset terlebih dahulu terhadap toko penjual barang yang akan dibeli dan pastikan status toko adalah aktif atau tidak, lamanya umur toko, hingga testimoni lebih banyak positif atau negatif.

“Pastikan kita belanja di situs atau toko online yang terpercaya. Situs yang aman terdapat simbol gembok di pojok kiri atas sebelum alamat situs, atau alamat situs yang dimulai dengan https://,” tuturnya.

Kemudian, setelah memastikan penjual bisa dipercaya, cek ulasan produk yang ingin kamu beli dari pengguna lain yang sudah membelinya terlebih dahulu.

Pilih tokoh yang direkomendasikan, baca deskripsi produk, cek harga, cermati syarat dan ketentuan, hindari transfer langsung, simpan bukti pembayaran, pilih metode Cash On Demand (COD), pastikan keamanan perangkat dan cek paket dan hilangkan jejak digital.

Narasumber ketiga Marsha Risdasari dengan materi tentang ‘Gerakan Nasional Literasi Digital 2021’.

“Menurut UNESCO pengertian digital skills secara luas adalah bagaimana kita bisa menggunakan perangkat digital, aplikasi komunikasi dan jaringan untuk mengakses dan mengelola informasi,” tuturnya.

Keuntungan memiliki digital skills yakni, dapat menghemat waktu, menghemat biaya, bisa tetap terinformasi, belajar lebih cepat, tetap terhubung antar satu sama lain, bisa dapat pekerjaan di bidangnya dan bisa menginfluence dunia.

Adapun, tips membuat konten dalam sosial media ialah, membuat konten yang original, mengetahui situasi terkini, memanfaatkan fitur yang ada di dalam media tersebut, membuat foto dan video yang lebih menarik, memiliki target market audiens, memikirkan desain atau tampilan dari sosial media, copywriting yang unik! singkat padat dan jelas.

Terakhir narasumber Junaidy dengan materi tentang ‘Memahami Multikulturalisme Dalam Ruang Digital’.

Junaidy mengatakan, sebagai warga negara Indonesia dan juga sebagai warga negara digital dimana secara sosiologis dan antropologis yang membawa budaya kita secara personal di dalam dunia digital, sebagai warga negara yang meliputi hak dan kewajiban digitalnya berdasarkan pada nilai Pancasila dan isinya.

“Masyarakat digital adalah realitas hidup di abad 21 dimana manusia dalam berbagai sektor kehidupan nya terpaut dengan ITC dan teknologi digital,” ucapnya.

Sektor pertama dari kecakapan dalam budaya digital adalah bagaimana setiap individu menyadari bahwa ketika memasuki era digital secara otomatis dirinya telah menjadi warga negara digital.

Dalam konteks keindonesiaan sebagai warga negara digital tiap individu memiliki tanggung jawab yang meliputi hak dan kewajiban untuk melakukan seluruh aktivitas bermedia digitalnya berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan yakni Pancasila dan bhineka tunggal Ika. (RILIS)

Paman Birin Terima Penghargaan Bumandhala Emas 2021

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalsel kembali meraih  penghargaan nasional. Kali ini Pemprov Kalsel melalui Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) meraih Bhumandala Award 2021, dari Badan Informasi Geospasial RI

Penghargaan ini diterima langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor,  di salah satu hotel berbintang di Jakarta pada Jumat (29/10) malam. Piagam dan piala  Bumandhala Award 2021 diserahkan Kepala Badan Informasi Geospasial RI, Prof Muh Aris Marfa’i.

Istemewanya, pada Anugerah Bumandhala Award 2021 ini, Pemprov Kalsel mendapat  Piala Emas. Sebelumnya pada tahun 2020, di penghargaan yang sama, Pemprov Kalsel meraih Piala Perunggu.

Selain Kalsel, daerah yang berhasil meraih Inovasi Terbaik (Piala Emas) adalah Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Kota Banjarmasin.

Penghargaan Bhumandala, penghargaan di bidang Inovasi pemanfaatan informasi Geospasial, merupakan bentuk apresiasi Badan Informasi Geospasial kepada Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota yang telah mengembangkan inovasi pemanfaatan informasi geospasial dalam tata kelola pemerintahannya sehingga berdampak pada produktivitas efektivitas kinerja.

Usai menerima penghargaan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor  mengucapkan terima kasih kepada Badan Informasi Geospasial atas diberikannya penghargaan Bhumandala Award ini.

“Tentu kita bersyukur dan berharap dengan raihan penghargaan itu dapat meningkatkan kinerja Pemprov Kalsel dalam rangka pembangunan dan pelayanan publik,” kata Paman Birin.

Pemerintah Provinsi Kalsel terus berupaya meningkatkan kinerja pelayanan publik, terutama di bidang pemanfaatan geospasial.

Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada satuan kerja perangkat daerah yang telah mengharumkan daerah.

Kepala Badan Informasi Geospasial
RI, Prof Muh Aris Marfa’i. mengucapkan selamat kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas Inovasi “Sistem Informasi Pertanian Beririgasi (SITARI)” yang dikembangkan oleh Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan.

Inovasi itu telah berhasil meraih Inovasi Terbaik (Piala Emas) bersama dengan Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Kota Banjarmasin.

Program nasional ketahanan pangan perlu mendapat dukungan data dan informasi geospasial yang baik. Integrasi antara lokasi lahan pertanian dan jaringan irigasi yang dibuat oleh Kalsel dalam SITARI mampu memfasilitasi kebutuhan integrasi informasi tersebut.

WebGIS SITARI dibangun secara internal menggunakan kapasitas lembaga dan SDM yang dimiliki. Sistem ini memiliki berbagai fungsi analisis spasial yang baik dan terbukti mampu menyajikan informasi yang dibutuhkan.

SITARI diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi sistem yang terintegrasi secara luas. Aplikasi ini dapat diintegrasikan dengan geoportal Provinsi Kalsel,  memanfaatkan data di geoportal dan sekaligus memperkaya data yang ada di geoportal.

Menteri PPN/ Bappenas melalui Deputi Bidang Pengembangan Regional Rudy Soepriadi Prawiradinata mengucapkan selamat kepada daerah penerima penghargaan. 

Rudy mengatakan prestasi nasional itu diraih tidak lepas dari komitmen kepala daerah untuk mendorong setiap inovasi yang dikaryakan perangkat daerah atau masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira mengatakan pada penilaian tahun 2020 lalu Kalsel masuk tiga besar.

Portal informasi Geospasial adalah pemetaan sebuah wilayah yang dilengkapi dengan data potensi-potensi alam dan keunggulan komparatif yang dimiliki daerah tersebut.

Kalsel merupakan salah satu provinsi yang mendapat fasilitasi pembangunan simpul jaringan Geospasial melalui program lumbung.

“Perangkat keras dan perangkat lunak dari kegiatan tersebut masih digunakan dan berjalan dengan baik,” kata Fajar.

Hal ini menunjukkan perhatian Pemprov Kalsel terhadap kegiatan penyelenggaraan IG (informasi Geospasial) dan pemanfaatan yang terus berlanjut.

“Kalsel  menyediakan berbagai tema peta di geoportal. Sistem untuk akses peta yang tersedia baik dan dapat digunakan untuk pemantauan penggunaannya. Pemprov Kalsel juga mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis IG.

Kalsel  menyediakan berbagai tema peta di geoportal. Sistem untuk akses peta yang tersedia baik dan dapat digunakan untuk pemantauan penggunaannya. Pemprov Kalsel juga mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis IG untuk berbagai keperluan,” terang Fajar. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version