Kalsel Innovation Award (KIA) Kembali Digelar, Upaya Pemprov Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), menggelar penganugerahan Kalsel Innovation Award (KIA) dan Karya Tulis Ilmiah, sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi serta riset yang berkembang di daerah.

Agenda bergengsi ini berlangsung di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (20/11), dan dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin yang diwakili Kepala BRIDA Kalsel, Thaufik Hidayat.

Kepala BRIDA Kalsel, Thaufik Hidayat

Thaufik menyampaikan, kegiatan penganugerahan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi daerah, sekaligus mendorong optimalisasi pelaksanaan pembangunan di semua sektor.

Menurutnya, inovasi menjadi faktor penting dalam memperkuat pelayanan publik, pengembangan teknologi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi upaya bersama untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi daerah, demi membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Pemerintah berharap semakin banyak inovasi lahir dari akademisi, masyarakat, hingga perangkat daerah,” ujar Thaufik.

Thaufik menambahkan, era reformasi telah membawa perubahan besar terhadap sikap kritis masyarakat terhadap pemerintahan. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan publik dan kemudahan akses terhadap data dan informasi menjadi tuntutan yang harus dijawab pemerintah.

Thaufik juga menyampaikan bahwa sebanyak 95 inovasi tercatat berpartisipasi dalam pembangunan Banua sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut menggambarkan komitmen kuat seluruh pihak dalam memperkuat kreativitas dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah.

“Puluhan inovasi yang lahir tahun ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan berbasis kreativitas. Kita berharap inovasi-inovasi baru terus bermunculan dan memberi dampak nyata bagi pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat,” lanjut Thaufik.

Kepala Dinas PKP Kalsel, Syamsir Rahman, saat mendapat piala juara 1 Penganugerahan Kalsel Inovation Award

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian besar dalam ajang KIA 2025 adalah Program Si Apung Kasela, inovasi padi apung milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan. Program ini berhasil meraih Juara 1 Kalsel Innovation Award 2025.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menjelaskan, bahwa padi apung merupakan solusi adaptif bagi petani di tengah berkurangnya lahan pertanian produktif akibat banjir, pasang surut, hingga curah hujan ekstrem.

Melalui inovasi ini, petani tetap dapat menanam padi meski menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu.

“Inovasi padi apung lahir dari kebutuhan petani menghadapi perubahan iklim. Penghargaan ini membuktikan bahwa sektor pertanian Kalsel mampu melahirkan inovasi yang adaptif dan memberi manfaat nyata bagi ketahanan pangan daerah,” jelas Syamsir.

Selain Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, penghargaan Innovation Award 2025 juga diberikan kepada Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, yang meraih juara 2. Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, yang meraih juara 3.

Ketiga inovasi tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan berkelanjutan dan peningkatan pelayanan publik di Kalimantan Selatan. (MRF/RIW/APR)

Waspadai Pinjol dan Judol Sejak Dini, Bank Kalsel Dorong Anak Cerdas Finansial

Banjarmasin – Bank Kalsel gencar mendorong masyarakat untuk menjauhkan diri dari ancaman pinjaman online, hingga praktik judi online sejak dini. Sembari memberikan edukasi keuangan, puluhan pelajar dari sekolah Almazaya pun diajak menyusuri keindahan objek wisata perairan susur sungai, dengan menggunakan kapal pinisi Barito River Cruise, Kamis (20/11).

Bank Kalsel bekerjasama dengan AMBAPERS, mengusung tema Edukasi Maritim, Literasi dan Inklusi Keuangan, mengajak 30 Pelajar Almazaya, yang nantinya diminta untuk menyebarluaskan sosialisasi tersebut kepada teman-teman disekolahnya.

Kegiatan edukasi di atas kapal Pinisi ini, rencananya akan digelar selama 15 hari, mulai 10 hingga 20 November 2025.

Hingga Kamis (20/11), sudah ada 8 sekolah yang diundang. Diantaranya SMKN 1, SMK Maestro, SMKN 5, SMAN 1, SMAN 2, SMKN 4, SMAN 5 Banjarmasin, dan Almazaya Senior High School.

Kepala Bagian Inklusi, Literasi dan Tanggung Jawab Sosial Bank Kalsel, Divisi Sekretaris Perusahaan, Fandry Azhari mengatakan, kerjasama yang mereka lakukan, diharapkan bermanfaat terutama untuk mengindari anak-anak dari kejahatan pinjol dan judol.

“Kami harus menanamkan literasi ini sejak dini, karena sekarang marak sekali aktivitas ilegal seperti pinjol dan ilegal” ujar Fandry.

Kegiatan tersebut disambut gembira anak-anak, meski diguyur hujan saat menyusuri sungai. Mereka terlihat bersemangat, apalagi Bank Kalsel memberikan bonus pembukaan tabungan Simpel yang dapat mereka miliki.

“Kami sangat senang belajar literasi kemaritiman dan keuangan, apalagi langsung dapat tabungan simpel” ujar Muhammad Abdan Solihin, siswa Almazaya.

Sebagai informasi sejak Januari hingga Juli 2025, Bank Kalsel telah membuka 12.293 rekening Tabungan Simpel bagi pelajar di Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/APR)

Jadi Tuan Rumah Bazar Amal Tahunan WIC, Kalsel Kenalkan Baksa Kembang dan Sasirangan ke 41 Negara Sahabat

Jakarta – Women’s International Club (WIC) Jakarta, kembali menggelar Bazar Amal Tahunan, di Jakarta International Convention Center, Hall B, pada 19-20 November 2025. Bazar ke-56 tahun ini, dibuka istri Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming, didampingi dan istri Gubernur Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin, mewakili Provinsi Kalimantan Selatan, selaku sponsor utama bazar tahun ini, pada Rabu (19/11).

Turut hadir pada acara tahunan ini, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman beserta istri, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK beserta istri, jajaran Forkopimda Kalsel, serta sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Kepada wartwan Press room Pemprov Kalsel, usai pembukaan, Gubernur Muhidin mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalsel sangat berterima kasih, sudah ditunjuk sebagai tuan rumah Bazar Amal Tahunan WIC tahun 2025.

“Kita berkesempatan mengenalkan Tari Baksa Kembang, dan kain khas Sasirangan yang sudah diakui UNESCO,” paparnya.

Bahkan, menurut Muhidin, istri Wakil Presiden diberi kesempatan melukis motif awal untuk kain Sasirangan, yang akan dilanjutkan para pengrajin Banua. Setelah selesai, kain ini kemudian akan diberikan kepada istri Wakil Presiden, Selvi Gibran Rakabuming.

‘Alhamdulillah hari ini kita menjadi tuan rumah Women’s International Club (WIC). Antusiasme para duta besar luar biasa, sekitar 41 duta besar hadir,” ucap Muhidin didampingi Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman beserta istri.

Dengan penunjukan Kalsel sebagai promotor utama atau tuan rumah Bazar Amal Tahunan WIC tahun ini, maka diharapkan seni dan budaya Kalsel semakin dikenal di dunia internasional, serta menjadi pembuka jalan peningkatan jumlah kunjungan wisata.

Perlu diketahui, selain menampilkan kain Sasirangan, stall Kalimantan Selatan juga megenalkan makanan khas daerah dan souvenir kerajinan khas Kalimantan Selatan, sekaligus mempromosikan pariwisatanya.

Bazar tahunan ini, diikuti sekitar 41 kedutaan besar negara-negara sahabat di Indonesia mulai dari Kedutaan Republik Armenia sampai kedutaan Venezuela. Termasuk juga didalamnya 225 bisnis stall, 29 stall makanan dan minuman, dan 3 stall amal, stall WIC Merchandise, dan stallWhite Elephant, dengan harga tiket masuk seharga Rp. 25.000 per orang. (RIW/APR)

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Raih Penghargaan Wajib Pajak Daerah Terbaik I Banjarmasin

Banjarmasin — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, meraih penghargaan Wajib Pajak Daerah Terbaik I dalam ajang Sosialisasi Pajak Daerah, Penganugerahan Wajib Pajak Daerah Terbaik, dan Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor Kota Banjarmasin Tahun 2025, yang diselenggarakan Pemerintah Kota Banjarmasin belum lama tadi.

Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada instansi dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kepatuhan administrasi, ketertiban pembayaran, serta pelaporan pajak daerah yang transparan.

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan diwakili Al-Muhid Ahya, Manager Regional Keuangan Sub Regional Kalimantan, yang menerima penghargaan secara langsung dari Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami di Pelindo untuk terus meningkatkan kepatuhan dan tata kelola perpajakan daerah. Kami percaya bahwa kontribusi pajak adalah bagian penting dalam mendukung pembangunan Kota Banjarmasin,” ujar Ahya seusai menerima penghargaan.

Pemerintah Kota Banjarmasin menyampaikan, bahwa Pelindo dinilai konsisten dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah, sekaligus memberikan kontribusi signifikan pada peningkatan PAD dari tahun ke tahun.

“Kami akan terus menjaga komitmen ini serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin. Pelindo siap mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui layanan kepelabuhanan yang modern, akuntabel, dan berkelanjutan”, tutupnya.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan menegaskan perannya sebagai instansi yang tidak hanya berfokus pada layanan logistik dan kepelabuhanan, tetapi juga berkontribusi aktif terhadap pembangunan daerah melalui ketaatan perpajakan dan tata kelola perusahaan yang baik. (Pelindo-RIW/APR)

Perkuat Komitmen Turunkan Stunting, Pemkot Banjarbaru Gelar Rakor dan Evaluasi TPPS 2025

Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru, menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Banjarbaru Tahun 2025, di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Rabu (19/11).

Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengakselerasi penurunan angka stunting ini, dibuka Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan, Kemas Akhmad Rudi Indrawijaya.

Dalam sambutannya, Ia menegaskan, bahwa rapat ini merupakan momentum penting untuk memperkuat langkah-langkah yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi strategi yang lebih efektif dalam mempercepat penurunan stunting di Banjarbaru.

Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan, Kemas Akhmad Rudi Indrawijaya, saat membuka kegiatan

“Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk menilai kembali upaya yang sudah dilakukan serta merumuskan strategi yang lebih tepat agar penurunan stunting dapat dicapai secara maksimal,” ujar Kemas.

Ia menyampaikan, bahwa stunting merupakan persoalan serius yang berdampak pada kesehatan, perkembangan kognitif, produktivitas, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Pemerintah telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2026 dengan target penurunan menjadi 14,2 persen pada tahun 2029.

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja bersama yang lebih kuat, terarah, dan berkelanjutan dari seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, akademisi hingga dunia usaha.

“Dalam mendukung target tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat berbagai program seperti makan bergizi gratis, Gerakan Orang Tua Asuh Jika Stunting (GENTING), Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), serta berbagai intervensi spesifik dan sensitif lainnya,” katanya.

Seluruh program ini, lanjut Kemas, memerlukan sinergi lintas sektor agar dapat memberikan dampak nyata bagi keluarga berisiko stunting.

“Melalui rapat koordinasi ini, pemkot berharap seluruh peserta dapat memberikan evaluasi objektif terhadap pelaksanaan program, sekaligus merumuskan langkah perbaikan untuk memastikan efektivitas intervensi di lapangan,” ujarnya.

Suasana Rakor dan Evaluasi TPPS Kota Banjarbaru Tahun 2025

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan pendampingan keluarga berisiko secara berkelanjutan, peningkatan kapasitas kader, serta penyediaan akses air bersih dan sanitasi yang sesuai standar melalui pemanfaatan anggaran yang efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, peningkatan kualitas manajemen data dan pemetaan sasaran juga menjadi fokus agar setiap program dapat berjalan lebih tepat arah.

“Komitmen bersama harus terus dibangun agar program percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan secara holistik, tematik, spasial, dan terintegrasi sehingga visi Banjarbaru Zero Stunting benar-benar dapat diwujudkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru, Erma Epiyana Hartati menegaskan, bahwa percepatan penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor yang konsisten dan terarah.

“Stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi dari semua pihak agar intervensi kepada keluarga berisiko dapat berjalan optimal,” ungkapnya.

Erma menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan berkala, pendampingan keluarga, serta edukasi masyarakat sebagai langkah strategis dalam pencegahan stunting. Ia berharap rakor ini dapat menghasilkan rekomendasi yang kuat serta dapat langsung diterapkan di lapangan.

“Semoga melalui rapat ini kita dapat menyusun langkah-langkah yang lebih efektif dan berdampak nyata bagi percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kota Banjarbaru,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Samsat Banjarmasin 2, Uji Coba Layanan Perpanjangan Pajak STNK 5 Tahunan Keliling

Banjarmasin – UPPD Samsat Banjarmasin 2, melakukan sosialisasi Layanan Perpanjangan STNK 5 Tahun dan Pembayaran Pajak, melalui mobil keliling, di halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Tengah, Rabu (19/11).

Kepala UPPD Samsat Banjarmasin 2, Akhmad Naparin menjelaskan, kegiatan ini merupakan uji coba untuk pembayaran pajak 5 tahunan. Masa uji coba ini, disambut antusias masyarakat wajib pajak.

“Saat ini kami melaksanakan uji coba untuk pembayaran pajak kendaraan 5 tahunan,” ungkapnya.

Kegiatan ini, lanjut Naparin, merupakan kolaborasi antara Bapenda Kalsel, dengan mitra kerja, serta kepolisian.

“Tujuan dari layanan ini, untuk memberikan kemudahan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor kepada masyarakat,” ucapnya.

Kepala UPPD Samsat Banjarmasin 2 Akhmad Naparin

Namun, tambah Naparin, untuk saat ini layanan pajak kendaraan bermotor 5 tahunan keliling, masih diperuntukkan untuk kendaraan roda dua saja.

“Untuk tahap awal pelaksanaan pembayaran pajak kendaraan bermotor 5 tahunan ini, hanya kendaraan roda dua,” ujarnya.

Akan tetapi, tambahnya, tidak menutup kemungkinan, untuk kendaraan roda empat dapat dilakukan melalui Samsat Mobil Keliling.

Sementara itu, terpantau masyarakat menyambut antusias pelaksanaan uji coba pembayaran pajak kendaraan bermotor atau perpanjangan STNK 5 Tahunan keliling tersebut.

Seperti yang disampaikan salah satu warga wajib pajak di Kota Banjarmasin, Rahmani.

Ia mengucapkan terimakasih, kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui layanan Samsat-nya, karena telah memberi kemudahan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor 5 tahunan ini.

“Terimakasih kepada Samsat yang telah memberikan layanan ini, sehingga tidak perlu lagi datang ke kantor Samsat untuk melakukan pembayaran pajak 5 tahunan,” ungkapnya.

Mengingat, selama ini untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor 5 tahunan, hanya dapat dilakukan di kantor pelayanan Samsat saja.

“Dengan adanya layanan Samsat Keliling untuk pembayaran pajak lima tahunan ini, sangat membantu masyarakat,” ucapnya.

Rahmani berharap, layanan Samsat Keliling untuk pajak 5 tahunan ini, dapat dilaksanakan secara rutin serta terus menerus.

“Kami berharap layanan ini terus berjalan, karena manfaat yang diberikan,” ujarnya.

Rahmani juga mendoakan, dengan kemudahan yang diberikan tersebut, maka kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor semakin meningkat.

“Dengan begitu maka PAD Kalsel akan meningkat,” ucapnya. (SRI/RIW/APR)

Hadiri Pembukaan Bazar Amal Tahunan WIC, Supian HK Harapkan Budaya Kalsel Go Internasional

Jakarta – Momen Bazar Amal Tahunan Women’s International Club (WIC), adalah waktu yang tepat mengenalkan budaya, kuliner serta pariwisata unggulan yang ada di Kalsel, agar go international.

Hal itu disampaikan, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, usai hadiri pembukaan Bazar Amal Tahunan ke-56 WIC tahun 2025, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pada Rabu (19/11).

Ketua DPRD Kalsel didampingi istri

Supian HK mengatakan, kegiatan WIC kali ini mampu meningkatkan kerjasama dan pertukaran pengalaman antar perempuan daerah, ibukota hingga mancanegara, yang akhirnya diharapkan dapat meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan.

“Ayo dukung Budaya Kalsel Go Internasional,” ucapnya

Supian HK mengatakan, acara kali ini adalah momen yang sangat bagus, untuk mengenalkan Budaya Kalsel kepada dunia internasional, agar semakin dikenal dan tidak tergilas zaman.

“Peran perempuan sangat diuntungkan dengan adanya acara ini, diharapkan kedepannya dapat meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan nasional”, jelasnya.

Supian HK menambahkan, dengan mengusung tema ”Kalimantan Selatan: The Soul of Borneo”, WIC kali ini juga menghadirkan komunitas seni dan pelaku UMKM dari Kalsel. Hal itu dikarenakan WIC mengundang dan mengikutsertakan 45 kedutaan besar dari berbagai negara di seluruh dunia, yang digelar 2 hari, 19 dan 20 November 2025.

“Gelaran ini diharapkan mampu mendongkrak popularitas kebudayaan Kalsel, dan meningkatkan solidaritas dan menyatukan keberagaman dalam semangat kemanusiaan,” tutupnya

Acara yang dibuka istri Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Selvi Gibran Rakabuming ini, merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan internasional, serta meningkatkan pertumbuhan UMKM. Dimana pelaksanaan tahun ini, Provinsi Kalsel ditunjuk sebagai promotor utama. (ADV-NHF/RIW/APR)

Luncurkan Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan MBG, Tabalong, Jadi Yang Pertama di Indonesia

Banjarbaru – Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, menjadi daerah pertama di Indonesia, yang memiliki Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kehadiran laboratorium ini menjadi tonggak penting, dalam memastikan pangan yang diberikan kepada peserta didik benar – benar aman, bergizi, dan sesuai standar kesehatan.

Peresmian tersebut diumumkan dalam Forum Diskusi Sinergitas Pengawasan Obat dan Makanan, yang diselenggarakan Balai Besar POM Banjarbaru di Aula Aberani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel, baru – baru ini.

Peresmian tersebut dihadiri langsung Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar, didampingi Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Adi Santoso, para Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Selatan, serta lintas instansi terkait baik dari pusat maupun daerah.

Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar menyampaikan, bahwa keberadaan Laboratorium MBG di Tabalong menjadi langkah penting, untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan yang diberikan kepada masyarakat. Khususnya melalui program makan bergizi gratis (MBG).

Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar

“Ini menjadi percontohan nasional, karena Laboratorium MBG di Tabalong adalah yang pertama di Indonesia. Dan kami memulai safari pengawasan pangan nasional dari Kalimantan Selatan,” ucap Taruna Ikrar.

Keberadaan laboratorium ini sangat penting untuk memastikan, bahwa pangan yang diberikan melalui Program Prioritas Presiden RI, yaitu Makan Bergizi Gratis, memenuhi kriteria aman dan layak konsumsi.

“Laboratorium tersebut akan melakukan pengujian pangan secara berkala untuk mencegah terjadinya kasus keracunan atau gangguan kesehatan pada peserta didik akibat makanan yang tidak memenuhi standar,” sahut Taruna.

Taruna menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tabalong, yang telah menyediakan hibah tanah sebagai lokasi pembangunan laboratorium MBG, dan fasilitas SPPG (Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga).

Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat ekosistem keamanan pangan di Kalimantan Selatan.

“Ini bentuk dukungan yang luar biasa dari Tabalong. Langkah ini adalah bagian penting untuk memastikan pengawasan ketat demi keselamatan anak-anak kita,” sahut Taruna.

Selain pengawasan pangan sekolah, Badan POM RI juga menekankan pentingnya penguatan pendampingan bagi pelaku UMKM sektor pangan, obat tradisional, dan kosmetik. Dari total sekitar 1,7 juta pelaku usaha, baru 400 ribu yang telah terpenuhi kebutuhan perizinan dan sertifikasinya.

“Angka ini menunjukkan masih besarnya ruang peningkatan dalam mendukung legalitas dan keamanan produk UMKM nasional,” tutup Taruna.

Untuk diketahui, hingga saat ini, Kalimantan Selatan memiliki tiga UPT Badan POM, yaitu di Tabalong, Tanah Bumbu, dan Banjarbaru. Untuk memperluas jangkauan pengawasan, Badan POM menargetkan penambahan satu hingga dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru pada tahun mendatang, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Dengan hadirnya Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan MBG yang pertama di Indonesia, Kabupaten Tabalong menempatkan Kalimantan Selatan sebagai daerah pelopor dalam penguatan sistem pengawasan pangan sekolah.

Laboratorium ini diharapkan dapat mempercepat layanan pengujian pangan, meningkatkan kapasitas edukasi, serta memastikan seluruh peserta didik menerima makanan yang benar-benar aman dan berkualitas. (MRF/RIW/APR)

Bantu Petani Hadapi Cuaca Tidak Menentu, BPTPH Kalsel Berikan Pestisida Ramah Lingkungan dan Agen Hayati

Banjarbaru – Produksi hortikultura di Kota Banjarbaru mengalami penurunan signifikan, akibat cuaca yang tidak menentu serta curah hujan tinggi sejak awal November. Kondisi ini memicu kekhawatiran para petani, terutama karena meningkatnya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), pada masa tanam yang bertepatan dengan puncak musim hujan.

Melihat kondisi tersebut, Balai Pengendalian dan Pengawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan pestisida ramah lingkungan dan agen hayati, untuk membantu petani mengantisipasi potensi kerusakan tanaman. Upaya ini menjadi salah satu langkah strategis BPTPH Kalsel, dalam menjaga ketahanan produksi pertanian di tengah ancaman perubahan iklim.

Kepala BPTPH Kalsel, Lestari Fatria Wahyuni

Kepala BPTPH Kalsel, Lestari Fatria Wahyuni menjelaskan, bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program penguatan perlindungan tanaman, mengingat perubahan pola cuaca berdampak langsung pada sektor pertanian, khususnya hortikultura yang menjadi komoditas dominan di wilayah Banjarbaru.

“Memasuki musim hujan ini, kami sudah melakukan sosialisasi dan penyebaran peringatan dini terkait kewaspadaan cuaca. Kami juga baru melaksanakan Sekolah Lapang Iklim bekerja sama dengan BMKG Kalsel untuk membekali petugas POPT di lima kabupaten tentang pengaruh iklim terhadap usaha pertanian,” ucap Lestari, saat ditemui dikantornya pada Rabu (19/11).

Dirinya menambahkan, curah hujan tinggi menyebabkan kelembaban udara meningkat, sehingga memudahkan berkembangnya hama dan penyakit tanaman. Beberapa jenis OPT bahkan muncul lebih cepat dari siklus biasanya, sehingga petani harus meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan kondisi lahan.

“Intensitas hujan yang tinggi membuat tanaman hortikultura lebih rentan terserang OPT. Karena itu, selain memberikan penyuluhan, kami juga menyalurkan pestisida ramah lingkungan dan agen hayati untuk membantu petani mengurangi risiko kerusakan tanaman. Kami ingin memastikan perlindungan tanaman tetap optimal meski kondisi cuaca tidak bersahabat,” lanjut Lestari.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, melalui Brigade Perlindungan Tanaman di Laboratorium Sungai Tabuk yang membawahi wilayah Barito Kuala, Tanah Laut, Banjar, Banjarbaru, dan Banjarmasin. Mekanisme pengajuan bantuan dapat dilakukan melalui Penyuluh Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) di masing – masing wilayah.

“POPT di Banjarbaru bisa mengajukan bantuan melalui Brigade Sungai Tabuk maupun langsung ke BPTPH Provinsi Kalsel, sesuai kebutuhan dan tingkat kerawanan OPT di lapangan,” ungkap Lestari.

Selain bantuan fisik, BPTPH juga memperkuat layanan informasi dengan memperbarui data perkembangan OPT secara berkala. Informasi tersebut menjadi panduan bagi petani untuk mengenali potensi serangan hama lebih dini dan melakukan tindakan preventif sebelum kerusakan meluas.

Dengan rangkaian langkah cepat ini, BPTPH Kalsel menginginkan produksi hortikultura di Banjarbaru tetap stabil meski berada di bawah tekanan cuaca ekstrem.

“Upaya mitigasi dan pendampingan diharapkan mampu membantu petani tetap bertahan dan menjaga kualitas hasil pertanian selama musim hujan,” tutup Lestari. (MRF/RIW/APR)

Bank Indonesia Tetapkan Bank Kalsel, Sebagai Bank Terbaik Dalam Sinergi Rupiah 2025

Banjarmasin — Sebagai bentuk kontribusi dalam menjaga kualitas layanan kas dan pengelolaan rupiah di Kalimantan Selatan, Bank Indonesia menetapkan Bank Kalsel sebagai Juara 1 Kategori Apresiasi Sinergi CBP Rupiah Perbankan, pada ajang Festival Antasari 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan pada Sabtu (15/11) di Aula Bank Indonesia, Banjarmasin ini, dihadiri perbankan, pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif, serta berbagai pemangku kepentingan daerah.

Penghargaan yang diterima, diserahkan langsung Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, A. Donanto H. W, kepada Direktur Bisnis Bank Kalsel, Akhmad Fauzi Noor.

Dalam hal ini, Bank Indonesia menilai Bank Kalsel sebagai perbankan dengan kontribusi paling konsisten dan signifikan, dalam mendukung pelaksanaan Cash Banking Provision (CBP) Rupiah. Termasuk penguatan layanan kas, edukasi ciri keaslian uang kepada masyarakat, serta pemenuhan uang layak edar di wilayah Kalimantan Selatan.

Selain itu, Bank Kalsel dinilai aktif dalam penyetoran, penarikan, pengolahan, dan distribusi uang rupiah serta menjalankan berbagai program literasi rupiah dan kemitraan daerah.

Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, A. Donanto H. W menyatakan, bahwa penghargaan yang diserahkan, merupakan bentuk apresiasi terhadap mitra yang berperan dalam menjaga kualitas rupiah, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait keaslian uang.

“Festival Antasari 2025 dan Malam Apresiasi ini kami selenggarakan untuk memberikan penghargaan kepada para mitra yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kualitas rupiah, memperkuat layanan kas, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ciri keaslian uang. Kami mengapresiasi Bank Kalsel yang pada tahun ini berhasil meraih Juara 1 atas konsistensi, dedikasi, dan sinergi aktif dalam mendukung operasional CBP Rupiah di Kalimantan Selatan,” ucap Donanto.

Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Akhmad Fauzi Noor, mengucapkan berterima kasih kepada Bank Indonesia atas sinergi yang selama ini terbangun untuk terus memperkuat kolaborasi dalam memastikan ketersediaan uang layak edar, edukasi ciri keaslian uang, serta layanan kas yang aman, cepat, dan nyaman bagi masyarakat di Kalimantan Selatan.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam pengelolaan dan distribusi uang rupiah. Bank Kalsel akan terus memperkuat kerja sama dengan Bank Indonesia melalui literasi rupiah, digitalisasi layanan, serta penguatan ekosistem ekonomi daerah,” tutur Fauzi.

Sebagai Informasi, penghargaan ini menambah deretan capaian Bank Kalsel dalam mendukung stabilitas dan kelancaran sistem pembayaran, sekaligus mempertegas komitmen Bank Kalsel dalam menyediakan layanan kas yang aman, cepat, dan nyaman bagi masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/APR)

Exit mobile version