Ketinggalan Barang di Bandara BDJ, Begini Cara Lapornya

Banjarbaru – Ketika di bandara, kadang penumpang yang terburu-buru naik pesawat, ada yang tidak sadar meninggalkan barangnya di dalam bandara. Situasi ini tentu membuat tidak nyaman.
Tetapi kabar baiknya, barang yang hilang atau tertinggal masih dapat ditemukan kembali melalui prosedur resmi yang telah disiapkan pengelola Bandara di Regional VI.

Yakni di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman – BPN, Bandara Syamsudin Noor – BDJ, Bandara Supadio – PNK dan Bandara Tjilik Riwut – PKY yakni LOFIA “Lost & Found InJourney Airports”

“Diharapkan aplikasi ini, memudahkan penumpang yang sudah melanjutkan perjalanan dari bandara tinggal melapor melalui aplikasi Lofia yang tersedia Google Play Store” kata Minggus E.T Gandeguai, CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia

Pesawat Udara menjadi salah satu transportasi publik yang banyak diandalkan untuk perjalanan jarak jauh, oleh karena itu, CEO PT Angkasa Pura Airport Kantor Regional VI, terus mengimbau penumpang agar memerhatikan barang bawaan saat di Bandara, demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut cara melapor kehilangan barang melalui aplikasi LOFIA,

  1. Pengguna Jasa dapat mengunduh aplikasi di Google Play Store, kemudian masuk menggunakan alamat email dan kata sandi yang telah terdaftar. Tersedia juga opsi masuk praktis melalui akun Google.
  2. Di halaman awal tersedia informasi Recently Found dimana bagian ini menampilkan barang-barang yang baru saja ditemukan petugas di bandara. Jika barang tersebut milik pengguna jasa, maka dapat mengklaim dengan menunjukkan bukti kepemilikan, seperti deskripsi ciri khusus yang hanya diketahui pemilik atau unggah foto bukti kepemilikan (misal: foto saat memakai barang tersebut atau kuitansi pembelian).
  3. Jika pengguna jasa kehilangan barang, yang tidak muncul di Recently Found Dapat membuat laporan melalui ikon (+) di menu aplikasi. Tinggal mengisi nama, email, kemudian isi detail barang jika ada foto untuk diupload dengan detail waktu dan lokasi. Pengguna jasa dapat memantau proses melalui aplikasi ini.

Selain itu, jika penumpang masih berada di bandara, datang langsung ke Customer Service dan akan dibantu untuk dibuatkan laporan.

“Kami informasikan jika barang tidak segera diambil dalam waktu tertentu, petugas akan memindahkannya ke tempat penyimpanan. Proses ini dilakukan guna memastikan barang tetap aman hingga pemilik datang menjemput,” tambah Minggus.

Barang temuan disimpan maksimal satu minggu di bandara sebelum dipindahkan ke tempat penyimpanan.
Barang berupa makanan hanya disimpan selama satu hari sebelum dimusnahkan.

Barang lain yang tidak diambil dalam kurun waktu satu bulan akan disumbangkan atau dimusnahkan.

Regional CEO VI juga mengingatkan bahwa prosedur pengambilan barang mengikuti aturan yang berlaku. Meskipun layanan pelaporan barang ini tersedia, penumpang tetap diimbau untuk selalu memastikan barang bawaannya aman saat di bandara. (AngkasaPura-RIW/EPS)

Lampaui Target Mei 2026, Pawning BSI Balikpapan Tembus Rp1,04 Triliun

Balikpapan – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Area Balikpapan, mencatat kinerja positif pada segmen pawning atau gadai emas. Hingga Rabu (20/5) outstanding pawning BSI Area Balikpapan mencapai Rp1,04 triliun, melampaui target posisi Mei 2026 dengan pencapaian 108,37 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu penopang utama kinerja pembiayaan BSI Area Balikpapan. Secara year to date tumbuh Rp228,88 miliar. Dengan target posisi Mei sebesar Rp962,53 miliar, segmen pawning mencatat selisih positif sekitar Rp80,57 miliar.

Secara total, pembiayaan BSI Area Balikpapan per 20 Mei 2026 mencapai Rp6,02 triliun, atau 97,26 persen dari target posisi Mei 2026 sebesar Rp6,19 triliun. Total pembiayaan ini tumbuh Rp14,72 miliar secara MtD dan Rp282,25 miliar secara YtD.

Selain pawning, pembiayaan BSI Area Balikpapan juga ditopang segmen consumer sebesar Rp2,83 triliun, SME sebesar Rp1,68 triliun, dan mikro sebesar Rp461,81 miliar.

Namun, dari sisi pencapaian target, pawning menjadi segmen paling menonjol karena telah melampaui target bulanan.

Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat, mengatakan pertumbuhan pawning menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap solusi keuangan syariah yang mudah, cepat, dan tetap aman.

“Pertumbuhan pawning di Area Balikpapan menjadi sinyal positif bahwa masyarakat semakin percaya terhadap layanan gadai emas BSI. Produk ini tidak hanya menjadi solusi likuiditas jangka pendek, tetapi juga bagian dari ekosistem emas syariah yang semakin relevan bagi kebutuhan masyarakat modern,” ujar Sefudin.

Menurutnya, gadai emas memiliki karakter yang dekat dengan kebutuhan masyarakat karena dapat digunakan untuk berbagai keperluan produktif maupun konsumtif, mulai dari kebutuhan usaha, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan keluarga.

Dengan prinsip syariah, layanan ini juga memberikan rasa aman bagi nasabah.

Kinerja pawning Balikpapan sejalan dengan penguatan bisnis emas BSI secara nasional. BSI sebelumnya mencatat total emas kelolaan mencapai 22,5 ton dalam satu tahun sejak layanan bullion bank diluncurkan.

BSI juga mengembangkan ekosistem emas yang terintegrasi, mulai dari perdagangan emas, simpanan emas, cicil emas, gadai emas, hingga BSI Gold.

Sefudin menambahkan, BSI RO IX Kalimantan akan terus memperkuat literasi kepada masyarakat agar produk emas syariah tidak hanya dipahami sebagai instrumen pembiayaan, tetapi juga sebagai bagian dari perencanaan keuangan.

“Kami ingin masyarakat melihat emas bukan hanya sebagai aset simpanan, tetapi juga sebagai instrumen keuangan yang dapat dikelola secara produktif, aman, dan sesuai prinsip syariah. Karena itu, BSI akan terus memperkuat layanan, edukasi, dan akses bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan capaian tersebut, BSI Area Balikpapan diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan pembiayaan hingga akhir bulan, sekaligus memperkuat posisi pawning sebagai salah satu motor utama kinerja bisnis di wilayah Kalimantan Timur. (RIW/EPS)

Studi Komparasi ke Bali, Sekretariat DPRD Kalsel Pelajari Pola Kemitraan Media dan Kehumasan

Bali – Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan studi komparasi ke Biro Kehumasan dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Bali, Kamis (21/5). Kegiatan tersebut turut melibatkan jurnalis yang tergabung dalam Press Room DPRD Kalsel.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Praja Sabha Setda Provinsi Bali ini, dipimpin Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini yang diwakili Kepala Bagian Umum dan Keuangan DPRD Kalsel, Ridwansyah.

Penyerahan cinderamata oleh Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali kepada Sekretariat DPRD Kalsel

Rombongan juga didampingi Kasubbag Protokol dan Kehumasan DPRD Kalsel, Adi Prasetya Radam, serta Ketua Pressroom DPRD Kalsel, Ipik Gandamana.

Ridwansyah mengatakan, kunjungan ini memberikan banyak pembelajaran, tidak hanya terkait pengelolaan kehumasan, tetapi juga strategi Pemerintah Provinsi Bali menjaga citra daerah di tengah tingginya arus wisatawan.

“Kami banyak mendapatkan pengetahuan, khususnya mengenai penanganan sampah, bagaimana menjaga adat istiadat Bali di tengah banyaknya kunjungan wisatawan, termasuk hubungan kemitraan media yang sangat baik,” ujarnya.

Menurut Ridwansyah, pola komunikasi dan kerja sama yang dibangun Pemerintah Provinsi Bali dengan media dinilai positif dan dapat menjadi referensi untuk diterapkan di Kalimantan Selatan.

“Hubungan dengan media-media, baik online maupun media cetak, yang digagas pemerintah daerah di sini sangat baik. Ini tentu menjadi hal positif yang akan kami pelajari dan coba terapkan di Kalimantan Selatan,” katanya.

Kehadiran rombongan disambut langsung Kepala Bagian Humas Biro Kehumasan dan Protokol Setdaprov Bali, Kadek Suadnyana Puriyanto.

Ia menilai kerja sama antardaerah penting untuk memperkuat pengelolaan komunikasi pemerintahan.

Kadek mengatakan, kehumasan pemerintah saat ini tidak cukup hanya membangun koordinasi di tingkat lokal, tetapi juga perlu memperluas jejaring dan kolaborasi lintas daerah.

“Kehumasan perlu melakukan upaya-upaya strategis dalam membangun komunikasi. Setiap daerah punya karakteristik masing – masing, tetapi ada banyak hal yang bisa menjadi pembelajaran bersama,” ujarnya.

Kadek menilai perkembangan platform komunikasi yang semakin cepat menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi, termasuk dalam membangun hubungan dengan media massa dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik.

“Dulu mungkin hanya media konvensional, sekarang berkembang ke media sosial. Karena itu, pemerintah perlu memperluas pola komunikasi agar informasi bisa tersampaikan lebih luas kepada masyarakat,” pungkasnya.

Studi komparasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi DPRD Kalsel dalam menghadirkan pengelolaan informasi publik yang lebih adaptif, profesional, dan terbuka kepada masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah dan media dalam mendukung keterbukaan informasi publik di daerah. (SYA/RIW/EPS)

Cetak Tenaga Kerja Profesional, Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi BLK Kalsel

Banjarbaru – Delapan puluh (80) peserta se-Kalimantan Selatan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja Berbasis Kompetensi Institusional APBD Tahun 2026, yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kamis (21/5).

Pelatihan yang dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, diwakili Plh. Sekretaris Daerah Subhan Nor Yaumil ini, menghadirkan sejumlah program kejuruan, di antaranya tata rias kecantikan, menjahit pakaian sesuai style, digital marketing, desain grafis muda, hingga plate welder 4G-UP PF atau teknik pengelasan.

Ket : Plh. Sekda Provinsi Kalsel, Subhan Nor Yaumil saat membuka kegiatan pelatihan

Subhan mengatakan, pelatihan berbasis kompetensi memiliki peran strategis untuk menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang di tengah kemajuan teknologi dan persaingan kerja yang semakin ketat.

“Program pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan investasi untuk mencetak tenaga kerja yang unggul, produktif, dan mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujar Subhan.

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2026, tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Selatan berada pada angka 3,80%, yang menunjukkan kondisi ketenagakerjaan daerah terus bergerak ke arah positif.

Meski demikian, Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan dunia kerja ke depan akan semakin dinamis, terutama menghadapi transformasi teknologi, perkembangan industri, dan perubahan kebutuhan pasar kerja.

“Pelatihan vokasi seperti ini menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus membuka peluang kerja dan peluang usaha baru bagi masyarakat,” katanya.

Ket : Suasana pembukaan pelatihan berbasis kompetensi institusional di BLK Tahun 2026

Subhan berharap program pelatihan serupa, dapat dilaksanakan berkelanjutan, untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan keterampilan masyarakat sesuai kebutuhan dunia industri.

“Kemampuan teknis seperti pengelasan dan yang lainnya dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi tenaga kerja lokal apabila terus dikembangkan melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Kepada para peserta, Subhan berpesan, agar mengikuti seluruh proses pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membangun karakter kerja yang profesional.

“Jangan pernah cepat puas, karena dunia kerja terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia yang mau belajar sepanjang hayat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BLK Provinsi Kalsel, Fatmasari Said menjelaskan, pelatihan akan berlangsung selama 43 hari. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan mengikuti program pemagangan sebelum terjun ke dunia usaha, perusahaan, maupun membuka usaha mandiri.

“Harapannya para peserta dapat direkrut oleh perusahaan sesuai kebutuhan industri, ataupun mampu membuka peluang usaha secara mandiri setelah mengikuti pelatihan ini,” ujar Fatmasari.

Ia menambahkan, seluruh peserta telah melalui proses seleksi ketat. Dari ribuan pendaftar dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, hanya 80 orang yang dinyatakan lolos mengikuti pelatihan tersebut.

“Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, diharapkan lahir tenaga kerja yang terampil, siap bersaing, serta mampu menciptakan peluang usaha baru yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Masuki Babak Semifinal, Ini Grup Yang Berlaga di Cabor Sepak Bola POPDA Kalsel

Banjarmasin – Pertandingan sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2026, di Kota Banjarmasin, kini memasuki penghujung fase grup.

Masing-masing kontestan terus bersaing memperebutkan tiket menuju babak semifinal dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan Green Yakin Soccer Field (GYSF), Kabupaten Banjar, Kamis (21/5).

Persaingan di seluruh grup berlangsung ketat. Sejumlah tim masih memiliki peluang lolos ke semifinal, terutama di Grup B dan D yang persaingannya masih terbuka hingga pertandingan terakhir.

Rilis Dispora Kalsel, Kamis (21/5) menyebutkan, pada pertandingan hari pertama, Balangan sukses mengalahkan Banjarmasin dengan skor tipis 1-0. Tabalong juga tampil impresif usai menundukkan Hulu Sungai Selatan (HSS) 2-0.

Di Grup A, Banjarbaru membuka peluang lolos setelah menang 2-0 atas Hulu Sungai Utara (HSU), sementara Tapin bermain imbang 1-1 melawan Hulu Sungai Tengah (HST). Adapun Tala berhasil mengatasi Kotabaru 2-0.

Memasuki hari kedua, HST kembali bermain imbang 1-1 kontra Barito Kuala (Batola). Tanah Bumbu (Tanbu) meraih kemenangan penting 1-0 atas HSU. Sedangkan Kotabaru bangkit usai mengalahkan Banjar 2-0.

Di Grup D, Balangan dan HSS bermain tanpa gol, sementara Banjarmasin menjaga asa lolos setelah menaklukkan Tabalong dengan skor 2-1.

Sementara itu, laga hari ketiga sudah mulai berlangsung dengan hasil imbang 1-1 antara Banjar melawan Tala di Grup C. Pertandingan lainnya masih akan menentukan siapa yang berhak melangkah ke semifinal.

Di Grup A, Banjarbaru dan Tanbu sama-sama mengoleksi tiga poin dan akan saling berhadapan pada laga penentuan. Grup B juga masih terbuka dengan HST memimpin klasemen sementara dengan dua poin, diikuti Batola dan Tapin yang sama-sama mengantongi satu poin.

Persaingan paling sengit terjadi di Grup D. Tabalong, Balangan, dan Banjarmasin sama – sama mengoleksi tiga poin, sedangkan HSS masih memiliki peluang dengan dua poin.

“Seluruh tim dipastikan tampil maksimal demi mengamankan posisi terbaik dan melaju ke babak semifinal Popda Kalsel 2026,” ucap referee assesor, Baktiansyah dalam siaran persnya.(DISPORAKALSEL-SRI/RIW/EPS)

Menaker Lantik 976 ASN, Tekankan Semangat Belajar, Integritas, dan Kekompakan

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengambil sumpah/janji dan melantik 976 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Ruang Serbaguna Kemnaker, Jakarta, Rabu (20/5).

Pelantikan ini menjadi awal pengabdian baru bagi para ASN, menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat, dinamis, serta ditandai transformasi digital di sektor ketenagakerjaan.

“Saya, Menteri Ketenagakerjaan, secara resmi melantik saudara – saudara dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Saya percaya saudara – saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” katanya.

Dari total 976 ASN yang dilantik, sebanyak 954 orang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan 560 orang di antaranya langsung menempati jabatan fungsional pada pengangkatan pertama.

Selain itu, terdapat 21 orang yang melakukan alih jabatan ke jabatan fungsional, serta 1 orang pejabat struktural (JPT Pratama) yang beralih menjadi Jabatan Fungsional Mediator Hubungan Industrial Madya.

Dalam arahannya, Menaker Yassierli mengingatkan, bahwa struktur karier ASN berbentuk piramida. Hal ini membuat persaingan di level atas semakin ketat.

Karena itu, Ia menekankan pentingnya setiap ASN memiliki keunggulan kompetitif agar mampu bersaing dalam sistem promosi yang semakin transparan.

“Sistem seleksi dan penentuan siapa yang layak akan semakin kompetitif dan transparan seiring dengan penguatan sistem merit ke depan,” ujar Yassierli.

Menaker juga menyampaikan tiga pesan utama yang harus dipegang teguh seluruh ASN Kemnaker.

Pertama, menjaga integritas dengan menjauhkan diri dari gratifikasi, nepotisme, dan konflik kepentingan demi menjaga reputasi institusi.

“Integritas itu sesuatu yang mudah diucapkan, tetapi dalam pelaksanaannya tidak mudah karena banyak godaannya,” katanya.

Kedua, ASN diharapkan memiliki growth mindset atau semangat belajar dan bertumbuh dalam membangun kompetensi dengan terus mempelajari hal-hal baru.

“Orang yang memiliki growth mindset adalah orang-orang yang sukses. Banyak hal yang harus kita pelajari, mulai dari TI, AI, database, komunikasi, public relations, hingga administrasi,” ujar Yassierli.

Ketiga, ASN diminta menjaga kekompakan dan memperkuat kerja sama tim sebagai satu kesatuan Kemnaker.

“Saya berusaha menghilangkan sekat-sekat: ini Lavotas, ini Binapenta, ini Balai X, dan seterusnya. Semua kita adalah satu Kemnaker,” katanya. (KemenakerRI-RIW/EPS)

Kemnaker Raih Penghargaan Nasional Pengawasan Kearsipan Kategori Sangat Memuaskan dan Simpul Jaringan Terbaik Nasional 2026

Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali meraih prestasi di bidang kearsipan nasional. Dalam Rapat Koordinasi Kearsipan Nasional dan Anugerah Kearsipan Nasional yang diselenggarakan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kemnaker meraih penghargaan Pengawasan Kearsipan Tahun 2026 Klaster II dengan kategori Sangat Memuaskan (AA) dengan nilai 97,18

Capaian tahun 2026 ini juga menunjukkan peningkatan kinerja dibanding tahun sebelumnya, di mana Kemnaker meraih nilai 95,51.

Dengan demikian, terdapat peningkatan sebesar 1,67 poin yang mencerminkan konsistensi perbaikan tata kelola kearsipan di lingkungan Kemnaker.

Penghargaan tersebut diterima langsung Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, pada Rabu (20/5) di Kantor ANRI, Jakarta.

Cris Kuntadi menyampaikan, bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dalam memperkuat sistem kearsipan yang semakin tertib, modern, dan terintegrasi.

“Capaian ini menunjukkan konsistensi perbaikan tata kelola kearsipan di Kemnaker. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh unit dalam membangun sistem kearsipan yang tertib, akuntabel, dan mendukung transformasi digital birokrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan kearsipan menjadi bagian penting dari reformasi birokrasi, khususnya mendukung percepatan layanan publik berbasis digital serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

Selain penghargaan tersebut, Kemnaker juga ditetapkan sebagai Simpul Jaringan Terbaik Nasional (SJTN) 2026, sebagai bentuk pengakuan atas keaktifan dan konsistensi dalam pengelolaan serta pengunggahan arsip terbuka yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Kearsipan Nasional. (KemenakerRI-RIW/EPS)

Menaker Tekankan Pekerja Perkuat Inovasi di Tengah Perubahan Global

Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, menekankan para pekerja menjaga semangat berinovasi di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global, serta pesatnya perkembangan teknologi.

“Produktivitas kita mungkin sudah baik, tetapi filosofi seorang pekerja yang inovatif adalah selalu ada ruang untuk melakukan perbaikan dan inovasi,” kata Yassierli, saat menghadiri apel pegawai PT Panasonic Gobel Indonesia di Jakarta, Selasa (19/5).

Ia mengatakan, perkembangan teknologi seperti komputer, kecerdasan buatan (AI), hingga sensor digital harus dipandang sebagai alat pendukung untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.

“Saya belajar cukup lama di bidang teknik industri dan banyak belajar dari budaya kerja Jepang tentang continuous improvement (perbaikan secara berkelanjutan). Selalu ada pertanyaan, bulan depan apa cara yang lebih baik yang bisa dilakukan agar pekerjaan menjadi lebih produktif dan berkualitas,” ujarnya.

Yassierli meyakini semangat inovasi di lingkungan Panasonic telah tumbuh dengan baik dan perlu diperkuat secara lebih masif dengan melibatkan seluruh unsur perusahaan, termasuk serikat pekerja.

“Ada budaya dan semangat untuk tumbuh bersama menuju tujuan bersama. Kombinasi disiplin ala Jepang dan kekeluargaan ala Indonesia ini sangat bagus dan melahirkan berbagai inovasi secara kultural,” ucapnya.

Selain inovasi, Yassierli juga menegaskan pentingnya pekerja tetap relevan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Inovasi dan produktivitas membutuhkan kompetensi baru. Karena itu, semangat untuk terus belajar harus selalu dijaga,” katanya.

Ia menambahkan bahwa di tengah perubahan global, prinsip no one left behind harus menjadi perhatian. Semua pekerja harus antusias dan aktif dalam menyongsong berbagai perubahan.

“Jangan sampai ada satu pun karyawan yang tertinggal. Semua berhak mendapatkan upskilling dan reskilling,” ucapnya. (KemenakerRI-RIW/EPS)

Youth Bootcamp 2026, Ajang Diskusi Pemuda Hadapi Tantangan Dunia Digital

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Youth Bootcamp, di Banjarmasin, Kamis (21/5). Kegiatan yang dibuka Kadispora Kalsel Pebriandin Hapiz didampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Budiono ini, berlangsung dari 21 – 24 Mei 2026, dan diikuti 50 pemuda dari perwakilan organisasi kemahasiswaan serta kepemudaan.

Pebriandin menyampaikan, forum Youth Bootcamp menjadi ajang diskusi bersama menyikapi dinamika yang terjadi di Kalimantan Selatan.

Ket foto : Kadispora Kalsel Pebriandin Hapiz

“Di tengah interupsi informasi yang sedemikian rupa, maka forum ini menjadi ruang diskusi pengetahuan, untuk saling berbagi bersama narasumber, menyikapi keadaan saat ini,” ungkap Pebriandin, usai pembukaan pada Kamis (21/5).

Mengingat, lanjutnya, pemuda saat ini hidup di era yang penuh tantangan sekaligus peluang. Perkembangan teknologi dan media digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan menyampaikan pendapat.

“Dalam kondisi seperti ini, pemuda dituntut bukan hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan yang menghadirkan gagasan positif bagi masyarakat,” ucapnya.

Karena itu, tambahnya, kegiatan Youth Bootcamp ini menjadi sangat relevan dan penting. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi sebuah proses pembentukan kapasitas generasi muda agar memiliki kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi publik yang baik, serta keterampilan memproduksi konten yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, sangat mendukung lahirnya pemuda-pemuda kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

“Kami ingin pemuda Kalsel tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga mampu menghadirkan narasi yang mencerdaskan, menginspirasi, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Pebriandin.

Dispora Kalsel juga mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini, terutama dengan insan media, praktisi kreatif, dan para narasumber yang memiliki pengalaman di bidangnya masing – masing.

Kolaborasi seperti inilah yang perlu terus diperkuat agar pembinaan kepemudaan
semakin adaptif dengan perkembangan zaman.

“Kepada seluruh peserta, ikutilah kegiatan ini dengan semangat, disiplin, dan penuh antusiasme. Jangan ragu untuk berdiskusi, bertanya, dan menggali pengalaman dari para narasumber. Saya percaya, dari ruangan ini akan lahir pemuda – pemuda hebat yang mampu menjadi wajah positif Kalimantan Selatan di ruang digital maupun di tengah masyarakat,” ucap Pebriandin.

Sementara itu, Toto Fachrudin, selaku narasumber pelatihan Youth Bootcamp, menjelaskan, pemuda saat ini hidup dalam lanskap digital yang sangat dinamis, ditandai dengan masifnya arus informasi, perkembangan kecerdasan buatan, serta dominasi media sosial sebagai ruang utama pembentukan opini publik.

“Di tengah kondisi ini, maka pemuda diharapkan mampu menjadi narator pembangunan yang membawa pesan pesan positif di ruang publik digital,” ucap Toto.

Toto berharap, para pemuda tidak langsung percaya dengan narasi yang ada di media digital begitu saja, tetapi perlu disaring dengan cermat. (SRI /RIW/EPS)

Perkuat Kehumasan, DPRD Banjarmasin Studi Komparasi ke DPRD Kota Yogyakarta

Yogyakarta – Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin melakukan studi komparasi ke Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta, Kamis (21/5). Gita ini untuk memperkuat sistem kehumasan, meningkatkan kualitas publikasi kegiatan legislatif serta mempererat sinergi bersama media partner.

Kunjungan Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin ini, dipimpin Plt Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin, Ashadi Himawan, diwakili Kasubbag Humas dan Protokol, Erwin Arizona, bersama Forum Wartawan Dewan Banjarmasin.

Kasubbag Humas dan Protokol, Erwin Arizona, bersama Staf Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta (ki-ka)

Kedatangan rombongan diterima Staf Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta, Ari Wardani.

Kasubbag Humas dan Protokol, Erwin Arizona mengatakan, kedua belah pihak berdiskusi mengenai pola kerja kehumasan di lingkungan legislatif, mulai dari sistem peliputan kegiatan dewan, pengelolaan dokumentasi dan publikasi, hingga pola kerja sama dengan media lokal di masing – masing daerah.

“Selain itu, dibahas pula tantangan penyebarluasan informasi publik di era digital, termasuk pemanfaatan media sosial dan platform pemberitaan daring sebagai sarana mendekatkan aktivitas DPRD kepada masyarakat,” katanya.

Erwin menjelaskan, pertemuan itu juga dimanfaatkan untuk berdialog langsung mengenai pola kemitraan media di Kota Yogyakarta.

Diskusi berlangsung interaktif, terutama terkait mekanisme peliputan kegiatan legislatif, penyediaan data dan informasi, serta strategi menjaga hubungan harmonis antara wartawan dan sekretariat dewan.

Melalui kegiatan ini, Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang diterapkan DPRD Kota Yogyakarta.

Foto bersama

“Kita juga memperkuat kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat, diharapkan semakin mempererat hubungan antarlembaga legislatif daerah, sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan di masa mendatang,” harapnya.

Sementara itu, Staf Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta, Ari Wardani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dinilai menjadi wadah bertukar pengalaman antarlembaga legislatif daerah.

Menurutnya, banyak hal positif yang dapat dipelajari bersama, terutama membangun hubungan profesional dan produktif antara sekretariat dewan dengan insan pers.

“Komunikasi yang baik antara DPRD dan media menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik. Karena itu, melalui studi komparasi ini diharapkan muncul inovasi dan penguatan sistem kerja kehumasan yang lebih adaptif dan informatif,” tutupnya. (NHF/RIW/EPS)

Exit mobile version