Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mendorong peningkatan kinerja pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan di daerah.
Salah satunya melalui Rapat Evaluasi Kinerja Dinas Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang digelar di Banjarbaru, Rabu (4/11).
Kegiatan yang diikuti seluruh Dinas Pertanian 13 kabupaten/kota tersebut, dibuka Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Sekretaris Dinas, Saptono.
Dalam sambutannya, Saptono menyampaikan bahwa evaluasi ini menjadi langkah penting mengukur capaian kinerja pemerintah kabupaten/kota, khususnya dalam pelaksanaan urusan pertanian dan pangan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian di tingkat daerah turut menentukan capaian kinerja Provinsi Kalimantan Selatan secara keseluruhan.
“Capaian kabupaten/kota turut menentukan kinerja Provinsi Kalimantan Selatan secara keseluruhan. Karena itu, peran aktif seluruh jajaran sangat diperlukan, termasuk dalam meningkatkan serapan anggaran APBN yang administrasi dan pelaksanaannya berada di kabupaten/kota,”; ujarnya.
Ia menambahkan, realisasi anggaran daerah juga menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan alokasi anggaran pada tahun-tahun berikutnya.
Oleh karena itu, hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar perbaikan pelaksanaan program sekaligus mendorong optimalisasi penggunaan anggaran.
Saptono turut memaparkan capaian sektor pertanian Kalsel. Pada 2025, produksi padi mencapai 1.179.338 ton atau berkontribusi sebesar 45,71 persen terhadap total produksi padi regional Kalimantan.
“Capaian tersebut menempatkan Kalsel pada peringkat pertama di regional Kalimantan,” lanjutnya.
Tiga daerah dengan produksi padi terbesar pada 2025 yakni Kabupaten Barito Kuala sebesar 323.182,92 ton, Kabupaten Banjar 166.000,89 ton, dan Kabupaten Tanah Laut 113.212,30 ton.
Sementara itu, produksi jagung mencapai 159.092,75 ton yang menempatkan Kalsel pada posisi kedua di regional Kalimantan.
Namun, berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA), prediksi produksi padi Kalsel hingga November 2026 mencapai 1.168.020,98 ton.
“Penurunan produksi tersebut dipengaruhi kondisi kemarau yang berdampak terhadap luas tanam dan produktivitas padi,” sahut Saptono.
Kabupaten Barito Kuala menjadi penyumbang produksi tertinggi dengan prediksi 323.907,49 ton gabah kering giling (GKG), sedangkan produksi terendah berada di Kota Banjarbaru sebesar 3.019,48 ton GKG.
Adapun produksi sejumlah komoditas pertanian lainnya hingga September 2026 meliputi jagung 84.026,03 ton, kacang tanah 645,89 ton, cabai besar 10.963,15 ton, cabai rawit 12.545,08 ton, bawang merah 175,53 ton, serta jeruk 121.776,38 ton.
“Melalui rapat evaluasi tersebut, Saptono mengajak seluruh Dinas Pertanian kabupaten/kota untuk semakin memperkuat sinergi dan koordinasi, baik dalam meningkatkan produksi maupun memastikan program pembangunan pertanian dan ketahanan pangan berjalan sesuai target,” tutupnya. (MRF/RIW/EPS)

