Tala Dominasi Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Kalsel 2026

Banjarmasin – Kabupaten Tanah Laut, berhasil juara pada tiga dari 4 kategori Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2026, di Banjarmasin, baru baru tadi.

Koordinator FKPP Kabupaten Tala, Sam’ani menyampaikan, Kabupaten Tala mengirimkan 4 pemuda pada pemilihan tahun ini, dan 3 berhasil juara. Yaiitu juara 1 Bidang Pangan, juara 2 Bidang Seni Budaya, serta juara 2 Bidang Pendidikan.

Sam’ani bersyukur, Dispora Kabupaten Tala mendukung penuh giat ini, dan Dispora Kalsel tetap menyelenggarakan pemilihan pemuda pelopor tahun ini.

“Alhamdulillah berkat pembinaan yang diberikan Dispora Tala, yang telah melatih dan monitoring, sehingga keberhasilan ini dapat tercapai,” ucap Sam’ani.

Pelatihan tersebut, memberikan hasil maksimal,.dimana 4 pemuda yang dikirim 3 yang berhasil meraih keberhasilan.

“Perwakilan Kabupaten Tala yang menjadi juara Bidang Pangan, Bambang Kurniawan, terpilih mewakili Provinsi Kalsel pada kongres pemuda di Jogjakarta,” ujar Sam’ani.

Dalam kesempatan tersebut Sam’ani berpesan, kepada pemuda di Kalsel agar terus semangat dalam berinovasi.

“Kepada pemuda terus berinovasi dalam kepeloporan sekali pelopor tetap pelopor,” ucap Sam’ani.

Sementara itu, pemuda asal Desa Gunung Makmur, Kabupaten Tanah Laut, Bambang Kurniawan, berhasil meraih juara 1 Bidang Pangan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2026.

Bambang menyampaikan, pada pemilihan bidang Pangan, Ia membawa inovasi pberas lokal asal tempat tinggalnya Desa Gunung Makmur, yaitu beras Siam Pandak Kembang, atau dikenal Siam Pandak Laut.

Beras yang memiliki tekstur pera serta harum ini, dikembangkan menjadi beras Harum Kembang, dengan berbagai macam kemasan.

“Kami berharap, beras Gunung Makmur semakin dikenal dan digemari masyarakat Kalimantan Selatan,” ucap Bambang. (SRI/RIW/APR)

Komisi II Dorong Pemulihan Hutan Pascakarhutla, Anggaran Kehutanan Jadi Sorotan

Banjarmasin – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penanganan pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian dalam penyusunan anggaran tahun 2027.

Tidak hanya berfokus pada pemadaman api, upaya pemulihan kawasan hutan yang terdampak kebakaran juga dinilai perlu mendapat dukungan anggaran yang memadai.

Hal tersebut mengemuka dalam pembahasan rencana kerja dan anggaran (RKA) perangkat daerah bersama Komisi II DPRD Kalsel, yang turut dihadiri perwakilan Dinas Kehutanan dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Rabu (28/10).

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan, pembahasan anggaran dilakukan dengan menelaah program dan kegiatan masing – masing perangkat daerah.

Dari pembahasan tersebut, pihaknya menyoroti adanya penurunan anggaran yang berdampak pada sejumlah kegiatan di Dinas Kehutanan.

Sumber humas DPRD Kalsel

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena Kalimantan Selatan menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada kawasan hutan serta perbukitan.

Kawasan Tahura Sultan Adam dan sejumlah kawasan lainnya menjadi perhatian menyusul kebakaran yang terjadi pada musim kemarau.

Meski hujan mulai membantu meredakan kebakaran, dampak yang ditinggalkan api tetap membutuhkan penanganan lanjutan.

“Penanganan pascakarhutla harus kita pikirkan bersama. Jangan hanya fokus pada kebakaran hari ini, tetapi pemulihan setelah kebakaran juga harus menjadi perhatian,” ucapnya.

Yani Helmi menilai pemulihan kawasan pascakebakaran perlu direncanakan secara terarah, termasuk melalui kegiatan rehabilitasi dan pemulihan lingkungan sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah.

Penurunan anggaran Dinas Kehutanan menyebabkan sejumlah item pekerjaan belum terakomodasi dalam rencana anggaran.

Karena itu, pihaknya mendorong pembahasan lebih lanjut bersama BPKAD untuk mengkaji kemungkinan pergeseran atau penyesuaian anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemungkinan pemanfaatan dana bagi hasil (DBH) untuk mendukung kegiatan yang relevan di sektor kehutanan.

Sumber humas DPRD Kalsel

Namun, opsi tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut agar alokasi anggaran sesuai dengan peruntukan dan kewenangan instansi pelaksana.

“Koordinasi lintas perangkat daerah diperlukan agar program pemulihan lingkungan tidak terkendala keterbatasan anggaran, sekaligus memastikan setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yani Helmi mengingatkan, pentingnya mengantisipasi dampak lanjutan setelah karhutla, terutama ketika memasuki musim hujan.

Kawasan yang terdampak kebakaran memerlukan perhatian dalam upaya pemulihan lingkungan. Karena itu, perencanaan program tidak seharusnya berhenti ketika api berhasil dipadamkan, tetapi perlu dilanjutkan dengan langkah – langkah penanganan sesuai kondisi lapangan.

Komisi II berharap pembahasan anggaran tahun 2027 dapat mengakomodasi kebutuhan prioritas tersebut, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan hasil evaluasi program perangkat daerah.

Melalui pembahasan RKA yang lebih cermat serta koordinasi dengan pihak terkait, DPRD Kalsel mendorong agar anggaran kehutanan mampu mendukung upaya pemulihan pascakarhutla sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pada musim hujan.

“Bagi Komisi II, penanganan karhutla bukan semata-mata persoalan memadamkan api, melainkan juga memastikan kawasan yang terdampak memperoleh perhatian dan pemulihan berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Perkuat Pertahanan Negara, 500 Personel Komcad Matra Darat Resmi Ditetapkan

Banjarbaru – Sebanyak 500 personel Komponen Cadangan (Komcad) Reguler Matra Darat Tahun Anggaran 2026 resmi ditetapkan melalui Upacara Penetapan Komcad, di Lapangan Lambung Mangkurat, Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Kamis (29/10).

500 personel yang ditetapkan terdiri atas 475 laki-laki dan 25 wanita. Mereka berasal dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) kementerian/lembaga serta Badan Usaha Milik Swasta (BUMS).

Penetapan dan penyumpahan ini menjadi tahap akhir rangkaian Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad Reguler Matra Darat yang berlangsung selama dua bulan, sekaligus menandai kesiapan para peserta untuk menjalankan peran sebagai bagian dari komponen pertahanan negara.

Sekretaris Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyampaikan, bahwa Latsarmil tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan dasar kemiliteran, tetapi juga membentuk karakter, mental, kedisiplinan, dan naluri keprajuritan.

Ses Bacabnas Kemenhan RI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah saat di wawancara

“Di sini merupakan salah satu wujud pembentukan karakter. Mereka dididik mental dan nalurinya sebagai seorang prajurit, diajari bagaimana bertahan hidup, disiplin, memiliki militansi, serta memahami teknik – teknik dasar sebagai seorang prajurit,” ujarnya.

Menurutnya, proses pendidikan dan pelatihan tersebut menjadi bekal penting bagi para peserta untuk memiliki kesiapan fisik dan mental, serta memahami tanggung jawab sebagai anggota Komcad dalam mendukung sistem pertahanan negara.

Ia berharap, setelah ditetapkan dan disumpah, seluruh personel menjalankan perannya secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku, terutama ketika negara membutuhkan dukungan tambahan kekuatan pertahanan.

“Setelah penetapan dan penyumpahan ini, mereka diharapkan siap menjadi Komponen Cadangan, siap memperkuat dan memperbesar kekuatan pertahanan negara Republik Indonesia,” tambahnya.

Pembentukan Komcad Reguler Matra Darat TA 2026 telah melalui serangkaian tahapan seleksi dan pendidikan. Proses pendaftaran berlangsung pada 19 Januari hingga 17 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan seleksi daring pada 18-27 Juli 2026.

Selanjutnya, para peserta menjalani seleksi kompetensi pada 6-28 Agustus 2026, meliputi pemeriksaan kesehatan, tes jasmani, psikologi, serta mental ideologi.

Peserta yang memenuhi seluruh persyaratan kemudian mengikuti Latsarmil pada 31 Agustus hingga 29 Oktober 2026. Selama pendidikan, mereka dibekali kemampuan dasar kemiliteran serta ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, ketahanan mental, dan sikap tanggung jawab.

Melalui penetapan 500 personel Komcad Matra Darat di lingkungan Rindam XXII/Tambun Bungai ini, diharapkan terbentuk sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dasar kemiliteran dan kesiapan untuk mendukung pertahanan negara. (BDR/RIW/APR)

Aruh Pemuda 2026, Wadah Aspirasi Generasi Muda, Dorong Kolaborasi Berkelanjutan

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Basaibu Wiki Kalimantan menggelar Aruh Pemuda Tahun 2026 di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Rabu (28/10). Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda menyampaikan aspirasi, mengembangkan kreativitas, serta merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Aruh Pemuda dibuka Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, Febriadin Hafiz. Pelaksanaan Aruh Pemuda menjadi salah satu upaya untuk mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah, sekaligus memperkuat identitas dan pelestarian kebudayaan lokal.

Febriadin mengapresiasi pelaksanaan Aruh Pemuda 2026 sebagai bentuk kolaborasi yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk lebih berani menyuarakan persoalan di lingkungan mereka serta terlibat aktif mencari solusi.

“Kegiatan semacam ini turut mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), terutama dalam aspek partisipasi dan kemampuan pemuda menyampaikan pendapat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, terus mendorong pengembangan kapasitas generasi muda melalui berbagai program, mulai dari kewirausahaan, literasi digital, peningkatan keterampilan, hingga pembinaan pemuda pelopor dan pemuda berprestasi.

Pemerintah daerah berharap aspirasi yang dihimpun melalui kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi gagasan dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui Aruh Pemuda 2026, diharapkan terbangun kolaborasi berkelanjutan antara komunitas, generasi muda, dan pemerintah dalam mengawal isu-isu strategis, memperkuat pelestarian kebudayaan lokal, serta mendorong lahirnya rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi kebijakan pembangunan kepemudaan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Basaibu Wiki Kalimantan, Hudan Nur mengatakan, Aruh Pemuda 2026 membahas sepuluh tema yang dikelompokkan ke dalam lima isu utama, yakni lingkungan, kepemudaan, kebudayaan, literasi digital, dan kesenjangan pendidikan.

“Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti bersama,” kata Hudan.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada diskusi, tetapi juga mencakup perumusan rekomendasi, penentuan pihak-pihak yang dapat terlibat, serta pemilihan isu yang akan menjadi perhatian pada tahun berikutnya.

“Melalui mekanisme pemungutan suara, tiga isu prioritas akan dipilih untuk dikawal sepanjang 2027. Isu-isu tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Wiki Marathon yang direncanakan berlangsung pada Februari hingga April 2027, kemudian dilanjutkan dengan proses kurasi, dialog kebijakan, penyusunan policy brief, dan upaya implementasi,” bebernya.

Hudan menjelaskan, platform digital menjadi salah satu sarana memperluas partisipasi pemuda menyampaikan pandangan terhadap persoalan yang mereka anggap penting.

Sebagai gambaran, Wiki Marathon yang membahas isu NIT di Singapura pada September 2026 memperoleh respons dari 2.093 akun.

Hal ini menunjukkan bahwa platform digital dapat dimanfaatkan sebagai ruang partisipasi memperluas keterlibatan masyarakat dalam pembahasan isu tertentu.

Melalui Aruh Pemuda 2026, diharapkan aspirasi generasi muda tidak hanya berhenti pada forum diskusi, tetapi juga dapat ditindaklanjuti melalui rekomendasi dan aksi nyata. Kolaborasi antara komunitas, pemuda, dan pemerintah diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan kepemudaan di Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/APR)

Sekolah Lapang Alsintan, Kalsel Optimalkan Pemanfaatan Drone Pertanian

Banjar – Balai Pengelolaan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sekolah Lapang Pelatihan Praktis Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Tahun 2026.

Kegiatan ini berfokus pada optimalisasi pemanfaatan teknologi drone pertanian untuk mendukung efektivitas dan efisiensi kegiatan usaha tani.

Pelatihan dilaksanakan di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (29/10).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengatakan, pelatihan praktis alsintan merupakan salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia di sektor pertanian, khususnya dalam memanfaatkan perkembangan teknologi modern.

“Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Karena itu, petani dan para pelaku usaha tani perlu terus didorong untuk mengenal serta menguasai penggunaan alat dan mesin pertanian yang dapat membantu pekerjaan di lapangan,” ucapnya.

Salah satu teknologi yang menjadi fokus dalam pelatihan kali ini adalah drone pertanian.

Teknologi ini berpotensi membantu sejumlah kegiatan budidaya, termasuk penyemprotan tanaman, sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara lebih praktis dan efisien.

“Melalui kegiatan sekolah lapang, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan secara teori, dan juga memahami penerapan teknologi drone dalam kegiatan pertanian,” lanjutnya.

Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lahan di lapangan.

Pelatihan praktis alsintan ini merupakan kegiatan keempat yang dilaksanakan BPSPTPH Provinsi Kalimantan Selatan.

Pelaksanaannya menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman dan keterampilan sumber daya manusia pertanian dalam menggunakan teknologi yang semakin berkembang.

“Pelatihan ini diharapkan mendorong petani dan pelaku sektor pertanian untuk semakin terbuka terhadap inovasi teknologi,” lanjutnya.

Penggunaan alsintan modern diharapkan mampu membantu mengoptimalkan pekerjaan pertanian, menghemat waktu dan tenaga, serta mendukung peningkatan produktivitas usaha tani.

“Penguasaan teknologi pertanian juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari kebutuhan efisiensi kerja hingga upaya meningkatkan hasil produksi,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/APR)

Kalsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutla hingga 30 November

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 30 November 2026.

Di sisi lain, wilayah Kalimantan Selatan diprediksi mulai memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026, sehingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana perlu terus ditingkatkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra mengatakan, perpanjangan status siaga darurat karhutla dilakukan atas arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, sebagai langkah antisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Berdasarkan surat keputusan sebelumnya, status siaga darurat karhutla dijadwalkan berakhir pada 30 Oktober 2026. Namun, dengan mempertimbangkan kebutuhan kesiapsiagaan, masa berlaku status tersebut diperpanjang selama satu bulan, hingga 30 November 2026,” ungkap Rony, usai mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan, Rabu (28/10) sore.

Perpanjangan status ini diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, dan kabupaten kota, serta unsur terkait, mengantisipasi dan menangani potensi karhutla.

Upaya tersebut mencakup pemantauan wilayah rawan, pencegahan kebakaran, hingga kesiapan penanganan apabila terjadi kebakaran di lapangan.

Di tengah upaya penanggulangan karhutla, perubahan kondisi cuaca juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kalimantan Selatan diprediksi mulai memasuki musim hujan pada pertengahan November 2026.

“Prakiraan tersebut perlu menjadi perhatian bersama untuk mempersiapkan langkah mitigasi bencana, terutama menghadapi kemungkinan meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah,” sahutnya.

Kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak dini, antara lain dengan memantau perkembangan informasi cuaca, memperhatikan kondisi lingkungan, serta mengidentifikasi wilayah yang berpotensi terdampak bencana akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase tidak tersumbat agar aliran air tetap lancar.

Selain itu, dahan pohon yang berpotensi membahayakan perlu dipangkas untuk mengurangi risiko saat terjadi angin kencang.

“Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2027. Pada periode tersebut, masyarakat perlu mewaspadai sejumlah potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor,” tutupnya.

Melalui perpanjangan status siaga darurat karhutla serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, BPBD Kalsel mendorong seluruh pihak memperkuat koordinasi dan melakukan langkah pencegahan sesuai kondisi wilayah masing-masing. (MRF/RIW/APR)

Gelar Pameran Temporer Kedua, Museum Lambung Mangkurat Hadirkan Pesona Budaya dalam Keberagaman

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan menghadirkan pameran temporer kedua bertajuk Ragam Koleksi Museum Lambung Mangkurat: Pesona Budaya dalam Keberagaman untuk memberikan pengalaman baru bagi pengunjung sekaligus memperkenalkan kekayaan koleksi museum.

Pameran yang resmi dibuka Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, Kamis (29/10), ini menjadi salah satu upaya museum tetap menghadirkan ruang edukasi dan apresiasi budaya bagi masyarakat, terutama menjelang revitalisasi gedung induk museum oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Ady mengatakan, tema keberagaman dipilih untuk memberikan sesuatu yang berbeda kepada masyarakat dan pengunjung melalui koleksi-koleksi museum yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

“Kenapa tema ini kami angkat? Karena juga untuk memberikan hal baru bagi masyarakat dan para pengunjung, apalagi dalam waktu dekat gedung induk Museum Lambung Mangkurat akan direvitalisasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurut Ady, pameran ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat mengenal lebih dekat koleksi unggulan Museum Lambung Mangkurat yang memiliki daya tarik tersendiri bagi berbagai kalangan.

Pembukaan Pameran Temporer 2 oleh Kepala Museum Lambung Mangkurat

Antusiasme pengunjung terlihat dari perhatian siswa, guru pendamping, hingga masyarakat dan pegiat seni budaya terhadap sejumlah koleksi yang dipamerkan.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian pengunjung adalah baju Pangeran Antasari, yang menjadi koleksi unggulan atau masterpiece museum.

Sementara itu, kalangan pelajar terlihat tertarik dengan koleksi tulang paus yang turut dipamerkan.

Ady berharap pameran ini semakin dikenal masyarakat luas, termasuk melalui penyebarluasan informasi di media sosial, sehingga lebih banyak pengunjung yang datang dan mengenal kekayaan koleksi Museum Lambung Mangkurat.

“Kami melihat antusiasme siswa dan guru pendamping, juga masyarakat serta pegiat seni budaya. Mereka lebih memperhatikan koleksi unggulan kami, yaitu baju Pangeran Antasari. Sementara anak-anak lebih tertarik pada tulang paus,” katanya.

Ia juga memastikan Museum Lambung Mangkurat tetap membuka layanan kepada masyarakat meskipun gedung induk nantinya menjalani revitalisasi.

Ady menegaskan, museum memiliki banyak koleksi lain yang tidak kalah menarik untuk diperkenalkan kepada pengunjung, sehingga kegiatan edukasi dan pelestarian budaya tetap berjalan selama proses perbaikan gedung.

“Saya bisa meyakinkan masyarakat, Museum Lambung Mangkurat akan tetap buka dan tetap memberikan koleksi-koleksi terbaik untuk masyarakat. Kami memiliki banyak sekali koleksi yang tidak kalah dengan yang dipajang atau dipamerkan di gedung induk nantinya,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Siapkan Program Lebih Dekat dengan Pengunjung, Museum Lambung Mangkurat Evaluasi Layanan

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat perannya sebagai ruang edukasi serta pelestarian budaya dengan melibatkan pengunjung dalam pengembangan program museum.

Upaya tersebut dilakukan melalui Kajian Pengunjung dan Program Museum Tahun 2026 yang digelar Selasa (27/10). Kegiatan ini menjadi ruang menyerap masukan, saran, dan rekomendasi dari berbagai pihak sebagai bahan evaluasi pelayanan sekaligus merancang program museum yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel saat menyampaikan sambutan.(foto : MuslamKalsel)

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, kajian pengunjung menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan museum.

“Melalui kajian ini, kami ingin mengetahui kebutuhan, harapan, dan pengalaman pengunjung saat berada di museum. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelayanan dan program yang kami hadirkan semakin berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ady, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan memamerkan koleksi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang menarik dan mudah diakses berbagai kalangan.

Karena itu, pengembangan museum perlu memperhatikan bagaimana masyarakat berinteraksi dengan koleksi, menikmati program edukasi, serta memperoleh informasi tentang sejarah dan warisan budaya Kalimantan Selatan.

“Kami ingin museum menjadi ruang belajar yang lebih dekat dengan masyarakat. Pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang bermakna,” katanya.

Selain mengevaluasi pelayanan, kegiatan tersebut juga membahas peluang pengembangan program museum yang edukatif, inovatif, dan berkelanjutan.

Program yang disusun diharapkan tidak hanya memperkenalkan koleksi, tetapi juga memberikan pemahaman lebih luas mengenai sejarah dan warisan budaya Kalimantan Selatan.

Ady menegaskan, masukan dari berbagai pihak akan menjadi pertimbangan dalam merumuskan strategi dan langkah konkret pengembangan museum ke depan.

“Masukan dari berbagai pihak sangat penting untuk memperkaya perspektif kami. Harapannya, program museum ke depan semakin menarik, edukatif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pelibatan berbagai perspektif juga diharapkan dapat memperkuat fungsi museum sebagai sarana edukasi, pelestarian warisan budaya, dan sumber informasi bagi masyarakat. (SYA/RIW/EPS)

Pemprov Kalsel Orientasikan 400 PPPK, Perkuat Disiplin dan Kompetensi Pelayanan

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar orientasi bagi 400 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam 10 angkatan untuk memperkuat disiplin, integritas, dan kompetensi aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Orientasi dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel, Rabu (28/10).

Syarifuddin mengatakan, orientasi merupakan amanat yang harus diikuti PPPK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya aparatur.

Pemasangan tanda peserta orientasi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin

Melalui kegiatan ini, PPPK diharapkan memiliki bekal pengetahuan, kedisiplinan, dan kejujuran dalam menjalankan tugas di unit kerja masing-masing.

“Orientasi ini dalam rangka meningkatkan kedisiplinan, kejujuran, serta mengembangkan potensi yang dimiliki. Kita ingin para pegawai membekali diri dengan pengetahuan, disiplin, dan kejujuran sehingga nantinya bisa bekerja dengan nyaman dan maksimal di tempat kerja masing-masing,” ujarnya.

Menurut Syarifuddin, dinamika perkembangan dunia menuntut aparatur untuk terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pekerjaan.

Karena itu, orientasi menjadi kesempatan bagi PPPK untuk menggali ilmu dari para penyaji dan asesor, sekaligus mengembangkan kemampuan setelah kembali ke lingkungan kerja.

Ia berharap, materi yang diberikan selama orientasi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehingga mendukung peningkatan kinerja aparatur di lingkup Pemprov Kalsel.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Kalsel, Faried Fakhmansyah menjelaskan, orientasi kali ini diikuti 10 angkatan, dengan masing-masing angkatan berjumlah 40 orang. Dengan demikian, total peserta mencapai 400 PPPK.

Faried menyebut, orientasi menjadi bagian dari tugas BPSDMD membekali PPPK mengenai tata cara bekerja, nilai-nilai dasar ASN, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan publik.

“Di situ nanti diajarkan bagaimana tata cara bekerja dan core values BerAKHLAK. Ujung-ujungnya, PPPK seperti ASN lainnya adalah untuk melayani publik dengan lebih baik,” jelasnya.

Selain pelaksanaan orientasi, BPSDMD Kalsel juga menjalin kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendorong peningkatan literasi aparatur.

Faried mengatakan, kemampuan dan kompetensi ASN perlu terus dikembangkan melalui kebiasaan membaca serta penambahan wawasan.

Karena itu, ke depan setiap peserta pendidikan dan pelatihan di BPSDMD akan diwajibkan menjadi anggota perpustakaan.

“Kami berharap melalui upaya ini, ASN mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kinerjanya dengan selalu menambah wawasan melalui gemar membaca,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Exit mobile version