2024, PPPK Bisa Ikut Seleksi CPNS

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengumumkan pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2024 resmi dibuka.

Kepala BKD Provinsi Kalsel, Dinansyah melalui Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian, Mashudi mengungkapkan bahwa PPPK di Kalsel kini memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi CPNS pada tahun 2024.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian, BKD Kalsel, Mashudi

“Berdasarkan ketentuan dari PermenPAN-RB No. 6 Tahun 2024 tentang Pengadaan Pegawai ASN pada seleksi CPNS tahun ini PPPK juga bisa mengikutinya dengan sejumlah catatan yang harus ditaati,” ungkapnya, Rabu (22/8).

Ia menambahkan PPPK yang bisa mengikuti seleksi CPNS tahun ini harus sudah memenuhi masa perjanjian kerja minimal 1 tahun terhitung sejak 1 September 2023 dan telah mendapat persetujuan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) atau Pejabat yang berwenang (Pyb).

“Diantaranya ada izin dari PPK/Pyb dalam hal ini nanti disampaikan oleh kepala dinas atau badan yang bersangkutan kepada Gubernur Kalsel dalam hal ini cq. Kepala BKD Prov. Kalsel,” tuturnya.

Mashudi menerangkan bagi PPPK yang di bawah satu tahun maka disarankan untuk mengikuti seleksi CPNS di tahun yang akan datang.

“Jika diatas 1 September maka PPPK tersebut tidak bisa ikut mendaftar seleksi CPNS tahun ini,” terangnya.

Mashudi menambahkan, untuk pendaftaran administrasi ini ada sejumlah berkas yang harus disiapkan oleh calon peserta diantaranya KTP, Kartu Keluarga, ijazah dan transkip nilai Asli, pas foto latar merah, dan beberapa keterangan lainnya.

“Khusus untuk calon peserta Satpol PP dan difable ada beberapa keterangan tambahan yang harus dipenuhi. Untuk Satpol PP harus ada keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit, begitupula dengan difable harus ada keterangan sehat jasmani dan rohani serta keterangan jenis difablenya” jelasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah membuka pendaftaran sebanyak 125 formasi CPNS yang dimulai pada 20 Agustus 2024 dan untuk persyaratan lebih lanjut bisa mengunjungi portal web dari BKD provinsi Kalimantan Selatan. (BDR/RDM/RH)

Nomor Lari 3.000 Meter Putra Batal Dilaksanakan Pada Porwanas di Kalsel

BANJARMASIN – Cabang Olahraga (Cabor) Pada Pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) ke XIV Tahun 2024 di Provinsi Kalimantan Selatan, tidak mempertandingkan nomor lari 3.000 meter, di Stadion Lambung Mangkurat, Kamis (22/8).

Technical Delegate Ray Melvin mengatakan, diambilnya keputusan tidak mempertandingkan nomor lari 3.000 meter tersebut. Karena tidak memenuhi slot yang sesuai dengan Technical Handbook (THB) yang dibuat oleh Panitia Porwanas Tahun 2024 ke XIV.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebelum dibatalkan nomor tersebut, para peserta dari berbagai provinsi telah melakukan aksi penolakan terhadap salah satu peserta dari Provinsi Jawa Barat. Yang diduga merupakan pelari profesional.

Bahkan, aksi protes tersebut disampaikan melalui surat yang bertandatangan dari peserta yang melakukan penolakan.

Aksi tersebut memakan waktu cukup lama, sebelum diputuskan nomor lari 3.000 meter tidak di pertandingan.

Menanggapi aksi protes dari provinsi lainnya. Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Barat Ahmad Sukri menyatakan, pihaknya terzolimi. Karena, Margono atlet PWI Jawa Barat ini, tidak terbukti sebagai atlet Nasional.

Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Barat Ahmad Sukri

Bahkan, lanjutnya, semua persyaratan Margono, dari kartu UKW serta lainnya dimiliki oleh yang bersangkutan.

“Dari Siwo Pusat Margono sudah mendapatkan pengesahan sebagai atlet, dan bisa ikut bertanding. Kami membawa daftar atlet kejurnas tidak ada nama Margono,” ungkapnya.

Sedangkan, pada saat pelaksanaan di Malang, saat itu sudah keburu penutupan. Sehingga, tidak memiliki kesempatan untuk membela diri.

“Dan, apabila hari ini teman teman meminta untuk tidak dilaksanakan, kami tidak masalah, karena tujuan kami kesini untuk bersilaturahmi,” ucap Ahmad Sukri.

Namun, tambahnya, jika ada yang mengatakan, Margono itu atlet nasional, pihaknya menegaskan itu tidak benar. (SRI/RDM/RH)

Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas PKP Kalsel Kawal Sertifikasi Ketersediaan Benih

BANJARBARU – Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan pengawalan pada kegiatan sertifikasi untuk ketersediaan benih di Kalimantan Selatan.

Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, Zainul Arifin mengungkapkan, untuk padi apung yang dikembangkan diwilayah Kalimantan Selatan, terdapat 2 varietas benih yang dibagikan kepada para kelompok tani, baik varietas lokal maupun varietas unggul.

“Setelah melalui uji coba, kita temukan bahwa 2 varietas yang cukup bisa berkembang potensial pada program padi apung, yaitu vairetas inpari 32 dan varietas siam madu,” ucap Zainul Arifin, baru – baru tadi.

Menurut Zainul, pihaknya juga terus ketersediaan benih di Kalimantan Selatan untuk dibagikan kepada kelompok tani, dengan jumlah sebanyak 150 biji ton benih tersedia untuk memasok ketahanan pangan di banua ini.

“Dengan ketersediaan benih di Kalimantan Selatan sebanyak 150 biji ton benih yang terdiri dari 15 varietas,” lanjut Zainul.

Varietas – varietas benih di Kalimantan Selatan, akan selalu terpantau oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan. Termasuk benih – benih yang dipakai pada program padi apung yang mempunyai sfesifikasi khusus setelah melalui uji coba.

“Jadi varietas – varietas yang berkembang di kalsel itu semuanya terdata di balai,” tutup. zainul. (MRF/RDM/RH)

Lari Estafet Kontingen Kalsel Berhasil Meraih Emas

BANJARMASIN – Kontingen Kalsel kembali meraih medali emas pada Cabang Olahraga (Cabor) Atletik nomor estafet, pada kejuaraan Porwanas ke-XIV di Stadion Lambung Mangkurat, Kamis (22/8).

Kemenangan Tim Lari Estafet asal Kalimantan Selatan setelah berhasil mencetak waktu 1.06.65, setelah mengalahkan Lampung dengan waktu 1.07.00.

Kemudian Kalimantan Tengah dengan waktu 1.12.80, serta Kalimantan Timur dengan waktu 1.20.04.

Tentunya keberhasilan ini diberikan apresiasi langsung dari Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie.

Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie

“Kami dari PWI Kalsel bangga dengan raihan prestasi dari wartawan dan wartawati yang tergabung dalam regu estafet ini,” ungkap Zainal Helmie.

Pada awalnya, lanjut Zainal, pihaknya pesimis dapat meraih medali emas dari Cabor Atletik ini.

Tetapi perjuangan para kawan kawan yang berlatih dalam beberapa bulan ini, menghasilkan prestasi yang luar biasa.

“Keberhasilan Cabor Atletik ini diharapkan dapat dicontoh oleh cabor lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Cabor Atletik PWI Kalsel Iman Satria mengatakan, pihaknya bersyukur tim lari estafet PWI Kalsel telah mencapai hasil yang maksimal.

Koordinator Cabor Atletik PWI Kalsel Iman Satria

“Tentunya dengan latihan maksimal ini, dapat memberikan hasil yang maksimal juga,” ucap Iman.

Medali emas ini, lanjutnya, sebenarnya bukan target mereka. Karena, targetnya hanya mencapai hasil yang maksimal.

“Berkat semangat Tim Lari Estafet PWI Kalsel, ternyata mendapatkan medali emas,” ujar Iman. (SRI/RDM/RH)

Wujudkan Wilayah Sentra Domba Pemukiman Eks Kimtrans, Pemprov Kalsel Bagikan Hewan Ternak

BALANGAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) membagikan bantuan hewan ternak untuk mewujudkan wilayah eks permukiman transmigrasi (kimtrans) di desa Desa Lajar Papuyuan Matang Hanau, Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan. Di mana, daerah ini menjadi sentra domba di Kalsel.

Pelatihan Budidaya/Pembibitan Peternakan Domba

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti melalui Kepala Bidang Transmigrasi, Inna Yuliani mengungkapkan program bantuan hewan ternak ini merupakan salah satu arahan dari Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang sering disapa Paman Birin dalam mengembangkan infrastruktur dan kelembagaan pada kawasan transmigrasi di Kalimantan Selatan.

“Ini merupakan upaya Pemprov Kalsel dalam pemanfaatan pemukiman untuk meningkatkan perekonomian di daerah eks kimtrans,” katanya, melalui WhatsApp, Kamis (22/8).

Inna menerangkan bantuan hewan ternak kali ini sebanyak 7 ekor domba yang merupakan bibit khusus, dengan harapan bisa dibudidayakan sehingga perekonomian terus bergerak maju ke depan. Pada tahun sebelumnya, kegiatan ini juga telah sukses dilaksanakan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pembinaan dan Pembangunan Satuan Pemukiman Pugar (PPSP) Disnakertrans Kalsel, Mustapa menambahkan selain memberikan bantuan hewan ternak, pihaknya juga memberikan pelatihan pembibitan dan penggemukan ternak.

“Apabila peternakan ini bisa terus dikembangkan maka bisa meningkatkan taraf hidup di wilayah eks kimtrans khususnya Desa Lajar Papuyuan Matang Hanau, Kabupaten Balangan,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Siapkan 570 Medali, Porwanas XIV Kalsel Resmi Dibuka Paman Birin

BANJARBARU – Lagu Indonesia Pusaka berkumandang di Gedung Olahraga (Gelora) Paman Birin, saat Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah tiba di bangunan milik pemerintah provinsi Kalsel tersebut, pada Kamis (22/8). Kehadiran keduanya, ditunggu – tunggu ribuan jurnalis dari 35 Provinsi di Indonesia, untuk membuka Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV Tahun 2024.

Defile kontingen Porwanas ke-14 saat pembukaan di Gelora Paman Birin

Momen pembukaan Porwanas, ditandai dengan penyalaan obor oleh Gubernur, Sahbirin Noor didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, Raudatul Jannah, Ketua DPRD Provinsi, Supian HK, serta Ketua PWI Pusat, Hendry CH Bangun dan Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie. Selanjutnya, Paman Birin juga menerima piala bergilir Porwanas dari Ketua PWI Pusat, yang sebelumnya menerima piala dari Ketua PWI Jawa Barat, sebagai juara umum Porwanas sebelumnya.

Gubernur Kalsel menerima penghargaan dari Ketua PWI Pusat

Kepada wartawan usai pembukaan acara, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada PWI yang telah mempercayakan perhelatan tingkat nasional ini, kepada Provinsi Kalsel sebagai tuan rumah.

“Ini luar biasa menggelorakan olahraga di Banua kita tercinta Kalimantan Selatan”, ujarnya.

Paman Birin berharap, melalui even nasional ini, tidak hanya kebugaran yang didapatkan para jurnalis melalui olahraga, tetapi juga ada nilai kebersamaan, persatuan dan keakraban, antara para jurnalis seluruh Indonesia.

“Dan mudah – mudahan Kalsel memberikan kesan tersendiri kepada jurnalis dari 35 provinsi yang hadir pada Porwanas tahun ini,” harapnya.

Di kesempatan pembukaan Porwanas tahun ini, Gubernur Kalsel mendapat penghargaan sebagai kepala daerah peduli olahraga. Pemberian penghargaan dilakukan langsung Ketua PWI Pusat, Hendry CH Bangun di hadapan ribuan penonton dan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada even nasional ini, disiapkan sebanyak 570 medali, yang diperebutkan pada 11 cabang olahraga dan 1 lomba karya jurnalistik. Dengan rincian masing – masing 135 medali emas dan perak, serta 300 medali perunggu. Kontingen Provinsi Kalsel sendiri, diketahui sudah mendapatkan sejumlah medali emas dari cabang olahraga tradisional masyarakat Balogo dan cabang atletik. (RIW/RDM/RH)

Atlet Jabar, Margono Kembali Didiskualifikasi Keikutsertaan Pada Cabor Atletik Porwanas di Kalsel

BANJARMASIN – Atlet PWI Jawa Barat Margono kembali didiskualifikasi dari kepesertaan pada Cabang Olahraga (Cabor) Atletik Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Tahun 2024 di Provinsi Kalimantan Selatan.

Didiskualifikasi atlet Jawa Barat tersebut, pada pelaksanaan Technical Meeting (TM) Cabor Atletik Porwanas Tahun 2024, di Gedung PWI Kalsel, Rabu (21/8).

Koordinator Cabor Atletik Iman Satria menjelaskan, didiskualifikasinya atlet PWI Jawa Barat tersebut merupakan hasil keputusan bersama pada Forum.

Koordinator Cabor Atletik Iman Satria

“Keputusan tersebut berdasarkan hasil kesepakatan bersama,” ungkap Iman.

Sementara itu, Technical Delegate Ray Melvin mengatakan, berdasarkan hasil Technical Meeting salah satu atlet PWI Jawa Barat didiskualifikasi.

Technical Delegate Cabor Atletik Ray Melvin

“Kendala kendala yang dihadapi pada Technical Meeting ini, sudah dapat diselesaikan secara bersama sama,” ucapnya.

Menurut Ray Melvin, pihaknya juga menerima keluhan dari para peserta.

“Kami menerima keluhan pada saat kualifikasi atlet ada yang tidak sesuai, namun kami kembali kepada aturan yang berlaku,” jelasnya.

Sedangkan, tambah Ray Melvin, adanya atlet PWI Jabar yang didiskualifikasi. Pihak juga berdasarkan aturan jika atlet yang bersangkutan terdaftar sebagai atlet Nasional.

“Bahkan atlet tersebut merupakan atlet Provinsi dan Nasional yang masih aktif, bahkan pada Tahun 2022 atlet tersebut meraih prestasi,” ucapnya.

Sehingga, berdasarkan hasil keputusan bersama serta aturan yang ada jika atlet yang pernah tanding ditingkatkan Nasional tidak diperbolehkan mengikuti ajang Porwanas.

Hal tersebut berdasarkan peraturan keikutsertaan pada poin ketiga. Berdasarkan aturan tersebut maka Atlet PWI Jawa Barat tersebut didiskualifikasi.

Berdasarkan pantauan pada saat TM berlangsung, sebelum dinyatakan diskualifikasi terhadap atlet Margono tersebut, peserta TM yang hadir menyatakan, Margono pada pelaksanaan Porwanas di Malang, Jatim, telah didiskualifikasi.

Didiskualifikasinya atlet PWI Jawa Barat ini, dengan bukti jejak digital jika yang bersangkutan merupakan atlet Nasional. Namun Kontingen PWI Jawa Barat memasukkan kembali Margono pada Porwanas Tahun 2024 di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Cabor Atletik Porwanas XIV di Kalsel Laksanakan Technical Meeting

BANJARMASIN – Jelang Pelaksanaan Pertandingan Cabor Atletik Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS) Ke XIV di Provinsi Kalimantan Selatan, maka dilaksanakan Technical Meeting (TM) untuk bersama sama membahas peraturan pertandingan, di Gedung PWI Kalsel, Rabu (21/8).

Koordinator Cabor Atletik Iman Satria menjelaskan, TM yang dilaksanakan oleh pihaknya berjalan hampir tiga jam lamanya. Untuk mencapai kesepakatan bersama, sebelum berlangsung pertandingan, pada Kamis 22 Agustus 2024, di Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

Koordinator Cabor Atletik Iman Satria

“Alhamdulillah kami dapat menyelesaikan TM meski berlangsung selama tiga jam,” ungkap Iman.

Lamanya TM tersebut karena adanya kendala yang disampaikan oleh peserta dari provinsi lainnya.

“Namun, kendala tersebut dapat terselesaikan secara bersama sama,” ucap Iman.

Menurut Imam, pertandingan cabor atletik akan dimulai pada 22 Agustus 2024

“Pertandingan atletik dengan nomor 5 ribu meter, 3 ribu meter, serta estafet 400 meter,” ujar Iman.

Sedangkan Technical Delegate Ray Melvin mengatakan, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Banjarmasin, pihaknya siap mendukung pelaksanaan cabor atletik Porwanas ke XVI di Provinsi Kalimantan Selatan.

“PASI Kota Banjarmasin siap memfasilitasi pertandingan cabor atletik,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie mengharapkan, pelaksanaan pertandingan cabor atletik ini dapat berjalan dengan aman. Tidak mengalami kendala yang berarti. Mengingat, ajang Porwanas ini untuk menambah akrab jalinan silaturahmi antar wartawan yang ada di Tanah Air.

Pada cabor atletik ini diikuti 24 provinsi yang siap memperebutkan total 18 medali. (SRI/RDM/RH)

Tim Balogo PWI Kalsel Berhasil Meraih Dua Medali Emas Pertama pada Porwanas Tahun 2024

BANJARMASIN – Tim Beregu Balogo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meraih medali emas pertama, pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Tahun 2024 di Kalsel.

Atlet Balogo PWI Kalsel, Gazali Rahman mengatakan, pihaknya bersyukur telah berhasil meraih medali emas pada ajang Porwanas Tahun 2024 di Kalsel.

“Alhamdulillah atas diberikan kemudahan bagi kami dalam memberikan meraih medali emas beregu Cabor Balogo,” ungkapnya.

Kadispora Kalsel Hermansyah pada saat mengalungkan medali

Tim beregu Balogo PWI Kalsel berhasil mengumpulkan poin tertinggi 45 poin oleh Gazali Rahman, Muhammad Ariadi, serta Aditya Nur Robby.

Kemudian disusul Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Kalimantan Tengah dengan poin yang sama 21, tetapi NTB menang satu poin di babak “play off” sehingga berhasil meraih medali perak.
Sedangkan medali perunggu berhasil diraih Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan dengan poin 20 poin.

Sementara, Koordinator Cabor Balogo Bambang Santoso menjelaskan, di hari pertama ini dipertandingkan nomor beregu dan ganda.

“Di hari pertama Cabor Balogo mempertandingkan nomor beregu dan ganda,” ucapnya.

Pada nomor beregu ini memperebutkan total medali 12 medali, terdiri dari 3 medali emas, 3 medali perak, serta 6 medali perunggu.

Pada nomor ganda Tim Balogo PWI Kalsel kembali berhasil meraih medali emas. Yang disumbangkan oleh Gazali Rahman dan Ariadi dengan total poin tertinggi 23.

Medali emas diraih Tim Balogo Kalteng dengan total poin 19. Dan, medali perunggu diraih Tim Balogo Kaltim serta DIY dengan poin 13 dan 12. (SRI/NRH/APR)

Gelar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Payudara, Ribuan Wanita Serbu Mahligai Pancasila

Banjarmasin – Kanker leher rahim dan kanker payudara, merupakan penyakit kanker paling tinggi yang menyerang kaum perempuan di Indonesia. Data Kementrian Kesehatan RI menyebutkan, prevalensi kejadian kanker payudara mencapai 65.858 kasus. Sedangkan kanker leher rahim mencapai 36.633 kasus. Sementara di Provinsi Kalimantan Selatan, berdasarkan aplikasi Sehat Indonesiaku tahun 2024, ditemukan kasus benjolan pada payudara sebanyak 134 orang, dan positif IVA 714 orang.

Namun perlu diketahui, bahwa kedua penyakit ini dapat dicegah dan diobati lebih awal, apabila dilakukan deteksi dini secara rutin.

Alasan inilah, yang kemudian mendasari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara pada Rabu (21/8) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Dimana sasaran dari program ini, sebanyak 1.000 wanita usia subur yang sudah menikah.

“Kita sudah sebarkan link pendaftaran, dan terdata 650 orang mengisi aplikasi untuk mengikuti deteksi dini kanker leher rahim dan payudara hari ini. Sementara hari ini yang datang dan mendaftar langsung, jumlahnya 350 orang lebih” ujar Nurul Ahdani, selaku pelaksana harian Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepada wartawan, Nurul memastikan, pihaknya menyiapkan paket perlengkapan deteksi dini untuk seribu orang lebih, sebagai antisipasi membludaknya jumlah peminat kegiatan ini.

Ketua TP PKK Kalsel (tengah) berfoto bersama perwakilan peserta deteksi dini kanker leher rahim dan payudara

Sementara itu, usai membuka acara, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah mengingatkan kaum perempuan Banua, pentingnya melakukan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara.

“Tindakan preventif atau pencegahan jauh lebih murah dibanding pengobatan. Karena itu deteksi dini perlu dilakukan kaum perempuan di Banua, untuk memastikan mereka terbebas dari penyakit mematikan ini,” tegas perempuan yang biasa disapa Adil Odah ini.

Acil Odah mengatakan, jikapun ditemukan sel kanker saat deteksi dini, maka langkah pengobatan menjadi lebih mudah, karena penyakit diketahui lebih awal.

Perlu diketahui, gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin diubah suai untuk memastikan seluruh wanita usia subur yang mendaftar, dapat terlayani dengan baik. Terdapat 15 bilik tertutup, yang dibuat khusus di bagian dalam gedung. Dimana di setiap bilik tersedia satu tempat tidur khusus, dan dua tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan payudara dan vagina. (RIW/NRH/APR)

Exit mobile version