Naikkan TPP ASN, Gubernur Muhidin Tekankan Peningkatan Kinerja

Banjarbaru – Peningkatan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pada 2026, Pemprov Kalsel kembali menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN.

Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, seusai mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Kamis (1/10).

Ket : Gubernur Muhidin saat menyampaikan kenaikan TPP kepada ASN

Muhidin mengatakan, besaran kenaikan bervariasi antara 26 persen hingga 98 persen pada sejumlah jabatan hingga guru, kenaikan TPP dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menyesuaikan penghasilan ASN. Sebelumnya, Pemprov Kalsel juga telah memberikan peningkatan TPP pada 2025.

“Pada tahun 2025 kita sudah menaikkan TPP ini, dan pada tahun 2026 kembali ada kenaikan TPP,” ujar Muhidin.

Menurut Muhidin, penyesuaian TPP tersebut merupakan hasil pengajuan Pemprov Kalsel kepada Menteri Dalam Negeri. Persetujuan kenaikan diberikan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ia menjelaskan, pengelolaan APBD dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai baik turut menjadi pertimbangan dalam proses persetujuan peningkatan TPP bagi ASN di lingkungan Pemprov Kalsel.

Muhidin menegaskan, peluang peningkatan TPP pada tahun-tahun berikutnya tetap terbuka. Namun, kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan keuangan daerah.

“Tidak menutup kemungkinan, pada tahun-tahun yang akan datang TPP akan kembali kita naikkan apabila kondisi keuangan memungkinkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Muhidin berharap peningkatan TPP tidak hanya berdampak terhadap kesejahteraan ASN, tetapi juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengingatkan, peningkatan penghasilan harus diikuti dengan peningkatan disiplin, tanggung jawab, dan semangat kerja seluruh ASN.

“Dengan kenaikan ini, saya mengimbau kepada seluruh ASN yang mendapatkan TPP jangan sampai justru mengurangi semangat bekerja. Mudah-mudahan kita semakin rajin dan semakin baik dalam melaksanakan tugas. Kalau kita melaksanakan tugas dengan lebih baik, mudah-mudahan Tambahan Penghasilan Pegawai ini menjadi berkah bagi kita semua,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Clash of Banua Libatkan 9.090 Pelajar dari 90 Sekolah di Kalsel

Banjarmasin – Sebanyak 9.090 pelajar dari 90 SMA/SMK sederajat di Kalimantan Selatan mengikuti Lomba Cerdas Cermat Clash of Banua yang digelar Telkomsel secara bertahap hingga tingkat provinsi.

Kompetisi tersebut mencapai babak final dan penyerahan hadiah di salah satu hotel di Banjarmasin, Kamis (1/10), sebagai bagian dari upaya membuka ruang bagi pelajar untuk mengasah pengetahuan sekaligus berkompetisi secara positif.

Penyerahan penghargaan kepada Juara 1 Clash of Banua 2026

Manager Branch Telkomsel Banjarmasin, Arif Rahman Hakim mengatakan, Clash of Banua merupakan rangkaian lomba yang berlangsung mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota hingga tingkat provinsi.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian panjang lomba cerdas cermat dari tingkat sekolah, kabupaten, kota hingga provinsi yang telah diselenggarakan sejak beberapa bulan yang lalu,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan ribuan siswa dari berbagai sekolah menjadi bagian dari komitmen Telkomsel untuk mendukung dunia pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda di Kalsel.

“Total peserta ada sekitar 9.090 orang siswa dengan total sekolah yakni 90 sekolah yang terlibat di seluruh Provinsi Kalsel. Ini merupakan bagian dari semangat Telkomsel untuk ambil bagian dalam mencerdaskan adik – adik kita di Provinsi Kalimantan Selatan,” katanya.

Arif berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pelajar mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pendidikan, pemerintah kabupaten/kota, serta sekolah yang mendukung pelaksanaan kompetisi.

“Ini kegiatan yang pertama dan kami mendapatkan dukungan dari pemerintah, dari Dinas Pendidikan Provinsi maupun kabupaten/kota yang juga mendukung penuh. Kesuksesan kegiatan hari ini merupakan semangat dan motivasi kita untuk membuat kegiatan berikutnya lagi,” pungkasnya.

Pada babak final, peserta juga mendapat pesan untuk terus mempertahankan semangat belajar. Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, yang mewakili Gubernur Kalsel, Muhidin, menyampaikan bahwa capaian dalam kompetisi hendaknya menjadi pijakan untuk meraih prestasi berikutnya.

“Piala dan capaian hari ini adalah batu pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Yang menentukan masa depan adik-adik adalah disiplin untuk terus belajar yang diteruskan setelah hari ini,” ujar Rusma.

Peserta yang belum meraih juara juga didorong menjadikan pengalaman selama kompetisi sebagai bekal untuk terus mengembangkan kemampuan. Ke depan, Clash of Banua diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Kalsel. (SYA/RIW/EPS)

Dari Bengkel ke Dunia Industri, DPRD Kalsel Dorong BLUD SMK Jadi Mesin Cetak Tenaga Kerja Muda

Banjarmasin — Pengembangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kalimantan Selatan didorong tidak sekadar mengejar peningkatan pendapatan, tetapi juga menjadi wadah mencetak generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap memasuki dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi, usai rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Kalsel dan sejumlah pemangku kepentingan terkait pengembangan serta tata kelola BLUD SMK.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi

Menurut Yani Helmi, konsep BLUD di lingkungan pendidikan memiliki karakteristik berbeda dengan BLUD pada sektor lainnya.

Jika pada umumnya BLUD diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan pendapatan, maka di SMK tujuan utamanya juga harus dikaitkan dengan proses pendidikan dan pembentukan kompetensi siswa.

“BLUD di dunia pendidikan ini sedikit berbeda. Bukan hanya mencari pendapatan, tetapi yang utama menghasilkan tenaga muda di masa yang akan datang melalui anak-anak sekolah kita,” katanya.

Karena itu, Yani Helmi mendorong agar produk dan jasa yang dihasilkan SMK semakin dikenal masyarakat. Dengan begitu, keterampilan siswa tidak berhenti sebagai praktik pembelajaran di sekolah, tetapi dapat berkembang menjadi layanan yang benar – benar dibutuhkan masyarakat.

Yani Helmi mencontohkan kompetensi perbengkelan yang dikembangkan sejumlah SMK. Di Hulu Sungai Utara, misalnya, kompetensi siswa di bidang otomotif bahkan telah dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dalam perbaikan kendaraan.

“Pola seperti ini menunjukkan bahwa SMK memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah,” ucapnya.

Suasana Rapat di Gedung B HM Ismail Abdullah DPRD Kalsel

Hal serupa juga dapat dikembangkan di Banjarmasin. Yani Helmi menambahkan, salah satunya melalui SMK Negeri 5 yang memiliki kompetensi di bidang otomotif serta telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan seperti Astra dan Honda.

Menurutnya, langkah tersebut pada akhirnya dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi lulusan SMK.

Bahkan, siswa tidak hanya diarahkan menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan pekerjaan melalui keterampilan yang mereka miliki.

“Memperbaiki kendaraan atau mobil orang tidak ragu-ragu, karena mereka bekerja sama dengan Astra, dengan Honda, dan banyak pihak lainnya. Ini ada ahli teknologinya,” jelasnya.

Yani Helmi menilai, semakin kuat hubungan antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, semakin besar pula peluang siswa mendapatkan pengalaman nyata sebelum lulus.

Produk maupun jasa yang dihasilkan sekolah juga dapat diperkenalkan secara lebih luas sehingga masyarakat mengetahui kompetensi yang dimiliki masing-masing SMK.

Dengan penguatan BLUD, kerja sama industri, serta pemasaran produk dan jasa sekolah, SMK di Kalsel diharapkan semakin mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Ini nanti akan mencetak titik-titik untuk kita, supaya ketika keluar dari sekolah, mereka bukan hanya menekan angka pengangguran, tetapi nantinya mendorong mereka untuk bisa bekerja di tengah masyarakat,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Realisasi Belanja SKPD Kalsel Capai 72 Persen

Banjarbaru – Serapan realisasi belanja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mencapai lebih dari 72 persen. Capaian tersebut tercatat lebih baik dibandingkan realisasi pada tahun 2025.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, capaian realisasi belanja tersebut menunjukkan pelaksanaan anggaran di lingkungan Pemprov Kalsel berjalan cukup baik.

Peningkatan serapan dibandingkan tahun sebelumnya juga menjadi bagian yang perlu dipertahankan hingga akhir tahun anggaran.

“Setiap SKPD perlu terus didorong untuk melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan,” ungkap Muhidin, saat Rapat Koordinasi Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis, (1/10).

Pelaksanaan kegiatan secara tepat waktu penting agar anggaran yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Muhidin menekankan, percepatan pelaksanaan program dan kegiatan perlu dilakukan terutama terhadap anggaran yang masih belum terealisasi.

“Masing-masing SKPD harus memperhatikan target pelaksanaan kegiatan sehingga tidak terjadi penumpukan realisasi menjelang akhir tahun,” lanjutnya.

Selain mengejar peningkatan serapan anggaran, pelaksanaan program juga diharapkan tetap memperhatikan ketentuan serta tata kelola anggaran.

“Dengan demikian, belanja daerah tidak hanya terealisasi secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” lanjutnya.

Muhidin berharap realisasi belanja Pemprov Kalsel terus meningkat hingga akhir tahun.

Optimalisasi anggaran diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan daerah, penyelenggaraan pemerintahan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (MRF/RIW/EPS)

Tinjau Distribusi Air Bersih, Yamin Harap Warga Kuin Cerucuk Tak Lagi Kesulitan

Banjarmasin – Wali Kota, Muhammad Yamin didampingi Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin meninjau penyaluran bantuan air bersih bagi warga di Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (1/1) sore.

Penyaluran air bersih dilakukan sebagai respons atas dampak kemarau panjang yang menyebabkan sebagian warga mengalami kesulitan air bersih.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

Di Jalan Kuin Selatan, Kelurahan Kuin Cerucuk, PT Air Minum Bandarmasih menyiapkan empat tandon air bersih di sejumlah titik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Turut mendampingi dalam peninjauan, Sekdako Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, Camat Banjarmasin Barat, Amrullah, jajaran Direksi dan Komisaris PAM Bandarmasih serta pihak terkait lainnya.

Wali Kota Banjarmasin Yamin mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat di wilayah yang belum terjangkau layanan air secara optimal akibat terbatasnya ketersediaan air baku.

“Kita bersama Kapolresta, jajaran direksi PAM Bandarmasih dan juga komisaris memantau sekaligus menyalurkan air bersih. Di Kelurahan Kuin Cerucuk ini ada empat tandon,” ujar Yamin.

Menurutnya, air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki dan ditampung di sejumlah tandon yang telah disediakan di beberapa titik, sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat.

“Memang ini adalah wilayah yang tidak sampai tersalurkan air. Sehingga kita mengantisipasinya dengan menyiapkan tandon dan mengantar menggunakan mobil tangki. Mungkin ada juga di beberapa daerah lain,” jelasnya lagi.

Yamin berharap kondisi kemarau dan keterbatasan air baku dapat segera berakhir sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat bisa kembali normal.

“Tentunya kita berharap ini bisa cepat berlalu dan kondisinya cepat pulih lagi. Untuk di Kelurahan Kuin Cerucuk ada empat tandon, di empat titik lokasi untuk penyaluran air bersih,” katanya.

Ia memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi air baku kembali normal.

“Ya, tentunya akan berlangsung seperti ini sampai keadaan nanti normal dan air bakunya normal. Setelah normal air bakunya, saya rasa sudah tidak lagi seperti hal yang saat ini terjadi, karena air bakunya memang agak terbatas,” ungkapnya.

Sementara itu, warga Kelurahan Kuin Cerucuk, Rahmadina, mengaku kondisi air ledeng di wilayahnya sudah mengalami gangguan sekitar satu bulan.

Air terkadang masih mengalir, namun debitnya kecil dan terasa asin sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

“Sebulan yang lalu air ledeng di sini tidak jalan. Bisa juga jalan, cuma tidak deras keluarnya dan airnya asin. Semoga airnya berjalan normal, tidak asin lagi, supaya tidak sulit untuk dikonsumsi,” ujar Dina.

Sebelum mendapatkan bantuan, Ia mengaku harus membeli air dari luar dengan harga sekitar Rp5.000 per galon.

“Alhamdulillah, ada bantuan ini bisa teratasi untuk sehari-hari. Air ini digunakan untuk diminum dan untuk masak-masak di dapur,” katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Acil Amun, yang mengaku gangguan air bersih telah dirasakan sekitar tiga bulan, dengan kondisi air semakin asin dalam satu bulan terakhir.

“Sudah lama, sekitar tiga bulanan. Tapi yang parah ini sudah satu bulan lebih, airnya masin (asin) banget. Airnya tetap jalan, tapi asin dan tidak bisa diminum,” tuturnya.

Menurut Amun, bantuan air bersih sangat membantu kebutuhan rumah tangga. Dalam sehari, keluarganya membutuhkan sekitar 50 liter air untuk berbagai keperluan.

“Alhamdulillah ada bantuan. Kami berterima kasih kepada semua petugas dan dinas-dinas yang membantu. Satu keluarga sekitar 50 liter setiap hari sudah cukup untuk mencuci sayur, ikan, beras, untuk minum dan masak-masak,” jelasnya.

Ia menyebutkan distribusi bantuan air bersih dilakukan dua kali dalam sepekan.

“Tidak setiap hari, seminggu dua kali, hari Kamis dan hari Minggu. Alhamdulillah cukup,” pungkas Amun. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version