Implementasi Sila Ketiga, Kartoyo Gerakkan Kepedulian Sosial di HSS

Hulu Sungai Selatan – Dalam rangka mengimplementasikan nilai Sila Ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, Wakil Ketua DPRD Kalsel Kartoyo, mengajak masyarakat, melalui kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev), sekaligus melaksanakan aksi nyata gotong royong, membantu perbaikan rumah warga di RT 2 Desa Hamawang Kiri, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, akhir pekan tadi.

Kartoyo menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya aktualisasi nilai – nilai ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, tidak hanya sebatas pemahaman konseptual, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Foto : suasana Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev), di RT 2 Desa Hamawang Kiri, Kabupaten HSS, sumber Humas DPRD Kalsel

Pihaknya bersama perangkat desa meninjau langsung rumah milik Majidi yang dinilai sudah tidak layak huni. Kondisi bangunan yang memprihatinkan mendorong adanya langkah cepat untuk memastikan warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

“Hari ini kita aplikasikan nilai-nilai Pancasila, yang ketiga yaitu Persatuan Indonesia, dengan melakukan gotong royong perbaikan rumah warga di RT 2 Desa Hamawang Kiri,” ujarnya.

Kartoyo menjelaskan, pengamalan Pancasila tidak cukup hanya disosialisasikan melalui forum formal, tetapi harus hadir dalam bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan. Dimana, semangat persatuan diwujudkan melalui solidaritas antar warga dan kolaborasi lintas pihak.

Dari hasil peninjauan lapangan, rumah Majidi dinilai layak mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Foto : Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, saat meninjau rumah tidak layak huni

“Sebelumnya, pengajuan bantuan telah dilakukan melalui pemerintah desa hingga tingkat kabupaten, namun belum terealisasi,” ungkapnya.

Kartoyo menambahkan, pihaknya akan membantu mendorong proses administratif agar pengajuan tersebut dapat ditindaklanjuti di tingkat provinsi.

Langkah tersebut menunjukkan peran DPRD tidak hanya dalam fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga sebagai jembatan aspirasi masyarakat untuk mendapatkan hak atas hunian yang layak.

“Nilai Persatuan Indonesia bukan hanya simbol dalam teks Pancasila, tetapi fondasi utama dalam menjaga ketahanan sosial di tengah berbagai tantangan. Kepedulian terhadap sesama, terutama warga yang membutuhkan, merupakan cerminan nyata dari persatuan yang hidup di masyarakat.” pungkasnya. (NHF/RIW/EPS)

Berawal dari Ibu, DPRD Kalsel Dorong Aktualisasi Nilai – Nilai Pancasila dalam Aktivitas Keluarga

Hulu Sungai Selatan – DPRD Kalsel menilai, Pancasila tidak berdiri terpisah dari kehidupan masyarakat. Nilai – nilainya justru tumbuh dari praktik keseharian yang dijalani warga, terutama dalam lingkup keluarga.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalsel, Desy Oktavia Sari, usai melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, akhir pekan tadi.

Foto : Wakil Ketua DPRD Kalsel, Desy Oktavia Sari

Kegiatan yang menyasar masyarakat umum tersebut, dihadiri berbagai elemen warga, dengan keterlibatan aktif kaum ibu sebagai pilar utama keluarga.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Desy Oktavia Sari menyampaikan, nilai – nilai Pancasila sesungguhnya hidup dan berakar dari lingkungan keluarga. Rumah tangga, menurutnya, merupakan ruang pertama dan utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Peran ibu sangat strategis dalam membentuk sikap, kebiasaan, dan pola pikir anak-anak. Cara mendidik, membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan keluarga, hingga membiasakan sikap saling menghargai, merupakan refleksi nyata dari nilai-nilai luhur Pancasila,” katanya.

Desy menjelaskan, penerapan Pancasila tidak harus dimulai dari hal besar. Aktivitas sederhana di rumah justru menjadi fondasi kuat dalam mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan.

Ketuhanan Yang Maha Esa tercermin dari kebiasaan beribadah dan menanamkan nilai spiritual sejak dini.
Kemanusiaan yang adil dan beradab tampak dalam sikap saling menghormati antar anggota keluarga.

Foto : sumber humas DPRD Kalsel

Persatuan Indonesia terlihat dari upaya menjaga keharmonisan rumah tangga di tengah perbedaan pendapat. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, diwujudkan melalui diskusi keluarga dalam mengambil keputusan bersama.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tercermin dalam pengelolaan kebutuhan keluarga secara adil dan berimbang.

“Ketika ibu mampu mengatur kebutuhan keluarga dengan bijak, membagi perhatian secara adil kepada anak-anak, dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan kemampuan, di situlah nilai keadilan sosial dijalankan dalam skala paling dekat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Desy menyoroti perempuan memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat. Ketika keluarga kuat dan harmonis, maka lingkungan sekitar pun akan lebih kondusif.

Menurutnya, revitalisasi nilai Pancasila harus dimulai dari kesadaran individu dan keluarga. Di tengah tantangan globalisasi, arus informasi digital, serta perubahan sosial yang cepat, penguatan nilai ideologi bangsa menjadi semakin relevan.

“Jika nilai Pancasila hidup di dalam rumah, maka ia akan mengakar kuat di masyarakat. Dari keluarga yang harmonis akan lahir generasi yang berkarakter, toleran, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Desy mengapresiasi antusiasme warga Kecamatan Sungai Raya yang aktif berdiskusi, dan berbagi praktik baik dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menilai, partisipasi aktif masyarakat menjadi indikator bahwa nilai Pancasila masih relevan dan dijalankan secara nyata.

Melalui kegiatan ini, DPRD Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus melakukan sosialisasi dan penguatan ideologi Pancasila di berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Sosialisasi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mendorong implementasi konkret dalam kehidupan sehari-hari.

“Perubahan besar selalu dimulai dari lingkup kecil. Jika keluarga menjadi ruang pertama yang menanamkan nilai kebangsaan, maka masa depan bangsa akan lebih kokoh,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Hadiri ‎Puncak Hari Anak Nasional 2025 di HSS, Ini Pesan Gubernur Muhidin

Hulu Sungai Selatan – Tawa ceria anak-anak berpadu dengan suara alam, menciptakan harmoni yang menyentuh hati saat Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah membuka kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 Tahun 2025 yang diselenggarakan di kawasan wisata alam Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), pada Selasa (7/10) pagi.

‎Tiba di lokasi acara, Gubernur Kalsel Muhidin beserta istri Fathul Jannah dan Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin beserta istri, Masrupah, serta Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Syafrudin Noor dengan istri, Ketua TP PKK Kabupaten HSS, Tata Syafrudin Noor beserta rombongan, disambut hangat dengan kesenian Sinoman Hadrah dari kelompok LPKA Kelas 1 Martapura.

‎Tampak hadir tamu undangan pusat yakni Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu bersama Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan Kemen PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih. Kemudian disambut kembali dengan pertunjukan aruh adat dari anak-anak suku pedalaman Meratus dalam penampilan seni tari tradisionalnya itu terlihat memukau para hadirin.

‎Acara peringatan HAN 2025 ini juga turut dihadiri Bupati/Wali Kota se-Kalsel, jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel, para Kepala SKPD, tokoh masyarakat, serta ratusan anak-anak dari berbagai sekolah dan komunitas.

‎Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, dan pelaksanaannya di Loksado memberikan pesan kuat, bahwa anak-anak berhak menikmati masa kecil yang bahagia, di tengah alam yang lestari dan budaya yang hidup. Dan acara ini menjadi momen istimewa yang menggabungkan edukasi, permainan, dan pelestarian budaya lokal dalam balutan pesona alam pegunungan Meratus.

‎”Dan kami hormati dan banggakan yaitu anak-anak yang hadir pada kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 ini. Generasi penerus bangsa yang kita harapkan di masa depan, mudah – mudahan bubuhan Pian diberkahi seberataan,” sampai Gubernur Muhidin dalam sambutannya di atas panggung.

‎Dalam kesempatan itu, Gubernur Muhidin ingin tumbuh kembang anak di daerah terus didorong oleh seluruh pihak sehingga elemen masyarakat juga menyadari betapa pentingnya sosok anak di generasi mendatang.

‎Dengan begitu, Gubernur Muhidin menyebut bahwa tema yang diangkat tahun ini, maka diharapkan generasi anak sekarang menjadi cerdas, kreatif dan berkembang di kemudian hari. Dalam peringatan ini, pihaknya ingin adanya kesadaran terhadap hari anak di seluruh belahan daerah agar hak-haknya dipenuhi.

‎”Sebenarnya peringatan HAN 2025 ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2025 lalu. Walaupun demikian, bukan berarti berkurang makna hari anak tersebut tetapi pesan terpenting merayakan bersama dalam menumbuhkan kesadaran di seluruh daerah,” ungkap Gubernur Muhidin.

‎Gubernur Muhidin mengatakan bahwa kita perlu memastikan anak-anak dapat bersekolah, dan tumbuh dengan anak khalayak lainnya. Orang nomor satu di Kalsel itu juga memastikan bahwa mereka memiliki akta kelahiran yang jelas dan mampu meningkatkan kemampuan dirinya dalam bermain.

‎”Saya berharap kepada semua pihak, khususnya orangtua, pendidik, tokoh adat maupun tokoh masyarakat serta jajaran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, kecamatan bahkan tingkat desa. Dalam aspek perbaikan pemenuhan hak-hak anak,” pungkasnya.

‎Pembacaan doa lintas agama dilakukan oleh perwakilan 5 agama dibawakan oleh kelima anak-anak. Selanjutnya, proses pengukuhan Forum Anak Daerah (FAD) Desa Dayak Meratus oleh kepala desa/tokoh adat yang disaksikan Gubernur Muhidin.

‎Sementara itu, Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menyampaikan bahwa tumbuh kembang anak ada di tangan orangtua saat ini, baik itu keluarga, pemangku kebijakan dan elemen masyarakat lainnya.

‎”Kami (Kemen PPPA) menyaksikan forum anak tingkat desa. Ini desanya anak-anak Meratus ya, maka kita harapkan dapat dikembangkan nantinya karena berdasarkan analisis kami di Nasional. Partisipasi kalian sangatlah berarti, baik itu partisipasi keluarga maupun sosial-budaya,” ungkap Pribudiarta.

‎Deputi Kemen PPPA Pribudiarta mengatakan bahwa pendekatan orangtua sangat penting sekali dalam pertumbuhan hidupnya, karena pihaknya menilai bahwa setiap anak bercerita kemudian didengar. Menurutnya, masyarakat itu semakin kuat dengan generasi anak di masa mendatang.

‎Bagi Deputi Kemen PPPA Pribudiarta, kesejahteraan anak itu harus dipastikan oleh pemerintah daerah agar mereka dapat memiliki hak yang cukup. Mengapa itu penting, berdasarkan catatan Kemen PPPA bahwa jumlah penduduk 80 Juta lebih didominasi anak-anak kita saat ini.

‎”Mereka lah harapan kita ke depan, sebab anak-anak sekaranglah yang menggantikan kita di kemudian hari. Bapak dan ibu sekalian, seluruh daerah yang berhadir pada hari ini maka berterima kasih telah mengikuti perayaan Hari Anak Nasional 2025 ini,” Pungkasnya. (BiroAdpim/BDR/RIW/APR)

Peringati Puncak HUT Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV, Paman Birin : Terus Gelorakan Semangat Para Pahlawan

HULU SUNGAI SELATAN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, mengikuti upacara peringatan HUT Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan yang ke 75 di Monumen Proklamasi 17 Mei 1949, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada Jum’at (17/5).

Kegiatan ini menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan yang gugur saat memperjuangkan banua.

Sahbirin Noor menyampaikan, Proklamasi 17 Mei merupakan bagian dari sejarah Kalsel, yang tidak akan lekang oleh jaman. Tokoh banua menunjukkan kegigihannya mempertahankan Kalsel, sebagai bagian NKRI. Peringatan Proklamasi ini menjadi sejarah penting, dimana peringatan harus dilaksanakan ditempat proklamasi itu digaungkan pertama kali.

“Marilah kita memghayati semangat juang, karakter tangguh, gigih, disiplin dan pantang menyerah para pejuang. Yang mana itu akan selalu relevan disetiap jaman,” ungkap Paman Birin (sapaan akrabnya).

Menurutnya, momen ini menunjukkan kegigihan toko banua mempertahankan Kalimantan sebagai bagian dari NKRI. Divisi IV Pertahanan Kalimantan adalah bagian dari sejarah dan ini menjadi modal bagi kita yang hidup saat ini.

“Kerjasama dan solidaritas yang dibingkai dalam rasa cinta tanah air menjadi kunci mewujudkan cita – cita kemerdekaan yang sejati,” lanjutnya.

Tak lupa, Paman Birin juga berpesan kepada generasi muda bahwa semangat para pahlawan bisa menjadi modal dasar untuk terus belajar.

“Supaya mereka siap untuk menghadapi tantangan di zaman nya masing – masing,” terangnya.

Gubernur Paman Birin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, agar mengenang jasa para pahlawan yang gugur, serta mendoakan, agar pahlawan mendapat tempat terbaik disisinya. Raga para pahlawan boleh tiada, namun jasa – jasa mereka harus terus dikenang.

Gubernur kalsel (kanan) saat memberikan tali asih

“Jasa – jasa pahlawan sangatlah mulia, dimana karakter tangguh, gigih, disiplin, harus menjadi landasan dalam menempuh kehidupan” tutupnya.

Pada puncak peringatan HUT Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama stakeholder terkait juga membagikan tali asih, kepada para veteran peran. Selain itu, puncak peringatan juga dihadiri masyarakat, dengan memakai kostum para pejuang terdahulu. (MRF/ RDM/APR)

Pemprov Kalsel Gelar Lomba Panahan Piala Paman Birin

KANDANGAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora)nya menggelar lomba Panahan Piala Paman Birin Tahun 2023 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Kabupaten HSS Hermansyah, Senin (20/11).

Pj Bupati Kab HSS Hermansyah

Herman mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalsel tentunya, mengapresiasi setinggi tingginya terhadap, Pemkab HSS yang bersedia menyelenggarakan lomba panahan tingkat Provinsi Kalsel tersebut.

“Lomba ini digelar, dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten HSS ke 73,” ungkapnya.

Dipilihnya, lanjut Herman, cabang olahraga panahan ini, karena pahanan termasuk cabang olahraga yang masuk dalam prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan Desain Besar Olahraga Daerah.

“Panahan ini masuk dalam DBON dan DBOD, sehingga olahraga ini sering dipertandingkan,” ucapnya.

Herman berharap, melalui kegiatan ini nantinya mampu mencetak bibit pemanah yang memiliki talenta muda Banua agar membawa nama harum Kalsel khususnya Kabupaten Hulu Sungai Selatan kedepannya.

“Kami berharap lomba ini dapat menghasilkan atlet atlet yang handal,” ucap Herman.

Peserta yang mengikuti Lomba ini, sebanyak 229 peserta terdiri atas 132 Putra dan 97 Putri. Kategori yang dipertandingkan mencakup berbagai tingkatan keahlian, sehingga menciptakan persaingan yang sehat dan meriah. (DISPORA.KALSEL/SRI/RDM/APR)

Panen dan Tanam Padi di HSS, Paman Birin: Insya Allah Kalsel Terus Menjadi Penyangga Pangan Nasional

Hulu Sungai Selatan– Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor melakukan syukuran panen raya sekaligus tanam padi ulang, di area persawahan milik Kelompok Tani Bina Baru di desa Siang Gantang, Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada Selasa (10/10) pagi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung Gerakan Nasional Antisipasi Dampak Iklim El-Nino yang sedang melanda di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.

Acara tersebut turut dihadiri Pj. Bupati Hulu Sungai Selatan, Hermansyah, Dandim 1003 HSS Letkol Infanteri Bayu Oktavianto Sudibyo, Kapolres HSS AKBP Leo Martin Pasaribu, Kadis Pertanian dan Ketahananan Pangan HSS M. Noor, dan puluhan anggota Gapoktan Bina Baru.

Setiba pukul 11.00 WITA di desa Siang Gantang, Paman Birin langsung melakukan panen raya, dilanjutkan tanam padi ulang dan penyerahan bantuan ABPD Provinsi Kalimantan Selatan untuk kabupaten Hulu Sungai Selatan Rp860 juta, dan bantuan ABPN Kementerian Pertanian RI untuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2023 Rp3,1 milyar.

Dalam sambutannya, Paman Birin memberikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya yang ada di desa Tiang Gantang yang meski pun saat ini kemarau panjang, masih saja bisa panen padi.

“Ini adalah bukti bahwa Banua kita diciptakan Allah begitu luar biasa kayanya. Saat ini kita memanen lalu menanaminya lagi. Artinya ini tidak pernah putus dalam menanam padi,” ujar Paman Birin.

Lebih-lebih, menurut Paman Birin, saat ini Indonesia tengah menghadapi dampak iklim El-Nino dan kemarau yang begitu panjang. Sebagimana arahan dari Presiden, bahwa setiap daerah harus bersiap menghadapi ancaman tersebut.

“Alhamdulillah kemarin kita menerima penghargaan dari kementerian pertanian, dan tentu penghargaan ini adalah hasil atas kerja para petani kita, sehingga Banua kita mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Tentu saja penghargaan ini kita persembahkan untuk para petani kita, lebih khususnya para petani kita yang ada di desa Siang Gantang,” tambah Paman.

Menurutnya, saat ini pemerintah pusat tengah melakukan program penanaman padi 500 ribu hektar tiap provinsi yang ada di Indonesia dalam menghadapi El-Nino, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dalam rangka gerakan nasional, ulun tidak ragu-ragu lagi dan ulun menyanggupi program tersebut, dan berharap nantinya padi-padi yang kita tanam bisa surplus, dan Insya Allah Kalsel terus dapat menjadi penyangga pangan nasional,” harapnya.

Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan sebelum memanen dan tanam ulang padi di HSS

Sementara itu, Pj. Bupati Hulu Sungai Selatan, Hermansyah dalam sambutannya mengatakan, untuk saat ini luas tanam dari April hingga September 2023 di kabupaten Hulu Sungai Selatan seluas 16.513 hektar.

“Dari target Gerakan Nasional Antisipasi El Nino seluas 13.609 hektar, Alhamdulillah kita bisa tanam seluas 13.620 hektar. Artinya, kabupaten HSS adalah satu-satunya kabupaten di Kalsel yang surplus luas tanam seluas 17 hektar,” ujar Hermasyah.

Menurutnya, perkiraan panen hingga Desember 2023 seluas 29.950 hektar atau 99 persen dari luas tanam. Sehingga perkiraan panen di kabupaten HSS sebanyak 114.592 ton gabah kering dan setara beras sebanyak 72.192 ton.

“Sehingga perlu saya sampaikan Pak Gubernur, bahwa jumlah konsumsi beras masyarakat dari jumlah penduduk 233.153 jiwa di kabupaten HSS pertahun sebanyak 24.108 ton. Dari kondisi tersebut, kabupaten HSS hingga Desember tahun 2023 mengalami surplus beras sebanyak 4.885 ton,” paparnya.

Untuk itu, Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi petani yang ada di kabupaten HSS, sehingga HSS tidak hanya siap menjadi penyangga pangan di kabupaten lain yang ada di Kalsel, tetapi dapat menjadi pangan nasional nantinya, terlebih sebentar lagi Kalsel menjadi gerbang Ibu Kota Negara.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bina Baru Siang Gantang, Maran (63) mengatakan, hingga saat ini kelompoknya terus melakukan penanaman padi. Bahkan, menurutnya kelompok tani dari 2 desa tersebut, tidak hanya berfokus pada tanaman padi.

“Alhamdulillah, masyarakat kita urusan beras tidak ada yang menukar (membeli), rata-rata punya sendiri. Bahkan dari tahun 1970, masyarakat petani yang ada di desa Siang Gantang atau pun sekitar sini cuma gagal panen 3 kali saja,” ujar Maran saat diwawancara.

Gubernur Kalsel saat menanam ulang padi di HSS

Petani desa Siang Gantang tidak hanya mengandalkan tanaman padi semata, selain memakan waktu yang cukup panjang dalam sekali panen, masyarakat juga menanam terong, tomat, lombok dan sayuran lainnya.

“Bahkan terong yang ada di pasaran dan bahkan di Banjar itu mengambil disini. Terong disini dalam sehari bisa panen sebanyak 20 ton,” tambahnya lagi.

Untuk itu, Maran berharap bantuan dari pemerintah daerah, baik itu bantuan alat tani atau pun pupuk, dapat meringankan masyarakat tani. Terlebih kelompok tani yang Ia pimpin memiliki anggota kurang lebih 50 kepala keluarga yang sudah bergabung.

“Kita berharap pemberdayaan kelompok tani ini kedepannya dapat terus diperhatikan,” imbuhnya.

Sementara Ali (70) yang juga hadir dalam acara tersebut mengaku bahwa tidak pernah seorang g/Gubernur datang mengunjungi desanya.

“Paling kada ya Bupati, itu pun jarang banar. Dan Alhamdulillah hari ini Paman Birin bisa datang kesini dan ulun bisa melihat secata langsung,” ujar Ali.

Lebih bahagianya lagi, Ali merupakan salah satu orang yang dipanggil maju Paman Birin, dirinya hanya ditanyai apakah masyarakat di desanya memerlukan pupuk ketika bertani apa tidak.

“Ada pupuk bagus, kadada pupuk juga bagus Pak Gub,” ujar Ali.

Karena menjawab, Ali beserta tiga orang lainnya mendapat hadiah dari Paman Birin sebanyak Rp500 ribu

“Bersyukur banar bisa lihat sidin langsung, himung banar, Alhamdulillah sidin liwar baiknya,” ujar Ali. (Biroadpim-RIW/RDM/APR)

Paman Birin Syukuran Panen Padi Apung di Desa Hamayung, Hulu Sungai Selatan

HULU SUNGAI SELATAN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menghadiri syukuran dan panen bersama para petani budidaya padi apung di Desa Hamayung Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada Selasa (4/4).

Di lingkungan kondisi air yang selalu tergenang, serta mengoptimalkan produksi padi di atas luasan lahan 0,6 hektar, ada sebanyak 1.500 styrofoam padi apung menguning.

Paman Birin (sapaan khas Gubernur) mengatakan, lahan padi apung Kelompok Tani Cinta Maju Desa Hamayung, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini seperti hujan di musim kemarau.

Gubernur Kalsel saat memberikan arahan

“Karena disaat kita sedang berupaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat kita, khususnya beras lokal, kita dapat melaksanakan panen padi hari ini,” katanya.

Paman Birin menuturkan, padi apung ini merupakan sebuah terobosan atau inovasi luar biasa dan dapat berjalan dengan sukses, sehingga ke depan dapat terus dikembangkan lebih banyak lagi, terlebih di daerah-daerah rawa.

“Potensi lahan rawa di banua kita sangat luar biasa, dimana luas baku lahan rawa, mencapai lebih dari 290 ribu hektar. Sementara hanya sebagaian kecil saja yang dapat dimanfaatkan secara terus menerus, dikarenakan berbagai hal, seperti banjir misalnya. Maka dari itu, program padi apung yang telah sukses kita laksanakan hingga hari ini, dapat menjadi contoh, untuk dikembangkan di lahan-lahan berair lainnya, yang belum dapat kita manfaatkan secara maksimal,” ungkap Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman menyampaikan, padi apung ini dalam rangka mengelola lingkungan lahan yang kondisi airnya selalu dalam atau tergenang agar tetap menghasilkan produksi padi yang optimal, dan memberikan keuntungan secara ekonomi bagi petani, serta memberikan contoh dan memotivasi petani untuk menerapkan budidaya padi apung.

“Di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2022 melalui Anggaran Perubahan mengalokasikan kegiatan Padi Apung sebanyak 3.500 Styrofoam yang terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan 2.000 styrofoam, Barito Kuala 500 styrofoam, Balangan 1.000 Styrofoam,” pungkasnya.

Sedangkan Basran, selaku Ketua Kelompok Tani Cinta Maju Desa Mahayung, merasa terbantu dengan adanya inovasi padi apung tersebut. Selain perawatan yang lebih mudah, metode yang digunakan juga membuat hasil panen meningkat, hal tersebut dikarenakan padi yang dipanen tidak terpengaruh dengan keadaan lahan yang sering terdampak banjir, serta terhindar dari hama tikus dan juga rumput liar.

“Sebelumnya sudah dilakukan uji coba penanaman sebanyak 3 styrofoam dengan jumlah per styrofoam 21 rumpun padi, dengan jenis inpari 32, siam madu, dan sertani,” terang Basran.

Basran menambahkan, dengan metode penanaman sebelumnya, dengan cakupan lahan seluas 80 hektar hanya 30% yang dapat ditanami, hal tersebut dikarenakan debit air yang terlalu tinggi, sehingga padi tidak dapat tumbuh. Akan tetapi dengan metode padi apung, 100 persen lahan dapat ditanami.

“Alhamdulillah, dengan adanya inovasi padi apung ini, lahan seluas 80 hektar dapat ditanami padi 100%, nantinya penanaman akan dilakukan secara bertahap, oleh kelompok tani sekitar,” pungkasnya.

Basran berharap dengan adanya inovasi tersebut, dapat membantu meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan petani.

Pada kesempatan tersebut, untuk meningkatkan dan menunjang petani, Pemprov Kalsel Pada tahun anggaran 2023 memberikan bantuan kepada sejumlah kelompok tani di Hulu Sungai Selatan.

Gubernur Kalsel saat menyerahkan bantuan

Diantaranya bantuan Padi Inbrida 100 hektar (Rp182.750.000), Biofortifkasi 250 hektar (Rp392.500.000), Padi Rawa 500 hektar (Rp1.022.500.000), Padi Apung 500 Styrofoam (Rp114.105.000), Benih padi inbrida 500 hektar (Rp137. 500.000). Kemudian bantuan insektisida dan rodentisida (Rp30.000.000), bantuan kegiatan pemberdayaan penangkar benih padi sawah kelas BP 50 hektar (Rp63.750.000), BR pasca bencana alam 270 hektar (Rp87.760.000), Asin 3 unit Power Threser (Rp39.000.000), 2 unit fasilitasi pompa air (Rp60.000.000), dan 1 unit husker polisher (Rp120.000.000). (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Vaksin Bergerak Di HSS, Paman Birin Minta Pertahankan Tren Penurunan Kasus COVID-19

Hulu Sungai Selatan – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor meminta kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, untuk menjaga tren penularan COVID-19 yang terus melandai.

Hal ini dikemukakan Gubernur Kalsel saat mengunjungi vaksinasi di Lapangan Lambung Mangkurat, Kandangan, pada Rabu (3/11) sore.

“Mendengar laporan Bupati Hulu Sungai Selatan tadi kasus COVID-19 hanya 2 kasus saja, saya minta ini terus dipertahankan,” sebutnya.

Disampaikan Paman Birin, terus melandainya kasus terkonfirmasi COVID-19 dikarenakan terus bergeraknya vaksinasi di Banua.

Meski terus melandai, Paman Birin berpesan kepada masyarakat di Hulu Sungai Selatan untuk terus menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Gubernur Kalsel memberikan sertifikat vaksin kepada salah seorang peserta Vaksinasi Bergerak

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Selatan Akhmad Fikry melaporkan, hingga hari ini kasus terkonfirmasi COVID-19 tersisa 2 kasus.

Sementara untuk capaian vaksinasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk dosis pertama sebanyak  37 persen dan dosis kedua 33 persen.

Gubernur Kalsel memberikan sertifikat vaksin kepada salah seorang peserta Vaksinasi Bergerak

Bupati Hulu Sungai Selatan berharap, capaian tersebut dapat meningkat 50 persen di bulan November dan 70 persen di bulan Desember.

Turut hadir pada monitoring Vaksinasi Bergerak di HSS, Sekda Prov Kalsel Roy Rizali Anwar, dan  Sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/HDR)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Selatan; Menjadi Masyarakat Cerdas dan Cakap Digital

HULU SUNGAI SELATAN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Menjadi Masyarakat Cerdas dan Cakap Digital” di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (02/11/2021) pukul 10.00 WITA.

Acara dibuka oleh Bupati Hulu Sungai Selatan, H Achmad Fikry dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ovi Darin yang menghadirkan narasumber

Narasumber pertama yakni, Prihatin Kusdini dengan materi tentang “Mengenal Lebih Jauh tentang UU ITE Terkait Perlindungan Data Pribadi”.

Mengapa data pribadi perlu perlindungan?

Ia memaparkan, tersimpan di dalam data center terdiri dari data biografi, foto profil, total pengikut, pengaturan lokasi dan alamat jika ini terekspos maka hal ini adalah pelanggaran. Menjadi pengguna media sosial harus ada persyaratan layanan saat mengisi data akun agar tetap terjaga kerahasiaannya.

Narasumber kedua, Dr Taufik Hidayat yang membahas materi tentang “Kesehatan Mental dan Teknologi Informasi di Masa Adaptasi”

“Canggihnya teknologi di era saat ini membuat para penggunanya harus bisa beradaptasi dan menjaga kesehatan mentalnya karena banyak kasus seperti bullying yang terjadi mengakibatkan mental seseorang menjadi tidak sehat serta menimbulkan trauma pada orang tersebut. Cara mencegahnya kurangi mengeskpos diri sendiri ke media sosial agar kesehatan mental tetap terjaga,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Bella Putri yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Ada lima basic dalam digital skill, yakni writing, reseaeching, SEO copywritring, photographing and video graphing, editing. Kita bisa melakukan keguatan positif di media sosial dengan membuat konten yang bermanfaat bagi para pengikut media sosial kita. Agar orang tertarik dengan akun kita. maka buatlah sesuatu yang menarik serta buat highlight di instagram dan selalu aktif dalam membuat konten,” jelasnya

Terakhir, narasumber Hikmah yang meyampaikan materi tentang “Dampak Penyebaran Berita Hoax”

“Hoax merupakan berita bohong, ciri-cirinya seperti sumber berita yang didapat tidak jelas. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental, kepanikan publik, adanya manipulasi, dan mengganggu perekonomian. Kita dapat menangkal berita hoax dengan itropeksi, lakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan berita,” pungkasnya. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Selatan; Aman dan Nyaman di Ruang Digital Bersama Literasi

HSS –  Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Aman dan Nyaman di Ruang Digital Bersama Literasi” di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kamis (28/10) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Bupati Hulu Sungai Selatan, H Achmad Fikry dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Aulia Mawardika yang menghadirkan narasumber pertama yakni, dr Fiska Suratmono dengan materi tentang “Keamanan Digital”.

“Dalam berinternet terdapat dampak positif internet yaitu, membantu anak belajar mengeksplorasi, melatih kognitif, meredakan ketegangan atau memberi hiburan, dan berafiliasi dengan teman sebaya,” tuturnya.

Selain dampak positif. Fiska melanjutkan, terdapat dampak negatif yang dapat terjadi ketika menggunakan internet berlebihan adalah mengganggu kehidupan keluarga, pekerjaan, pendidikan, tidur, hobi, dan hubungan sosial.

Narasumber kedua, Amalia Permata Rizky yang membahas materi tentang “Etika Digital”

“Media sosial memiliki banyak fungsi saat ini, seperti sumber berbagi informasi, membagikan aktivitas pribadi, membagikan reputasi yang kita miliki, memiliki suatu grup dengan teman-teman media sosial, serta banyak lagi yang dapat kita lakukan di media sosial” Pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Khusmul Prasetyo yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Sejarah multikulturalisme bangsa terjadi karena adanya kondisi geografis yang memengaruhi keberagaman dan sejarah di masa silam serta perenggutan nilai-nilai luhur dan budaya bangsa di era pandemi,” tuturnya

“Tantangan multikulturalisme yang kerap terjadi di ruang digital biasanya faktor tingkat literasi, pemecah belah bangsa, dan ujaran kebencian,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Syahrial Shaddiq yang meyampaikan materi tentang “Budaya Digital”

Berkenalan dengan Artificial Intelligence (AI), sebuah kecerdasan buatan yakni kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin.

Pembuatan mesin dan program komputer untuk melakukan otomatisasi tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas.

“Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah,” ujarnya

“Tidak ada definisi yang memuaskan untuk kecerdasan, seperti kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan menggunakannya atau kecerdasan yaitu apa yang diukur oleh sebuah tes Kecerdasan,” tuturnya. (RILIS)

Exit mobile version