Dari Gotong Royong Hingga Peduli Lingkungan, DPRD Kalsel Ajak Warga Hidupkan Nilai Pancasila

HSS — Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan, tetapi nilai yang seharusnya hadir dalam setiap tindakan masyarakat. Mulai dari saling membantu, menjaga kerukunan, hingga peduli terhadap lingkungan sekitar.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, saat melaksanakan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila di Kandangan Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (22/9).

Desy mengajak masyarakat menjadikan semangat gotong royong sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan.

Menurutnya, ketika muncul masalah di tengah masyarakat, penyelesaiannya tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran dan kepedulian warga juga sangat diperlukan.

“Pancasila itu sebenarnya dekat dengan kehidupan kita. Ketika ada persoalan di lingkungan, kita tidak bisa hanya berpikir tentang diri sendiri. Kita perlu saling membantu, menjaga lingkungan, menjaga kerukunan, dan bersama-sama mencari jalan keluarnya,” kata Desy.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari

Menurut Desy, semangat tersebut semakin relevan dengan kondisi Hulu Sungai Selatan yang dalam beberapa pekan terakhir menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Dalam situasi seperti ini, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan. Gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta saling mengingatkan menjadi bentuk sederhana pengamalan nilai Pancasila.

Desy menilai, kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu dimulai dengan langkah besar.

Menjaga kebersihan, tidak melakukan pembakaran sembarangan, membantu warga yang terdampak, hingga menjaga komunikasi dan kerukunan di lingkungan merupakan tindakan nyata yang dapat dilakukan bersama.

Ia berharap kegiatan SOSREV tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar pemahaman mengenai Pancasila secara teori. Nilai-nilai tersebut harus dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting setelah kegiatan ini adalah bagaimana nilai yang kita bicarakan bisa dibawa pulang dan diterapkan. Mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, sampai bagaimana kita menjaga daerah kita. Hal-hal sederhana seperti itu justru yang membuat Pancasila benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Desy menambahkan, masyarakat yang mampu menjaga kebersamaan, saling menghargai dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan merupakan modal penting dalam pembangunan daerah.

Karena itu, Ia mengajak warga Kandangan menjadikan semangat gotong royong bukan hanya sebagai tradisi, tetapi sebagai kekuatan bersama untuk menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

“Dengan begitu, nilai Pancasila tidak hanya hadir dalam ruang-ruang pendidikan atau forum resmi, tetapi benar – benar terasa dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Jelang Implementasi Nota Jasa Kepelabuhanan, TPK Banjarmasin Sosialisasikan Peralihan Nota Layanan Petikemas

Banjarmasin – Menjelang pemberlakuan Nota Jasa Kepelabuhanan pada 1 Oktober 2026, Terminal Petikemas Banjarmasin melakukan sosialisasi peralihan penerbitan nota layanan jasa barang petikemas kepada para pengguna jasa.

Kegiatan yang dilaksanakan Jumat (18/9) di Banjarmasin tersebut, menjadi bagian dari persiapan pengguna jasa menghadapi perubahan mekanisme penerbitan nota layanan jasa barang petikemas yang akan mulai diterapkan pada 1 Oktober 2026.

Sosialisasi dilaksanakan Pelindo Regional 3 dengan melibatkan Terminal Petikemas Banjarmasin dan para pengguna jasa.

Dalam sosialisasi tersebut, pengguna jasa mendapatkan penjelasan mengenai perubahan mekanisme penerbitan nota layanan jasa barang petikemas, termasuk tahapan proses serta hal-hal yang perlu dipersiapkan menjelang implementasi.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi ruang diskusi bagi pengguna jasa untuk mendapatkan penjelasan secara langsung terkait penerapan mekanisme baru serta menyampaikan berbagai hal yang perlu diklarifikasi sebelum pemberlakuannya.

Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo mengatakan, sosialisasi tersebut penting untuk memastikan pengguna jasa memiliki pemahaman sama sebelum perubahan mekanisme mulai diterapkan.

“Sosialisasi ini menjadi kesempatan bagi kami bersama pengguna jasa untuk memahami perubahan mekanisme penerbitan nota layanan jasa barang petikemas. Dengan adanya informasi yang disampaikan lebih awal, kami berharap seluruh pihak dapat mempersiapkan diri sehingga proses implementasi pada 1 Oktober dapat berjalan dengan lancar,” ujar Sirin.

Menurutnya, kesiapan dan pemahaman pengguna jasa menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran proses transisi.

TPK Banjarmasin juga terus berkoordinasi dengan para pengguna jasa untuk memastikan proses pelayanan tetap berjalan dengan baik selama penerapan mekanisme baru.

Dari sisi pengguna jasa, Manager Operasional PPNP Cabang Banjarmasin, Yudha Hadinata, menyambut baik sosialisasi tersebut sebagai langkah untuk memberikan pemahaman lebih awal mengenai perubahan mekanisme layanan.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kami sebagai pengguna jasa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai mekanisme yang akan diterapkan. Hal ini tentunya membantu kami untuk melakukan persiapan, terutama dari sisi administrasi dan proses layanan, sehingga pada saat implementasi nanti dapat berjalan dengan lebih lancar,” ujar Yudha.

Menurut Yudha, penyampaian informasi sebelum penerapan menjadi hal penting agar pengguna jasa dapat menyesuaikan proses internal dengan mekanisme yang akan diberlakukan.

Peralihan penerbitan nota layanan jasa barang petikemas ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan integrasi proses layanan kepelabuhanan.

Melalui sosialisasi dan koordinasi yang dilakukan sebelum implementasi, pengguna jasa diharapkan dapat memahami mekanisme baru serta mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan.

Dengan demikian, penerapan Nota Jasa Kepelabuhanan mulai 1 Oktober 2026 dapat berjalan tertib dan mendukung kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa di Terminal Petikemas Banjarmasin. (Pelindo-RIW/APR)

Banjarmasin Terus Percantik Panggung Siring Balai Kota

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Bagian Umum Setdako Banjarmasin, terus mempercantik panggung Siring Balai Kota Banjarmasin. Sehingga, suasana malam di kawasan Siring Balai Kota Banjarmasin kini tampak berbeda.

Tulisan “Banjarmasin Maju Sejahtera” yang menyala menjadi daya tarik baru bagi warga yang menghabiskan waktu di kawasan tersebut.

Pemasangan lampu pada tulisan “Banjarmasin Maju Sejahtera” membuat panggung Siring Balai Kota terlihat lebih terang dan menarik saat malam hari.

Keberadaan ornamen tersebut pun sontak menjadi perhatian warga yang kerap nongkrong maupun menikmati suasana malam di kawasan Siring.

Salah seorang warga, Hidayatullah, menilai penambahan penerangan tersebut membuat kawasan siring terlihat lebih hidup.

“Sekarang terlihat lebih terang dan cantik saat malam hari. Tulisan Maju Sejahtera yang menyala juga menjadi perhatian warga yang datang dan nongkrong di sini,” ujar Hidayatullah, ditemui saat nongkrong di kawasan siring, belum lama tadi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli mengatakan, pemasangan lampu tulisan “Banjarmasin Maju Sejahtera” merupakan bagian dari upaya mempercantik kawasan Balai Kota, khususnya area Siring.

Terutama agar kawasan Balai Kota dan Siring memiliki tampilan yang lebih menarik, pada malam hari.

“Ini berdasarkan arahan Bapak Wali Kota, Muhammad Yamin untuk mempercantik kawasan Balai Kota dan Siring pada khususnya. Salah satunya dengan pemasangan lampu pada tulisan Maju Sejahtera,” kata Ahmad Zazuli.

Ia menambahkan, keberadaan penerangan dan ornamen tersebut diharapkan tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga memberikan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar Siring Balai Kota.

Dengan pencahayaan baru itu, kawasan Siring Balai Kota Banjarmasin kini tidak hanya menjadi ruang publik untuk bersantai. Namun memiliki tampilan malam yang lebih menonjol dan menjadi salah satu wajah kawasan pusat pemerintahan Kota Banjarmasin. (PEMKOBJMUMUM/SRI/RIW/APR)

Sambut Harjad ke-500, Pemko Banjarmasin Siapkan Ziarah Makam Sultan Suriansyah

Banjarmasin – Dipimpin Sekretaris Daerah, Ichrom Muftezar, mewakili Wali Kota, Muhammad Yamin, rapat finalisasi ziarah makam Sultan Suriansyah peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin, digelar Senin (21/9). Turut hadir pada rapat tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli.

Sekretaris Daerah Banjarmasin, Ichrom Muftezar menekankan pentingnya memastikan seluruh persiapan telah berjalan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Menurutnya, koordinasi lintas perangkat daerah diperlukan agar ziarah berlangsung tertib dan sesuai dengan rangkaian yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Rapat ini untuk memastikan seluruh teknis pelaksanaan ziarah sudah matang. Termasuk kesiapan masing-masing SKPD dan instansi terkait,” ujar Tezar.

Sementara itu, Ahmad Zazuli menjelaskan, rapat membahas kesiapan masing – masing SKPD dan instansi yang terlibat dalam mendukung kelancaran prosesi ziarah makam Sultan Suriansyah.

Ahmad Zazuli memastikan Bagian Umum turut mempersiapkan kebutuhan teknis yang menjadi tanggung jawabnya, dalam pelaksanaan ziarah, seperti meja dan tenda.

“Pada prinsipnya kami siap mendukung. Kami juga memastikan kebutuhan teknis yang menjadi bagian dari tugas Bagian Umum dapat dipersiapkan dengan baik,” kata Ahmad Zazuli.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan untuk meniadakan seluruh rangkaian perayaan Harjad ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan.

Keputusan tersebut diambil di tengah berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta tragedi KM Virgo Transport 8 baru-baru tadi.

Dari rangkaian agenda yang biasanya mewarnai peringatan hari jadi, prosesi ziarah ke makam Sultan Suriansyah menjadi agenda yang tetap dipertahankan.

Ziarah makam raja pertama Kesultanan Banjar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (24/9) pukul 08.00 Wita dan diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Kota Banjarmasin, kepala SKPD, serta sejumlah unsur lainnya.

Usai ziarah, rangkaian harjad ke-500 dilanjutkan dengan Sidang Istimewa Hari Jadi Kota di Gedung DPRD Kota Banjarmasin.

Sidang istimewa menjadi agenda resmi berikutnya setelah prosesi penghormatan di makam Sultan Suriansyah. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/APR)

Exit mobile version