Dari Bengkel ke Dunia Industri, DPRD Kalsel Dorong BLUD SMK Jadi Mesin Cetak Tenaga Kerja Muda

Banjarmasin — Pengembangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kalimantan Selatan didorong tidak sekadar mengejar peningkatan pendapatan, tetapi juga menjadi wadah mencetak generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap memasuki dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi, usai rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Kalsel dan sejumlah pemangku kepentingan terkait pengembangan serta tata kelola BLUD SMK.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi

Menurut Yani Helmi, konsep BLUD di lingkungan pendidikan memiliki karakteristik berbeda dengan BLUD pada sektor lainnya.

Jika pada umumnya BLUD diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan pendapatan, maka di SMK tujuan utamanya juga harus dikaitkan dengan proses pendidikan dan pembentukan kompetensi siswa.

“BLUD di dunia pendidikan ini sedikit berbeda. Bukan hanya mencari pendapatan, tetapi yang utama menghasilkan tenaga muda di masa yang akan datang melalui anak-anak sekolah kita,” katanya.

Karena itu, Yani Helmi mendorong agar produk dan jasa yang dihasilkan SMK semakin dikenal masyarakat. Dengan begitu, keterampilan siswa tidak berhenti sebagai praktik pembelajaran di sekolah, tetapi dapat berkembang menjadi layanan yang benar – benar dibutuhkan masyarakat.

Yani Helmi mencontohkan kompetensi perbengkelan yang dikembangkan sejumlah SMK. Di Hulu Sungai Utara, misalnya, kompetensi siswa di bidang otomotif bahkan telah dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dalam perbaikan kendaraan.

“Pola seperti ini menunjukkan bahwa SMK memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah,” ucapnya.

Suasana Rapat di Gedung B HM Ismail Abdullah DPRD Kalsel

Hal serupa juga dapat dikembangkan di Banjarmasin. Yani Helmi menambahkan, salah satunya melalui SMK Negeri 5 yang memiliki kompetensi di bidang otomotif serta telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan seperti Astra dan Honda.

Menurutnya, langkah tersebut pada akhirnya dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi lulusan SMK.

Bahkan, siswa tidak hanya diarahkan menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan pekerjaan melalui keterampilan yang mereka miliki.

“Memperbaiki kendaraan atau mobil orang tidak ragu-ragu, karena mereka bekerja sama dengan Astra, dengan Honda, dan banyak pihak lainnya. Ini ada ahli teknologinya,” jelasnya.

Yani Helmi menilai, semakin kuat hubungan antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, semakin besar pula peluang siswa mendapatkan pengalaman nyata sebelum lulus.

Produk maupun jasa yang dihasilkan sekolah juga dapat diperkenalkan secara lebih luas sehingga masyarakat mengetahui kompetensi yang dimiliki masing-masing SMK.

Dengan penguatan BLUD, kerja sama industri, serta pemasaran produk dan jasa sekolah, SMK di Kalsel diharapkan semakin mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Ini nanti akan mencetak titik-titik untuk kita, supaya ketika keluar dari sekolah, mereka bukan hanya menekan angka pengangguran, tetapi nantinya mendorong mereka untuk bisa bekerja di tengah masyarakat,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Exit mobile version