Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Penyaluran dilakukan di Jalan Kuranji, Kelurahan Guntung Manggis, Banjarbaru, Selasa (29/9).
Penyaluran bantuan dipimpin langsung Wali Kota Erna Lisa Halaby. Kehadiran Wali Kota sekaligus untuk meninjau kondisi warga serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau tetap terpenuhi.
Penyaluran air bersih tersebut merupakan respons Pemko Banjarbaru terhadap aduan masyarakat mengenai kesulitan mendapatkan air bersih.
Wali Kota Erna Lisa Halaby mengatakan, di kawasan Jalan Kuranji terdapat sejumlah sumur warga yang mulai terdampak kekeringan. Namun, masih ada pula sumur yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kawasan di Jalan Kuranji ini memang ada sebagian sumur warga yang terdampak kekeringan. Namun, Alhamdulillah sebagian sumur warga masih dapat digunakan. Hari ini kita ada lima tangki pendistribusian air bersih untuk masyarakat,” ujarnya.
Dengan penyaluran di Kelurahan Guntung Manggis, distribusi bantuan air bersih oleh Pemko Banjarbaru telah mencapai 54 titik.
Sebelumnya, bantuan telah disalurkan di 53 titik berdasarkan kebutuhan serta laporan dan aduan masyarakat.
“Ini sudah titik ke-54 untuk titik pendistribusian. Sebelumnya 53 titik dan ini bertambah lagi berdasarkan aduan dari masyarakat. Kita langsung memberikan dan mendistribusikan air bersih ini kepada masyarakat,” katanya.
Selain mengandalkan sumber daya pemerintah daerah, penanganan kekeringan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk TNI dan Polri.
Sebelumnya, TNI Angkatan Udara turut membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.
“Alhamdulillah kami juga berkolaborasi dan bersinergi dengan TNI-Polri. Kemarin TNI AU juga memberikan distribusi air bersih untuk masyarakat. Tentunya kita harus bergotong royong untuk menghadapi kekeringan di masyarakat ini,” tuturnya.
Selain memastikan ketersediaan air bersih, Wali Kota bersama tim medis turut memantau kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
Pemantauan dilakukan dengan mengunjungi sejumlah warga, termasuk masyarakat yang mendapatkan layanan homecare.
Dari hasil pemantauan sementara, belum ditemukan warga yang mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi kekeringan.
Pemko Banjarbaru memastikan penyaluran air bersih dan pemantauan kesehatan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pemerintah daerah juga akan terus merespons aduan masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan unsur terkait untuk menghadapi dampak kekeringan selama musim kemarau. (BDR/RIW/EPS)

