Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat upaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus membuka peluang pasar hasil pertanian lokal.
Langkah ini dilakukan di tengah ketersediaan sejumlah komoditas pangan yang masih mencukupi, bahkan surplus dibandingkan kebutuhan bulanan.
Komitmen tersebut terlihat saat Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kios Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, Selasa (13/10).
Dalam peninjauan tersebut, Lisa mengecek langsung ketersediaan stok dan harga sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari beras, gula konsumsi, minyak goreng, hingga telur ayam. Ia juga meninjau penjualan beras lokal hasil pertanian Kecamatan Cempaka.
Lisa menegaskan, ketersediaan stok pangan harus diimbangi dengan harga yang terjangkau dan distribusi yang berjalan baik. Dengan demikian, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani kenaikan harga.
“Ketahanan pangan bukan hanya tentang memastikan stok tersedia, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kita ingin memastikan piring makan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Berdasarkan data stok dan pasokan September 2026, persediaan beras di Kota Banjarbaru mencapai 1.829 ton atau surplus 422,44 ton dibandingkan kebutuhan bulanan.
Surplus juga tercatat pada sejumlah komoditas lainnya. Gula konsumsi mengalami kelebihan pasokan sebesar 201,61 ton, minyak goreng 109,45 ton, dan telur ayam 87,02 ton.
Kondisi tersebut menunjukkan pasokan sejumlah bahan pokok di Banjarbaru relatif memadai. Meski demikian, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi perubahan harga dan kendala distribusi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Selain menjaga ketersediaan bahan pokok, Pemko Banjarbaru juga mendorong Kios Pangan DKP3 menjadi sarana pemasaran hasil pertanian lokal.
Upaya ini diharapkan memperluas akses pasar bagi petani sekaligus meningkatkan pemanfaatan produk pangan daerah.
Dalam sidak tersebut, beras lokal asal Kecamatan Cempaka tersedia sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp23.000 per kilogram.
Lisa menilai, keberadaan produk lokal di Kios Pangan DKP3 perlu dikembangkan agar hasil panen petani Banjarbaru memiliki peluang pemasaran lebih luas.
“Saya ingin Kios Pangan DKP3 tidak hanya menjadi tempat penjualan bahan pokok, tetapi juga menjadi ruang bagi petani lokal untuk memasarkan hasil pertaniannya. Kita harus mendukung produk lokal agar petani memiliki akses pasar yang lebih baik dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, DKP3 Kota Banjarbaru merencanakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Bersubsidi untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
DKP3 juga akan memantau harga secara berkala serta menyusun kesepakatan bersama gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Kota Banjarbaru terkait pasokan produk pertanian ke kios pangan.
Melalui langkah tersebut, Pemko Banjarbaru berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dapat terus terjaga. Pada saat yang sama, keterlibatan petani lokal dalam rantai pasok pangan diharapkan semakin meningkat sehingga memberikan manfaat bagi petani sebagai produsen maupun masyarakat sebagai konsumen. (MedCenBJB-BDR/RIW/EPS)

