Hadiri Rakorda ASDEKSI se-Kalsel, Setwan Kalsel Tegaskan Penguatan Sinergi dan Tata Kelola Kesekretariatan yang Akuntabel

Banjarbaru – Asosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (ASDEKSI) sebagai wadah strategis memperkuat koordinasi, harmonisasi kebijakan, serta menyelaraskan fungsi fasilitasi kesekretariatan dalam mendukung kinerja para anggota dewan di seluruh wilayah Kalsel.

Sebagai wujud nyata hal tersebut, Sekretaris DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Jaini, melalui Kepala Bagian (Kabag) Persidangan dan Perundang-Undangan, Muhammad Andri Yuzhar, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) ASDEKSI Se-Kalsel di Aula Lingganan DPRD Kota Banjarbaru, Kamis (22/10).

Kabag Persidangan dan Perundang-Undangan, Muhammad Andri Yuzhar

Dalam paparannya, Andri Yuzhar menekankan bahwa orientasi dan pendalaman tugas bagi wakil rakyat merupakan hak konstitusional yang dilindungi regulasi resmi.

“Hak anggota DPRD untuk mengikuti orientasi dan pendalaman tugas telah didasarkan secara rinci dalam Permendagri Nomor 6 Tahun 2024 tentang Orientasi Pendalaman Tugas dan Anggota DPRD. Karena itu, penetapan lembaga penyelenggara wajib berdasarkan fungsi kelembagaan sesuai kompetensinya, bukan sekadar didasarkan pada eksistensi organisasi,” tegas Andri.

Lebih lanjut, Andri menggarisbawahi pentingnya komitmen bersama serta tata kelola anggaran yang tepat sasaran agar peningkatan kapasitas dewan berjalan secara efektif dan akuntabel.

“Penganggaran untuk pendalaman tugas DPRD harus betul-betul sesuai dengan pos dan fungsi yang ditetapkan dalam APBD. Harmonisasi kebijakan sangat penting untuk menjaga konsistensi peraturan, sehingga lahir komitmen bersama menuju DPRD yang berkompeten dan berkinerja optimal,” tambahnya.

Sementara itu, menanggapi penyampaian tersebut, Sekretaris DPRD Kota Banjarbaru, Arnawaty Sufiatin, menyambut positif poin-poin yang dipaparkan.

Menurutnya, keselarasan antara regulasi pusat dan daerah serta ketertiban penganggaran APBD adalah fondasi utama bagi kesekretariatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pimpinan dan anggota dewan.

“Momentum Rakorda ini menjadi pijakan bersama untuk terus memperkuat sinergi dan profesionalisme kesekretariatan DPRD se-Kalsel,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, turut berhadir jajaran Sekretariat DPRD dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tabalong hingga Kota Banjarmasin. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Hari Santri Nasional 2026, Kemenag Kalsel Dorong Santri Berperan Wujudkan Indonesia Emas 2045

Banjarbaru – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum memperkuat peran santri menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki akhlak mulia untuk menghadapi tantangan masa depan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, menyampaikan bahwa pada 2045 Indonesia akan genap berusia 100 tahun.

“Momentum satu abad kemerdekaan tersebut menjadi cita-cita besar yang membutuhkan persiapan sumber daya manusia berkualitas sejak sekarang, termasuk melalui pendidikan pesantren,” ungkap Tambrin, usai peringatan Hari Santri Nasional 2026, bertempat di Asrama Haji di Banjarbaru Kamis (22/10).

Menurut Tambrin, santri harus mengambil peran penting mewujudkan Indonesia Emas 2045. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu diimbangi dengan pembentukan karakter, moral, dan akhlak mulia agar para santri mampu menjadi generasi yang cerdas sekaligus memiliki integritas.

Ia menilai, pesantren memiliki peran strategis membentuk generasi muda yang berilmu, mandiri, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Karena itu, peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah perjuangan santri, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan santri agar mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, para santri diharapkan terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas wawasan, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” lanjutnya.

Dengan demikian, lulusan pesantren dapat berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, hingga teknologi dan inovasi.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX, Mariana menyampaikan, peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pesantren, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pembinaan keagamaan yang kuat perlu berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan akademik, keterampilan, serta pemahaman terhadap perkembangan teknologi.

“Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi penerus yang menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong kemajuan Indonesia,” ungkap Mariana.

Semangat Hari Santri Nasional 2026 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Melalui penguatan peran santri, cita-cita Indonesia Emas 2045 diharapkan dapat didukung oleh generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, hingga akhlak mulia,” tutup Mariana. (MRF/RIW/EPS)

PWNU Kalsel Gelar Salat Hajat Demi Keberkahan Banua

Banjar – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah serta Badan Otonom dan Lembaga di lingkungan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan, melaksanakan salat hajat dan haul tokoh-tokoh NU, di Masjid Assuada Syekh Abdul Qadir Hasan, Komplek Perguruan NU Kalsel, Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (21/10) malam.

Ketua PWNU Kalsel, Muhammad Tambrin mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi NU menguatkan akar dan menjaga keutuhan negeri, dalam doa yang dipanjatkan pada kegiatan salat hajat setelah salat maghrib, yang dilanjutkan dengan haul tokoh tokoh NU.

Ket foto : Ketua PWNU Kalsel Muhammad Tambrin

“Alhamdulillah malam ini kita bersama-sama melaksanakan salat magrib, hajat, serta haul tokoh-tokoh NU,” ungkap Tambrin.

Harapannya, dengan salat hajat, maka Kalsel dan Indonesia dilimpahkan kebaikan dan keberkahan.

“Sedangkan haul khusus untuk para kiai NU yang telah wafat, semoga para almarhum mendapatkan limpahan kebaikan dan keberkahan di alam kubur,” ucap Tambrin.

Pada kesempatan tersebut, Tambrin juga mengajak seluruh ulama dan santri untuk terus berdoa, agar hujan segera turun.

“Kita selalu berdoa semoga kemarau panjang ini segera berakhir, sebab kita juga sudah melaksanakan salat istisqa serta kegiatan zikir bersama. Kita sudah melaksanakan semua itu tapi hanya Allah yang menentukan,” ujar Tambrin.

Sementara itu, Sekretaris PWNU Kalsel Samsul Rani mengatakan, Hari Santri merujuk pada peristiwa bersejarah pencetus Resolusi Jihad oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 untuk menggerakkan santri dan pemuda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Sehingga PWNU Kalsel melaksanakan salat hajat untuk mengenang jasa jasa perjuangan para muassis, pendiri, ulama dan pimpinan NU di Banua,” ucap Samsul Rani.

Di Kalsel, lanjutnya, tradisi NU memiliki sejarah yang sangat kuat dan erat kaitannya dengan para ulama kharismatik.

Seperti diketahui, beberapa tokoh NU dari Kalsel, diantaranya KH Abdul Qadir Hasan, Syekh Kasyful Anwar, Idham Chalid, Muhammad Abdul Ghani, KH Muhammad Sya’rani Arif, serta KH Badruddin. (SRI/RIW/EPS)

Mantuil, Cikal Bakal Pusat Industri Terpadu

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Penyebaran Perwilayahan Industri di Kota Banjarmasin, di salah satu hotel, di Banjarmasin, Kamis (22/10).

FGD dibuka Wali Kota, Muhammad Yamin, diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar. Turut hadir Sekretaris Disperdagin, Umar Rahmani, narasumber dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Selatan serta Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, dan peserta dari unsur perangkat daerah, akademisi, serta pelaku industri di sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Ket foto : Sekdako Banjarmasin Ichroom Muftezar

Dalam arahannya, Ichrom Muftezar menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin berencana memfokuskan pengembangan kegiatan industri di kawasan Mantuil dan sekitarnya melalui pengembangan kawasan industri terpadu.

“Memang kita memiliki kawasan industri terpadu Mantuil. Kita berencana memfokuskan kegiatan industri di Mantuil dan sekitarnya. Sudah cukup banyak tahapan yang kita tempuh, meskipun tantangan untuk mewujudkan kawasan industri terpadu tersebut juga tidak sedikit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, FGD ini menjadi wadah untuk menghimpun masukan dan rekomendasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan pemerintah kota menentukan arah pengembangan perwilayahan industri di Banjarmasin.

Tezar berharap, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk KADIN dan Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, dapat memperkaya hasil diskusi sehingga rekomendasi yang dihasilkan lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Harapannya, melalui kegiatan ini akan ada rekomendasi-rekomendasi yang dapat disampaikan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin terkait perwilayahan industri. Kami juga berharap narasumber dapat memberikan saran dan masukan untuk memperkuat rekomendasi yang dihasilkan dari FGD ini,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Disperdagin Kota Banjarmasin, Umar Rahmani, menjelaskan bahwa FGD bertujuan menghimpun masukan, data, gagasan sekaligus menyamakan persepsi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, serta para pemangku kepentingan terkait.

Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi landasan menyusun strategi penguatan perwilayahan industri sekaligus mengoptimalkan pengembangan delapan sentra IKM di Kota Banjarmasin.

“Melalui FGD ini, kami ingin menghimpun berbagai masukan dan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun strategi penguatan perwilayahan industri serta optimalisasi delapan sentra IKM secara terpadu, sinkron, dan berkelanjutan,” jelas Umar.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap tercipta arah pengembangan industri yang lebih terencana dan terintegrasi, sehingga mampu memperkuat daya saing IKM, mendorong pertumbuhan sektor industri, serta memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version