BSI Maslahat Bersama NSC, Salurkan Air Minum untuk Warga Terdampak Kekeringan

Banjarmasin – Kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih diwujudkan melalui gerakan kolaboratif NSC Peduli – Berbagi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Bersama sejumlah mitra, termasuk PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk melalui BSI Regional IX Kalimantan dan BSI Maslahat, sebanyak 1.350 galon air siap minum disalurkan kepada masyarakat di tiga wilayah Kalimantan Selatan.

Gerakan sosial ini berangkat dari gagasan Penasehat Nur Sulaiman Community (NSC), drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, yang kemudian mendapat dukungan sejumlah mitra.

PT Bandangan Tirta Agung menyediakan AMDK galon, BSI Regional IX Kalimantan melalui BSI Maslahat mendukung program sosial kemanusiaan tersebut, sementara UPZ Bakti Bersama Hasnur Group turut membantu berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan di lapangan.

Distribusi dilakukan pada tiga titik yang masyarakatnya terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Di Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, sebanyak 450 galon disalurkan kepada 450 kepala keluarga.

Jumlah yang sama diberikan kepada 450 KK di Desa Sungai Lumbah, Kabupaten Barito Kuala, serta 450 KK di Desa Simpang Empat, Kabupaten Banjar.

Berbeda dengan bantuan air bersih yang umumnya digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK), bantuan kali ini berupa air minum dalam kemasan yang dapat langsung dikonsumsi.

Kehadiran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi salah satu kebutuhan paling mendasar warga selama menghadapi kondisi kekeringan.

RCEO BSI Regional IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat mengatakan, keterlibatan BSI melalui BSI Maslahat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian bersama.

“Air merupakan kebutuhan mendasar. Ketika ada saudara – saudara kita yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan, tentu dibutuhkan kepedulian dan gerakan bersama. Melalui BSI Maslahat, kami ingin ikut mengambil bagian agar bantuan yang diberikan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sefudin.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kekuatan utama dalam kegiatan tersebut. Ide yang berangkat dari kepedulian sosial kemudian dipertemukan dengan dukungan dunia usaha, lembaga sosial dan komunitas sehingga mampu menjangkau masyarakat di tiga kabupaten/kota sekaligus.

“Alhamdulillah, melalui sinergi ini sebanyak 1.350 keluarga dapat menerima air siap minum. Mungkin ini merupakan langkah kecil dibandingkan kebutuhan yang ada, tetapi kami berharap kehadiran bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat sekaligus menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut bergerak,” tambahnya.

Sefudin menegaskan BSI ingin terus menjaga perannya sebagai sahabat finansial, sosial dan spiritual, sehingga keberadaan perseroan tidak semata-mata dirasakan melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami meyakini masalah sosial akan lebih ringan apabila dihadapi bersama. Karena itu BSI selalu terbuka untuk bergandengan tangan dengan pemerintah, komunitas, dunia usaha maupun lembaga sosial untuk menghadirkan program yang memberikan maslahat,” katanya.

Gagasan pembagian AMDK tersebut juga membawa pesan lebih luas. Selain membantu masyarakat yang sedang kesulitan air, gerakan NSC Peduli diharapkan mampu mendorong munculnya kegiatan serupa, baik secara swadaya maupun melalui kolaborasi berbagai. (ADV-RIW/EPS)

Exit mobile version