Pertikarada XIII Kalsel, Tempa 520 Pramuka Jadi Generasi Berkarakter dan Berjiwa Pengabdian

Banjarmasin – Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara Daerah (Pertikarada) XIII Kalimantan Selatan Tahun 2026 menjadi momentum penting membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 5–10 Juli 2026 di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin ini, diikuti 520 peserta dari Saka Bhayangkara seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, termasuk Saka Bhayangkara Polda Kalsel dan unsur Polisi Air.

Upacara pembukaan yang digelar pada Senin (6/7) dipimpin Wakapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Noviar, sebagai Inspektur Upacara. Hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rusma Khazairin, yang mewakili Gubernur, serta Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin, Neli Lisriani.

Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar menegaskan, Pertikarada bukan sekadar ajang perkemahan, tetapi menjadi media pembinaan karakter bagi generasi muda, khususnya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, melalui berbagai materi pelatihan, kegiatan lapangan, dan pembelajaran kepramukaan, para peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan sekaligus membangun karakter yang tangguh.

“Ini menjadi sarana mempererat persaudaraan antaranggota Saka Bhayangkara dari seluruh daerah di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pertikarada sebagai bagian dari upaya membina generasi muda yang berkualitas.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi peserta untuk mengasah kemampuan, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan selama perkemahan mampu melahirkan generasi yang berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

“Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Polda Kalsel, dan Gerakan Pramuka menjadi kunci dalam mencetak kader-kader muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” tutupnya.

Melalui Pertikarada XIII, diharapkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan semangat pengabdian tidak hanya diterapkan selama perkemahan berlangsung, tetapi juga menjadi bekal para peserta dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi penerus yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (NHF/RIW/APR)

Perkuat Ekonomi Banua, Bakesbangpol Kalsel Dorong Masyarakat Utamakan Produk Lokal

Banjarbaru – Pemerintah provinsi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap penggunaan produk asli daerah sebagai langkah memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya Banua.

Plt. Kepala Bakesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, melalui Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan, Sundusiah mengatakan, bahwa kecintaan terhadap produk lokal memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurutnya, ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan stabilitas politik dan keamanan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam memperkuat perekonomian daerah melalui dukungan terhadap produk-produk hasil karya sendiri.

“Jangan sampai kita lebih mengenal dan bangga menggunakan produk dari luar daerah dibandingkan produk yang dihasilkan masyarakat Banua. Padahal, di Kalimantan Selatan banyak produk unggulan seperti kain sasirangan, kerajinan purun, hingga aneka kuliner lokal yang memiliki kualitas dan daya saing,” ujarnya, Senin (6/7).

Kegiatan Bakesbangpol Kalsel dalam mendorong produk lokal

Ia menjelaskan, menggunakan produk lokal merupakan bentuk nyata bela negara di era modern. Semakin banyak masyarakat memilih produk asli daerah, semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan usaha mikro, peningkatan pendapatan pelaku usaha, serta terciptanya lapangan kerja di Kalimantan Selatan.

Selain memberikan manfaat ekonomi, penggunaan produk lokal juga menjadi upaya menjaga keberlangsungan budaya daerah di tengah derasnya arus globalisasi.

Sundusiah menilai, generasi muda perlu lebih dekat dengan produk-produk khas Banua agar identitas budaya tetap terpelihara dan tidak tergerus perkembangan zaman.

“Karena itu, masyarakat diharapkan menjadikan produk lokal sebagai pilihan utama dalam kehidupan sehari-hari sekaligus ikut mempromosikannya kepada masyarakat yang lebih luas,” ucapnya.

Langkah tersebut diyakini akan memperkuat daya saing produk Banua sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

Sundusiah berharap semakin tingginya kepedulian masyarakat terhadap produk asli daerah dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

“Melalui dukungan seluruh masyarakat, kami optimis produk – produk Banua akan semakin berkembang, memiliki daya saing yang tinggi, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Kalsel Terima 4 Sertipikat Hak Pakai Tanah SMKN 1 Sungai Tabuk dan Jalan di Kabupaten Banjar

Banjarmasin — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerima 4 (empat) sertipikat Hak Pakai atas Barang Milik Daerah (BMD) berupa 1 (satu) sertipikat tanah SMK Negeri 1 Sungai Tabuk dan 3 (tiga) sertipikat jalan di wilayah Kabupaten Banjar.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, dalam kegiatan Sosialisasi Program Strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang digelar di Banjarmasin, baru baru tadi.

Sertipikat diterima langsung Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Haris Arsyadi, mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Selatan, Budi Kristiyana beserta jajaran, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Selain penyerahan sertipikat BMD, acara turut menyertakan penyerahan simbolis sertipikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan sertipikat tanah wakaf kepada penerima manfaat lainnya.

Muhammad Haris Arsyad menyampaikan, bahwa penerbitan sertipikat Hak Pakai atas aset tanah dan jalan milik daerah ini merupakan langkah penting mendukung tertib administrasi dan kepastian hukum pengelolaan Barang Milik Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kepastian hukum atas aset-aset ini sangat penting bagi kami dalam rangka pengamanan dan optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Daerah ke depan, sekaligus mendukung tertib administrasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Haris.

Dengan diterbitkannya sertipikat ini, status kepemilikan atas tanah SMK Negeri 1 Sungai Tabuk dan ruas-ruas jalan di Kabupaten Banjar kini memiliki legalitas yang kuat, sehingga memberikan jaminan hukum sekaligus mendukung program prioritas nasional di bidang pertanahan yang digagas Kementerian ATR/BPN. (PEMPROVKALSEL-SRI/RIW/APR)

Perjuangan Ariani Astuti Berbuah Manis, Lolos UI dan Raih BSI Scholarship Unggulan

Banjarmasin – Perjalanan pendidikan Ariani Astuti Roosiani, lulusan SMKN 3 Banjarmasin, memasuki babak baru. Setelah berhasil diterima di Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia (UI) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, Ariani kini mendapatkan dukungan pendidikan melalui program BSI Scholarship Unggulan.

Program beasiswa tersebut menjadi dukungan penting bagi Ariani, melanjutkan pendidikan tinggi di tengah ujian berat yang sedang dihadapi keluarganya.

Ariani merupakan anak dari almarhumah Dewi Fitriani, petugas kebersihan yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Banjarmasin beberapa waktu lalu.

Di balik keberhasilannya menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, terdapat perjuangan panjang Ariani dan keluarganya. Sang ibunda selama ini bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pendidikan anak-anaknya.

Kini Ariani akan melanjutkan perjuangan tersebut dengan menempuh pendidikan di Universitas Indonesia. Kesempatan itu semakin terbuka setelah dirinya menjadi penerima BSI Scholarship Unggulan, program pendidikan yang dikelola BSI bersama BSI Maslahat.

Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat mengatakan, keberhasilan Ariani merupakan pencapaian membanggakan dan patut mendapatkan dukungan agar semangatnya menempuh pendidikan tetap terjaga.

“Kami ikut berduka atas musibah yang dialami keluarga Ariani. Di balik keberhasilannya diterima di Universitas Indonesia, tentu ada perjuangan panjang Ariani dan keluarganya. Kami berharap Ariani tetap kuat, terus belajar, dan fokus mengejar cita-citanya,” ujar Sefudin.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun masa depan generasi muda. Karena itu, BSI melalui program BSI Scholarship berupaya memberikan dukungan kepada generasi berprestasi agar dapat terus mengembangkan potensi dan memberikan manfaat lebih luas di masa mendatang.

“Bagi kami, beasiswa bukan sekadar bantuan untuk membiayai pendidikan. Ini merupakan investasi untuk masa depan generasi muda Indonesia. Kami ingin para penerima beasiswa terus berkembang, memiliki karakter yang kuat, menjadi pemimpin masa depan, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Sefudin menambahkan, keberhasilan Ariani juga menjadi contoh bahwa semangat belajar dan perjuangan untuk memperoleh pendidikan tinggi harus terus dijaga, meskipun berbagai tantangan datang dalam perjalanan kehidupan.

“Kami percaya pendidikan dapat memberikan perubahan besar bagi seseorang, keluarga, maupun lingkungan di sekitarnya. Kami berharap dukungan melalui BSI Scholarship Unggulan ini menjadi penguat bagi Ariani untuk terus melangkah, menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.

BSI Scholarship merupakan program beasiswa pendidikan jenjang menengah hingga sarjana yang dikelola BSI Maslahat bersama Bank Syariah Indonesia.

Program tersebut hadir untuk mendukung lahirnya pemimpin masa depan yang memiliki karakter, amanah, mampu menjadi teladan, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di tingkat nasional maupun global.

Khusus BSI Scholarship Unggulan, program tersebut menyasar mahasiswa berprestasi yang diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia.

Beasiswa diberikan sejak awal masa perkuliahan hingga penerima menyelesaikan studi sesuai dengan ketentuan program.

Selain dukungan pendidikan, program tersebut juga dirancang untuk memberikan pengembangan kapasitas kepada para penerima beasiswa.

Para awardee mendapatkan pembinaan karakter, kepemimpinan, pengembangan keterampilan, mentorship, serta kesempatan membangun jejaring untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

Bagi Ariani, dukungan tersebut menjadi kesempatan untuk terus melanjutkan cita-cita yang telah diperjuangkannya bersama keluarga.

Dari SMKN 3 Banjarmasin, Ariani kini bersiap menjalani kehidupan barunya sebagai mahasiswa Universitas Indonesia. Perjalanan tersebut tentu akan menghadirkan tantangan baru, tetapi sekaligus membuka kesempatan lebih luas baginya untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan.

Sefudin berharap Ariani dapat menjalani pendidikan dengan baik sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

“Kami berharap Ariani tidak merasa berjalan sendiri. Teruslah belajar dan meraih prestasi. Semoga kelak ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan serta memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat dan Indonesia,” pungkasnya. (RIW/APR)

Pimpin Apel Siaga Karhutla, Gubernur Muhidin Ajak Seluruh Elemen Perkuat Pencegahan Kebakaran

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah memperkuat kesiapan menghadapi musim kemarau tahun 2026.

Apel yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (6/7) ini, dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin.

Kegiatan ini diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, instansi vertikal, pemerintah kabupaten kota, serta berbagai unsur terkait yang terlibat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel, Muhidin

Usai apel, Gubernur Muhidin mengatakan, bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi, sinergi, serta kesiapan seluruh pihak menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat seiring memasuki musim kemarau.

Menurutnya, kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta langkah – langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar potensi kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ucap Muhidin.

Karena itu, Ia mengajak seluruh pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, hingga masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran.

Selain memperkuat kesiapsiagaan aparat, Gubernur juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, praktik tersebut berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca kering dan angin cukup kencang.

“Pencegahan, merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko karhutla yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, serta menghambat aktivitas ekonomi,” lanjutnya.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Melalui kolaborasi seluruh pihak, diharapkan kejadian kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun ini dapat diminimalkan, sehingga keamanan masyarakat serta kelestarian lingkungan tetap terjaga,” tutup Muhidin. (MRF/RIW/APR)

Resmi Digelar, Kejuaraan Renang Piala Wali Kota Jadi Wadah Pembinaan Atlet Pelajar

Banjarmasin – Kejuaraan Renang Piala Wali Kota Banjarmasin Tahun 2026 resmi digelar, setelah dibuka Wali Kota, Muhammad Yamin diwakili Kadisbudporapar, Ibnu Sabil, di Kolam Renang GOR Hasanuddin HM, Senin (6/7).

Dalam sambutan yang dibacakan Ibnu Sabil, Wali Kota atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan, terimakasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama dengan baik menyelenggarakan kejuaraan ini.

“Kejuaraan ini merupakan wadah pembinaan bagi para atlet, sebagai ruang untuk mengukur hasil latihan, sekaligus momentum membangun karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, berintegritas, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.

Kadisbudporapar Banjarmasin saat membacakan sambutan

Oleh karena itu, lanjutnya, lewat kejuaraan ini, para atlet pelajar berkesempatan belajar, meningkatkan kemampuan, serta menghargai proses yang dilalui.

“Kepada seluruh peserta, saya mengucapkan selamat bertanding dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai nilai sportivitas, menang atau kalah adalah bagian kompetisi, namun sportivitas, kerja keras, dan rasa hormat kepada sesama merupakan kemenangan yang sesungguhnya,” ucapnya.

Selain itu, kepada para pelatih dan orang tua, Pemko Banjarmasin mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan. Sebab prestasi seorang atlet tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui latihan konsisten, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan keluarga dan lingkungan yang positif.

“Saya berharap, kejuaraan ini dapat menjadi agenda yang berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan bibit bibit atlet renang yang membanggakan serta semakin memperkuat ekosistem olahraga di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Aquatic Kota Banjarmasin, Muchlis Mokhtar mengatakan, kejuaraan ini diikuti atlet pelajar dengan mempertandingkan dua nomor. Yaitu gaya dada 50 meter, serta gaya bebas 50 meter.

“Tujuan kejuaraan ini, dalam rangka pembinaan atlet renang, yang merupakan pelajar perwakilan sekolah di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Kejuaraan Renang Piala Wali Kota Banjarmasin berlangsung dari 6-8 Juli 2026. (SRI/APR)

BSI Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di SYAFIF Banjarmasin

Banjarmasin – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin memperkuat kedekatannya dengan masyarakat melalui keikutsertaan dalam Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Banjarmasin yang digelar di Duta Mall Banjarmasin pada 4–5 Juli 2026.

Tak sekadar mengenalkan produk perbankan, kehadiran BSI di ajang tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai kebutuhan finansial, mulai dari tambahan modal usaha, transaksi digital, investasi emas, kepemilikan rumah, hingga kartu pembiayaan syariah.

Dalam ajang tersebut, BSI menghadirkan penawaran untuk sejumlah produk, yakni BSI KUR, BYOND by BSI, BSI Cicil Emas, BSI Emas, BSI Griya, dan BSI Hasanah Card.

Seluruh program khusus tersebut tersedia melalui Booth BSI selama berlangsungnya SYAFIF Banjarmasin.

Funding and Transaction Business Deputy BSI RO IX Kalimantan, Nugroho Agung Dewanto mengatakan, kehadiran BSI dalam SYAFIF merupakan kesempatan untuk mendekatkan layanan keuangan syariah dengan kebutuhan riil masyarakat.

Menurutnya, setiap masyarakat memiliki kebutuhan dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, perbankan tidak cukup hanya menawarkan produk, tetapi juga perlu memahami kebutuhan nasabah dan membantu memberikan alternatif solusi yang sesuai.

“Setiap orang datang dengan kebutuhan yang berbeda. Ada pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya, ada masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas, merencanakan kepemilikan rumah, ataupun membutuhkan layanan transaksi digital yang semakin mudah. BSI ingin hadir untuk mendampingi kebutuhan tersebut,” ujar Nugroho.

Ia mengatakan interaksi langsung dalam kegiatan seperti SYAFIF menjadi penting karena masyarakat dapat memperoleh informasi secara lebih lengkap sebelum memilih produk keuangan.

“Di sini masyarakat dapat datang langsung, bertanya dan berkonsultasi dengan tim BSI. Kami ingin mereka memahami produknya, manfaatnya, skemanya, kemudian memilih solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” katanya.

Salah satu produk yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah BSI KUR yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan pelaku usaha.

BSI menyediakan kategori KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil dengan rentang pembiayaan sesuai kategori dan kebutuhan usaha.

Nugroho mengatakan akses pembiayaan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas bisnis.

“Bagi pelaku usaha, tambahan modal dapat digunakan untuk menambah stok, meningkatkan kapasitas produksi, membeli peralatan maupun melakukan ekspansi. Karena itu, kami mendorong masyarakat yang memiliki usaha produktif untuk datang dan berkonsultasi mengenai alternatif pembiayaan yang tersedia,” jelasnya.

Selain pembiayaan usaha, lanjut Nugroho, minat masyarakat terhadap produk investasi dan perencanaan keuangan juga terus berkembang.

Karena itu, BSI menghadirkan sejumlah pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, termasuk kepemilikan emas melalui BSI Emas dan BSI Cicil Emas, serta pembiayaan kepemilikan rumah melalui BSI Griya.

Selama SYAFIF Banjarmasin, BSI memberikan sejumlah benefit khusus. Di antaranya hadiah Tabungan Emas senilai Rp50 ribu untuk BSI KUR, cashback Rp30 ribu untuk pembukaan rekening atau aktivasi baru BYOND by BSI, serta cashback BSI Cicil Emas hingga Rp500 ribu dan bebas biaya administrasi sesuai ketentuan program.

Pengunjung juga dapat menikmati cashback saldo BSI Emas hingga Rp50 ribu, kesempatan memperoleh BSI Emas hingga 0,1 gram untuk BSI Griya, serta welcome bonus cashback hingga Rp150 ribu untuk BSI Hasanah Card.

Nugroho menambahkan, lengkapnya ekosistem produk tersebut memungkinkan nasabah memenuhi berbagai kebutuhan finansial melalui layanan berbasis syariah.

“Perjalanan finansial seseorang tidak berhenti pada satu kebutuhan. Hari ini mungkin mulai menabung dan bertransaksi digital, kemudian mempersiapkan investasi, mengembangkan usaha, hingga memiliki rumah. BSI ingin tumbuh bersama nasabah dalam setiap tahapan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Saefudin Suria Hidayat mengatakan, keikutsertaan BSI dalam SYAFIF menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Kalimantan.

Menurutnya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memerlukan pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Selain menyediakan layanan berbasis digital, BSI juga perlu hadir langsung untuk memberikan edukasi dan konsultasi.

“Literasi dan inklusi harus berjalan bersama. Masyarakat tidak hanya perlu mengenal keuangan syariah, tetapi juga memperoleh akses, memahami manfaat produknya, dan dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan finansial mereka,” kata Saefudin.

Penyelenggaraan SYAFIF sendiri merupakan bagian dari upaya memperluas literasi, inklusi, dan kolaborasi industri keuangan syariah.

Pada 2026, rangkaian SYAFIF dan EKSiS dijadwalkan berlangsung di lima kota, dengan Banjarmasin menjadi salah satu kota penyelenggara.

Saefudin berharap momentum SYAFIF Goes to Banjarmasin dapat mendorong masyarakat untuk semakin aktif menyusun perencanaan finansial dengan baik.

“Keputusan finansial yang baik dimulai dari pemahaman yang baik. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini, datang ke Booth BSI, berdiskusi dengan tim kami, dan mengenal berbagai solusi keuangan syariah yang dapat mendukung rencana masa depan mereka,” pungkasnya. (RIW/APR)

Wali Kota Lisa Terima Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Tegaskan Data Akurat Kunci Kemajuan Banjarbaru

Banjarbaru – Dukungan terhadap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) tidak hanya disampaikan melalui imbauan, tetapi juga dibuktikan dengan tindakan nyata. Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menerima langsung kunjungan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru untuk mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 di kediamannya, Kamis (2/7).

Dengan mengikuti seluruh tahapan pendataan, Wali Kota Lisa memberikan contoh bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab yang sama, menyukseskan sensus yang menjadi pijakan penyusunan kebijakan ekonomi nasional maupun daerah.

Petugas BPS melakukan pendataan sesuai prosedur, mulai dari identifikasi anggota keluarga dan aktivitas usaha, pengisian data melalui aplikasi digital, dokumentasi lapangan sebagai bagian dari proses verifikasi, hingga penandatanganan persetujuan responden.

Sebagai tanda proses telah selesai, petugas kemudian memasang stiker resmi Sensus Ekonomi 2026 di rumah Wali Kota Lisa

Bagi Wali Kota Lisa, Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan investasi informasi yang akan menentukan arah pembangunan di masa mendatang.

Karena itu, Ia mengajak seluruh masyarakat Banjarbaru untuk berpartisipasi aktif, menerima petugas sensus dan memberikan informasi sesuai kondisi yang sebenarnya.

“Alhamdulillah, hari ini ulun telah menerima pendataan Sensus Ekonomi 2026 oleh petugas BPS Kota Banjarbaru. Ulun mengajak seluruh warga Banjarbaru untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur,” ujarnya.

Menurut Wali Kota Lisa, setiap jawaban yang diberikan masyarakat akan menjadi bagian dari potret nyata kondisi perekonomian Banjarbaru.

Semakin berkualitas data yang dikumpulkan, semakin tepat pula arah kebijakan yang dapat dirumuskan pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 untuk mewujudkan Banjarbaru yang Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera. Data yang akurat akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang tepat sasaran sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, hasil Sensus Ekonomi akan menjadi referensi penting merancang strategi pengembangan dunia usaha, memperkuat sektor UMKM, menarik investasi, membuka lapangan pekerjaan, hingga meningkatkan daya saing daerah di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Momentum pelaksanaan SE2026 dinilai semakin penting mengingat kinerja ekonomi Banjarbaru terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, ekonomi Kota Banjarbaru tumbuh sebesar 6,49 persen dan kembali meningkat menjadi 6,88 persen pada Triwulan I Tahun 2026, tertinggi di Kalimantan Selatan.

Capaian tersebut menjadi modal kuat untuk terus mempercepat pembangunan melalui kebijakan yang didukung data yang valid dan mutakhir.

Wali Kota Lisa berharap hasil sensus mampu memberikan gambaran utuh mengenai struktur ekonomi daerah sehingga pemerintah dapat menyusun program yang lebih efektif dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap data hasil sensus menjadi landasan penyusunan kebijakan yang mampu memperkuat daya saing daerah, mendorong pertumbuhan investasi, memperluas kesempatan kerja, dan mewujudkan Banjarbaru yang Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera,” ungkapnya.

Tak lupa, Wali Kota Lisa memberikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan BPS yang menjadi ujung tombak keberhasilan Sensus Ekonomi 2026.

Ia berpesan agar seluruh petugas menjaga profesionalisme, integritas, serta mengedepankan sikap santun dalam melayani masyarakat.

“Jadilah pejuang data yang mampu membangun kepercayaan masyarakat sehingga data yang berhasil dihimpun benar-benar berkualitas dan memberi manfaat bagi kemajuan Kota Banjarbaru,” pesannya.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret seluruh kegiatan usaha di luar sektor pertanian.

Di Kota Banjarbaru, sebanyak 240 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Pemerintah Kota Banjarbaru mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima petugas yang membawa identitas resmi BPS serta memberikan data secara jujur, lengkap, dan akurat.

Sebab dari setiap data yang dihimpun hari ini, akan lahir kebijakan pembangunan yang lebih presisi demi Banjarbaru yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera. (MedCenBJB-RIW/APR)

Menaker Perkuat Kolaborasi dengan Industri KEK Mandalika melalui MagangHub dan Pelatihan Vokasi

Lombok – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaan-perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam platform Program Magang Nasional (MagangHub) sebagai upaya memperluas serapan tenaga kerja sekaligus mencetak lulusan baru (fresh graduate) yang siap memasuki dunia kerja.

Ajakan tersebut disampaikan Menaker Yassierli dalam diskusi Identifikasi Ketenagakerjaan dan Pelatihan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (3/7).

“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci meningkatkan serapan tenaga kerja, terutama di tengah tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun,” katanya.

Untuk memperluas manfaat MagangHub, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah peserta menjadi 150 ribu orang pada tahun ini. Usulan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tersebut telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya berharap 150 ribu kuota ini juga dapat dimanfaatkan dan terdistribusi oleh teman-teman di Nusa Tenggara Barat secara merata,” kata Menaker.

Menurutnya, MagangHub mendapat respons positif dari peserta maupun perusahaan. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan program pada 2025 yang diikuti 100 ribu peserta, tingkat kepuasan peserta mencapai 86 persen.

Sementara itu, tingkat kepuasan perusahaan terhadap kinerja peserta magang juga berada pada kisaran 85 hingga 86 persen.

“Berdasarkan penilaian perusahaan, terjadi peningkatan kompetensi yang signifikan. Hasilnya, sekitar 30 persen peserta langsung ditawarkan untuk terus bekerja dan diangkat sebagai karyawan tetap di perusahaan tempat mereka magang,” ujarnya.

Selain membantu meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja, MagangHub juga memberikan manfaat bagi dunia usaha dengan memudahkan perusahaan menjaring talenta yang sesuai dengan kebutuhan.

Pemerintah turut memberikan dukungan berupa subsidi serta fasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Menaker berharap kuota 150 ribu peserta MagangHub tahun ini dapat dimanfaatkan optimal oleh putra-putri NTB seiring berkembangnya potensi investasi dan pariwisata di kawasan KEK Mandalika.

“Bagi perusahaan yang ingin bergabung dalam MagangHub maupun lulusan baru yang ingin mendaftar atau memperoleh informasi lebih lanjut mengenai MagangHub, dapat langsung mengakses portal resmi MagangHub Kemnaker,” ucapnya.

Yassierli menyatakan Kemnaker juga bergerak cepat mengatasi keluhan para pengelola KEK dan pimpinan perusahaan terkait sulitnya men cari tenaga kerja lokal yang memiliki kualifikasi khusus, sertifikasi, serta lisensi standar operasional.

Melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas), Kemnaker berkomitmen penuh melakukan intervensi total melalui jalur pelatihan vokasi yang bersifat demand-driven (berbasis kebutuhan pasar kerja).

“Kita harus mengubah paradigma pelatihan dari yang bersifat supply-driven menjadi sepenuhnya digerakkan oleh kebutuhan industri penanam modal di kawasan KEK,” tegas Yassierli dalam forum koordinasi tersebut.

Untuk mewujudkan target tersebut, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur bersama seluruh Balai Latihan Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLK UPTD) binaannya akan menjadi garda terdepan.

“BPVP Lombok Timur sendiri memiliki keunggulan utama di bidang kejuruan Pariwisata dan hospitality, serta kejuruan adaptif lainnya yang relevan dengan perkembangan kawasan,” ujarnya. (KemenakerRI-RIW/APR)

Wamenaker: Investasi Berdampak Nyata pada Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa setiap investasi harus memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja berkualitas. Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, saat peresmian fasilitas produksi baru PT Givaudan Indonesia di kawasan GIIC, Cikarang, Bekasi, Jumat (3/7).

“Setiap investasi baru memiliki makna strategis bagi pemerintah dalam upaya perluasan kesempatan kerja. Fokus kita adalah memastikan agar pertumbuhan dunia usaha berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” ujar Wamenaker.

Afriansyah mengatakan, fasilitas produksi baru ini menjadi salah satu titik pantau pemerintah terkait pemanfaatan investasi bagi perluasan kesempatan kerja. Pada tahap awal ekspansi (Proyek Kartini) ini, perusahaan mencatatkan penyerapan 60 tenaga kerja baru.

Pada tahap selanjutnya, fasilitas produksi baru ini ditargetkan dapat menyerap kurang lebih 400 tenaga kerja.

“Kami pemerintah menekankan agar komitmen penyerapan tenaga kerja ini terus berlanjut secara terukur pada tahap-tahap investasi berikutnya,” katanya.

Selain penyerapan tenaga kerja, pemerintah juga mengingatkan PT Givaudan Indonesia untuk tetap memenuhi kewajiban operasional sesuai standar ketenagakerjaan.

Hal ini mencakup penerapan sistem pengupahan yang adil, jaminan hak-hak normatif, serta penguatan komunikasi bipartit dengan serikat pekerja (SPKEP SPSI PT Givaudan Indonesia) untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis.

“Pemerintah terus mendorong agar setiap entitas bisnis, termasuk PT Givaudan Indonesia, mengedepankan pri nsip bahwa keberhasilan investasi harus memberikan manfaat luas, terutama bagi kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (KemenakerRI-RIW/APR)

Exit mobile version