Dampingi Menhut, Wali Kota Lisa Halaby Tekankan Kewaspadaan Banjarbaru terhadap Karhutla

Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan yang masih berpotensi mengalami kebakaran.

Keterlibatan personel gabungan dan koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan pencegahan serta penanganan kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, saat mendampingi Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, meninjau kawasan hutan lindung bekas terbakar di Kecamatan Liang Anggang, Senin (12/10).

Lisa menjelaskan, penanganan karhutla di Kota Banjarbaru melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri hingga relawan. Sinergi seluruh pihak diperlukan agar upaya pencegahan dan pemadaman dapat berjalan efektif, sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan dan kewaspadaan personel harus terus dipertahankan mengingat potensi kebakaran masih mengancam sejumlah kawasan hutan dan lahan di Banjarbaru.

Lisa juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan dalam penanganan karhutla. Ia menegaskan, bantuan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pemerintah Kota Banjarbaru mengucapkan terima kasih atas bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan karhutla di Kota Banjarbaru. Bantuan tersebut akan kita maksimalkan agar penggunaannya tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih berlangsung di wilayah utara Kalimantan Selatan, khususnya kawasan Banua Enam. Namun, Kota Banjarbaru belum termasuk dalam wilayah pelaksanaan operasi tersebut.

Kondisi ini membuat kesiapan personel gabungan, optimalisasi upaya pemadaman, serta koordinasi antarlembaga tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi kebakaran di Banjarbaru.

Pemko Banjarbaru juga mendorong seluruh unsur yang terlibat untuk memaksimalkan sumber daya dan dukungan yang tersedia.

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan risiko kebakaran berulang, melindungi kelestarian kawasan hutan lindung, serta meminimalkan dampak karhutla terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada upaya pencegahan, perlindungan lingkungan, dan keselamatan masyarakat di wilayah rawan kebakaran. (MedCenBJB-BDR/RIW/EPS)

Exit mobile version