Manfaatkan Gebyar Pajak, ASN Banjar Diminta Jadi Teladan Taat Pajak Kendaraan

Banjar – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Banjar diminta memastikan kewajiban pajak kendaraan telah dipenuhi sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama. Kepatuhan tersebut berlaku terhadap kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea mengatakan ASN memiliki posisi strategis sebagai contoh bagi masyarakat dalam membangun kepatuhan membayar pajak.

“Sebelum meminta masyarakat luas agar patuh dan tertib menunaikan pajak, pastikan terlebih dahulu diri, keluarga, dan institusi tempat kita bernaung telah memenuhi kewajiban tersebut. ASN mutlak wajib menjadi panutan tertib pajak,” tegas Yudi, baru-baru tadi.

Menurutnya, kepatuhan membayar pajak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kemandirian fiskal daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

ASN Pemkab Banjar diminta jadi teladan panutan pajak kendaraan bermotor.(foto : UPPD Martapura)

Salah satu sumber penerimaan yang terus didorong adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Karena itu, peningkatan kesadaran membayar pajak dinilai perlu dimulai dari lingkungan pemerintahan.

Upaya tersebut diperkuat melalui Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor di lingkungan Pemkab Banjar yang melibatkan Pemprov Kalimantan Selatan, Pemkab Banjar, Kepolisian, Samsat Martapura dan Jasa Raharja.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Nor Yaumil turut terlibat dalam pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah provinsi mendorong kepatuhan sekaligus mengoptimalkan penerimaan PKB.

Program ini juga diarahkan untuk mendekatkan pelayanan perpajakan kendaraan kepada wajib pajak dengan proses yang lebih mudah, cepat dan transparan.

Yudi meminta pimpinan perangkat daerah memastikan pesan kepatuhan tersebut diteruskan kepada seluruh jajaran di instansi masing – masing.

“Pajak kita bayar, pembangunan kita rasakan. Taat pajak hari ini untuk Kabupaten Banjar yang lebih maju,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Dorong Pengembangan Peternakan Sapi, Komisi III Dorong Perkuat Ketahanan Pangan Kalsel

Tabalong – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Selatan tidak hanya dilakukan melalui sektor pertanian, tetapi juga perlu didukung dengan pengembangan peternakan.

Salah satunya melalui pengembangan peternakan sapi yang memiliki peran penting memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi peternak lokal.

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Jahrian, usai kunjungan kerja ke PT Astra Agro Lestari Tbk, Kabupaten Tabalong, baru-baru tadi, mengatakan pengembangan peternakan sapi perlu mendapat perhatian serius, terutama untuk meningkatkan produksi daging dan memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah.

Menurutnya, potensi peternakan di Kalimantan Selatan yang cukup besar, perlu dikelola optimal dengan dukungan pemerintah, baik dari sisi pembinaan, penguatan kapasitas peternak maupun pengembangan populasi sapi.

Sumber humas DPRD Kalsel

“Pengembangan peternakan tidak cukup hanya dengan menambah jumlah sapi, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pengelolaan peternakan,” ucapnya.

Jahrian menyampaikan, pihaknya mendorong pengembangan peternakan melibatkan masyarakat secara lebih luas. Mulai dari ketersediaan pakan, kesehatan hewan, peningkatan kemampuan peternak hingga pemasaran hasil peternakan.

Dengan demikian, sektor peternakan tidak hanya menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

“Kami mendorong sektor peternakan mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan daerah,” jelasnya.

Jahrian menegaskan pemerintah daerah perlu membangun pola pembinaan yang berkelanjutan. Sehingga peternak tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha peternakan mandiri.

Selain itu, sinergi antara pemerintah, peternak, pelaku usaha serta pihak terkait lainnya dinilai penting untuk membangun ekosistem peternakan yang kuat.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi daging sapi di Kalimantan Selatan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

“Penguatan produksi pangan asal hewan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru bagi peternak di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Diskominfo Kawal Informasi Penanganan Karhutla Kalsel

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat peran penyebarluasan informasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan seiring penguatan koordinasi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalsel, menghadapi karhutla di sejumlah wilayah.

Koordinasi kembali dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Gubernur Kalsel, Muhidin di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (17/9).

Rapat melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, ASN, serta perangkat daerah terkait

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim mengatakan, rapat tersebut membahas penguatan penanganan karhutla secara terpadu, termasuk pengerahan seluruh unsur untuk mendukung upaya di lapangan.

“Rapat secara langsung dipimpin Pak Gubernur secara teknis dan beliau mengarahkan sampai ke TNI. Jadi mulai dari TNI, kepolisian sampai ASN dikerahkan,” ujar Muslim.

Menurutnya, penanganan difokuskan pada sejumlah lokasi yang menjadi prioritas. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan di wilayah lainnya untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

“Fokus-fokus titik yang prioritas itu diharap menjadi fokus, tetapi tetap di wilayah – wilayah yang lain tetap menjaga,” katanya.

Muslim menjelaskan, Diskominfo Kalsel turut berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai langkah pemerintah dalam menangani karhutla.

Informasi yang disampaikan kepada publik, menurutnya, harus berdasarkan fakta dan kondisi penanganan di lapangan. Hal ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai upaya pemerintah dalam menghadapi karhutla.

“Kita mendukung dengan menyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat bagaimana upaya – upaya yang sudah dilakukan. Jadi ini adalah fakta yang memang sebagai informasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyampaian informasi tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi karhutla dan langkah-langkah penanganan yang terus dilakukan hingga situasi dapat dikendalikan.

“Jadi fakta-fakta itu yang kita sampaikan, bagaimana kondisi di lapangan, bagaimana upaya-upaya yang dilakukan pemerintah bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Informasi itu yang kita sampaikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui bahwa penanganan terus dilakukan dan semua unsur bergerak sesuai dengan tugasnya masing-masing,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Kader Posyandu Harus Makin Terampil, Bukan Sekadar Aktif

Banjarmasin – Kader Posyandu Kota Banjarmasin didorong agar tidak berhenti pada keaktifan dalam kegiatan, tetapi terus meningkatkan keterampilan dan kapasitas, agar mampu memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak Posyandu Kota Banjarmasin, Neli Listriani, saat Jambore Kader Posyandu tingkat Kota Banjarmasin, di Aula Sekretariat Bersama Khatib Dayyan, Kamis (17/9).

Menurut Neli, penguatan kapasitas kader menjadi langkah penting di tengah semakin luasnya peran Posyandu melayani masyarakat.

Kader dituntut memiliki keterampilan yang memadai, kemampuan komunikasi yang baik, serta terbuka terhadap inovasi dalam pelayanan kesehatan.

“Yang perlu kita lakukan adalah terus mengasah kemampuan, keterampilan klinik, komunikasi, serta mengadopsi inovasi dalam seluruh pelayanan kesehatan,” ujar Neli.

Ketua TP PKK Banjarmasin Neli Listriani

Oleh karena itu, Jambore Kader Posyandu tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan, tetapi dirancang untuk mengasah kemampuan kader melalui penguatan 25 keterampilan dasar Posyandu yang menjadi bekal dalam menjalankan pelayanan di lapangan.

Neli mengatakan peningkatan kapasitas ini turut berjalan beriringan dengan pemberian apresiasi terhadap kader.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras kader yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Upaya memperkuat kapasitas kader tersebut sejalan dengan capaian yang telah ditorehkan tim dan kader Posyandu kota Banjarmasin di tingkat provinsi.

Posyandu Antasan Indah 2, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, meraih Juara VI kategori Pemberdayaan Masyarakat tingkat Kalimantan Selatan.

Pada ajang yang sama di kategori individu, Khairunnisa, kader Posyandu (Antasan Indah 2) berhasil meraih Juara I.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuardiansyah, menyoroti capaian Posyandu Kota Banjarmasin yang mengalami penurunan peringkat pada penilaian tingkat provinsi.

“Sebelumnya kita di posisi ketiga, penilaian terakhir kita berada pada peringkat keenam,” ungkap Yanuar.

Terkait apa yang menjadi hasil evaluasi penilaian, ujarnya, kendala terdapat pada aspek sarana dan prasarana, meskipun kemampuan individual kader dinilai sudah sangat baik.

“Dari segi bina kemampuan, para kader kita ini luar biasa. Namun, kelemahan kita ada pada sarana dan prasarana. Posyandu kita kebanyakan belum memiliki tempat yang definitif, masih berpindah-pindah, kadang di rumah warga atau mushola,” jelasnya lagi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Yanuar menegaskan komitmennya agar ke depan lokasi posyandu diupayakan tidak lagi berpindah-pindah.

Jambore Posyandu kali ini diikuti kelompok dari kader-kader terbaik perwakilan dari tingkat kecamatan hingga kelurahan se- kota Banjarmasin.

Kegiatan diisi dengan peningkatan pengetahuan, salah satunya melalui lomba cerdas cermat yang menguji 25 keterampilan dasar posyandu.

Berikut daftar pemenang Penilaian Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Kota Banjarmasin 2026

Peringkat I : Eka Sri Lestari (Pos Pelayanan Terpadu Kartini 3 Kelurahan Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan)

Peringkat II : Munawwaroh (Pos Pelayanan Terpadu Mutiara Ceria Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara)

Peringkat III : Siti Nurlia (Pos Pelayanan Terpadu Antasan Indah 1 Kelurahan Antasan Besar Kecamatan Banjarmasin Tengah)

Peringkat IV : Rahimah (Pos Pelayanan Terpadu Mekar Raya Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur)

Peringkat V : Neneng Christina (Pos Pelayanan Terpadu Nusa Indah 3 Kelurahan Telaga Biru Kecamatan Banjarmasin Barat)

Daftar pemenang Penilaian Kinerja Posyandu Berprestasi Tingkat Kota Banjarmasin 2026

Peringkat I : Pos Pelayanan Terpadu Kartini 3 Kelurahan Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan

Peringkat II : Pos Pelayanan Terpadu Mekar Raya Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur

Peringkat III : Pos Pelayanan Terpadu Mutiara Ceria Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara

Peringkat IV : Pos Pelayanan Terpadu Antasan Indah 1 Kelurahan Antasan Besar Kecamatan Banjarmasin Tengah

Peringkat V : Pos Pelayanan Terpadu Nusa Indah 3 Kelurahan Telaga Biru Kecamatan Banjarmasin Barat. (PEMKOBJM-SRI/RIW/APR)

Pesan Bunda PAUD Banjarmasin, Jangan Bebani Anak dengan Tes Calistung Saat Masuk SD

Banjarmasin – Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani menegaskan, anak tidak seharusnya dibebani kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai syarat memasuki Sekolah Dasar (SD).

Masa transisi dari PAUD ke SD harus berlangsung menyenangkan, sesuai tahapan tumbuh kembang, serta membuat anak merasa aman dan nyaman di sekolah.

Pesan tersebut disampaikan Neli dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan di Banjarmasin, Kamis (17/9).

Dalam kegiatan itu, Neli mendorong kesamaan persepsi agar kebijakan transisi PAUD-SD benar-benar diterapkan di ruang kelas, bukan berhenti sebagai program.

“Anak-anak memiliki masa yang berbeda – beda untuk cepat menangkap pelajaran akademik. Jadi tidak ada paksaan, tidak ada tuntutan yang membebani anak – anak,” kata Neli.

Bunda PAUD Banjarmasin Neli Listriani

Menurutnya, pengalaman anak saat pertama memasuki SD penting untuk membangun fondasi pendidikan selanjutnya.

Anak perlu datang ke sekolah dengan rasa gembira, bukan takut karena merasa belum mampu membaca, menulis atau berhitung.

“Perkembangan tiap anak itu berbeda-beda, jangan sampai hanya karena ada tes calistung, anak-anak kita tidak memiliki niat atau ketertarikan untuk masuk sekolah,” ucapnya.

Neli berharap, seluruh satuan PAUD dan SD menjalankan pendekatan tersebut secara konsisten agar anak tidak lagi melihat masuk SD sebagai sesuatu yang menakutkan.

“Harapannya seluruh guru satuan PAUD maupun SD bisa menjalankan program ini, sehingga anak-anak untuk masuk sekolah itu tidak takut,” ujarnya.

Bagi anak, masuk SD bukan tentang seberapa cepat Ia dapat membaca atau berhitung, tetapi tentang bagaimana pertama kali belajar mencintai sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama menegaskan, penerimaan murid baru SD tidak melalui tes calistung.

Setelah diterima, kemampuan membaca, menulis dan berhitung tetap dikembangkan melalui pembelajaran yang menyenangkan, termasuk pendekatan bermain dan aktivitas yang membantu anak memahami konsep berhitung, bukan sekadar menghafal.

Untuk mendukung implementasinya, Disdik bersama Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD Kota Banjarmasin memperkuat kapasitas guru PAUD dan guru SD, menyiapkan alat peraga transisi secara bertahap, menyesuaikan lingkungan belajar kelas I SD, serta mendorong kolaborasi guru PAUD dengan guru SD.

Bimtek tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran “Asyiknya Batik SD”, program yang menegaskan komitmen menghadirkan masa transisi PAUD ke SD yang menyenangkan tanpa tes calistung. (PEMKOBJM-SRI/RIW/APR)

Bara Masih Tersimpan di Bawah Gambut, Satgas Karhutla Kalsel Bagi Blok Penanganan

Banjarbaru – Satgas Karhutla Kalimantan Selatan akan memperkuat penanganan kebakaran gambut dengan membagi wilayah kerja ke sejumlah blok. Langkah ini dilakukan setelah pemeriksaan menemukan bara masih tersimpan di bawah permukaan gambut meski api tidak lagi terlihat.

Pembagian tugas tersebut disepakati dalam rapat koordinasi Satgas Karhutla dan Kekeringan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (17/9).

Rakor pembagian tugas karhutla dan kekeringan dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, kondisi itu salah satunya ditemukan di kawasan Guntung Damar. Asap masih muncul meski secara kasatmata tidak ditemukan api di permukaan.

“Di daerah Guntung Damar itu masih ada asap. Padahal apinya sudah tidak ada, tapi asap ada. Setelah diuji oleh kepolisian, ternyata api tersebut masih ada. Apinya di bawah, karena kita ini gambut,” ujar Muhidin.

Untuk memastikan bara benar-benar padam, penanganan akan dilakukan bersama dengan membagi kawasan menjadi beberapa blok yang ditangani unsur Polri, TNI, BPBD dan instansi terkait.

“Jadi kita bagi tugas supaya menangani api yang ada di dalam gambut ini benar-benar mati,” katanya.

Penanganan akan menggunakan metode penyuntikan ke lapisan gambut. Tim juga akan menguji penggunaan cairan surfaktan yang sebelumnya telah dicoba dalam skala terbatas.

Menurut Muhidin, pengujian tidak hanya untuk melihat kemampuan cairan tersebut memadamkan bara, tetapi juga mengetahui berapa lama kondisi gambut dapat bertahan setelah penanganan.

“Ini akan kita coba kembali untuk mematikan api yang ada di dalam gambut,” ujarnya.

Meski penanganan diperkuat, Muhidin memastikan status karhutla Kalsel belum ditingkatkan menjadi tanggap darurat dan tetap berada pada Siaga Darurat.

Menurutnya, perkembangan kebakaran di sejumlah wilayah mulai menunjukkan penurunan sehingga peningkatan status harus mempertimbangkan kondisi keseluruhan daerah.

“Status tetap kita Siaga. Kalau Tanggap Darurat berarti statusnya lebih tinggi. Jadi ini harus kita sesuaikan,” jelasnya.

Selain karhutla, pemerintah mulai memberikan perhatian terhadap ketersediaan air selama kemarau. Muhidin berencana meninjau Riam Kanan menyusul laporan penurunan debit air.

Peninjauan diperlukan untuk memastikan kemampuan sumber air tersebut tetap menopang kebutuhan selama kemarau.

“Kita harus memastikan sampai kapan bisa bertahan saluran yang ada di Riam Kanan mengalirkan air. Mudah – mudahan dalam waktu dekat ini ada hujan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan, cairan surfaktan tersebut dikembangkan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel untuk meningkatkan efisiensi pemadaman.

Penggunaannya diarahkan untuk menghemat air, mempercepat waktu penanganan serta mengurangi kebutuhan tenaga ketika menghadapi kebakaran gambut.

“Kami melalui Biddokkes mengembangkan cairan surfaktan. Tujuannya supaya efisiensi pemadaman, baik efisiensi air, waktu, termasuk tenaga,” jelasnya.

Menurut Kapolda, tim gabungan telah berjibaku menangani karhutla selama sekitar dua bulan. Dengan periode kemarau yang masih berlangsung, inovasi penanganan diperlukan untuk membantu mengendalikan api dan asap.

Cairan surfaktan tersebut kini telah dapat diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan akan dibagikan kepada instansi yang terlibat dalam operasi karhutla di Kalsel.

“Alhamdulillah hari ini cairan surfaktan tersebut sudah bisa kita perbanyak dan akan kita bagikan kepada semua instansi yang terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Sambut Harjad ke-500, Banjarmasin Barat Gelar Lomba Masak dan Menghias Tanggui

Banjarmasin – Kecamatan Banjarmasin Barat melaksanakan Lomba Memasak Ikan Nila serta Lomba Kreasi Menghias Tanggui, di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (17/9).

Ket foto : Camat Banjarmasin Barat Amrullah

Camat Banjarmasin Barat Amrullah mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

“Dalam rangka memperingati Harjad ke-500 Kota Banjarmasin, kami dari Kecamatan Banjarmasin Barat bekerjasama dengan beberapa mitra, melaksanakan lomba kreasi masak ikan Nila dan menghias tanggui,” ungkap Amrullah.

Dengan peserta yang mengikuti dari perwakilan kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Barat.

Dijelaskan Amrullah, dipilihnya masak ikan Nila ini karena mudah didapat, bergizi, serta disukai masyarakat Kota Banjarmasin.

“Kami berharap dengan diadakannya lomba ini lahir menu atau inovasi baru dari pengolahan ikan Nila,” ucap Amrullah.

Kecamatan Banjarmasin Barat bersyukur peserta antusias mengikuti dua lomba.

“Sebenarnya peserta yang ingin mendaftar cukup banyak, namun karena keterbatasan tempat maka peserta kami batasi,” ujarnya.

Begitu juga, lanjut Amrullah, untuk peserta menghias tanggui, pihaknya minta dari 2 perwakilan kelurahan yang ada di Kecamatan Banjarmasin Barat.

“Lomba ini tentunya bertujuan turut serta melestarikan Budaya Banjar melalui kriya dengan lomba menghias tanggui serta kuliner dengan lomba masak ikan Nila,” tutur Amrullah.

Lomba kreasi tanggui ini juga digelar, karena di Kecamatan Banjarmasin Barat terdapat Kampung Pembuat Tanggui, sehingga pelestarian harus terus dilakukan. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Yamin Resmi Tiadakan Perayaan Meriah Hari Jadi ke-500 Banjarmasin

Banjarmasin — Wali Kota, Muhammad Yamin, resmi meniadakan kegiatan perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan dan kemeriahan.

Keputusan tersebut disampaikan Yamin melalui tayangan video yang diunggah di akun resmi Pemerintah Kota Banjarmasin, Rabu (16/9).

Yamin mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan, gangguan kualitas udara dan kesehatan, kekeringan serta persoalan ketersediaan air bersih, hingga musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menyisakan keluarga, yang menunggu kabar orang-orang terdekat mereka.

“Ini bukanlah keputusan yang mudah. Kami sangat memahami ada banyak sekali pihak yang sudah bekerja dalam rangka mempersiapkan diri, bahkan menggantungkan harapan pada rangkaian kegiatan tersebut,” kata Yamin.

Menurut Yamin, kondisi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat Banjarmasin.

“Kejadian ini diiringi dengan timbulnya penyakit gangguan pernafasan yang sangat mengganggu seluruh aktivitas warga Kota Banjarmasin, mulai dari siswa, pelajar, sampai masyarakat yang bekerja di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kekeringan dan perubahan kadar air asin yang berdampak pada ketersediaan air bersih serta kebutuhan masyarakat dan sejumlah sektor, termasuk pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Selain itu, Yamin mempertimbangkan musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menjadi perhatian karena proses pencarian dan penanganan korban berlangsung.

“Masih ada keluarga yang sampai hari ini menunggu kabar, masih berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan dan kembali pulang,” kata Yamin.

Yamin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan rangkaian Hari Jadi ke-500, termasuk pelaku usaha dan pihak lain yang terdampak keputusan tersebut.

Ia menegaskan peniadaan kegiatan hiburan dan kemeriahan tidak mengurangi arti perjalanan panjang Kota Banjarmasin yang telah mencapai usia 500 tahun.

“Sebuah kota tidak hanya menjadi besar karena sebuah kemeriahan perayaannya, sebuah kota menjadi besar karena hati seluruh masyarakatnya,” ujar Yamin.

Yamin mengajak masyarakat mengarahkan momentum tersebut untuk menunjukkan empati dan kepedulian kepada para korban, keluarga yang ditinggalkan, mereka yang masih dalam pencarian, serta petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.

“Kota telah genap berusia 500 tahun. Sejarahnya tidak menjadi lebih kecil hanya karena tidak memilih untuk merayakannya,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya solidaritas menghadapi situasi yang sedang terjadi.

“Ada waktunya merayakan, ada waktunya saling menguatkan.” ucap Yamin. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Aksi Sapta Pesona di Bawah Jembatan Barito, Generasi Muda Diajak Rawat Geopark Meratus

Batola – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian destinasi wisata melalui Aksi Sapta Pesona di kawasan wisata bawah Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (17/9).

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Geopark Meratus, BP Geopark Meratus, kelompok sadar wisata atau Pokdarwis, masyarakat setempat, serta Putra Putri Pariwisata Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, didampingi Kabid Pengembangan Destinasi dan Kabid Pemasaran Pariwisata (Ki-ka)

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady mengatakan, Aksi Sapta Pesona bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menjadi sarana mengajak generasi muda terlibat menjaga dan mengelola destinasi wisata.

Menurut Iwan, generasi muda memiliki peran penting dalam keberlanjutan pembangunan kepariwisataan. Karena itu, keterlibatan mereka perlu dibangun melalui kegiatan nyata di lapangan.

“Semangat ini diarahkan untuk menjaga situs-situs Geopark Meratus yang telah mendapat pengakuan internasional sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark,” katanya.

Iwan menjelaskan, ada dua hal penting dalam pengembangan Geopark Meratus. Pertama, menjaga dan melestarikan warisan bumi. Kedua, memastikan keberadaan situs geopark memberi manfaat bagi masyarakat lokal, terutama dalam meningkatkan perekonomian.

Karena itu, pengembangan pariwisata tidak boleh hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kawasan wisata yang bersih, nyaman, dan terjaga diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Peningkatan kunjungan ini dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Iwan menambahkan, kegiatan serupa tidak berhenti di satu lokasi, tetapi berlanjut di berbagai kawasan pariwisata dan situs Geopark Meratus di Kalimantan Selatan.

Namun, manfaat ekonomi tersebut harus tetap diiringi tanggung jawab menjaga alam.

Masyarakat dapat memperoleh manfaat dari aktivitas pariwisata, tetapi kelestarian lingkungan dan warisan bumi tetap menjadi prioritas.

Keterlibatan Putra Putri Pariwisata Kalimantan Selatan juga diharapkan menanamkan kepedulian terhadap destinasi wisata sejak dini.

“Dengan keterlibatan generasi muda, semangat ini menjadi modal penting untuk melanjutkan pemajuan kepariwisataan Kalimantan Selatan. Sehingga, kegiatan serupa tidak berhenti di satu lokasi, tetapi berlanjut di berbagai kawasan pariwisata dan situs Geopark Meratus di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (NHF/RIW/EPS)

Utamakan Privasi Nasabah, Sistem Keamanan Data BSI Raih Sertifikasi ISO 27701:2025

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali mencetak sejarah di industri perbankan nasional. BSI resmi menjadi bank pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi berstandar global, ISO/IEC 27701:2025, tentang Privacy Information Management System (PIMS) atau Sistem Manajemen Informasi Privasi.

Langkah historis ini merupakan wujud nyata komitmen BSI dalam “Melayani Sepenuh Hati”, sekaligus menjadi katalisator kuat yang mendukung transformasi strategis Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia, menciptakan institusi keuangan nasional yang berdaya saing global.

Sertifikasi ini berfokus pada dua pilar layanan utama yang menjadi ujung tombak interaksi nasabah, yakni super app BYOND by BSI dan layanan Customer Care.

Dengan lebih dari 24 juta nasabah dan mencatatkan lebih dari 400 juta transaksi BYOND hingga Juni 2026.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta menegaskan, tata kelola privasi data nasabah berjalan dengan standar keamanan tinggi yang terukur dan berkelanjutan.

Pencapaian ini bukan sekadar pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sebuah amanah fundamental untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Menjadi bank pertama yang meraih sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 adalah pencapaian penting sekaligus amanah bagi BSI. Bagi kami, pelindungan data pribadi adalah cerminan langsung dari implementasi nilai-nilai syariah dalam menjaga kepercayaan nasabah. Layanan yang unggul harus dibangun di atas fondasi keamanan, transparansi, dan penghormatan absolut terhadap privasi nasabah,” ujar Bob.

Lebih lanjut, Bob menjelaskan bahwa keamanan data nasabah adalah esensi dari budaya kerja perusahaan, yakni EMAS (Empati Melayani Antusias Sepenuh Hati).

Komitmen “Melayani Sepenuh Hati” diimplementasikan beberapa aspek yang tidak hanya melalui keramahan, empati, dan kecepatan di kantor cabang, tetapi juga lewat pelindungan digital yang ketat di ruang siber.

Secara teknis, penerapan ISO/IEC 27701:2025 pada layanan BYOND by BSI memastikan bahwa seluruh pengelolaan data dilakukan menggunakan pendekatan privacy-by-design.

Sistem dirancang dengan pengendalian akses yang sangat ketat, mitigasi risiko privasi, serta pemantauan berkelanjutan.

Sementara di sektor Customer Care, verifikasi identitas dan pemenuhan hak subjek data nasabah kini beroperasi mengikuti praktik internasional.

Dampak positif dari inovasi layanan dan keamanan ini langsung tecermin dari pengakuan pasar. BSI baru saja berhasil meraih peringkat kedua Bank CX Tracker 2026, yang membuktikan bahwa keamanan data berbanding lurus dengan peningkatan kepuasan dan loyalitas nasabah.

Sementara itu, Direktur Compliance and Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, menuturkan bahwa raihan sertifikasi ini adalah awal eskalasi pelindungan data yang lebih masif di BSI.

“Sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 ini bukanlah garis akhir, melainkan langkah strategis kami untuk terus memperkuat tata kelola privasi dan keamanan informasi di seluruh ekosistem layanan BSI. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kapabilitas SDM dan memperluas budaya pelindungan data di seluruh lini organisasi,” ungkap Arief.

Melalui sinergi antara transformasi digital, komitmen melayani sepenuh hati, dan kesiapan mendukung transformasi ekonomi Danantara, BSI semakin mantap melangkah mewujudkan visinya sebagai Top 5 Global Islamic Bank. (RIW/EPS)

Exit mobile version