Tetap Siaga Selama Libur Lebaran, Diskominfo Siap Layani Informasi Publik

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan, pelayanan informasi kepada masyarakat tetap berjalan selama masa libur dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim, usai memimpin apel sekaligus kegiatan silaturahmi dan bermaafan antar seluruh pegawai Diskominfo Kalsel di Banjarbaru, Selasa (17/3).

Kepala Diskominfo Kalsel memimpin seluruh pegawai saling bermaafan sebelum memasuki libur Idulfitri

Muslim mengatakan, sebagai perangkat daerah yang menangani urusan komunikasi dan informasi, Diskominfo memiliki tanggung jawab untuk terus menyampaikan berbagai informasi penting kepada masyarakat, termasuk selama masa libur.

“Walaupun nanti dalam suasana liburan, tim kita tetap berada di lapangan, baik dalam konteks meliput berbagai informasi yang dapat kita sampaikan kepada masyarakat terkait dengan apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai informasi mengenai program pemerintah akan terus disampaikan kepada masyarakat, mulai dari kegiatan pencegahan dan pengendalian inflasi hingga berbagai program layanan publik yang disediakan pemerintah.

Selain itu, Diskominfo juga akan terus mensosialisasikan berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, seperti program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah.

“Semua itu kita informasikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, dalam suasana libur, sebagian besar kawan-kawan yang menangani informasi maupun keamanan informasi tetap bekerja dalam konteks pemantauan, pengawasan, dan turun ke lapangan,” jelasnya.

Terkait masa libur yang berlangsung mulai 18 hingga 24 Maret dan kembali masuk kerja pada 25 Maret mendatang, Muslim juga berpesan kepada seluruh pegawai untuk tetap menjaga keamanan dan kesiapsiagaan selama libur.

Ia mengingatkan agar seluruh pegawai tetap memerhatikan keamanan lingkungan serta selalu siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang bersifat mendesak.

“Kita minta kepada semua pegawai agar tetap memperhatikan keamanan, baik keamanan lingkungan maupun hal lainnya saat libur. Kemudian juga tetap siap siaga apabila ada penugasan yang sifatnya urgen dan mendadak,” tegasnya.

Menurutnya, komunikasi antarpegawai juga harus tetap terjaga melalui sistem komunikasi yang telah dibangun di lingkungan Diskominfo.

Khususnya bagi para pejabat, Muslim menambahkan, bahwa pada dasarnya tidak ada libur yang sepenuhnya terlepas dari pekerjaan, mengingat tugas Diskominfo berkaitan dengan urusan wajib pemerintah dalam penyampaian informasi kepada publik.

“Karena pekerjaan kita termasuk urusan wajib pemerintah, tentu kita minta tetap memerhatikan apabila ada informasi yang perlu diteruskan sebagai bagian dari pelaksanaan pekerjaan,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Libur Lebaran, Sekda Imbau ASN Berkumpul dengan Keluarga

Banjarbaru – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk memanfaatkan masa libur dan cuti bersama Idulfitri dengan sebaik-baiknya, terutama untuk berkumpul bersama keluarga.

Hal tersebut disampaikan Syarifuddin saat diwawancarai di Banjarbaru, Senin (16/3). Ia menyebutkan bahwa masa libur Lebaran tahun ini cukup panjang, dimulai pada 18 Maret hingga 24 Maret 2026.

Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru.(foto : Adpim)

Menurutnya, momentum libur ini diharapkan dapat dimanfaatkan para pegawai untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga, termasuk bagi yang berencana melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

“Libur Lebaran kali ini cukup lumayan panjang, mulai tanggal 18 sampai 24 Maret. Gunakan waktu ini untuk berkumpul dengan keluarga. Jika mudik, ikuti rambu-rambu lalu lintas dan jangan terlalu tergesa-gesa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik dengan mengikuti imbauan dari pihak kepolisian, yakni tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia.

“Harapan kita mudiknya aman, keluarga bahagia. Sehingga bisa berkumpul dan merayakan Lebaran bersama-sama dengan keluarga,” tambahnya.

Terkait kedisiplinan pegawai setelah masa libur, Syarifuddin menegaskan, bahwa seluruh ASN Pemprov Kalsel diharapkan sudah kembali bekerja seperti biasa pada 25 Maret 2026.

Bahkan, pada hari pertama masuk kerja tersebut direncanakan akan dilaksanakan apel gabungan sekaligus kegiatan halal bihalal bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Yang jelas tanggal 25 semuanya sudah kembali. Karena Pak Gubernur juga mengharapkan nantinya ada apel gabungan sekaligus halal bihalal,” jelasnya.

Selain itu, Ia juga mengingatkan para pegawai untuk menggunakan kendaraan dinas secara bijak selama masa libur Lebaran. Menurutnya, kendaraan dinas harus dijaga dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar tugas.

“Kita harapkan jangan disalahgunakan. Yang penting dijaga, jangan sampai dengan mobil dinas ini nantinya ada hal-hal yang kurang baik,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Akselerasi Persiapan EPSS 2026, Kalsel Targetkan Nilai di Atas Rata-Rata Nasional

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, mulai melakukan langkah percepatan, mempersiapkan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) tahun 2026. Persiapan dilakukan lebih awal sebagai upaya mitigasi risiko sekaligus untuk meningkatkan capaian nilai dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim melalui Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik, Muhammad Hidayatullah mengatakan, proses persiapan telah dimulai sejak Februari 2026. Hingga pertengahan Maret, sejumlah agenda penting telah dilaksanakan, untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan tim.

Ket : Kasi Pengelolaan Data Statistik, Diskominfo Kalsel, Muhammad Hidayatullah

“Proses persiapan sudah kami mulai sejak Februari 2026. Hingga pertengahan Maret, kami telah melaksanakan koordinasi internal bersama Tim Penilai Internal pada 12 Maret, serta pertemuan dengan lokus evaluasi yaitu Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan pada 13 Maret 2026,” ujarnya.

Ia menjelaskan, evaluasi EPSS mencakup lima domain utama yang menjadi tolok ukur kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di daerah.

Lima domain tersebut meliputi penerapan prinsip Satu Data Indonesia, proses bisnis statistik, kualitas data, dukungan terhadap statistik nasional, serta penguatan kelembagaan dalam pengelolaan dan pemanfaatan data.

Menurutnya, prinsip Satu Data Indonesia menekankan pentingnya pengelolaan data secara terintegrasi mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi.

Sementara itu, proses bisnis statistik menitikberatkan pada standardisasi kebutuhan data hingga tahap analisis agar data yang dihasilkan memiliki kualitas dan akurasi yang baik.

“Kelima domain ini menjadi fondasi utama dalam penilaian EPSS. Mulai dari penerapan Satu Data Indonesia, proses bisnis statistik, kualitas data, hingga dukungan terhadap statistik nasional dan penguatan kelembagaan pengelolaan data di daerah,” jelasnya.

Meski demikian, Diskominfo Kalsel mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam upaya meningkatkan capaian nilai dari predikat “Cukup” menjadi “Baik”.

Kendala yang dihadapi di antaranya berkaitan dengan kedisiplinan pelaksanaan kegiatan serta sistem perekaman dan dokumentasi hasil kegiatan sebagai bukti pendukung.

“Jika kedisiplinan pelaksanaan kegiatan dapat dijaga dan setiap aktivitas terdokumentasi dengan baik sebagai bukti pendukung, kami optimistis seluruh indikator penilaian dapat terpenuhi dengan maksimal,” tambahnya.

Pelaksanaan EPSS juga menjadi bagian dari Indikator Kinerja Utama (IKU) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga proses penyelenggaraannya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Untuk memperkuat sinergi antarinstansi, Diskominfo Kalsel menerapkan pola koordinasi yang fleksibel namun tetap intensif.

Selain memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp Group dan Google Drive untuk pemantauan data secara real time, tim juga menggelar pertemuan rutin dua mingguan yang dikenal dengan istilah “Kopdar” atau Kopi Darat.

Pertemuan tersebut dinilai efektif untuk membahas berbagai kendala teknis secara lebih mendalam sebelum nantinya dibahas dalam rapat koordinasi resmi yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Setelah libur Idulfitri, tepatnya pada akhir Maret 2026, Diskominfo Kalsel juga berencana kembali berkoordinasi dengan sejumlah SKPD terkait, untuk memantapkan dokumen perencanaan serta melakukan validasi data.

“Harapan kami pada tahun 2026 nilai EPSS Kalimantan Selatan dapat meningkat signifikan. Target minimal kami berada di atas 2,6 dan kami optimistis bisa mencapai 2,85 agar posisi daerah berada di atas rata-rata nasional,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Gelar Sosialisasi SOMD, ORADO Kalsel Ubah Citra Domino

Banjarmasin – Pengurus Provinsi (Pengprov) Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kalimantan Selatan, menggelar sosialisasi bertajuk Semua Orang Main Domino (SOMD) di Gedung Batas Kota, Banjarmasin, baru baru tadi.

Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan mini turnamen domino yang mengacu pada aturan resmi ORADO, sebagai persiapan jelang kejuaraan berjenjang yang akan segera bergulir.

Ket foto : Sekretaris Pengprov Orado Kalsel Arif Rahman

Sekretaris Pengprov ORADO Kalsel, Arif Rahman Hakim menjelaskan, bahwa kegiatan ini digagas bersama Yayasan Amnesia dari Banua Indonesia, sebagai bagian dari upaya mensosialisasikan peraturan resmi olahraga domino kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga sekaligus mempersiapkan para pegiat domino, jelang kejuaraan kabupaten/kota (Kejurcab), kejuaraan provinsi (Kejurprov) pada April, hingga kejuaraan nasional (Kejurnas) yang juga dijadwalkan pada bulan yang sama.

“Ini bagian dari sosialisasi bagaimana peraturan-peraturan domino, yang mana ini juga menjadi persiapan teman-teman menjelang Kejurcab di tingkat kabupaten kota, menuju Kejurprov bulan April dan Kejurnas bulan April,” ujar Arif.

Peserta kegiatan ini berasal dari berbagai komunitas dan organisasi olahraga di Kalimantan Selatan. Antara lain dari Perbasi, Porgasi, komunitas Airsoft, e sports, serta komunitas anak muda yang ada di Kalsel.

Arif mengungkapkan, bahwa ORADO Kalsel saat ini telah berhasil membentuk kepengurusan di 11 kabupaten kota di Kalimantan Selatan, sementara dua kabupaten lainnya masih dalam proses pembentukan dan penyusunan struktur.

Koordinasi dan komunikasi dengan berbagai tokoh olahraga di tingkat kabupaten hingga provinsi juga telah berjalan aktif.

Salah satu misi besar yang diemban ORADO Kalsel, adalah mengubah citra olahraga domino yang selama ini masih kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.

“Semoga olahraga domino ini bukan lagi sekadar image-nya olahraga kampungan, olahraga yang ada di pinggiran. Tetapi ini sudah menjadi olahraga yang naik kelas, yang mana ada aturan secara umum dan terbuka yang bisa dijalankan pegiat maupun pecinta olahraga domino di Kalimantan Selatan,” tegas Arif.

Soal potensi, Arif mengaku sangat bersyukur dengan antusiasme masyarakat Kalsel terhadap olahraga ini. Domino sudah menjadi aktivitas yang lekat dengan keseharian warga, dari kampung, desa, posko, hingga kafe-kafe di Banjarmasin yang kini ramai dengan permainan domino.

“Hampir di setiap kampung, di setiap desa, di setiap posko, bahkan sekarang di kafe-kafe yang ada di Banjarmasin itu ramai bermain domino. Jadi sebuah potensi yang luar biasa,” katanya.

Namun Arif menekankan, bahwa ORADO hadir untuk mengarahkan potensi besar tersebut ke jalur yang lebih terstruktur dan berorientasi prestasi, bukan sekadar hobi semata.

“Mereka yang bermain domino bukan sekadar rame-rame kemudian hobi, tetapi ini bisa lebih terarah ke arah prestasi,” pungkas Arif. (ORADO.KALSEL-SRI/RIW/EPS)

Ramaikan GPM Bazar Murah 2026, Stand Dinas Kelautan dan Perikanan Langsung Diserbu Warga

Banjarbaru – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, turut meramaikan Gerakan Pangan Murah (GPM) Bazar Murah Tahun 2026, di Halaman Kantor Dislutkan Kalsel, di Banjarbaru, Senin (16/3).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono menyampaikan, GPM Bazar Murah tahun ini, dikoordinatori Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono

“Kami bersyukur Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel dapat berpartisipasi pada GPM Bazar Murah, dengan SKPD lainnya,” ungkap Rusdi, kepada sejumlah wartawan.

Ditambahkan Rusdi, pada GPN Bazar Murah kali ini, stand Dislutkan Kalsel menjual ikan patin dengan harga hanya 10 ribu per kilogram, sedangkan harga di pasaran mencapai 40 sampai 50 ribu.

“Harga ikan yang kami jual ini lebih murah dari harga di pasaran,” ungkap Rusdi lagi.

Pada GPM Bazar Murah ini, lanjutnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel juga menjual produk olahan ikan dari pelaku UKM, dari Kota Banjarmasin serta Banjarbaru.

“Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel bersyukur masyarakat antusias membeli ikan serta produk olahan yang dijual dengan harga murah ini,” ucapnya.

Rusdi mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk membantu masyarakat jelang perayaan Idulfitri.

Pada kesempatan tersebut, Rusdi juga mengatakan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan, mendorong pemenuhan gizi protein selama Ramadan.

“Berdasarkan arahan dari Gubernur Kalsel Mudihin, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel turut bekerja bersama merangkul semua. Salah satunya dengan mendorong pemenuhan gizi seimbang dari protein ikan,” tutur Rusdi.

Karena, lanjut Rusdi, ikan merupakan sumber protein yang murah serta mudah di dapat masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Selama Ramadan ini, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel telah berpartisipasi dalam gerakan pangan murah yang dilaksanakan di kabupaten dan kota di Kalsel,” ucap Rusdi. (SRI/RIW/APR)

Lantik 54 Kepala Sekolah, Kalsel Dorong Peningkatan Mutu dan Akses Pendidikan

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melantik dan mengambil sumpah, 54 guru yang ditugaskan sebagai Kepala Sekolah SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Pelantikan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Senin (16/3).

Pelantikan ini dilaksanakan, setelah sebelumnya sempat tertunda, dan akhirnya digelar bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, pelantikan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kepemimpinan di sekolah sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

“Pelantikan kepala sekolah SMA, SMK, dan juga SLB ini sebelumnya sempat tertunda. Hari ini dalam momen bulan puasa kita melantik para kepala sekolah tersebut,” ujarnya.

Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik, mampu meningkatkan kinerja sekolah serta berkontribusi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Selatan, khususnya pada sektor pendidikan.

Menurutnya, salah satu indikator penting dalam pembangunan pendidikan adalah rata-rata lama sekolah yang saat ini masih berada di kisaran 8,6 hingga 8,9 tahun.

“Harapan kita dengan dilantiknya para kepala sekolah ini, kinerja sekolah semakin meningkat. Selain itu, kita juga ingin meningkatkan indeks pembangunan manusia pada sektor pendidikan, terutama lama sekolah. Harapan kita tentu semakin banyak masyarakat yang bersekolah,” jelasnya.

Sekda Kalsel melantik 54 Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB di Gedung Idham Chalid Banjarbaru.(foto : MC Kalsel)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rahim menjelaskan, pelantikan kali ini mencakup 54 kepala sekolah yang berasal dari berbagai SMA, SMK, dan SLB di Kalsel.

“Untuk pelantikan hari ini ada 54 orang yang diangkat menjadi kepala sekolah, baik melalui rotasi, mutasi, maupun pengangkatan,” katanya.

Ia menambahkan, penugasan guru sebagai kepala sekolah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 7 Tahun 2025, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Dalam aturan tersebut, masa jabatan kepala sekolah berlaku selama empat tahun untuk satu periode dan dapat diperpanjang hingga dua periode apabila kinerjanya dinilai baik.

Saat ini, jumlah kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Selatan mencapai lebih dari 200 orang.

Abdul Rahim juga memastikan, bahwa pelantikan ini telah direncanakan sebelumnya sebagai bagian dari upaya penguatan manajemen pendidikan di daerah.

“Kegiatan ini sudah dirancang sebelumnya. Mudah-mudahan ke depan setiap ada kebutuhan pengisian jabatan kepala sekolah bisa langsung kita laksanakan,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh kepala sekolah yang baru dilantik agar mampu meningkatkan kinerja, disiplin, serta mutu pendidikan di sekolah masing-masing.

“Kami memohon kepada seluruh kepala sekolah yang sudah dilantik agar meningkatkan kinerjanya, menjaga disiplin, dan mampu meningkatkan mutu pendidikan,” tegasnya.

Selain itu, Abdul Rahim mengungkapkan, saat ini masih terdapat sekitar 14 sekolah yang dipimpin pelaksana tugas (PLT) kepala sekolah. Kondisi tersebut terjadi karena adanya kekosongan jabatan serta beberapa kepala sekolah yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat.

Abdul Rahim menargetkan, pengisian jabatan kepala sekolah yang masih kosong dapat segera dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri.

“Untuk yang kosong masih ada sekitar 14 sekolah yang sementara dipimpin PLT. Mudah – mudahan pada April nanti sudah bisa kita isi semuanya, karena saat ini juga sudah memasuki masa ujian sekolah sehingga kita tidak ingin sekolah dipimpin terlalu lama oleh plt,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Amankan Idul Fitri 1447 H, Polda Kalsel Gelar Operasi Ketupat Intan

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Intan 2026 dalam rangka pengamanan dan pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel dilaksanakan di halaman Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (12/3) sore.

Apel gabungan dipimpin langsung Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, bahwa Operasi Ketupat Intan 2026 difokuskan pada pengamanan berbagai titik strategis yang berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama periode mudik hingga perayaan Idul Fitri.

“Untuk wilayah Polda Kalimantan Selatan, kami melaksanakan pengamanan di 3.740 titik yang tersebar di berbagai daerah. Pengamanan ini didukung tiga pos terpadu, 21 pos pengamanan, serta 14 pos pelayanan yang disiapkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Idul Fitri,” ujarnya.

Apel oprasi ketupat intan 2026

Ia menjelaskan, dalam operasi tersebut Polda Kalsel melibatkan total 2.189 personel yang terdiri dari 1.166 personel Polri, 247 personel TNI, serta 1.023 personel dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait.

“Personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur, baik Polri, TNI, maupun instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini dilakukan agar pengamanan Idul Fitri dapat berjalan secara optimal,” jelasnya.

Menurutnya, pengamanan difokuskan pada sejumlah lokasi yang menjadi pusat mobilitas masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran, seperti jalur-jalur mudik, tempat ibadah, hingga kawasan wisata.

“Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengamanan di antaranya jalur mudik yang dilalui masyarakat, masjid dan lokasi pelaksanaan Salat Id, serta tempat-tempat rekreasi yang ada di Kalimantan Selatan,” katanya.

Selain pengamanan umum, Polda Kalsel juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Yang menjadi atensi utama adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan fatal yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Karena itu saya perintahkan kepada para Kapolres untuk melakukan pemetaan titik-titik rawan kecelakaan serta memasang rambu – rambu bersama dinas perhubungan,” tegasnya.

Polda Kalsel juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan lainnya, termasuk aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam hari selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.

“Kami juga mengantisipasi tindak pidana lainnya, termasuk balap liar, sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar,” tambahnya.

Kapolda turut mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama di perjalanan serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.

“Kami mengimbau para pemudik agar selalu berhati-hati di jalan dan mengutamakan keselamatan. Jika meninggalkan rumah, pastikan listrik dimatikan serta barang-barang yang berpotensi menimbulkan bahaya seperti gas sudah dalam kondisi aman,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang tidak membawa kendaraan saat mudik dapat menitipkannya di kantor kepolisian maupun markas TNI di wilayah masing-masing.

“Apabila kendaraan tidak dibawa saat mudik, masyarakat bisa menitipkannya di kantor polisi maupun koramil. Bahkan pihak TNI juga telah menyediakan tempat parkir bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Syukuran HUT Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar di Kalsel Perkuat Profesionalitas dan Sinergi

Banjarbaru – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-76, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke-67, serta Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-107 di Kalimantan Selatan, diperingati melalui kegiatan syukuran dan buka puasa bersama di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (12/3).

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan anggota serta seluruh kepala unsur Satpol PP, Satlinmas, dan Pemadam Kebakaran dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antar daerah dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin menyampaikan apresiasi, dan terima kasih atas dedikasi seluruh personel Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar yang selama ini telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta melindungi masyarakat.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian seluruh personel Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar yang selama ini telah bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam melindungi masyarakat,” ujarnya.

Gubernur juga menilai momentum peringatan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini, menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di antara seluruh personel.

Pemotongan kue oleh Kepala Satpol PP Damkar Kalsel

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Ramadan seperti kesabaran, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama sangat sejalan dengan tugas dan pengabdian para anggota Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar dalam melayani masyarakat.

“Saya berharap ke depan seluruh jajaran dapat terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta semangat pelayanan kepada masyarakat sehingga keberadaan kita semua semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kalimantan Selatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Dany Matera Saputra, mengatakan kegiatan syukuran ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen seluruh unsur dalam menjalankan tugas masing-masing.

“Melalui kegiatan syukuran dan buka puasa bersama ini, kita mempertemukan seluruh unsur dari 13 kabupaten/kota, baik dari Satpol PP, Satlinmas, maupun Damkar. Ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus koordinasi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa peran Damkar saat ini tidak hanya terbatas pada pemadaman kebakaran, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan penyelamatan atau rescue yang semakin sering dibutuhkan masyarakat.

“Di Damkar itu bukan hanya memadamkan kebakaran. Tugas pokoknya juga penyelamatan. Jadi selain pemadam, kami juga menjalankan fungsi rescue untuk berbagai kondisi darurat yang memerlukan pertolongan,” jelasnya.

Dany turut menanggapi meningkatnya jumlah kegiatan penyelamatan yang dilakukan Damkar sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan semakin luasnya peran Damkar dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai situasi darurat.

“Unit Damkar tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga melakukan berbagai bentuk penyelamatan yang dibutuhkan masyarakat. Apa pun bentuknya, kami harus selalu siap,” katanya.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan sinkronisasi dengan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan agar pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing unsur, baik Satpol PP, Satlinmas, maupun Damkar, dapat berjalan lebih optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Melalui peringatan hari jadi ini, diharapkan seluruh personel semakin memperkuat profesionalitas, koordinasi, serta kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Diskominfo Kalsel, Inisiasi Forum Komunikasi Keamanan Informasi, Perkuat Ketahanan Siber Daerah

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menginisiasi pembentukan Forum Komunikasi Keamanan Informasi (Forkom KAMI) sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antar instansi dalam pengamanan informasi serta meningkatkan ketahanan siber daerah, khususnya dalam mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Kegiatan yang dirangkai dengan pembahasan rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut, digelar di Aula Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kamis (12/3).

Pertemuan ini melibatkan berbagai instansi strategis, di antaranya Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Polda Kalimantan Selatan, Korem 101/Antasari, Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalsel, Lanud Syamsuddin Noor, serta Lanal Banjarmasin.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim mengatakan, bahwa penguatan keamanan informasi menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di tengah meningkatnya ancaman serangan siber terhadap sistem digital pemerintahan.

Berdasarkan hasil pemantauan Diskominfo Kalsel, setiap bulan terdeteksi belasan hingga puluhan anomali pada sistem digital milik pemerintah daerah.

“Dari data yang kami pantau, setiap bulan terdapat belasan bahkan puluhan anomali yang terdeteksi. Beberapa waktu lalu aplikasi dan website milik pemerintah daerah juga sempat mengalami gangguan. Apakah itu sekadar uji coba atau sudah mengarah pada tindakan kriminal, tentu hal tersebut perlu kita waspadai bersama,” ujarnya.

Ket : Suasana kegiatan Forum Komunikasi Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel

Sebagai langkah antisipasi, Diskominfo Kalsel telah membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang bertugas menangani insiden keamanan siber secara cepat dan terkoordinasi. Saat ini, tim CSIRT telah terbentuk di seluruh 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

“Artinya jaringan respon cepat terhadap insiden siber sudah terbentuk di seluruh daerah. Namun masih banyak hal yang perlu diperkuat ke depan, mulai dari sumber daya manusia, fasilitas pendukung, hingga optimalisasi sistem keamanan yang ada,” jelasnya.

Muslim menambahkan, ancaman siber yang semakin kompleks tidak hanya berpotensi mengganggu sistem informasi pemerintahan, tetapi juga dapat berdampak pada stabilitas keamanan wilayah secara lebih luas.

Melalui forum ini, Diskominfo Kalsel mendorong terbangunnya koordinasi lintas instansi dalam melakukan identifikasi dini, langkah preventif, serta respon cepat terhadap berbagai potensi ancaman keamanan sistem informasi di daerah.

“Forum ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi sesuai dengan tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawab masing – masing instansi. Hasil pembahasan nantinya akan dirumuskan dalam butir-butir kesepahaman yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan tahap awal atau brainstorming dalam merumuskan konsep kerja sama antar lembaga. Diskominfo Kalsel telah menyiapkan sejumlah draf awal yang akan menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan lanjutan.

Ke depan, hasil kesepahaman tersebut diharapkan dapat melahirkan tim terpadu yang memiliki mekanisme respon cepat terhadap berbagai indikasi gangguan keamanan siber di Kalimantan Selatan.

“Harapannya nanti dapat terbentuk tim terpadu dengan kewenangan dan tanggung jawab yang jelas. Tim ini juga memungkinkan untuk disahkan melalui keputusan Gubernur Kalimantan Selatan agar memiliki kekuatan koordinasi yang lebih kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Provinsi Kalsel, Sucilianita Akbar mengungkapkan, bahwa berdasarkan data pemantauan terbaru, jumlah serangan siber yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan masih cukup signifikan.

Pada bulan Desember tercatat sebanyak 36.925 serangan siber yang terdeteksi. Sementara pada bulan Januari tercatat 11.617 serangan, dan pada bulan Februari sebanyak 9.663 serangan.

“Memang terlihat ada penurunan jumlah serangan pada awal tahun ini, namun hal tersebut tidak berarti ancaman ke depan akan berkurang. Potensi lonjakan serangan tetap harus kita waspadai secara serius,” jelasnya.

Sucilianita menambahkan, sebagian besar serangan siber yang terdeteksi menargetkan alamat IP jaringan milik pemerintah daerah. Untuk itu, Diskominfo Kalsel secara rutin melakukan pemantauan harian terhadap potensi ancaman pada infrastruktur digital pemerintah.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Forkom KAMI ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi hasil Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekbang) yang mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membentuk forum komunikasi terkait keamanan informasi.

“Melalui forum ini kami ingin mempercepat tindak lanjut rekomendasi tersebut, salah satunya dengan menyusun nota kesepahaman antar instansi terkait langkah penanganan serangan siber maupun anomali yang terjadi di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Perkuat Sinergi Pengamanan Idul Fitri, Ketua DPRD Sampaikan Dukungan Operasi Ketupat Intan 2026

Banjarbaru – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Intan 2026” yang digelar Polda Kalimantan Selatan.

Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor di Ruang Rupatama Mapolda Kalsel, Selasa (10/3).

Rakor yang dibuka secara resmi oleh Kapolda Kalsel,’Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan ini, bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, di wilayah Kalimantan Selatan.

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK

Supian HK mengapresiasi langkah Polda Kalsel yang telah mempersiapkan pengamanan perayaan Idul Fitri, melalui perencanaan yang matang dan melibatkan berbagai unsur terkait.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan hari besar keagamaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga memerlukan sinergi yang kuat dari seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Sinergi antar Forkopimda harus diwujudkan melalui perencanaan yang matang, agar menciptakan penanganan antar instansi yang berkesinambungan dan tidak tumpang tindih dalam pelaksanaannya, agar manfaatnya benar – benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Supian HK juga menegaskan, bahwa DPRD Kalsel siap mendukung berbagai langkah strategis pemerintah daerah dan aparat keamanan, untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan perayaan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan kondusif.

Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor di Ruang Rupatama Mapolda Kalsel, Banjarbaru

Rakor lintas sektor tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kalsel, diantaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Kalsel yang diwakili Sekretaris Daerah M. Syarifuddin, Kapolda Kalsel, Kepala BIN Daerah Kalsel, serta perwakilan dari Korem 101/Antasari, Lanud Syamsudin Noor, dan Lanal Banjarmasin.

“Pertemuan ini membahas berbagai aspek kesiapan menjelang Idul Fitri, mulai dari pengamanan arus mudik, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan,” jelasnya.

Lebih lanjut Supian HK berharap, melalui koordinasi lintas sektor ini, pelaksanaan Operasi Ketupat Intan 2026 di Kalimantan Selatan dapat berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan penuh kenyamanan.

“Penguatan koordinasi lintas instansi, akan sangat menjaga ketertiban masyarakat selama momentum hari raya,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Exit mobile version