Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat perannya sebagai ruang edukasi serta pelestarian budaya dengan melibatkan pengunjung dalam pengembangan program museum.
Upaya tersebut dilakukan melalui Kajian Pengunjung dan Program Museum Tahun 2026 yang digelar Selasa (27/10). Kegiatan ini menjadi ruang menyerap masukan, saran, dan rekomendasi dari berbagai pihak sebagai bahan evaluasi pelayanan sekaligus merancang program museum yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, kajian pengunjung menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan museum.
“Melalui kajian ini, kami ingin mengetahui kebutuhan, harapan, dan pengalaman pengunjung saat berada di museum. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelayanan dan program yang kami hadirkan semakin berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ady, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan memamerkan koleksi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang menarik dan mudah diakses berbagai kalangan.
Karena itu, pengembangan museum perlu memperhatikan bagaimana masyarakat berinteraksi dengan koleksi, menikmati program edukasi, serta memperoleh informasi tentang sejarah dan warisan budaya Kalimantan Selatan.
“Kami ingin museum menjadi ruang belajar yang lebih dekat dengan masyarakat. Pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang bermakna,” katanya.
Selain mengevaluasi pelayanan, kegiatan tersebut juga membahas peluang pengembangan program museum yang edukatif, inovatif, dan berkelanjutan.
Program yang disusun diharapkan tidak hanya memperkenalkan koleksi, tetapi juga memberikan pemahaman lebih luas mengenai sejarah dan warisan budaya Kalimantan Selatan.
Ady menegaskan, masukan dari berbagai pihak akan menjadi pertimbangan dalam merumuskan strategi dan langkah konkret pengembangan museum ke depan.
“Masukan dari berbagai pihak sangat penting untuk memperkaya perspektif kami. Harapannya, program museum ke depan semakin menarik, edukatif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pelibatan berbagai perspektif juga diharapkan dapat memperkuat fungsi museum sebagai sarana edukasi, pelestarian warisan budaya, dan sumber informasi bagi masyarakat. (SYA/RIW/EPS)

