Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong perluasan areal persawahan dan peningkatan produksi padi melalui program cetak sawah serta optimalisasi penanaman.
Pada tahun 2026, realisasi program cetak sawah tercatat mencapai 2.600 hektare dari target 3.100 hektare.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Amarullah mengatakan, program cetak sawah tahun ini dilaksanakan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian.
“Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas areal persawahan guna mendukung peningkatan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Sementara itu, pada tahun 2025, program cetak sawah di Kalimantan Selatan memiliki target seluas 29.993 hektare. Namun, realisasinya tercatat sebesar 13.930 hektare.
Selain perluasan areal persawahan, pemerintah juga terus memperhatikan perkembangan kegiatan penanaman dan panen padi.
“Berdasarkan data tahun 2026, luas tanam padi di Kalimantan Selatan mencapai 6.314 hektare, sedangkan luas panen tercatat sebesar 5.998 hektare,” lanjutnya.
Amarullah menjelaskan, kegiatan penanaman padi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan masih sangat dipengaruhi kondisi iklim, terutama ketersediaan curah hujan.
Sebagian wilayah masih bergantung pada musim hujan untuk mendukung kegiatan penanaman.
Karena itu, rencana penanaman berikutnya akan menyesuaikan dengan pola dan perkembangan iklim di Kalimantan Selatan.
“Penentuan waktu tanam perlu mempertimbangkan kondisi lahan serta ketersediaan air agar kegiatan pertanian dapat berjalan optimal,” sahutnya.
Pemerintah akan mengikuti irama musim yang berlangsung di daerah dalam menentukan jadwal penanaman.
Langkah ini diharapkan mendukung kelancaran kegiatan budidaya sekaligus menjaga produktivitas pertanian.
“Melalui program cetak sawah dan penyesuaian jadwal tanam berdasarkan kondisi iklim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya memperkuat sektor pertanian serta meningkatkan produksi padi untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” tutupnya. (MRF/RIW/EPS)

