Sambut Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, DPRD Gelar Sidang Paripurna Istimewa

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka puncak Peringatan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin Tahun 2025, Rabu (24/9).

Rapat paripurna Istimewa dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, didampingi Wakilnya Harry Wijaya, Mathari, Muhammad Isnaini dan Sekretaris DPRD Iwan Ristianto. Dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, didampingi Wakilnya Ananda, Gatriwara kota Banjarmasin, jajaran Forkopimda, pimpinan media, pimpinan partai politik, dan tokoh masyarakat.

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri mengatakan, agenda rutin tahunan ini menjadi momentum penting, untuk mengenang sejarah berdirinya Kota Seribu Sungai, sekaligus memperkuat komitmen pembangunan ke depan.

Dimana pada hari jadi tahun ini, mengangkat tema “Gawi Sabumi, Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera”. Tema ini dinilai sangat tepat, mencerminkan semangat kebersamaan. gotong royong, untuk membangun kota seribu sungai, agar semakin maju dan sejahtera.

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, saat diwancara

“Tema ini syarat makna seperti ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya saat diwancara awak media

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan, peringatan hari jadi tidak bersifat seremonial semata tetapi menjadi refleksi untuk kemajuan bersama. Dengan mewujudkan kebersamaan, kerja nyata, serta dukungan semua pihak.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, saat memberikan komentarnya

“Kami optimis Banjarmasin mampu berkembang menjadi kota yang lebih modern tanpa meninggalkan kearifan lokal,” jelasnya

Lebih lanjut Yamin menambahkan, masyarakat juga harus terus menjaga persatuan, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan dan menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat identitas budaya Banjar yang telah mengakar sejak ratusan tahun lalu.

“Menuju Banjarmasin maju dan sejahtera bukan hanya slogan, tetapi kerja nyata, yang bukan hanya Pemko, DPRD, SKPD serta masyarakat sebagai penentu utamanya,” tutup Yamin.

Dalam dengan agenda Rapat Paripurna Istimewa, juga disampaikan cerita pendek sejarah tentang terbentuknya Kota Banjarmasin, pada 24 September 1526, yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini. (NHF/RIW/RH)

Peduli Nelayan, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

BANJARMASIN – UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan, melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan, nelayan, serta pelaku usaha setempat, di Aula Kantor UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Rabu (24/9). Pemeriksaan kesehatan gratis, dibuka Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Achmad Jaki saat mengikuti pemeriksaan kesehatan

Jaki mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinkes Kalsel, untuk mengetahui sejak dini kondisi kesehatan para karyawan, nelayan, serta pelaku usaha di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

“Kami bersyukur sekali dan berterima kasih kepada UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, yang bersama kami telah melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Jaki.

Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, lanjutnya, kesehatan karyawan, nelayan, dan pelaku usaha di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dapat terkontrol dengan baik.

“Dengan kondisi kesehatan yang diketahui sejak dini, maka mereka dapat berjaga jaga, terhadap kesehatan diri sendiri,” ucap Jaki.

Jaki berharap, dengan tubuh yang sehat maka aktivitas dan pekerjaan dapat dilakukan dengan maksimal, mengingat tugas nelayan yang cukup berat. Dimana aktivitas fisik ini , memerlukan kondisi tubuh prima.

Dikatakan Jaki, tercatat lebih dari 70 karyawan serta karyawan magang di UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, menjalani pemeriksaan kesehatan kali ini.

“Pada pemeriksaan kesehatan gratis ini kami tidak memasang target, karena itu bagi nelayan serta ABK Kapal nelayan yang sedang sandar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dipersilakan juga untuk dapat memeriksakan kesehatannya,” tutur Jaki.

Sementara itu, Koordinator Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Rusman mengatakan, layanan pemeriksaan kesehatan kepada para nelayan dan karyawan, di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin ini, untuk mendeteksi keluhan penyakit yang dirasakan.

“Pemeriksaan kesehatan sejak dini ini sangat penting, untuk mengetahui penyakit yang dialami, sehingga pengobatan cepat dilakukan,” ucapnya.

Pada pemeriksaan ini, lanjut Rusman, dilakukan pemeriksaan pada tekanan darah, gula darah, asam urat, serta kolesterol.

Dalam kesempatan tersebut Rusman berpesan, kepada para nelayan serta ABK kapal nelayan, agar dapat menjaga kesehatannya, dengan memperbanyak asupan makanan bergizi serta perbanyak minum air putih.

“Pada saat menjaga kesehatan tubuh apalagi di tengah laut, untuk dapat makan yang bergizi serta minum air putih,” ucapnya. (SRI/RIW/RH)

BBTPH Kalsel Kembangkan Varietas Pisang Ratusan Anakan

BANJARBARU – Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, berhasil mengembangkan varietas pisang dengan metode khusus, sehingga umbinya dapat menghasilkan ratusan anakan pisang baru.

Proses pengembangbiakkan satu anak pisang menjadi ratusan anak pisang

Pencapaian ini menjadi salah satu terobosan penting dalam dunia pertanian hortikultura di Banua. Selama ini, ketersediaan bibit pisang unggul sering menjadi kendala bagi petani karena jumlahnya terbatas dan membutuhkan waktu lama dalam proses pembiakan alami.

Dengan adanya inovasi dari BBTPH Kalsel, persoalan tersebut dapat diatasi, karena metode baru ini memungkinkan satu indukan pisang menghasilkan banyak bibit dalam waktu lebih singkat. Inovasi ini juga diharapkan mampu mempercepat regenerasi tanaman, meningkatkan produktivitas kebun, sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Kepala BBTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Sigid Sarsanto menjelaskan, bahwa metode yang digunakan adalah melalui pencacahan anakan pisang, yang kemudian diperbanyak dan dijadikan sebagai umbi baru. Cara ini terbukti efektif untuk mempercepat ketersediaan bibit pisang unggul dalam jumlah banyak, sehingga dapat memenuhi kebutuhan petani di daerah.

Kepala BBTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Sigid Sarsanto

“Teknik ini tidak hanya menekan biaya produksi bibit, tetapi juga memberikan alternatif bagi petani untuk mendapatkan varietas pisang dengan kualitas terjamin. Dengan bibit yang lebih mudah diperoleh, peluang pengembangan lahan pisang baru di Kalsel semakin terbuka lebar,” ungkap Sigid, baru – baru ini.

Inovasi ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan hortikultura di Kalimantan Selatan, khususnya komoditas pisang yang memiliki potensi besar di pasaran.
Dimana permintaan pisang, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri, terus meningkat setiap tahun.

“Dengan adanya varietas yang mampu berkembang biak cepat, petani akan lebih mudah mendapatkan bibit berkualitas. Ini akan mempercepat produktivitas, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas pisang asal Kalsel,” lanjut Sigid.

Selain itu, BBTPH Kalsel juga terus menghadirkan inovasi lain dalam penyediaan benih dan bibit hortikultura. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus sumber ekonomi masyarakat.

“Melalui inovasi varietas pisang dengan ratusan anakan ini, diharapkan para petani dapat memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil panen. Dengan begitu, pisang Kalsel berpotensi tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menembus pasar antarprovinsi bahkan ekspor,” tutup Sigid. (MRF/RIW/RH)

Kunker di Kalsel, Gus Ipul Tekankan Kolaborasi Pilar Sosial untuk Wujudkan Program Presiden

BANJARBARU – Upaya pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), saat berdialog dengan ratusan pilar sosial di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Menurutnya, keberhasilan program Presiden hanya dapat tercapai jika dijalankan secara terpadu, terukur, dan melibatkan relawan sosial di lapangan.

Dialog Pilar-Pilar Sosial ini digelar di Ruang Serba Guna BBPPKS Banjarmasin, Selasa (23/9), dengan diikuti 393 peserta dari tujuh unsur pilar sosial. Meliputi SDM PKH, TKSK, PSM, Karang Taruna, Tagana, Pordam, dan Pendamping Rehsos, yang berasal dari lima daerah di Kalsel.

“Program Presiden harus kita tindaklanjuti di daerah. Pilar sosial sebagai jembatan Kemensos di lapangan harus mengeksekusi dengan baik, dan hasilnya akan kita ukur setiap tahun,” katanya.

Mensos RI (Baret) saat menyampaikan keterangan kepada wartawan

Gus Ipul menegaskan, Kementerian Sosial kini menjalankan tiga program prioritas yang saling terhubung. Pertama, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025.

Data ini dimutakhirkan setiap tiga bulan baik melalui jalur formal (RT, RW, musyawarah desa/kelurahan, pendamping, validasi BPS) maupun partisipatif lewat aplikasi Cek Bansos.

Kedua, Sekolah Rakyat yang menjadi strategi pengentasan kemiskinan berbasis keluarga. Ketiga, bansos tepat sasaran dengan pemutakhiran data secara berkala.

“Bansos berpedoman pada DTSEN, Sekolah Rakyat juga diawali dengan DTSEN. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumahnya dibantu, sehingga keluarga bisa benar-benar naik kelas dalam tiga sampai lima tahun ke depan,” jelasnya.

Gus Ipul menjelaskan, tujuan bansos bukan hanya memberi bantuan sementara, melainkan mendorong graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menuju kemandirian.

“Kalau satu pendamping mendampingi 10 KPM, maka setiap tahun ada 330 ribu keluarga yang naik kelas. Dari penerima bansos menjadi keluarga berdaya. Seperti pesan Presiden Prabowo, bansos sementara, berdaya selamanya,” ucapnya.

Kemensos bersama Dewan Ekonomi Nasional, juga tengah menyiapkan mekanisme digitalisasi penyaluran bansos. Uji coba telah dilakukan di Banyuwangi, dan akan diperluas secara bertahap.

“Ke depan, penyaluran bansos akan menggunakan sistem digital. Mesin yang sudah dirancang dengan baik akan memilah penerima, sehingga lebih transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin dalam sambutan yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Menteri Sosial.

“Kita sangat bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Gus Ipul. Lebih istimewa lagi, beliau menyempatkan diri berdialog dengan pilar-pilar sosial di Kalsel. Ini bukan sekadar bentuk perhatian, tetapi juga penghormatan beliau terhadap pilar sosial yang selalu aktif mendukung kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (SYA/RIW/RH)

BSEF Harjad ke-499 Kota Banjarmasin, Kompetisi Bahasa Inggris Pelajar Terbesar di Banua

BANJARMASIN – Masih dalam semarak Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin berkolaborasi dengan LearningRoom, menggelar Banjarmasin Student English Fest (BSEF) 2025. Babak akhir BSEF 2025 ini, berlangsung disalah satu hotel,l berbintang, Selasa (23/9).

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menutup langsung rangkaian kegiatan, sekaligus membuka ajang Grand Final yang turut dihadiri Direktur PT 8 Elements, Joerg Tente, Head of Business Operations LearningRoom, Avinda Akil, Plt Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama, beserta guru-guru pendamping dari sekolah se-kota Banjarmasin.

Wali Kota Yamin, menyambut baik penyelenggaran BESF 2025 sebagai kompetisi Bahasa Inggris pelajar terbesar se-Kalimantan Selatan, yang menguji kemampuan siswa-siswi Banjarmasin berbahasa Inggris, dari berbagai jenjang pendidikan.

Hal ini, ujarnya, sejalan dengan visi Banjarmasin Maju Sejahtera yang menginginkan terciptanya generasi penerus yang handal, sehat, cerdas dan berkarakter.

“Saya yakin dan percaya anak-anak kita ini mampu untuk berkembang dalam kemampuan bahasa asing dan pengetahuannya. Kita ingin mereka ini siap untuk mempromosikan budaya lokal melalui bahasa Inggris,” ucap Yamin.

Yang lebih menariknya lagi, disampaikan bahwa, kompetisi yang melibatkan setidaknya sekitar 5 ribu pelajar SD hingga SMA di Kota Banjarmasin tersebut, tidak menggunakan sepeserpun dana APBD Kota Banjarmasin.

“Jadi saya kira antusiasmenya sangat luar biasa. Kita sangat mengapresiasi, inilah harapan kita dengan menggalakkan program bahasa asing atau bahasa Inggris di kalangan pelajar,” ungkap Yamin.

Apresiasi setinggi-tingginya, lanjutnya, kepada guru-guru dan para mitra yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Sehingga semua berjalan lancar, murni tanpa dana APBD yang dikucurkan.

“Yang pasti semua ini kita lakukan agar sektor pendidikan di kota Banjarmasin itu dapat berkemajuan,” jelas Yamin.

Sementara itu, Plt Kadisdik Banjarmasin Ryan Utama mengatakan, bahwa event ini merupakan wujud dari Gawi Sabumi menuju Banjarmasin Maju Sejahtera, yang menyentuh seluruh aspek tak terkecuali di sektor pendidikan.

Ia menyebut, seluruh pelaksanaan kompetisi Banjarmasin English Student disokong penuh melalui berbagai skema kolaborasi dari beberapa lembaga, institusi hingga komunitas terkait yang membuat semangat Gawi Sabumi benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“Sebagai bagian dari efisiensi sebagaimana arahan pusat dan juga arahan Pak Wali Kota Banjarmasin, pembiayaan untuk kegiatan ini melalui APBD itu nol rupiah. Adapun seluruhnya didukung penuh berbagai pihak, mulai dari LearningRoom by PT 8 Elements, Bank Indonesia perwakilan Kalsel, kemitraan GoJek Indonesia Banjarmasin dan partnership lainnya,” ungkap Ryan Utama.

Dirinya menuturkan, terdapat tiga kategori lomba yang dipertandingkan meliputi Cerdas Cermat, Karya Kreatif serta English Debate Competition. Melalui kompetisi ini, Kadisdik berharap, kreativitas pelajar dan kemajuan pendidikan di Kota Banjarmasin itu benar-benar dapat terwujud.

“Semoga student english fest ini bisa jadi simbol harapan bagi anak muda kita di Banjarmasin,” tutup Ryan.

Disisi lain, sebagai sponsor dan mitra utama kegiatan, Direktur PT 8 Elements, Joerg Tente dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Wali Kota Banjarmasin beserta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaran BSEF 2025, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin.

“Pertama saya sangat tersanjung dengan sambutan yang luar biasa, khususnya ketika lagu kebangsaan bergema. Ini jadi momen berharga bagi pelajar yang ingin sekolah – sekolah di sini bisa naik kelas,” ucap Joerg Tente.

Di momen spesial HUT Kota Banjarmasin, begitu banyak partisipan yang ikut, ada sebanyak 5.000 pelajar.

“Ini harus kita rayakan dan kita apresiasi,” ucapnya.

Pihaknya berharap ini dapat meningkatkan semangat dan kemampuan anak-anak di Banjarmasin dalam berbahasa inggris.

Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Banjarmasin dengan LearningRoom by PT 8 Elements, berkaitan dengan kerja sama transformasi pendidikan untuk mendukung penub keberlanjutan program bahasa Inggris bagi sekolah-sekolah di Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)

Gelar Workshop P3SPS, KPID Kalsel Ajak Lembaga Penyiaran Perkuat Regulasi di Era Digitalisasi

BANJARBARU – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan, menggelar Workshop Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), bersama seluruh perwakilan lembaga penyiaran di Kalsel.

Foto bersama saat workshop P3SPS KPID Kalsel di Banjarbaru

Kegiatan bertema “Siaran Cerdas, Konten Berkualitas” ini, berlangsung di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Selasa (23/9).

Ketua KPID Kalsel, Muhammad Leoni Hermawan menyampaikan, workshop ini bertujuan memperdalam pemahaman mengenai Peraturan KPI Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran.

Menurutnya, di tengah arus digitalisasi dan fenomena post-truth, penyiaran yang sehat, berimbang, dan mendidik harus tetap dijaga.

“Kami ingin agar media konvensional tetap menjadi pilihan utama masyarakat, sebagai media yang kredibel dan memiliki tanggung jawab,” katanya.

Workshop ini juga mendapat perhatian dari DPRD Kalsel. Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Noor menilai, penyiaran di daerah membutuhkan dasar hukum yang kuat agar pengawasan dapat lebih terarah.

“Alhamdulillah, workshop hari ini sangat luar biasa. Kita banyak berdiskusi tentang masa depan penyiaran di Kalsel. Ke depan, perlu ada payung hukum agar KPID bisa mengawasi semua penyiaran, termasuk platform digital. Jika KPID memerlukan Raperda, DPRD siap membahasnya bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi dan Hubungan Media Diskominfo Kalsel, Erlinda Puspita Ningrum, mengingatkan pentingnya adaptasi di era digital.

Menurutnya, meskipun regulasi penyiaran telah ada, namun masih terdapat celah yang perlu diperkuat agar tidak mengurangi kualitas siaran.

“Transformasi digital harus segera diantisipasi. Pemerintah siap berkolaborasi dan memfasilitasi lembaga penyiaran agar tetap bertahan dan relevan. Mari kita cari solusi bersama agar dunia penyiaran di Kalsel tetap eksis dan berkualitas,” jelasnya.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Evi Rizqi Monarshi dari Komisioner KPI Pusat, serta jajaran Komisioner KPID Kalsel. (SYA/RIW/RH)

DPRD Kalsel Dorong Regulasi Konten Digital, Ilham Noor: Media Sosial Butuh Pengawasan Khusus

BANJARBARU – Dunia penyiaran kini tidak lagi terbatas pada televisi dan radio. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi DPRD Kalimantan Selatan.

Dalam Workshop Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel, Sekretaris Komisi I Ilham Noor, yang mewakili Ketua Komisi I Rais Ruhayat, menyoroti pentingnya pengawasan terhadap konten digital.

Suasana Workshop Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran yang diselenggarakan KPID Kalsel

Acara yang berlangsung di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel pada Selasa (23/9) in, bertujuan memperkuat peran media konvensional di tengah pesatnya digitalisasi. Namun, Ilham Noor menekankan bahwa perluasan ranah penyiaran ke platform digital membutuhkan perhatian khusus.

Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Noor (ditengah)

“DPRD Kalsel berharap ada payung hukum yang bisa menjangkau dan mengawasi konten – konten media sosial agar tidak menyebarkan hal-hal negatif, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam sesi diskusi, Ilham Noor juga menyoroti tantangan pengawasan terhadap konten di media sosial. Platform digital kini menjadi ranah penyiaran baru. DPRD Kalsel berharap ada regulasi yang dapat menjangkau dan mengawasi konten-konten ini agar tidak menyebarkan hal-hal negatif, terutama kepada anak-anak dan remaja.

Pihaknya mengapresiasi upaya KPID dalam menyelenggarakan workshop ini, yang menurutnya sangat relevan dengan dinamika media saat ini.

“DPRD melalui Komisi I siap berkolaborasi dengan KPID dan Diskominfo untuk mendorong literasi media di masyarakat,” tambahnya.

Pernyataan Ilham Noor sejalan dengan visi Ketua KPID Kalsel, Muhammad Leoni Hermawan, yang berupaya menjadikan media konvensional sebagai sumber informasi terpercaya.

“Kami ingin agar media konvensional tetap menjadi pilihan utama masyarakat, sebagai media yang kredibel dan memiliki tanggung jawab,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Anugerah ASN Kembali Digelar, ASN Kalsel Diimbau Ikut Berpartisipasi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Anugerah ASN, sebagai bentuk penghargaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprestasi. Ajang ini digelar melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel dan menjadi pelaksanaan kedua setelah sukses di tahun sebelumnya.

Pendaftaran dibuka hingga 30 September 2025. Sesuai arahan Gubernur Kalsel, Muhidin dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, ASN lingkup Pemprov Kalsel didorong untuk mendaftarkan diri agar dapat berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini.

Plt. Kepala BKD Kalsel, Noryadi, melalui Kabid Penilai Kinerja Aparatur dan Penghargaan, Lily Hidayat menjelaskan, bahwa terdapat empat kategori penghargaan yang diperebutkan tahun ini. Kategori tersebut meliputi Pejabat Administrator Terbaik, Pejabat Pengawas Terbaik, Best Employee untuk Pejabat Fungsional Umum dan Tertentu (kecuali guru), serta Guru Terbaik.

Kabid Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan, BKD Kalsel, Lily Hidayat

“Penilaian utama dalam Anugerah ASN adalah inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi SKPD tempat ASN bertugas maupun bagi masyarakat Banua. Selain itu, dewan juri juga akan menilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) serta prestasi lain yang telah diraih,” ujar Hidayat.

Ia menambahkan, proses penjurian akan melibatkan unsur pemerintah daerah, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, serta civitas akademika.

Adapun reward yang akan diberikan kepada para pemenang, antara lain piala, piagam penghargaan, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), uang pembinaan, rekomendasi kenaikan pangkat luar biasa, serta kesempatan mewakili Kalsel dalam ajang Anugerah ASN tingkat nasional.

“Target kami, jumlah peserta tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian, semoga dapat memunculkan jiwa kompetitif di kalangan ASN serta memberikan kontribusi dan motivasi bagi peningkatan kualitas pelayanan publik,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Mengenal Kuntau, Jadi Penutup Gebyar Museum Lambung Mangkurat 2025

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat menutup rangkaian kegiatan Gebyar Museum 2025 dengan gelaran belajar bersama seni bela diri tradisional Kuntau, Minggu (21/9).

Suasana belajar bersama Mengenal Kuntau di Museum Lambung Mangkurat

Kegiatan ini menghadirkan suasana berbeda karena peserta tak hanya diajak mengenal sejarah Kuntau, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat, Agus Antasari, menyampaikan pemilihan Kuntau sebagai penutup gebyar tahun ini merupakan bentuk komitmen museum dalam melestarikan warisan budaya takbenda Kalimantan Selatan.

“Kuntau bukan hanya keterampilan bela diri, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai luhur seperti disiplin, keberanian, penghormatan, dan kebersamaan,” ujarnya.

Agus menambahkan, museum ingin menghadirkan ruang belajar alternatif yang kreatif dan interaktif. Anak-anak maupun generasi muda diharapkan tak sekadar mengenal Kuntau dari koleksi dan cerita, tetapi juga bisa merasakan langsung pengalaman berlatih bersama para pelatih.

“Dengan demikian, museum bukan hanya tempat menyimpan benda, melainkan juga ruang hidup budaya yang dekat dengan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan belajar bersama ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari lima perguruan Kuntau se-Kalsel, komunitas Artpedia ULM, serta siswa-siswi dari SMKN 3 Banjarbaru, SMPN 3 Banjarbaru, dan SMAN 1 Martapura.

Pamong Budaya Muda Museum Lambung Mangkurat, Raudatul Aflahah menilai, kehadiran para peserta menjadi bukti nyata semangat bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa.

“Dengan adanya ruang terbuka dan interaktif di museum, generasi muda bisa lebih dekat dengan sejarah sekaligus lebih kreatif dalam melestarikan kebudayaan daerah,” katanya.

Raudatul berharap ke depan Museum Lambung Mangkurat dapat menjadi wadah bagi komunitas pecinta seni dan budaya. Menurutnya, museum bisa difungsikan sebagai tempat belajar bersama, ruang pameran karya, hingga ajang pertemuan komunitas.

“Kami siap menjalin kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, maupun komunitas, demi menjaga kelestarian seni, budaya dan sejarah,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Delapan Desa Baru Hasil Pemekaran Resmi Terbentuk Di Tanah Bumbu

BANJARBARU – Kabupaten Tanah Bumbu resmi memiliki delapan desa baru hasil pemekaran. Delapan desa ini disahkan sebelum moratorium pemekaran desa diberlakukan jelang Pemilu 2024 lalu. Pembentukan desa baru tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat lokal. Kehadiran desa baru diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat, mempercepat proses pembangunan, serta mendorong pemerataan hasil pembangunan di seluruh wilayah Tanah Bumbu.

Pemekaran ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari luasnya wilayah desa induk yang menyulitkan pelayanan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk, hingga kebutuhan mendesak untuk menghadirkan akses pelayanan dasar yang lebih cepat dan merata.

Dengan adanya desa baru, masyarakat akan lebih mudah menjangkau pelayanan administrasi, pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan infrastruktur desa. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang telah lama menginginkan pelayanan yang lebih dekat dan tata kelola desa yang lebih efektif.

Kepala Bidang Pembinaan Bina Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Wahyu Widyo Nugroho menjelaskan, bahwa pemekaran desa merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Proses terbentuknya delapan desa baru di Tanah Bumbu ini tidaklah singkat, melainkan melalui tahapan panjang, mulai dari pengajuan Pemerintah Kabupaten, kajian administrasi, hingga verifikasi di lapangan yang sesuai dengan aturan berlaku.

“Dengan adanya desa baru ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan pemerintahan. Selain itu, pembangunan dapat dilakukan lebih merata karena setiap desa memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengelola wilayahnya,” ucap Wahyu, baru – baru ini.

Menurut Wahyu, pemekaran desa juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat paling bawah. Desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah diharapkan bisa semakin berdaya, baik dari segi pelayanan administrasi, pembangunan infrastruktur, maupun pemberdayaan masyarakat.

“Kehadiran desa baru di Tanah Bumbu dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa. Dengan demikian, potensi lokal dapat digali secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” lanjut Wahyu.

Keberhasilan pemekaran desa di Tanah Bumbu ini, diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi daerah lain di Kalimantan Selatan, agar potensi desa dapat lebih dikembangkan dengan mekanisme yang sesuai ketentuan.

“Dengan adanya delapan desa baru ini, diharapkan roda pemerintahan desa di Kabupaten Tanah Bumbu semakin efektif, pembangunan lebih terarah, dan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pemekaran tersebut,” tutup Wahyu. (MRF/RIW/RH)

Exit mobile version