Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Anugerah Kebudayaan Kalimantan Selatan Sasangga Haharum Banua Tahun 2026, sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku seni dan budaya yang berkontribusi melestarikan serta mengembangkan kebudayaan daerah.
Sebanyak 15 penerima dari berbagai unsur, mulai dari lembaga, media, komunitas budaya, pemerintah daerah, pegiat budaya hingga maestro, menerima penghargaan pada Minggu (25/10), di Banjarbaru.
Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, mengatakan, kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas dan jati diri masyarakat yang turut membentuk karakter serta menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang beragam, mencakup seni pertunjukan, sastra, tari, musik, teater, tradisi lisan, permainan rakyat, kuliner, kerajinan, hingga pengetahuan dan praktik tradisional yang masih berkembang di tengah masyarakat.
“Kekayaan budaya tersebut merupakan warisan berharga yang harus dilindungi, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus. Namun, keberlanjutan kebudayaan tidak dapat terwujud dengan sendirinya. Diperlukan dedikasi para seniman, budayawan, maestro, komunitas, lembaga, serta masyarakat untuk terus berkarya dan menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujar Abdul Rahim.
Ia menjelaskan, Anugerah Kebudayaan Sasangga Haharum Banua merupakan bentuk apresiasi resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada individu, lembaga, dan komunitas yang telah memberikan kontribusi nyata pelestarian dan pemajuan kebudayaan Banua.
Melalui penghargaan ini, pemerintah berharap para penerima semakin termotivasi berkarya, memperluas dampak positif bagi masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan turut melestarikan kebudayaan daerah.
“Melalui penghargaan ini, kami berharap para penerima terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kami juga ingin mendorong generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan ikut menjaga kebudayaan Banua,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Eddy Suwarto, mengatakan Anugerah Kebudayaan Sasangga Haharum Banua tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga bagian dari pembinaan dan pengembangan manajemen talenta kebudayaan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional.
Menurutnya, program ini menjadi salah satu instrumen strategis untuk memberikan ruang bagi pelaku seni dan budaya dari berbagai kabupaten kota di Kalimantan Selatan agar terus mengembangkan potensi serta memperkuat kontribusinya terhadap pemajuan kebudayaan.
“Melalui pengembangan manajemen talenta kebudayaan daerah, pemerintah tidak hanya memberikan piagam penghargaan, tetapi juga mendorong pengakuan terhadap kontribusi nyata para pelaku seni dan budaya dalam mendukung pemajuan kebudayaan,” kata Eddy.
Ia berharap pembinaan lembaga kebudayaan dan pengembangan manajemen talenta dapat memperkuat ekosistem kebudayaan di Kalimantan Selatan, mulai dari tingkat akar rumput, secara inklusif dan berkelanjutan.
Dengan upaya tersebut, pelestarian dan pengembangan kebudayaan Banjar dan Dayak diharapkan semakin konsisten, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda dan masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya daerah. (BDR/RIW/EPS)

