Bara Masih Tersimpan di Bawah Gambut, Satgas Karhutla Kalsel Bagi Blok Penanganan

Banjarbaru – Satgas Karhutla Kalimantan Selatan akan memperkuat penanganan kebakaran gambut dengan membagi wilayah kerja ke sejumlah blok. Langkah ini dilakukan setelah pemeriksaan menemukan bara masih tersimpan di bawah permukaan gambut meski api tidak lagi terlihat.

Pembagian tugas tersebut disepakati dalam rapat koordinasi Satgas Karhutla dan Kekeringan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (17/9).

Rakor pembagian tugas karhutla dan kekeringan dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, kondisi itu salah satunya ditemukan di kawasan Guntung Damar. Asap masih muncul meski secara kasatmata tidak ditemukan api di permukaan.

“Di daerah Guntung Damar itu masih ada asap. Padahal apinya sudah tidak ada, tapi asap ada. Setelah diuji oleh kepolisian, ternyata api tersebut masih ada. Apinya di bawah, karena kita ini gambut,” ujar Muhidin.

Untuk memastikan bara benar-benar padam, penanganan akan dilakukan bersama dengan membagi kawasan menjadi beberapa blok yang ditangani unsur Polri, TNI, BPBD dan instansi terkait.

“Jadi kita bagi tugas supaya menangani api yang ada di dalam gambut ini benar-benar mati,” katanya.

Penanganan akan menggunakan metode penyuntikan ke lapisan gambut. Tim juga akan menguji penggunaan cairan surfaktan yang sebelumnya telah dicoba dalam skala terbatas.

Menurut Muhidin, pengujian tidak hanya untuk melihat kemampuan cairan tersebut memadamkan bara, tetapi juga mengetahui berapa lama kondisi gambut dapat bertahan setelah penanganan.

“Ini akan kita coba kembali untuk mematikan api yang ada di dalam gambut,” ujarnya.

Meski penanganan diperkuat, Muhidin memastikan status karhutla Kalsel belum ditingkatkan menjadi tanggap darurat dan tetap berada pada Siaga Darurat.

Menurutnya, perkembangan kebakaran di sejumlah wilayah mulai menunjukkan penurunan sehingga peningkatan status harus mempertimbangkan kondisi keseluruhan daerah.

“Status tetap kita Siaga. Kalau Tanggap Darurat berarti statusnya lebih tinggi. Jadi ini harus kita sesuaikan,” jelasnya.

Selain karhutla, pemerintah mulai memberikan perhatian terhadap ketersediaan air selama kemarau. Muhidin berencana meninjau Riam Kanan menyusul laporan penurunan debit air.

Peninjauan diperlukan untuk memastikan kemampuan sumber air tersebut tetap menopang kebutuhan selama kemarau.

“Kita harus memastikan sampai kapan bisa bertahan saluran yang ada di Riam Kanan mengalirkan air. Mudah – mudahan dalam waktu dekat ini ada hujan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan, cairan surfaktan tersebut dikembangkan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel untuk meningkatkan efisiensi pemadaman.

Penggunaannya diarahkan untuk menghemat air, mempercepat waktu penanganan serta mengurangi kebutuhan tenaga ketika menghadapi kebakaran gambut.

“Kami melalui Biddokkes mengembangkan cairan surfaktan. Tujuannya supaya efisiensi pemadaman, baik efisiensi air, waktu, termasuk tenaga,” jelasnya.

Menurut Kapolda, tim gabungan telah berjibaku menangani karhutla selama sekitar dua bulan. Dengan periode kemarau yang masih berlangsung, inovasi penanganan diperlukan untuk membantu mengendalikan api dan asap.

Cairan surfaktan tersebut kini telah dapat diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan akan dibagikan kepada instansi yang terlibat dalam operasi karhutla di Kalsel.

“Alhamdulillah hari ini cairan surfaktan tersebut sudah bisa kita perbanyak dan akan kita bagikan kepada semua instansi yang terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Sambut Harjad ke-500, Banjarmasin Barat Gelar Lomba Masak dan Menghias Tanggui

Banjarmasin – Kecamatan Banjarmasin Barat melaksanakan Lomba Memasak Ikan Nila serta Lomba Kreasi Menghias Tanggui, di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (17/9).

Ket foto : Camat Banjarmasin Barat Amrullah

Camat Banjarmasin Barat Amrullah mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

“Dalam rangka memperingati Harjad ke-500 Kota Banjarmasin, kami dari Kecamatan Banjarmasin Barat bekerjasama dengan beberapa mitra, melaksanakan lomba kreasi masak ikan Nila dan menghias tanggui,” ungkap Amrullah.

Dengan peserta yang mengikuti dari perwakilan kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Barat.

Dijelaskan Amrullah, dipilihnya masak ikan Nila ini karena mudah didapat, bergizi, serta disukai masyarakat Kota Banjarmasin.

“Kami berharap dengan diadakannya lomba ini lahir menu atau inovasi baru dari pengolahan ikan Nila,” ucap Amrullah.

Kecamatan Banjarmasin Barat bersyukur peserta antusias mengikuti dua lomba.

“Sebenarnya peserta yang ingin mendaftar cukup banyak, namun karena keterbatasan tempat maka peserta kami batasi,” ujarnya.

Begitu juga, lanjut Amrullah, untuk peserta menghias tanggui, pihaknya minta dari 2 perwakilan kelurahan yang ada di Kecamatan Banjarmasin Barat.

“Lomba ini tentunya bertujuan turut serta melestarikan Budaya Banjar melalui kriya dengan lomba menghias tanggui serta kuliner dengan lomba masak ikan Nila,” tutur Amrullah.

Lomba kreasi tanggui ini juga digelar, karena di Kecamatan Banjarmasin Barat terdapat Kampung Pembuat Tanggui, sehingga pelestarian harus terus dilakukan. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Yamin Resmi Tiadakan Perayaan Meriah Hari Jadi ke-500 Banjarmasin

Banjarmasin — Wali Kota, Muhammad Yamin, resmi meniadakan kegiatan perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan dan kemeriahan.

Keputusan tersebut disampaikan Yamin melalui tayangan video yang diunggah di akun resmi Pemerintah Kota Banjarmasin, Rabu (16/9).

Yamin mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan, gangguan kualitas udara dan kesehatan, kekeringan serta persoalan ketersediaan air bersih, hingga musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menyisakan keluarga, yang menunggu kabar orang-orang terdekat mereka.

“Ini bukanlah keputusan yang mudah. Kami sangat memahami ada banyak sekali pihak yang sudah bekerja dalam rangka mempersiapkan diri, bahkan menggantungkan harapan pada rangkaian kegiatan tersebut,” kata Yamin.

Menurut Yamin, kondisi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat Banjarmasin.

“Kejadian ini diiringi dengan timbulnya penyakit gangguan pernafasan yang sangat mengganggu seluruh aktivitas warga Kota Banjarmasin, mulai dari siswa, pelajar, sampai masyarakat yang bekerja di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kekeringan dan perubahan kadar air asin yang berdampak pada ketersediaan air bersih serta kebutuhan masyarakat dan sejumlah sektor, termasuk pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Selain itu, Yamin mempertimbangkan musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menjadi perhatian karena proses pencarian dan penanganan korban berlangsung.

“Masih ada keluarga yang sampai hari ini menunggu kabar, masih berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan dan kembali pulang,” kata Yamin.

Yamin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan rangkaian Hari Jadi ke-500, termasuk pelaku usaha dan pihak lain yang terdampak keputusan tersebut.

Ia menegaskan peniadaan kegiatan hiburan dan kemeriahan tidak mengurangi arti perjalanan panjang Kota Banjarmasin yang telah mencapai usia 500 tahun.

“Sebuah kota tidak hanya menjadi besar karena sebuah kemeriahan perayaannya, sebuah kota menjadi besar karena hati seluruh masyarakatnya,” ujar Yamin.

Yamin mengajak masyarakat mengarahkan momentum tersebut untuk menunjukkan empati dan kepedulian kepada para korban, keluarga yang ditinggalkan, mereka yang masih dalam pencarian, serta petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.

“Kota telah genap berusia 500 tahun. Sejarahnya tidak menjadi lebih kecil hanya karena tidak memilih untuk merayakannya,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya solidaritas menghadapi situasi yang sedang terjadi.

“Ada waktunya merayakan, ada waktunya saling menguatkan.” ucap Yamin. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Aksi Sapta Pesona di Bawah Jembatan Barito, Generasi Muda Diajak Rawat Geopark Meratus

Batola – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian destinasi wisata melalui Aksi Sapta Pesona di kawasan wisata bawah Jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (17/9).

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Geopark Meratus, BP Geopark Meratus, kelompok sadar wisata atau Pokdarwis, masyarakat setempat, serta Putra Putri Pariwisata Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, didampingi Kabid Pengembangan Destinasi dan Kabid Pemasaran Pariwisata (Ki-ka)

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady mengatakan, Aksi Sapta Pesona bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menjadi sarana mengajak generasi muda terlibat menjaga dan mengelola destinasi wisata.

Menurut Iwan, generasi muda memiliki peran penting dalam keberlanjutan pembangunan kepariwisataan. Karena itu, keterlibatan mereka perlu dibangun melalui kegiatan nyata di lapangan.

“Semangat ini diarahkan untuk menjaga situs-situs Geopark Meratus yang telah mendapat pengakuan internasional sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark,” katanya.

Iwan menjelaskan, ada dua hal penting dalam pengembangan Geopark Meratus. Pertama, menjaga dan melestarikan warisan bumi. Kedua, memastikan keberadaan situs geopark memberi manfaat bagi masyarakat lokal, terutama dalam meningkatkan perekonomian.

Karena itu, pengembangan pariwisata tidak boleh hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Kawasan wisata yang bersih, nyaman, dan terjaga diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Peningkatan kunjungan ini dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Iwan menambahkan, kegiatan serupa tidak berhenti di satu lokasi, tetapi berlanjut di berbagai kawasan pariwisata dan situs Geopark Meratus di Kalimantan Selatan.

Namun, manfaat ekonomi tersebut harus tetap diiringi tanggung jawab menjaga alam.

Masyarakat dapat memperoleh manfaat dari aktivitas pariwisata, tetapi kelestarian lingkungan dan warisan bumi tetap menjadi prioritas.

Keterlibatan Putra Putri Pariwisata Kalimantan Selatan juga diharapkan menanamkan kepedulian terhadap destinasi wisata sejak dini.

“Dengan keterlibatan generasi muda, semangat ini menjadi modal penting untuk melanjutkan pemajuan kepariwisataan Kalimantan Selatan. Sehingga, kegiatan serupa tidak berhenti di satu lokasi, tetapi berlanjut di berbagai kawasan pariwisata dan situs Geopark Meratus di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (NHF/RIW/EPS)

Utamakan Privasi Nasabah, Sistem Keamanan Data BSI Raih Sertifikasi ISO 27701:2025

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali mencetak sejarah di industri perbankan nasional. BSI resmi menjadi bank pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi berstandar global, ISO/IEC 27701:2025, tentang Privacy Information Management System (PIMS) atau Sistem Manajemen Informasi Privasi.

Langkah historis ini merupakan wujud nyata komitmen BSI dalam “Melayani Sepenuh Hati”, sekaligus menjadi katalisator kuat yang mendukung transformasi strategis Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia, menciptakan institusi keuangan nasional yang berdaya saing global.

Sertifikasi ini berfokus pada dua pilar layanan utama yang menjadi ujung tombak interaksi nasabah, yakni super app BYOND by BSI dan layanan Customer Care.

Dengan lebih dari 24 juta nasabah dan mencatatkan lebih dari 400 juta transaksi BYOND hingga Juni 2026.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta menegaskan, tata kelola privasi data nasabah berjalan dengan standar keamanan tinggi yang terukur dan berkelanjutan.

Pencapaian ini bukan sekadar pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sebuah amanah fundamental untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Menjadi bank pertama yang meraih sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 adalah pencapaian penting sekaligus amanah bagi BSI. Bagi kami, pelindungan data pribadi adalah cerminan langsung dari implementasi nilai-nilai syariah dalam menjaga kepercayaan nasabah. Layanan yang unggul harus dibangun di atas fondasi keamanan, transparansi, dan penghormatan absolut terhadap privasi nasabah,” ujar Bob.

Lebih lanjut, Bob menjelaskan bahwa keamanan data nasabah adalah esensi dari budaya kerja perusahaan, yakni EMAS (Empati Melayani Antusias Sepenuh Hati).

Komitmen “Melayani Sepenuh Hati” diimplementasikan beberapa aspek yang tidak hanya melalui keramahan, empati, dan kecepatan di kantor cabang, tetapi juga lewat pelindungan digital yang ketat di ruang siber.

Secara teknis, penerapan ISO/IEC 27701:2025 pada layanan BYOND by BSI memastikan bahwa seluruh pengelolaan data dilakukan menggunakan pendekatan privacy-by-design.

Sistem dirancang dengan pengendalian akses yang sangat ketat, mitigasi risiko privasi, serta pemantauan berkelanjutan.

Sementara di sektor Customer Care, verifikasi identitas dan pemenuhan hak subjek data nasabah kini beroperasi mengikuti praktik internasional.

Dampak positif dari inovasi layanan dan keamanan ini langsung tecermin dari pengakuan pasar. BSI baru saja berhasil meraih peringkat kedua Bank CX Tracker 2026, yang membuktikan bahwa keamanan data berbanding lurus dengan peningkatan kepuasan dan loyalitas nasabah.

Sementara itu, Direktur Compliance and Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, menuturkan bahwa raihan sertifikasi ini adalah awal eskalasi pelindungan data yang lebih masif di BSI.

“Sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 ini bukanlah garis akhir, melainkan langkah strategis kami untuk terus memperkuat tata kelola privasi dan keamanan informasi di seluruh ekosistem layanan BSI. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kapabilitas SDM dan memperluas budaya pelindungan data di seluruh lini organisasi,” ungkap Arief.

Melalui sinergi antara transformasi digital, komitmen melayani sepenuh hati, dan kesiapan mendukung transformasi ekonomi Danantara, BSI semakin mantap melangkah mewujudkan visinya sebagai Top 5 Global Islamic Bank. (RIW/EPS)

Dukung Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan, Bank Kalsel Salurkan CSR Budidaya Lele di Bank Sampah “Bahe’mart”

Banjarmasin – Bank Kalsel memperkuat komitmennya mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kali ini, Bank Kalsel menyerahkan bantuan CSR Program Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah Organik melalui Budidaya Ikan Lele, kepada Pusat Daur Ulang (PDU) skala RT, Bank Sampah “Bahe’mart”, di Komplek Herlina Perkasa, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Rabu (16/9).

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Kehadiran para pimpinan ini disambut hangat Pengurus Bank Sampah “Bahe’mart” yang diketuai Istiqomah bersama Ardiansyah, beserta warga setempat.

Sinergi ini menjadi bukti kolaborasi nyata antara Bank Kalsel, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan penggerak lingkungan, menciptakan kawasan permukiman mandiri dan berwawasan lingkungan. Dukungan ini merupakan keberlanjutan dari kolaborasi sukses sebelumnya.

Pada program awal, Bank Kalsel telah menyalurkan 20 unit Tempat Sampah Sedekah Botol Plastik yang tersebar di 13 titik strategis Kota Banjarmasin—meliputi 7 titik di lembaga pendidikan, 3 titik di masjid, 1 titik di kantor pemerintahan, serta 2 titik di lingkungan RT.

Dalam kurun waktu 7 bulan, program tersebut berhasil mengumpulkan 2.380 kilogram sampah botol plastik, di mana hasil penjualannya dimanfaatkan kembali untuk pembuatan komposter pengurai sampah organik.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa integrasi antara pengelolaan sampah organik dan budidaya ikan lele ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sirkular yang nyata bagi warga setempat.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Ibu Istiqomah, Bapak Ardiansyah, beserta seluruh pengurus Bank Sampah ‘Bahe’mart’ yang konsisten sejak berdiri tahun 2019 mengelola sampah rumah tangga. Melalui bantuan budidaya ikan lele yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik ini, kami ingin memastikan bahwa program CSR Bank Kalsel tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan warga secara mandiri,” ujar Fachrudin.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi dan kepedulian Bank Kalsel terhadap masyarakat melalui program CSR tersebut.

“Bagi Pemerintah Kota Banjarmasin, program seperti ini sangat berarti karena menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Komposter sampah memberikan solusi untuk mengurangi sampah dari sumbernya, sekaligus mengubah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Hal ini sejalan dengan upaya kita bersama untuk mendorong masyarakat agar memulai kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari sumber, sementara budidaya ikan lele dapat menjadi kegiatan produktif yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutur Muhammad Yamin.

Wali Kota juga menekankan pentingnya keberlanjutan fasilitas yang telah diserahkan.

“Peresmian hari ini bukanlah akhir dari sebuah program, yang paling penting adalah bagaimana fasilitas yang sudah diberikan dapat dimanfaatkan, dijaga, dan dikelola dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Saya berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat seperti ini dapat terus ditingkatkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan,” tambahnya.

Melalui program CSR terpadu ini, Bank Kalsel terus membuktikan peran aktifnya sebagai mitra pembangunan daerah yang berfokus pada kesejahteraan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta kemandirian ekonomi masyarakat. (ADV-RIW/EPS)

Masuki Hari Kelima,
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 Maksimalkan Seluruh Kekuatan

Banjarmasin — Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin melanjutkan pelaksanaan Operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang dilaporkan tenggelam di perairan Laut Jawa.

Memasuki hari kelima (H5), operasi pencarian dan pertolongan terus diintensifkan dengan melibatkan berbagai unsur SAR dari instansi pemerintah, TNI/Polri, serta potensi SAR lainnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban kecelakaan ini sebanyak 243 orang. Hingga saat ini tercatat 108 orang berhasil selamat, 6 orang ditemukan meninggal dunia, dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Pada operasi pencarian hari sebelumnya, berbagai perkembangan signifikan terjadi di lapangan.

Tim SAR gabungan telah melaksanakan briefing dan persiapan operasi SAR. Unsur laut dan udara terus melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan.

Secara visual, pada Rabu (17/9), badan KM Virgo Transport 8 sudah tidak terlihat di permukaan laut dari jarak 1,1 mil laut.

Deteksi bawah air oleh unsur TNI AL menggunakan sonar aktif berhasil mengidentifikasi posisi objek yang diduga kapal pada koordinat 04°31,667′ S – 114°00,245′ T, dengan pergeseran sekitar 500 yard ke arah tenggara dari posisi sebelumnya.

Selain itu, ditemukan pula life raft yang diduga berasal dari kapal tersebut di perairan Kuala Pembuang.

Pada hari kelima operasi, Kamis (17/9) strategi pencarian dibagi menjadi dua sektor utama, yaitu udara dan laut.

Unsur udara melibatkan helikopter Basarnas, Polri, dan TNI AL yang difokuskan pada penyisiran area seluas kurang lebih 1.489 nautical mile persegi.

Sementara itu, unsur laut melakukan pencarian dengan pembagian empat sektor utama dengan total luas area mencapai sekitar 5.600 nautical mile persegi.

Operasi SAR ini melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur. Berbagai alut (alat utama) juga dikerahkan, meliputi kapal SAR, kapal perang TNI AL, helikopter, pesawat udara, hingga peralatan pendukung pencarian dan evakuasi.

Dalam pelaksanaan operasi, tim di lapangan menghadapi kendala berupa perubahan cuaca yang terjadi secara cepat.

Meski demikian, kondisi cuaca saat ini dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar antara 1 hingga 1,5 meter, yang masih memungkinkan pelaksanaan operasi secara optimal.

Basarnas menegaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan akan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dan pertolongan hingga seluruh korban dapat ditemukan. (Basarnas-RIW/EPS)

Paripurna DPRD Banjarbaru, Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda APBD 2027

Banjarbaru – DPRD Banjarbaru menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarbaru Tahun Anggaran 2027, di Ruang Graha Paripurna DPRD Banjarbaru, Rabu (16/9).

Paripurna juga dirangkai dengan penyampaian jawaban Wali Kota Banjarbaru atas pandangan umum yang disampaikan masing-masing fraksi DPRD.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Muhammad Syahrial, dan dihadiri Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, jajaran pemerintah kota, serta anggota DPRD Banjarbaru.

Ketua DPRD Banjarbaru, Muhammad Syahrial mengatakan, penyampaian pandangan umum fraksi merupakan tahapan lanjutan pembahasan Raperda APBD Kota Banjarbaru Tahun Anggaran 2027.

Menurutnya, agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari penyampaian Raperda APBD 2027 oleh Wali Kota Banjarbaru dalam rapat paripurna DPRD pada Kamis (10/9).

“Pandangan umum fraksi pada rapat paripurna hari ini merupakan tindak lanjut penyampaian Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2027 oleh Wali Kota Banjarbaru pada rapat paripurna tanggal 10 September 2026,” ujar Syahrial.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby mengatakan, berbagai pandangan, masukan, dan saran yang disampaikan fraksi – fraksi DPRD menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kembali program dan kegiatan yang telah direncanakan dalam APBD 2027.

Ia menegaskan, penyusunan APBD harus memperhatikan kebutuhan masyarakat dengan tetap menyesuaikannya terhadap kemampuan keuangan daerah.

“Pandangan umum, masukan, dan saran yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD merupakan bentuk sinergi antara eksekutif dan legislatif. Seluruh masukan tersebut menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menyusun anggaran yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” kata Erna Lisa.

Erna Lisa menambahkan, penyusunan anggaran daerah juga harus diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik dan mendukung pembangunan Kota Banjarbaru sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan.

Ia berharap seluruh fraksi DPRD dapat memiliki perhatian yang sama terhadap upaya efisiensi belanja, khususnya belanja operasi, serta mendorong pengalokasian anggaran pada program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, belanja operasi yang menjadi salah satu bagian terbesar dalam struktur APBD perlu dikelola secara cermat, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan melalui APBD harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan hasil yang jelas. Karena itu, efisiensi anggaran perlu dilakukan dengan tetap memastikan program prioritas dan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara optimal,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

RAPBD 2027 Kalsel Masuk Tahap Strategis, DPRD Soroti Anggaran Untuk Masyarakat

Banjarmasin — Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2027 memasuki tahap pembahasan penting.

DPRD Provinsi bersama Pemerintah Provinsi Kalsel melanjutkan pembahasan RAPBD 2027 melalui Rapat Paripurna di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian, Rabu (16/9).

Pandangan umum Fraksi PAN DPRD Kalsel

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel Kartoyo, Alpiya Rakhman, dan Desy Oktavia Sari.

Agenda utama rapat mendengarkan tanggapan dan jawaban pihak eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap RAPBD 2027.

Jawaban pemerintah daerah disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariyadi Noor.

Pembahasan ini menjadi bagian penting untuk memastikan rancangan anggaran tidak sekadar memenuhi tahapan administratif, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Sebelumnya, fraksi – fraksi DPRD Kalsel telah menyampaikan sejumlah pandangan dan catatan, antara lain mengenai arah belanja daerah, pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi hingga pembangunan sumber daya manusia.

Fraksi Partai Golkar, misalnya, menilai penyusunan RAPBD 2027 telah melalui tahapan yang ditetapkan, termasuk Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS.

Ketua DPRD Kalsel Supian HK menegaskan, proses pembahasan RAPBD membutuhkan sinergi antara legislatif dan eksekutif agar setiap program yang dirancang dapat berjalan sesuai sasaran.

Menurutnya, pembahasan anggaran harus diarahkan pada kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Dengan demikian, RAPBD 2027 bukan hanya berbicara mengenai angka pendapatan dan belanja, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap rupiah anggaran diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata.

“Mulai dari peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, pembangunan sumber daya manusia, hingga berbagai kebutuhan masyarakat yang menjadi prioritas pembangunan Kalsel.” ucapnya.

Disampaikan Supian HK, tahapan pembahasan ini sekaligus menjadi ruang bagi DPRD dan pemerintah daerah untuk menyelaraskan program, mempertajam prioritas, serta memastikan kebijakan anggaran tetap berada pada koridor kebutuhan daerah.

Harapannya, proses pembahasan RAPBD 2027 dapat berlangsung lancar, transparan, dan menghasilkan kebijakan anggaran yang tepat sasaran.

“Kualitas APBD tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang tersedia, tetapi dari seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Exit mobile version