Banjarmasin — Wali Kota, Muhammad Yamin, resmi meniadakan kegiatan perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan dan kemeriahan.
Keputusan tersebut disampaikan Yamin melalui tayangan video yang diunggah di akun resmi Pemerintah Kota Banjarmasin, Rabu (16/9).
Yamin mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan, gangguan kualitas udara dan kesehatan, kekeringan serta persoalan ketersediaan air bersih, hingga musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menyisakan keluarga, yang menunggu kabar orang-orang terdekat mereka.
“Ini bukanlah keputusan yang mudah. Kami sangat memahami ada banyak sekali pihak yang sudah bekerja dalam rangka mempersiapkan diri, bahkan menggantungkan harapan pada rangkaian kegiatan tersebut,” kata Yamin.
Menurut Yamin, kondisi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat Banjarmasin.
“Kejadian ini diiringi dengan timbulnya penyakit gangguan pernafasan yang sangat mengganggu seluruh aktivitas warga Kota Banjarmasin, mulai dari siswa, pelajar, sampai masyarakat yang bekerja di Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kekeringan dan perubahan kadar air asin yang berdampak pada ketersediaan air bersih serta kebutuhan masyarakat dan sejumlah sektor, termasuk pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Selain itu, Yamin mempertimbangkan musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menjadi perhatian karena proses pencarian dan penanganan korban berlangsung.
“Masih ada keluarga yang sampai hari ini menunggu kabar, masih berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan dan kembali pulang,” kata Yamin.
Yamin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan rangkaian Hari Jadi ke-500, termasuk pelaku usaha dan pihak lain yang terdampak keputusan tersebut.
Ia menegaskan peniadaan kegiatan hiburan dan kemeriahan tidak mengurangi arti perjalanan panjang Kota Banjarmasin yang telah mencapai usia 500 tahun.
“Sebuah kota tidak hanya menjadi besar karena sebuah kemeriahan perayaannya, sebuah kota menjadi besar karena hati seluruh masyarakatnya,” ujar Yamin.
Yamin mengajak masyarakat mengarahkan momentum tersebut untuk menunjukkan empati dan kepedulian kepada para korban, keluarga yang ditinggalkan, mereka yang masih dalam pencarian, serta petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.
“Kota telah genap berusia 500 tahun. Sejarahnya tidak menjadi lebih kecil hanya karena tidak memilih untuk merayakannya,” katanya.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya solidaritas menghadapi situasi yang sedang terjadi.
“Ada waktunya merayakan, ada waktunya saling menguatkan.” ucap Yamin. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

