Harga Beras Naik di HSS, Pasokan Pangan Kalsel Masih Aman

Banjarbaru – Harga beras di Hulu Sungai Selatan mengalami kenaikan di tengah musim kemarau yang cukup panjang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin mengatakan, kenaikan harga beras menjadi salah satu komoditas yang terus dipantau pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Rusma usai menghadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (21/9).

Menurut Rusma, musim kemarau turut memengaruhi aktivitas pertanian yang kemudian dapat berdampak terhadap produksi, ketersediaan, hingga harga sejumlah komoditas pangan.

“Kondisi ini terutama menjadi perhatian di wilayah Banua Enam,” ungkapnya.

Meski demikian, Rusma memastikan pasokan komoditas pangan secara umum di Kalimantan Selatan masih terpantau aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Pasokan pangan kita masih aman,” kata Rusma.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan berbagai komoditas pangan di sejumlah wilayah.

Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi komoditas yang produksinya berpotensi terdampak kondisi cuaca dan musim kemarau.

“Kelancaran distribusi pangan juga diperhatikan agar pasokan tetap dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah,” lanjutnya.

Rusma menambahkan, kondisi harga beras dan komoditas pangan lainnya akan terus dipantau sebagai bagian dari langkah pengendalian inflasi.

“Apabila terjadi gangguan pasokan maupun perubahan harga yang signifikan, pemerintah dapat segera mengambil langkah penanganan,” tutupnya. (MRF/RIW/APR)

Exit mobile version