Bunda Lisa Kawal Tumbuh Anak di Cempaka, Ukur Fisik hingga Santap MBG

Banjarbaru – Memastikan anak tumbuh sehat tidak cukup hanya dengan melihat mereka aktif bermain dan belajar. Pertumbuhan fisik, pemenuhan gizi, hingga ruang bagi anak untuk berekspresi perlu mendapat perhatian sejak usia dini.

Hal itu menjadi perhatian Wali Kota Banjarbaru sekaligus Bunda PAUD, Erna Lisa Halaby, saat melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pendidikan Kelompok Belajar (KB) Cita Anak Bangsa, Kecamatan Cempaka, Jumat (18/9).

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Lisa turut meninjau kegiatan pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala anak. Data hasil pengukuran menjadi bagian penting untuk memantau perkembangan anak secara berkala, sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat kondisi yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.

Menurut Bunda Lisa, upaya memastikan tumbuh kembang anak secara optimal merupakan tanggung jawab bersama. Anak-anak di Kota Banjarbaru diharapkan tidak hanya tumbuh sehat, tetapi juga berkembang menjadi pribadi yang cerdas, bahagia dan memiliki ruang cukup untuk mengekspresikan dirinya.

“Ulun berharap di jenjang tingkat pendidikan TK ini tidak ada lagi pemberian pelajaran langsung diberikan, tetapi ini adalah tahap untuk memberikan anak bebas untuk berekspresi dulu. Buat mereka happy tapi tetap diawasi, dikontrol, dipantau,” ujarnya.

Bunda Lisa juga menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak sekaligus memperhatikan para guru yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan usia dini.

Ia meminta apabila terdapat bangunan PAUD maupun TK yang membutuhkan perbaikan atau renovasi agar segera didata dan dicatat, sehingga dapat menjadi perhatian untuk penanganan lebih lanjut.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Lisa memberikan apresiasi kepada para guru PAUD yang dinilainya telah menunjukkan kesabaran dan ketabahan dalam mendampingi anak-anak pada masa tumbuh kembang mereka.

“Ulun sangat mengapresiasi kepada guru-guru PAUD yang sudah bersabar dan sudah sabar menghadapi anak-anak kita, untuk sudah tabah menghadapi dan memberikan pelajaran buat anak-anak,” ucapnya.

Kunjungan kerja Bunda PAUD kemudian berlanjut ke TK Negeri Pembina Cempaka, Kompleks Cempaka Sari, Kecamatan Cempaka.

Di lokasi tersebut, Bunda Lisa meninjau pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Peninjauan dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada anak memenuhi aspek kebersihan, kualitas gizi dan higienitas.

Bunda Lisa juga mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar senantiasa memberikan makanan dengan kualitas terbaik bagi anak-anak.

Menurutnya, makanan yang disajikan harus benar-benar memperhatikan kualitas bahan, kebersihan, kandungan gizi serta keamanan pangan, karena menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Dalam kunjungan tersebut, Bunda Lisa juga turut mencicipi dan makan bersama anak-anak, sekaligus melihat secara langsung makanan yang disajikan melalui program MBG.

Bunda Lisa menekankan, program MBG merupakan bagian dari upaya tambahan dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak. Namun, pemenuhan gizi utama tetap dimulai dari lingkungan keluarga melalui pola makan yang sehat dan seimbang.

“Selain pemenuhan gizi utama tetap dimulai dari lingkungan keluarga, ulun menekankan MBG ini juga merupakan program untuk menambahan pemenuhan gizi kepada anak-anak agar terhindar dari stunting,” katanya.

Kepada anak-anak, Bunda Lisa juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi buah dan sayur sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

“Jangan lupa anak-anak harus rajin makan sayur dan buah ya, supaya tumbuh sehat, kuat dan makin pintar. Dan lebih penting agar anak-anak terhindar dari stunting,” ungkapnya.

Kunjungan Bunda PAUD menegaskan bahwa masa depan anak Banjarbaru dimulai dari perhatian sejak dini, tumbuh kembang terpantau, gizi terpenuhi, dan anak diberi ruang untuk tumbuh sehat, cerdas serta bahagia. (MedCenBJB-RIW/APR)

Manfaatkan Gebyar Pajak, ASN Banjar Diminta Jadi Teladan Taat Pajak Kendaraan

Banjar – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Banjar diminta memastikan kewajiban pajak kendaraan telah dipenuhi sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama. Kepatuhan tersebut berlaku terhadap kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea mengatakan ASN memiliki posisi strategis sebagai contoh bagi masyarakat dalam membangun kepatuhan membayar pajak.

“Sebelum meminta masyarakat luas agar patuh dan tertib menunaikan pajak, pastikan terlebih dahulu diri, keluarga, dan institusi tempat kita bernaung telah memenuhi kewajiban tersebut. ASN mutlak wajib menjadi panutan tertib pajak,” tegas Yudi, baru-baru tadi.

Menurutnya, kepatuhan membayar pajak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kemandirian fiskal daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

ASN Pemkab Banjar diminta jadi teladan panutan pajak kendaraan bermotor.(foto : UPPD Martapura)

Salah satu sumber penerimaan yang terus didorong adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Karena itu, peningkatan kesadaran membayar pajak dinilai perlu dimulai dari lingkungan pemerintahan.

Upaya tersebut diperkuat melalui Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor di lingkungan Pemkab Banjar yang melibatkan Pemprov Kalimantan Selatan, Pemkab Banjar, Kepolisian, Samsat Martapura dan Jasa Raharja.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Nor Yaumil turut terlibat dalam pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah provinsi mendorong kepatuhan sekaligus mengoptimalkan penerimaan PKB.

Program ini juga diarahkan untuk mendekatkan pelayanan perpajakan kendaraan kepada wajib pajak dengan proses yang lebih mudah, cepat dan transparan.

Yudi meminta pimpinan perangkat daerah memastikan pesan kepatuhan tersebut diteruskan kepada seluruh jajaran di instansi masing – masing.

“Pajak kita bayar, pembangunan kita rasakan. Taat pajak hari ini untuk Kabupaten Banjar yang lebih maju,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Dorong Pengembangan Peternakan Sapi, Komisi III Dorong Perkuat Ketahanan Pangan Kalsel

Tabalong – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Selatan tidak hanya dilakukan melalui sektor pertanian, tetapi juga perlu didukung dengan pengembangan peternakan.

Salah satunya melalui pengembangan peternakan sapi yang memiliki peran penting memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi peternak lokal.

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Jahrian, usai kunjungan kerja ke PT Astra Agro Lestari Tbk, Kabupaten Tabalong, baru-baru tadi, mengatakan pengembangan peternakan sapi perlu mendapat perhatian serius, terutama untuk meningkatkan produksi daging dan memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah.

Menurutnya, potensi peternakan di Kalimantan Selatan yang cukup besar, perlu dikelola optimal dengan dukungan pemerintah, baik dari sisi pembinaan, penguatan kapasitas peternak maupun pengembangan populasi sapi.

Sumber humas DPRD Kalsel

“Pengembangan peternakan tidak cukup hanya dengan menambah jumlah sapi, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pengelolaan peternakan,” ucapnya.

Jahrian menyampaikan, pihaknya mendorong pengembangan peternakan melibatkan masyarakat secara lebih luas. Mulai dari ketersediaan pakan, kesehatan hewan, peningkatan kemampuan peternak hingga pemasaran hasil peternakan.

Dengan demikian, sektor peternakan tidak hanya menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

“Kami mendorong sektor peternakan mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan daerah,” jelasnya.

Jahrian menegaskan pemerintah daerah perlu membangun pola pembinaan yang berkelanjutan. Sehingga peternak tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha peternakan mandiri.

Selain itu, sinergi antara pemerintah, peternak, pelaku usaha serta pihak terkait lainnya dinilai penting untuk membangun ekosistem peternakan yang kuat.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi daging sapi di Kalimantan Selatan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

“Penguatan produksi pangan asal hewan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru bagi peternak di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Diskominfo Kawal Informasi Penanganan Karhutla Kalsel

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat peran penyebarluasan informasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan seiring penguatan koordinasi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalsel, menghadapi karhutla di sejumlah wilayah.

Koordinasi kembali dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Gubernur Kalsel, Muhidin di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (17/9).

Rapat melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, ASN, serta perangkat daerah terkait

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim mengatakan, rapat tersebut membahas penguatan penanganan karhutla secara terpadu, termasuk pengerahan seluruh unsur untuk mendukung upaya di lapangan.

“Rapat secara langsung dipimpin Pak Gubernur secara teknis dan beliau mengarahkan sampai ke TNI. Jadi mulai dari TNI, kepolisian sampai ASN dikerahkan,” ujar Muslim.

Menurutnya, penanganan difokuskan pada sejumlah lokasi yang menjadi prioritas. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan di wilayah lainnya untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

“Fokus-fokus titik yang prioritas itu diharap menjadi fokus, tetapi tetap di wilayah – wilayah yang lain tetap menjaga,” katanya.

Muslim menjelaskan, Diskominfo Kalsel turut berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai langkah pemerintah dalam menangani karhutla.

Informasi yang disampaikan kepada publik, menurutnya, harus berdasarkan fakta dan kondisi penanganan di lapangan. Hal ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai upaya pemerintah dalam menghadapi karhutla.

“Kita mendukung dengan menyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat bagaimana upaya – upaya yang sudah dilakukan. Jadi ini adalah fakta yang memang sebagai informasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyampaian informasi tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi karhutla dan langkah-langkah penanganan yang terus dilakukan hingga situasi dapat dikendalikan.

“Jadi fakta-fakta itu yang kita sampaikan, bagaimana kondisi di lapangan, bagaimana upaya-upaya yang dilakukan pemerintah bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Informasi itu yang kita sampaikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui bahwa penanganan terus dilakukan dan semua unsur bergerak sesuai dengan tugasnya masing-masing,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Kader Posyandu Harus Makin Terampil, Bukan Sekadar Aktif

Banjarmasin – Kader Posyandu Kota Banjarmasin didorong agar tidak berhenti pada keaktifan dalam kegiatan, tetapi terus meningkatkan keterampilan dan kapasitas, agar mampu memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak Posyandu Kota Banjarmasin, Neli Listriani, saat Jambore Kader Posyandu tingkat Kota Banjarmasin, di Aula Sekretariat Bersama Khatib Dayyan, Kamis (17/9).

Menurut Neli, penguatan kapasitas kader menjadi langkah penting di tengah semakin luasnya peran Posyandu melayani masyarakat.

Kader dituntut memiliki keterampilan yang memadai, kemampuan komunikasi yang baik, serta terbuka terhadap inovasi dalam pelayanan kesehatan.

“Yang perlu kita lakukan adalah terus mengasah kemampuan, keterampilan klinik, komunikasi, serta mengadopsi inovasi dalam seluruh pelayanan kesehatan,” ujar Neli.

Ketua TP PKK Banjarmasin Neli Listriani

Oleh karena itu, Jambore Kader Posyandu tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan, tetapi dirancang untuk mengasah kemampuan kader melalui penguatan 25 keterampilan dasar Posyandu yang menjadi bekal dalam menjalankan pelayanan di lapangan.

Neli mengatakan peningkatan kapasitas ini turut berjalan beriringan dengan pemberian apresiasi terhadap kader.

Penghargaan diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras kader yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Upaya memperkuat kapasitas kader tersebut sejalan dengan capaian yang telah ditorehkan tim dan kader Posyandu kota Banjarmasin di tingkat provinsi.

Posyandu Antasan Indah 2, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, meraih Juara VI kategori Pemberdayaan Masyarakat tingkat Kalimantan Selatan.

Pada ajang yang sama di kategori individu, Khairunnisa, kader Posyandu (Antasan Indah 2) berhasil meraih Juara I.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuardiansyah, menyoroti capaian Posyandu Kota Banjarmasin yang mengalami penurunan peringkat pada penilaian tingkat provinsi.

“Sebelumnya kita di posisi ketiga, penilaian terakhir kita berada pada peringkat keenam,” ungkap Yanuar.

Terkait apa yang menjadi hasil evaluasi penilaian, ujarnya, kendala terdapat pada aspek sarana dan prasarana, meskipun kemampuan individual kader dinilai sudah sangat baik.

“Dari segi bina kemampuan, para kader kita ini luar biasa. Namun, kelemahan kita ada pada sarana dan prasarana. Posyandu kita kebanyakan belum memiliki tempat yang definitif, masih berpindah-pindah, kadang di rumah warga atau mushola,” jelasnya lagi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Yanuar menegaskan komitmennya agar ke depan lokasi posyandu diupayakan tidak lagi berpindah-pindah.

Jambore Posyandu kali ini diikuti kelompok dari kader-kader terbaik perwakilan dari tingkat kecamatan hingga kelurahan se- kota Banjarmasin.

Kegiatan diisi dengan peningkatan pengetahuan, salah satunya melalui lomba cerdas cermat yang menguji 25 keterampilan dasar posyandu.

Berikut daftar pemenang Penilaian Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Kota Banjarmasin 2026

Peringkat I : Eka Sri Lestari (Pos Pelayanan Terpadu Kartini 3 Kelurahan Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan)

Peringkat II : Munawwaroh (Pos Pelayanan Terpadu Mutiara Ceria Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara)

Peringkat III : Siti Nurlia (Pos Pelayanan Terpadu Antasan Indah 1 Kelurahan Antasan Besar Kecamatan Banjarmasin Tengah)

Peringkat IV : Rahimah (Pos Pelayanan Terpadu Mekar Raya Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur)

Peringkat V : Neneng Christina (Pos Pelayanan Terpadu Nusa Indah 3 Kelurahan Telaga Biru Kecamatan Banjarmasin Barat)

Daftar pemenang Penilaian Kinerja Posyandu Berprestasi Tingkat Kota Banjarmasin 2026

Peringkat I : Pos Pelayanan Terpadu Kartini 3 Kelurahan Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan

Peringkat II : Pos Pelayanan Terpadu Mekar Raya Kelurahan Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur

Peringkat III : Pos Pelayanan Terpadu Mutiara Ceria Kelurahan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara

Peringkat IV : Pos Pelayanan Terpadu Antasan Indah 1 Kelurahan Antasan Besar Kecamatan Banjarmasin Tengah

Peringkat V : Pos Pelayanan Terpadu Nusa Indah 3 Kelurahan Telaga Biru Kecamatan Banjarmasin Barat. (PEMKOBJM-SRI/RIW/APR)

Pesan Bunda PAUD Banjarmasin, Jangan Bebani Anak dengan Tes Calistung Saat Masuk SD

Banjarmasin – Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani menegaskan, anak tidak seharusnya dibebani kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai syarat memasuki Sekolah Dasar (SD).

Masa transisi dari PAUD ke SD harus berlangsung menyenangkan, sesuai tahapan tumbuh kembang, serta membuat anak merasa aman dan nyaman di sekolah.

Pesan tersebut disampaikan Neli dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan di Banjarmasin, Kamis (17/9).

Dalam kegiatan itu, Neli mendorong kesamaan persepsi agar kebijakan transisi PAUD-SD benar-benar diterapkan di ruang kelas, bukan berhenti sebagai program.

“Anak-anak memiliki masa yang berbeda – beda untuk cepat menangkap pelajaran akademik. Jadi tidak ada paksaan, tidak ada tuntutan yang membebani anak – anak,” kata Neli.

Bunda PAUD Banjarmasin Neli Listriani

Menurutnya, pengalaman anak saat pertama memasuki SD penting untuk membangun fondasi pendidikan selanjutnya.

Anak perlu datang ke sekolah dengan rasa gembira, bukan takut karena merasa belum mampu membaca, menulis atau berhitung.

“Perkembangan tiap anak itu berbeda-beda, jangan sampai hanya karena ada tes calistung, anak-anak kita tidak memiliki niat atau ketertarikan untuk masuk sekolah,” ucapnya.

Neli berharap, seluruh satuan PAUD dan SD menjalankan pendekatan tersebut secara konsisten agar anak tidak lagi melihat masuk SD sebagai sesuatu yang menakutkan.

“Harapannya seluruh guru satuan PAUD maupun SD bisa menjalankan program ini, sehingga anak-anak untuk masuk sekolah itu tidak takut,” ujarnya.

Bagi anak, masuk SD bukan tentang seberapa cepat Ia dapat membaca atau berhitung, tetapi tentang bagaimana pertama kali belajar mencintai sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama menegaskan, penerimaan murid baru SD tidak melalui tes calistung.

Setelah diterima, kemampuan membaca, menulis dan berhitung tetap dikembangkan melalui pembelajaran yang menyenangkan, termasuk pendekatan bermain dan aktivitas yang membantu anak memahami konsep berhitung, bukan sekadar menghafal.

Untuk mendukung implementasinya, Disdik bersama Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD Kota Banjarmasin memperkuat kapasitas guru PAUD dan guru SD, menyiapkan alat peraga transisi secara bertahap, menyesuaikan lingkungan belajar kelas I SD, serta mendorong kolaborasi guru PAUD dengan guru SD.

Bimtek tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran “Asyiknya Batik SD”, program yang menegaskan komitmen menghadirkan masa transisi PAUD ke SD yang menyenangkan tanpa tes calistung. (PEMKOBJM-SRI/RIW/APR)

Exit mobile version